Orangtua berharap, dengan mengajari anak melakukan ibadah, agar anak terbiasa dengan ibadah tersebut. Begitupun dengan halnya puasa.

 Agar anak tak kaget jika sudah saatnya puasa menjadi wajib baginya. Anak diajarkan puasa sejak dini. Sejak usia berapa? Ya terserah orangtua.

Bahkan bisa sejak umur 4 tahun atau bisa lebih muda dari itu. Namun yang ditekankan bahwa pada usia tersebut, puasa belumlah menjadi kewajiban baginya.

Puasa menjadi latihan baginya. Agar ketika sudah menjadi sebuah kewajiban baginya, anak tidak lagi canggung atau berat melakukannya.

 

 Nah, berikut ini cara agar anak bisa berupaya belajar puasanya.

 

Pertama, soundingkan atau kondisikan anak sejak beberapa hari sebelum hari H puasa. Bisa dimulai satu pekan bahkan satu bulan sebelumnya.

Ceritakan apa itu puasa, bagaimana melakukannya, apa itu sahur, dan lainnya.

Kedua, ceritakan pahala yang akan didapat ketika berpuasa. Pahala dapat memotivasi orang untuk melakukan sesuatu. Begitu juga dengan puasa. Agar anak terbayang dengan besarnya pahala yang diterima jika ia melakukan puasa maka ceritakanlah berbagai pahala yang akan didapat dari puasa itu.

 

Ketiga berikan hadiah. Hadiah juga dapat memotivasi seseorang. Tidak mengapa menjanjikan hadiah walaupun berkaitan dengan keduniaan seperti dibelikan mainan. Ini untuk latihan juga.

 

Keempat, bimbing dia untuk menyelesaikan puasanya. beberapa waktu biasanya terasa berat bagi anak misalnya di pagi hari siang hari atau sore hari yang saat itu lapar sangat terasa pada saat itu bantu dia untuk bisa mengalihkan perhatiannya dari rasa lapar itu misalkan dengan mengajak nonton laptop nonton TV. Tentu saja harus memperhatikan tontonannya agar tidak mengurangi pahala puasa.

 

 Kelima banyak melakukan aktivitas agar tidak terasa waktu berjalan cepat dengan banyak melakukan aktivitas waktu akan berjalan tidak terasa sehingga tahu-tahu tiba waktunya berbuka.