Sampah memang menjadi masalah di manapun berada. Tidak terkecuali di sekolah. Banyak sekolah yang mengeluhkan kondisi sampah. Banyak sampah yang berserakan di sekitar sekolah meskipun sudah disediakan tempat sampah.

Padahal, kebersihan dan keasrian sekolah sangat berdampak pada kenyamanan penghuni sekolah yaitu siswa guru dan warga sekolah lainnya.

Ada sekolah yang lingkungannya bisa bersih dari sampah tapi tempat sampahnya penuh dengan sampah sampai menimbulkan bau yang tidak sedap.

Bersih di depan tetapi kotor di belakang juga bukan sekolah yang ideal.

Ada sekolah yang berlabel sekolah adiwiyata tetapi hanya bersih pada saat menjelang lomba saja. Setelah label sekolah adiwiyata didapat, menerima piagam sekolah adiwiyata, eh tidak lagi serius menjaga kebersihan sekolah.

Lingkungan sekolahnya pun kembali kotor, penghuni sekolahnya tidak lagi memperhatikan masalah kebersihan. Lalu bagaimana cara agar konsisten menjaga kebersihan di sekolah walaupun tidak sedang lomba sekolah adiwiyata?

 

1. Menguatkan Kesadaran Menjaga Kebersihan

 

Setiap orang harus merasa perlu menjaga kebersihan tidak membuang sampah sembarangan walaupun tidak sedang lomba baik itu lomba kebersihan kelas lomba sekolah sehat maupun lomba sekolah adiwiyata.

Dengan kesadaran ini maka setiap orang tidak seenaknya membuang sampah sembarangan.

Ibaratnya membuang sampah sembarangan Itu adalah sebuah dosa. Hehe…

 

2. Memiliki Program Zero Waste

Ada baiknya sekolah memiliki program Zero Waste agar bisa mengurangi volume sampah di sekolah.

Caranya?

Bisa dengan melarang atau mengurangi penggunaan plastik di sekolah. Guru dan siswa dianjurkan untuk membawa plastik yang bisa digunakan kembali. Menghindari penggunaan plastik untuk membawa makanan ke sekolah.

 

3. Memiliki Program Daur Ulang Sampah

Mungkin sekolah menghasilkan banyak sampah. Mulai dari sampah makanan, pembungkus alat-alat sekolah, dan lainnya. Faktanya tong sampah sekolah hampir setiap hari penuh dengan sampah.

Padahal, ada beberapa sampah itu yang bisa digunakan kembali. Misalnya plastik kopi sachet, plastik pembungkus makanan, dan lainnya.

Solusinya?

Plastik kopi sachet bisa dibuat kerajinan yang menarik dan bisa dijual. Plastik pembungkus makanan bisa digunakan kembali. Jadi tidak langsung dibuang ke tempat sampah.

Ada sekolah yang mewajibkan warganya membawa Tumbler ke sekolah. Kebijakan ini bagus untuk mengurangi gelas plastik atau botol air mineral di sekolah. Tidak hanya itu sekolah menyediakan air minum di sekolah. Warga sekolah bisa memanfaatkannya.

Kebijakan seperti ini cukup berdampak dalam mengurangi volume sampah yang dihasilkan di sekolah.

Tentu dibutuhkan komitmen dan konsistensi dari warga sekolah untuk menjalankan kebijakan ini. Menguatkan kesadaran agar memandang penting upaya mengurangi sampah di sekolah.

Ayo wujudkan sekolah bersih dari sampah.