Ngajak Anak Ke Tempat Kerja? 5 Hal Ini Perlu Dilakukan

oleh | Mar 9, 2020 | Edukasi | 0 Komentar

Tulisan ini merupakan pengalaman saya, sebagai bapak-bapak yang biasa abekerja di luar, lantas harus mengasuh anak, tanpa absen dari kerja. Memang, biasanya mengurus anak merupakan tugas isteri. Meskipun tidak mutlak pula. Artinya, ada juga suami yang mengurus anak, dalam hal ini kegiatan atau kerja isteri lebih dominan.
Namun adakalanya suami harus mengajak serta anak ke tempat kerja. Nah, jika suatu waktu harus bawa anak ke tempat kerja, beberapa hal ini perlu dilakukan. Ini berdasarkan pengalaman saya yang beberapa kali membawa anak ke tempat kerja.
 
Anak saya bawa beberapa mainan. Dimasukkannya ke kantong plastik yang dibawa sendiri. Kalau bisa memang anak bawa sendiri mainan itu sebagai pembelajaran tanggung jawab anak. Mereka belajar mengurus dan menjaga mainan sendiri.
Empat, lakukan sebuah komitmen. Misalnya tentang main gawai. Sedari rumah, bentuk komitmen bahwa nanti saat di tempat kerja jangan main gawai. Mungkin kita termasuk orang tua yang susah membatasi gawai pada anak? Banyak yang bilang pengondisian awal cukup efektif untuk mengatasi hal ini. Saya pribadi juga mengalami. 
Memang berbeda dengan perjanjian atau belumnya. Biasanya lebih bermanfaat adanya perjanjian. Kalau anak pengen main gawai tinggal ingatkan saja.
 Meskipun, kadang kita kalah juga. Anak rewel terus minta gawai akhirnya kita mengalah daripada repot dengan kerja kita. Hehe…
Biasanya saya bawa laptop juga. Saya pikir, mendingan anak-anak pakai laptop ketimbang gawai. Lebih bisa diarahkan dan kecenderungan kecanduan itu lebih kecil.  Namun kontennya juga pengaruh. Maksudnya, apa yang mereka tonton. Kalau game ya sama aja berbahaya.
 
Lima, bawa makanan. Jangan lupa ini. Khawatir anak kelaparan atau tiba-tiba pengen makan atau jajan. Nah daripada terganggu harus keluar untuk belikan makanan anak yang membuat harus meninggalkan tempat kerja, mending bawa dari rumah, deh. Kecuali tempat kerjanya dekat dengan warung. 
Bawa anak ke tempat kerja gampang-gampang susah. Biasanya akibat konsekuensi salah satu pasangan yang kerja. Meskipun kadang merepotkan, banyak lho manfaatnya.
Salah satunya adalah menumbuhkan kedekatan dengan anak. Apalagi jika biasanya orang tua tak punya banyak kebersamaan dengan anak. Nah, siapa tahu bisa menggantikan waktu yang hilang itu.