Pilih Laman

“Ini Allin ya?”panggil saya ke seorang siswi yang saat itu masuk ke ruang guru. Saya bermaksud membagikan nilai ujian yang selesai diperiksa.

“Bukan Allin, Pak. Ini Ariqoh, Pak. Masak Bapak lupa. Ariqoh kelas XI, Pak”.

Hari itu saya salah memanggil siswa. Setelah sekian lama belajar dari rumah (BDR), siswa kembali masuk. Namun, kKarena masih dalam kondisi pandemi, sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Siswa dibagi dua shift yaitu shift pagi dan siang.

Saya salah manggil siswa bukan karena tidak mengenalnya. Saya kenal siswa itu. Mengenal siswa, bagi seorang guru adalah wajib hukumnya. Bahkan kalau jumlah siswanya banyak. Bagaimana cara menyiasatinya?

Triknya saya meminta foto siswa ke tata usaha. Biasanya setiap tahun mencetak kartu siswa. File-nya saya minta. Di rumah dan di sekolah saya berusaha menghafal siswa lewat foto itu. Di kelas juga saya bawa. Kalau lupa namanya tinggal lihat foto itu lagi.

Jadi kecil kemungkinan saya lupa nama siswa. Lantas, salah manggil siswa karena apa?

Tragedi pagi itu terjadi karena mata saya sudah tidak keruan. Mata saya semakin kabur. Saya mengeluhkan mata sejak dulu. Ya, mata saya sudah minus. Ini karena saya biasa lama di depan laptop. Tapi saya nggak mau pakai kacamata.

“Mungkin minus. Coba aja dicek,” kata teman saya.

Dari tanda-tandanya ada kemungkinan besar mata saya minus. Memang kalau melihat benda yang agak jauh sekitar 5 atau 10 meter saja sudah tidak jelas. Saat saya cek ternyata mata saya memang minus. Tapi saya kekeh belum mau menggunakan kacamata. Saya pengen sembuh.

 

 

 

Melawan Mata Minus

Supaya tidak bertambah parah, saya melakukan beberapa terapi. Terapi  ini dapat dari teman-teman juga sih. Tentu tidak sembarangan asal kata orang. Kalau kira-kira bener dan masuk logika, baru dilakukan.

Terapinya adalah melakukan pijat di sekitar mata, pakai tetes mata herbal, olahraga mata dengan cara memutar bola mata ke kanan kiri, dan berjemur di matahari pagi. Walaupun tidak sembuh seratus persen, terapi itu cukup efektif mengurangi mata kabur. Namun, itu terjadi sebelum pandemi. 

Saat pandemi, selama belajar daring, padangan mata saya kembali kabur bahkan semakin parah. Hal ini karena saya menjadi lebih lama berada di depan laptop.

Apakah ada pengaruhnya? Tentu ada. Walaupun tidak signifikan. Saya manut aja dengan usulan ini lantaran masuk akal. Bisa diterima logika. Misalnya memijit-mijit area sekitar mata itu kan membuat peredaran darah lancar. Sehingga akan mengalirkan darah dan oksigen ke sekitar mata. Sehingga, mata pun lebih sehat. Begitu juga dengan berjemur di sinar matahari pagi. Itu kan vitamin D yang bagus untuk kesehatan tubuh dan syaraf.

Kerepotan Membuat Nilai Raport

Memang dilema. Mau nggak lama di depan laptop, kerjaan nggak kelar-kelar. Saya ditagih sama sekolah. Apalagi saat tahun ajaran baru. Menyiapkan bahan rapat kerja (raker) sekolah bisa empat hari empat malam. Sebab menyusun kegiatan dan anggaran untuk satu tahun ke depan.

Maka amat wajar kalau saat PTMT mata saya sudah semakin mengkhawatirkan. Kalau dulu saya belum mau pakai kacamata, saat PTMT mau tidak mau pakai kacamata.

Sebagai seorang guru, banyak sekali kegiatan yang saya harus saya lakukan di depan laptop. Membuat mulai dari membuat bahan ajar, menyusun materi pembelajaran, melakukan penilaian, membuat laporan sekolah, membuat rencana pembelajaran, dan tugas lainnya.

Kalau ditanya lebih enak mana mengajar daring atau tatap muka langsung sebenarnya lebih enak tatap muka. Kenapa? Lebih simple, sih.

Misalnya saat ujian. Ujian daring itu semakin berat. Ya, lantaran masih daring, soal pun dibuat melalui aplikasi. Biasanya menggunakan google form. Ada dua jenis penilaian yaitu PTS (penilaian tengah semester) dan PAS (penilaian akhir semester).

Bukan saya menggampangkan guru mata pelajaran lain, saya yang mengampu mata pelajaran matematika semakin sulit. Bagaimana tidak, saya harus membuat kisi-kisi, kartu soal, dan soal untuk tiga kelas. Soal matematika itu banyak angka. Bukan hanya angka, ada simbol-simbol yang tidak ada di keyboard. Kalau ngetik di Microsoft Word biasanya pakai insert karakter atau formula.

Biasanya yang sulit itu ngetik pangkat positif atau negatif, akar, atau pecahan. Makin rumit kalau pecahan yang memuat pangkat. Ah! Sudah pecahan, pangkat pula. Berapa lama membuat soal dan menginputnya? Bisa 5 jam, 8 jam, atau bahkan seharian lho. Benar, seharian!

Setelah disibukkan dengan aktivitas ujian seperti membuat kartu soal, kisi-kisi, dan soal bukan berarti pekerjaan guru sudah ringan. Ada pekerjaan tidak kalah repotnya yaitu menginput nilai raport.

Tahun ini tugas saya sebagai guru sangat menguras tenaga. Saya mengampu mata pelajaran fisika kelas X, XI, dan XII. Saat mempersiapkan nilai raport, saya mulai pukul 08.00 eh sampai pukul 16.00 belum selesai juga. Terhitung 8 jam lamanya untuk input nilai rapor saja. Tidak cukup satu hari. Saya kerjakan besok lagi.

Menggunakan Teknik Pomodoro

Untuk mengurangi dampak radiasi laptop, saya sudah berusaha menerapkan teknik pomodoro. Fokus secara maksimal dalam jangka waktu yang tertentu. Misalnya sepuluh menit atau dua puluh menit saja. Lantas berhenti untuk istirahat. Selain mengistirahatkan mata, juga mengistirahatkan tubuh.

Idealnya kerja memang begitu. Tapi, teknik pomodoro ini sering tidak bisa dilakukan. Alasannya lupa atau tanggung. Kalau sedang serius kerja, ide lancar mengalir itu sayang kalau dijeda. Bisa merusak mood atau susah lagi memanggil ide.

Hanya sesekali bisa menerapkannya. Meskipun sadar bahwa ini untuk kesehatan, sering kalah dengan keadaan. Meskipun berulang kali ingat, tapi masih kalah dengan waktu yang semakin melesat. Apalagi kalau dikejar deadline. Mau tak mau segera ngebut menyelesaikan tugas. Akhirnya mata pula yang kena. Duh

Laptop sebagai alat tempur pekerjaan memang sangat penting. Kalau dulu bisa dianggap sebagai kebutuhan tersier mungkin anggapan itu sudah berubah. Ya, laptop menjadi kebutuhan sekunder bahkan primer. Maksud saya tanpa laptop mungkin pekerjaan kita terhambat. Kalau pekerjaan terhambat, kan pengaruh ke penghasilan. Yang secara tidak langsung memberi dampak pula pada pemasukan. Artinya, nafkah untuk makan keluarga juga terganggu.

Makanya, memilih laptop pun harus jeli. Kondisi yang saya alami ini tidak akan terjadi kalau menggunakan model laptop terbaru dari ASUS yang sudah menggunakan layar ASUS OLED. 

Intip yuk 5 Keunggulan ASUS OLED yang jadi pilihan 9 dari 10 content creator Indonesia.

1. Lebih Kaya Warna dan Akurat

ASUS OLED punya warna yang lebih kaya dan akurat. Hal ini  karena ASUS OLED mampu mereproduksi 100% warna pada color space DCI-P3 atau setara dengan 133% warna pada color space sRGB. Kemampuan tersebut membuat ASUS OLED dapat menampilkan visual dengan warna yang lebih kaya dan detail yang lebih baik.

Dengan teknologi ini, membuat ASUS OLED cocok banget untuk content creator maupun seorang profesional yang membutuhkan layar dengan tingkat reproduksi warna yang tinggi serta akurat, sesuai dengan standar industri perfilman saat ini. Kita pun bisa dapatkan pengalaman menonton yang semakin berkesan. Nonton jadi betah, kerja pun semakin lancar.

Lihat aja deh perbedaan warna pada layar ASUS OLED dengan LCD sRGB.

2. Lebih Aman untuk Kesehatan Mata

Sebanyak 68,10% masyarakat Indonesia tahu bahwa paparan radiasi cahaya biru dapat merusak kesehatan mata. Bukan sekadar asumsi, tapi ini berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Detik Network bekerjasama dengan ASUS.

Survey itu diikuti lebih dari 500 responden dengan latar belakang, profesi, dan usia yang berbeda. Survey juga melaporkan sebanyak 47,30% masyarakat Indonesia menghabiskan waktu antara 5-10 jam di depan laptop.

Lama di depan laptop bisa berbahaya. Layar laptop mengeluarkan radiasi sinar biru. Apa bahayanya? Radiasi sinar biru ini penyebab utama kelelahan pada mata. Bahkan, dapat mengganggu kesehatan mata dalam jangka panjang.

Dengan teknologi ini, membuat ASUS OLED cocok banget untuk content creator maupun seorang profesional yang membutuhkan layar dengan tingkat reproduksi warna yang tinggi serta akurat, sesuai dengan standar industri perfilman saat ini. Kita pun bisa dapatkan pengalaman menonton yang semakin berkesan. Nonton jadi betah, kerja pun semakin lancar.

Kabar baiknya, ASUS OLED memiliki fitur Eye Care yang dapat mengurangi tingkat paparan radiasi sinar biru pada layar hingga 70%. Wow

Hal ini membuat laptop yang menggunakan teknologi layar ASUS OLED pastinya lebih nyaman digunakan dan dapat lebih menjaga kesehatan mata penggunanya. Khususnya pada anak-anak. Hm, mungkin pembaca punya anak-anak atau adik atau saudara yang masih anak-anak, dan sering nonton laptop. Maka, laptop dengan teknologi layar ASUS OLED ini jadi solusi. Nggak khawatir lagi mata akan rusak karena lama nonton. 

Hebatnya lagi, fitur Eye Care di ASUS OLED tidak hanya dapat mengurangi radiasi sinar biru, tetapi juga mempertahankan kualitas reproduksi dan akurasi warnanya. Dengan menggeser spektrum biru, ASUS OLED dapat menekan paparan radiasi sinar biru tanpa mengurangi kualitas dan akurasi warnanya. Metode itu sudah mendapatkan sertifikasi Low Blue Light dan Flicker Free dari TÜV Rheinland.

3. Layar Selalu Jernih Dalam Kondisi Apapun

Siapa yang kalau nge-zoom lama nggak tahan sama layar yang terlalu cerah? Eits, ini mah saya. Hehe.. Ya, sering banget saya ngelakuin begini. Misalnya di tanggal 23 Desember kemarin. Saat ikut webinar yang diadakan oleh Komunitas Guru TIK (KOGTIK) Indonesia, acara dari pukul 13.00 s.d 17.00 WIB. Lama karena bertepatan dengan ulang tahun ke-7 KOGTIK. Saat acara baru beberapa menit, saya turunkan tingkat kecerahannya.

Akibatnya tampilan layar kurang enak dipandang warnanya. Apalagi saat itu sedang ditampilkan spektrum warna-warna begitu. akhirnya saya naikkan lagi tingkat kecerahannya. Meskipun efeknya mata saya malah silau. Duh… Efeknya akurasi warna juga menurun.

Hal ini tidak akan terjadi pada ASUS OLED yang menggunakan 3D color gamut (batasan warna) ASUS OLED memiliki color volume 60% lebih besar dibandingkan dengan layar laptop pada umumnya. Padahal, layar laptop pada umumnya hanya mampu mereproduksi warna sebesar 11%. Jauh banget ya perbedaannya. Jadi, ASUS OLED memang lebih unggul dalam kualitas kejernihan warna.

4. Warna Sangat Detail Hasilkan Visual Terbaik

Kalau layar laptop pada umumnya menggunakan panel backlight, ASUS OLED terdiri dari jutaan lampu LED yang berukurang sangat kecil. Setiap LED dapat dimatikan secara penuh. Jadi bisa menghasilkan kontras yang sangat tinggi. Hebatnya lagi, ASUS OLED punya rasio kontras hingga 1.000.000 : 1.

Kontras rasio adalah perbandingan antara warna yang satu dengan warna yang lainnya. Semakin tinggi perbedaannya (terang vs gelap), gambar semakin terlihat nyata. Tingginya perbedaan kontras antara objek dan latar menjadi semakin jelas. Jadi, di ASUS OLED kita dapat menikmati setiap detail warna dengan sangat jelas.

5. Visual Lebih Jelas Tanpa Efek Blur

 

Ditambah lagi, ASUS OLED punya response time sangat kencang yaitu hingga 0,2ms atau 50 kali lebih kencang. Sehingga, kita bisa mendapatkan sajian multimedia dengan gerak visual yang sangat cepat. Jadi mau nonton film action yang banyak adegan cepat pun bisa diikuti. Termasuk bisa membaca dengan jelas subtitle dari film yang sedang kita tonton.

Jadi kita bisa dapatkan kesan menonton film yang sungguh berkualitas dan memuaskan. Menonton film menjadi pengalaman yang maksimal dengan keseluruhan adegan yang bisa ditonton dengan memuaskan.

Dalam memilih laptop tentu banyak pertimbangannya. Seperti halnya di dalam lagu Fiersa Besar, laptop yang ideal:

yang layarnya detail, akurasi warnanya bagus, yang cakep, enak dipandang lama-lama, dan fast respon nggak lemot.

Dijawab langsung lho sama Fiersa Besari. Ini dia lagunya.

Berbagai teknologi dalam keunggulan ASUS OLED merupakan teknologi yang bikin jatuh cinta. Memenuhi semua harapan kita tentang alat tempur yang tepat untuk PJJ maupun WFH.

Dan, salah satu varian ASUS OLED yang cocok buat guru menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) adalah ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513).

Z

Dilengkapi dengan Windows 10 Home

Dengan dilengkapi oleh Windows 10 Home, VivoBook Ultra 15 OLED (K513) sangat menunjang produktivitas kita. Beragam fitur di dalamnya sangat kompatibel dengan berbagai aplikasi kantoran, aplikasi kreatif, serta hiburan. Jadi, ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) ini cocok untuk guru, pekerja kantoran, content creator, dan lainnya.

Windows 10 Home memiliki fitur Windows Hello. Kita bisa masuk lebih cepat dan aman menggunakan sistem pembaca sidik jari. Jadi kita bisa masuk tanpa perlu password yang sering lupa. Jadi semakin mudah, bukan?

 

 

Z

Gratis Office Home & Student 2019 Seumur Hidup

ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) dilengkapi dengan Office Home & Student 2019 yang asli dan pembaruan yang terus menerus. Keamanan juga terjamin karena pembaruan keamanan yang rutin untuk perlindungan perangkat, program, dan data kita. Aplikasi Office versi lengkap seperti Word, Excel dan PowerPoint memberikan semua fungsi untuk pekerjaan kita.

Tidak hanya guru, pekerja profesional pun bakal sangat nyaman dan terbantu dengan ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513). Gimana, nggak nyaman kalau performa dan fiturnya begitu mengesankan.

 

 

Z

Menjaga Mata Tetap Sehat

Nah, keunggulan utama VivoBook Ultra 15 OLED (K513) terletak pada layarnya. Laptop berukuran 15-inci ini menggunakan teknologi layar ASUS OLED. Sehingga layarnya juga sesuai dengan kelebihan-kelebihan teknologi layar ASUS OLED seperti kualitas visual terbaik, warna dengan sangat kaya dan akurat. memiliki tingkat reproduksi warna hingga 100% pada color space DCI-P3, tingkat akurasi warna sangat tinggi, punya sertifikasi PANTONE Validated display, dan memiliki response time yang sangat kencang.

Dikatakan lebih sehat karena ASUS OLED yang memiliki tingkat radiasi cahaya biru sangat rendah. So, kita dapat bekerja lebih lama tanpa khawatir mata cepat rusak. Kegiatan WFH dan PJJ pun tidak hanya menjadi lebih mudah dan menyenangkan, tetapi juga tetap sehat.

Z

Konektivitas Ngebut, Anti Bising

Untuk konektivitas internet, ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) sudah menggunakan WiFi 6 yang merupakan teknologi WiFi terbaru. Konektivitas WiFi-nya pun terjamin kencang dan stabil.

Dan yang lebih keren, WiFi 6 di VivoBook Ultra 15 OLED (K513) punya fitur WiFi Smart Connect. Fitur ini dengan pintarnya memilih dan terkoneksi dengan router yang memiliki sinyal paling kuat secara otomatis. Sehingga, kitaakan selalu mendapatkan sinyal WiFi terbaik. Beuh, keren amat yak!

ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) dilengkapi dengan teknologi AI Noise Cancelling. Teknologi ini dapat meredam suara bising yang ada di sekitar kita sehingga sesi WFH dan PJJ dapat berjalan lebih baik.

Tak hanya saat PJJ, tugas apapun yang dilakukan guru pastinya sangat terbantu dengan ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513). Bayangkan sedemikian nyamannya guru mengerjakan tugas-tugas sekolah.

ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) sangat cocok untuk guru. Meskipun, saat ini memang sudah banyak sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Kalaupun tidak lagibelajar daring, ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) tetap menjadi andalan guru. Mengerjakan tugas guru yang seabrek dan selalu ada itu.

Apalagi adanya Guru Penggerak yang katanya sangat sibuk. Memang sih saya lihat teman guru yang ikut program Calon Guru Penggerak ini kelihatan semakin sibuk. Tapi, kesibukan itu sepadan banget dengan pengetahuan dan skill guru yang semakin meningkat.

Pernah dengar juga kalau PJJ ini akan dipatenkan atau dilanjutkan bahkan kalau sudah tidak pandemi lagi. Malah, dulu rencananya PJJ ini akan dilakukan di tahun 2030. Karena dianggap punya banyak kelebihan. Namun, keburu pandemi. Akhirnya, PJJ pun dilakukan saat pandemi.

Z

Performa Kencang dan Cepat, Daya Tetap Hemat

Laptop modern ASUS OLED sudah diperkuat oleh prosesor Intel Core generasi ke-11 terbaru (Tiger Lake) yang menghadirkan keseimbangan performa dan responsivitas dalam platform berdaya rendah yang dibuat berdasarkan teknologi proses 10nm generasi ketiga.

Dengan prosesor generasi terbaru ini, performanya jelas lebih kencang dari generasi sebelumnya. Selain itu, konsumsi daya yang lebih optimal sehingga tidak harus sering men-charge laptop ke sumber listrik. Kita pun bisa lebih terjaga lebih lama dengan pekerjaan.  

ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) dibekali memori DDR4 RAM dengan penyimpanan berupa PCIe SSD. Sehingga kecepatan baca dan tulisnya jauh lebih cepat dari HDD tradisional. ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) pun bisa memuat dan menjalankan aplikasi dengan lebih kencang. Kapasitas RAM masih bisa di-upgrade lho.

VivoBook Ultra 15 OLED (K513) ini juga dilengkapi dengan ASUS Intelligent Performance Technology (AIPT). Teknologi AIPT membuat peningkatan performa hingga 40% dibandingkan dengan laptop dengan spesifikasi serupa. Hebatnya nih, meskipun performanya makin melesat, teknologi AIPT membuat konsumsi daya pada lebih rendah. Untuk mengaktifkannya, kita hanya perlu menekan kombinasi tombol “Fn” dan “F” dan sesuaikan dengan kebutuhan penggunaan.

Bodi ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) dipastikan kokoh karena terbentuk dari campuran logam dan bahan plastik polikarbonat. Kesan elegan dan kokoh terlihat dari desain bodinya. Sementara itu, bobotnya hanya 1,7 kilogram saja dengan charger-nya. Terbilang cukup ringan dengan layar 15,6 inci jika dibandingkan dengan laptop berukuran sama. Bobot yang ringan ini sangat nyaman untuk mobilitas yang tinggi. Keyboardnya, Asus Vivobook Ultra 15 OLED K513 ini juga memberikan tombol numpad sehingga nyaman untuk mengetik berupa angka-angka.

Z

Harga Terjangkau

Dengan berbagai fitur dan teknologi keren di atas, ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) merupakan laptop yang menggunakan panel OLED dengan harga paling terjangkau yang ada di Indonesia saat ini. Laptop ini telah tersedia dengan banderol harga Rp8.599.000.

Untungnya nih, jajaran Laptop ASUS dengan teknologi layar ASUS OLED telah tersedia di Indonesia. Mulai dari lini ZenBook hingga VivoBook. Dengan harga terjangkau itu kegiatan PJJ maupun WFH pun bisa semakin lancar dan nyaman.

Inovasi ASUS tidak hanya sebatas pada performa saja dan ASUS OLED adalah bukti komitmen kami pada inovasi teknologi visual pada layar laptop.

Jimmy Lin

ASUS Regional Director Southeast Asia

Dari survey yang dilakukan oleh Detik Network bareng ASUS juga menyimpulkan sebanyak 80,20 persen masyarakat Indonesia mengatakan bahwa pengaruh kualitas detail warna dan visual pada layar laptop sangat penting. Sepakat banget deh dengan hasil survey itu.

Sebab setiap orang pasti menginginkan kepuasan dalam tampilan layarnya. So, dengan beragam keunggulan ASUS OLED menjadikannya sebagai penunjang kerja untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Work From Home (WFH). Klik di sini untuk informasi dan miliki laptop ASUS OLED dengan teknologi layar laptop terbaik saat ini.

Akhir Tulisan

Percaya atau tidak, belajar daring itu lebih berat daripada belajar tatap muka. Begini perbandingannya. Kalau PTM, guru bisa tidak persiapan mengajar lho. Karena guru sudah biasa melakukannya. Ada yang sudah belasan hingga puluhan tahun mengajar (Kalau saya ‘baru’ 10 tahun). Wajar saja kalau sudah hafal di luar kepala baik materi, strategi, dan pembelajarannya. Namun, sangat berbeda kalau belajar daring.

Persiapan dua jam belajar daring itu bisa empat jam, enam jam, bahkan satu hari. Perbandingan yang sangat kontras. Belum lagi guru harus menghadapi kendala internet, ketersediaan alat, konsentrasi siswa hingga semangat siswa yang cepat menurun selama daring. Pernah lihat video seorang ibu yang begitu pusing mendampingi anaknya belajar daring?

Ya kurang lebih begitulah kondisi saat belajar daring. Dapat dibayangkan apa yang dialami guru. Selain harus mengelola kelasnya belajar daring, dia juga harus mendampingi anaknya yang juga sekolah/belajar daring.

Bukan bermaksud menyalahkan siapa-siapa tetapi mari saling berkolaborasi mendampingi belajar generasi bangsa. Juga tidak semua orang tua yang punya pandangan seperti itu. Banyak juga orang tua yang support guru. Nah, sebagai guru, tentu ada tanggung jawab yang besar dalam mendidik anak bangsa. Ada amanah dan kepercayaan orang tua kepada guru agar anaknya dididik sehingga menjadi sosok yang berkarakter. Wahai para guru, mari kerahkan segenap kemampuan dan daya terbaik dalam mendidik anak bangsa. Termasuk menggunakan perangkat mengajar terbaik seperti halnya ASUS OLED. Majulah pendidikan Indonesia. (*)

 

Spesifikasi ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513)

Layar: 15.6-inch,OLED,FHD (1920 x 1080) 16:9,Glossy display,400nits,DCI-P3: 100%,Screen-to-body ratio: 85 %-backlit Full HD (1920 x 1080) 16:9 display
Prosesor:

Intel® Core™ i3-1115G4 Processor 3.0 GHz (6M Cache, up to 4.1 GHz, 2 cores)

Graphic Card:

 Intel® UHD Graphics

Grafis Intel HD Graphics 400
RAM

4GB DDR4 on board,Memory Max Up to:16GB

Storage:

256GB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD

Konektivitas:

 Intel WiFi 6 with Gig+ performance (802.11ax), Bluetooth V5.0

Port:

 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A. 1x USB 3.2 Gen 1 Type-C. 2x USB 2.0 Type-A. 1x HDMI 1.4. 1x Headphone out, Micro SD card reader. Micro SD 4.0 card reader

Baterai:

50WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion

Audio SonicMaster Audio
Dimensi 34.8 x 24.2 x 2.76 cm
Bobot 1,7 Kg
Harga: Rp 8,799,000
(Windows 10 Home/Intel® Core™ i3-1115G4/4G/256G PCIE+HOUSING/OLED FHD/Office pre-installed)
Rp 10,699,000
(Windows 10 Home/Intel® Core™ i5-1135G7/4G+4G/256G PCIE+HOUSING/OLED FHD/Office pre-installed)
Informasi terkait laptop ASUS OLED bisa dibaca selengkapnya di https://oled.asus.web.id/?utm_source=Blogger&utm_campaign=BloggerCompetition&utm_id=BloggerCompetition

Referensi Tulisan:

Materi dari panitia penyelenggara

https://www.asus.com/content/Laptop-OLED/

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20211119200435-185-723656/review-asus-vivobook-ultra-15-layar-oled-kinclong-ramah-kantong/