Pilih Laman
Cara Guru Honorer Dapatkan Cuan Dari Tulisan

Cara Guru Honorer Dapatkan Cuan Dari Tulisan

Dapatkan Cuan Dari Tulisan

Sebagai guru honor, gaji bulanan tidak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang lumayan besar. Alokasi uang pribadi biasanya selalu kurang. Untuk itu, saya harus jeli cari tambahan penghasilan. Alhamdulillah, ketemu. Bagaimana caranya?

Siang itu di sebuah grup WhatsApp yang saya ikuti ramai. Penyebabnya? Ada sebuah pesan masuk.

“Siapa di sini yang nunggu fee cair?”

Lalu ramailah jawaban anggota grup. Lalu pengirim pesan pertama tadi meminta untuk menunggu beberapa menit lamanya. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya kabar gembira itu pun saya terima juga. Saya pun membalas pesan itu.

Alhamdulillah, fee sudah masuk. Terima kasih banyak, Mas xxx dan Mbak @xxx. Mudah-mudahan dicolek lagi bulan depan.

Hal seperti ini saya alami setiap awal bulan. Saya memperoleh penghasilan dari sebuah campaign menulis sebuah liputan kegiatan yang diadakan oleh sebuah lembaga. Dan karena job seperti inilah, hampir setahun ini saya memberikan gaji penuh kepada istri.

 

Pembaca, perkenalkan nama saya Supadilah. Di rumah biasa dipanggil Mas Padil. Saya seorang guru honorer di sekolah swasta di Banten. Sudah 11 tahun menjadi guru honorer.

Sudah setahun ini saya selalu menyetorkan gaji penuh kepada istri saya. Kebutuhan saya seperti pulsa, transportasi, jajan, ngopi dan lainnya tidak dari gaji saya tetapi dari penghasilan sampingan. Padahal, biaya untuk kebutuhan itu nggak kecil, lho.

 Penghasilan sampingan cukup untuk memenuhinya. Saya merasa ini sebuah prestasi. Setelah 7 tahun menikah baru bisa ketemu cara supaya bisa dapat penghasilan sampingan yang lumayan. Dan lebih senangnya penghasilan ini sampingan ini tidak mengganggu pekerjaan utama saya sebagai guru.

 

1. Menulis Artikel Pendidikan

Sejak 2015 saya menulis artikel pendidikan. Pertama, di website sekolah dan instansi pendidikan. Biasaya yang saya kerjakan adalah reportase dan pengumuman. Untuk mendukung kemahiran menulis ini, saya belajar tentang kata baku tidak baku, kalimat efektif, dan copywriting.

Pekerjaan ini tidak terlalu merepotkan karena hanya satu atau dua pekan sekali saya membuat tulisannya. Tulisannya sederhana saja. biasanya membuat unsur-unsur berita yaitu 5W+1H (What, Where, When, Who, Why, dan How).

Setiap lembaga perlu punya website sebagai sarana memberikan informasi kepada masyarakat umum. Kedua, saya menulis di koran. Tulisan saya beberapa kali dimuat di koran. Meskipun masih tingkat lokal sih. Tapi lumayanlah.

Ada honor untuk tulisan yang dimuat. Honornya cukup untuk membayar listrik atau langganan internet. Biasanya saya ambil kalau sudah beberapa tulisan yang ditabung di sana. Tidak semua orang memiliki skill menulis. Nah, di sinilah peluang kita untuk membuat konten itu. Apalagi di era digital yang terus membutuhkan skill menulis, maka peluangnya cukup besar.

 

2. Menjadi Kontributor di Website UMKM

Juli 2020 lalu ada informasi rekrutmen menulis untuk website Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Saya mendaftar dengan menyertakan portofolio dan contoh tulisan yang pernah dibuat. Satu bulan kemudian pengumuman keluar. Alhamdulillah nama saya tercantum di sana. Saya bergabung dengan teman-teman penulis dengan berlatar belakang dosen, peneliti, blogger, dan lainnya. Ada empat jenis tulisan yang dibutuhkan yaitu kamus bisnis, tips bisnis, kisah inspirasi, dan bedah kasus. Jadi akhirnya saya menulis dengan tema yang beragam.

Apa keuntungan menulis beragam tema? Kita jadi tahu banyak hal. Sebelum menulis kita melakukan riset dulu. Membaca dari berbagai sumber. Jadi semakin bertambah pula wawasan kita. Mencari bahan untuk tulisan tidak sulit karena memanfaatkan internet yang menyediakan banyak hal. Namun, tulisan kita juga harus berbobot dan tidak melanggar etika penulisan atau plagiat. 

Setiap awal bulan kami disodorkan beragam tema. Namun, saya ambil sesuai kemampuan saja. Misalnya membuat konten kreatif untuk bisnis, optimalisasi website, menggunakan e-commerce, dan lainnya. kalau tema yang terlalu jauh biasanya tidak saya ambil.

 

3. Dapat Rezeki Dari Blog Pribadi

Saya membuat blog sejak 2007. Tapi saat itu belum tahu cara menghasilkan uang lewat blog. Saya mulai serius mengelola blog sejak 2018. Jika dulu memakai domain gratis, saya mulai membeli domain berbayar. Template blognya pun premium.

Mungkin karena faktor itulah saya ditawari job menulis. Dari sebuah grup WhatsApp saya diajak teman untuk ikut zoom meeting di sebuah acara. Setelah itu diminta menulis tentang acara itu. Dengan membuat artikel sejumlah 500 – 1000 kata saya mendapat imbalan cuan yang cukup untuk membayar listrik satu bulan.

Kemudian tawaran-tawaran lainnya pun berdatangan. Fee dari job menulis ini bervariasi. Ada yang Rp. 50 ribu, Rp. 200 ribu, bahkan Rp. 1,2 juta. Besar atau kecil fee-nya harus disyukuri. Yang penting halal dan berkah. Apalagi nantinya untuk menghidupi keluarga. Saya menerima berbagai permintaan tulisan mulai dari pendidikan, kesehatan, otomotif, keuangan, pariwisata, dan lainnya. Asal legal dan halal produknya saya terima job itu. Ada tulisan yang dibayar Rp. 500 ribu bahkan ada yang Rp. 1 juta. Namun, ada juga yang diimbali Rp. 50 ribu.

Karena tahu banyak manfaat ngeblog, saya pun berbagi kepada siswa. Saya ajak siswa-siswa mengenal, membuat dan mengelola blog. Bahkan saya berhasil meyakinkan kepala sekolah untuk memasukkan blog ini dalam kegiatan ekstrakurikuler. Bukan sekadar orientasi uang semata tetapi agar menambah wawasan mereka tentang dunia digital. Termasuk meningkatkan literasi mereka. Sebab, mengisi blog juga diperlukan budaya baca dan budaya menulis. Mudah-mudahan ini menjadi kegiatan positif untuk siswa.

4. Dapat Hadiah Dari Lomba Menulis

Saya juga rajin ikut lomba. Senang sekali kalau menang lomba blog. Biasanya lomba blog itu biasanya hadiahnya besar. hadiahnya bisa uang tunai, benda, atau lainnya. Di tahun 2018 saya menjadi juara 2 lomba artikel yang diadakan oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Alhamdulillah, bisa buat beli laptop dan mendaftar kuliah S2. Bahkan ada sisa untuk jajan anak dan mentraktir isteri.

Tahun 2020 saya juara 1 lomba blog guru tingkat nasional. Hadiahnya laptop. Senang sekali rasanya. Sampai gemetar saya saat pengumumannya. Untuk menjadi juara tentu dibarengi dengan proses yang sepadan. Berapa lama membuat artikelnya?

Saya sampai lima hari menyiapkan artikel. Tidak hanya tulisan saja tetapi saya melengkapi dengan gambar, infografis, atau video supaya semakin lengkap.

Saya juga pernah mendapatkan laptop ASUS pada saat ASUS mengadakan lomba blog. Padahal, saat itu saya juara 5. Nah, juara 5 saja bisa dapat laptop, lho. Seneng nggak tuh?

Bahkan, kalau tidak menang, tetap ada manfaat lomba blog. Kita akan bertambah relasi, menambah portofolio, mendapat cuan, dan lainnya. Buat pembaca yang pengen nyoba mendapatkan cuan dari lomba blog sangat mungkin lho. Apalagi dunia digital semakin maju. Banyak hal yang bisa kita lakukan. Kehadiran internet semakin memungkinkan kita untuk melakukan banyak hal.

Dari suka menulis pula saya bisa bertemu dengan tokoh-tokoh literasi, penulis nasional, yang sudah terkenal. Saya pernah bareng GolA Gong yang sekarang menjadi duta baca Nasional. Pernah juga bertemu dengan Habiburrahman El Shirazy atau Kang Abik penulis Ayat-Ayat Cinta, bertemu Kang Maman Suherman (No Tulen), bertemu Ahmad Fuadi sang penulis Negeri 5 Menara.

Untuk bisa mendapatkan tawaran job menulis lagi, kita harus menjaga kualitas tulisan. Ibarat rumah makan, kalau sajiannya enak, pelanggan akan datang lagi. Jadi kita harus terus mengasah skill menulis agar menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan berdampak.

Dan untuk itu, saya mengambil jurusan tentang Copywriting. Untungnya kursus dilakukan secara daring. Jadi hanya bermodal kuota internet saja. Memang harus keluar biaya. Tapi ini bisa dianggap sebagai ivestasi. Kalau tulisan bagus, toh kita sendiri yang dapat untungnya.

Tak hanya itu, kita juga harus punya skill pendukung lainnya seperti desain grafis, videografi, dan lainnya. Untuk desain grafis saya mengandalkan Canva Pendidikan yang saya dapatkan saat ramai-ramainya belajar daring dulu. Meskipun tidak selengkap Canva premium, fitur-fitur di Canva Pendidikan sudah cukup untuk membuat konten yang ciamik.

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Mendapatkan job dari blog bukan hal yang baru. Sudah ada sejak lama. Saya termasuk terlambat. Tapi tidak apa-apa. Masih terbuka kesempatan luas mendulang cuan dari tulisan. Internet punya manfaat yang luas. Kita bisa manfaatkan untuk mendapatkan cuan.

Untuk mendukung aktivitas mencari job di internet kita bisa manfaatkan internet ultra cepat MyRepublic. MyRepublic adalah perusahaan penyedia layanan internet provider multinasional yang menawarkan layanan internet terbaik menggunakan teknologi “Fiber To The Home (FTTH)”.

Nah, dengan teknologi ini, MyRepublic bisa menyediakan internet tercepat dengan harga terjangkau. Ada dua layanan utama MyRepublic yaitu Layanan internet hingga 300 Mbps (Ultra Fast Fiber Broadband) dan layanan TV kabel interaktif. Ada lebih dari 80 saluran SD (Standard Definition) dan HD (High Definition) yang termasuk dalam fasilitas TV kabel interaktif ini. Ada juga paket internet rumah yang cocok untuk kebutuhan keluarga. #paketinternetrumah

Internet MyRepublic diluncurkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan internet masyarakat dengan kualitas terbaik. Rasakan pengalaman hebat dengan internet super cepat, stabil, tanpa kuota dan aman serta hiburan terbanyak. #paketinternetterbaik 

Ada banyak alasan mengapa memilih MyRepublic untuk kebutuhan internet berbagai aktivitas kita. 

1. Koneksi Cepat

 

MyRepublic menawarkan kecepatan hingga 500Mbps. Sehingga dengan kecepatan ini, berinternet aman dan nyaman. Apapun aktivitas dengan kebutuhan internet pun bisa cepat diselesaikan dengan cepat untuk membuat konten, mengurus bisnis, hiburan, dan lainnya.

2. Tanpa Pembatasan Kuota

 

Awalnya koneksi internet cepat, lama-lama lambat. Pernah merasakannya? Nah, itulah namanya pembatasan kuota. Jadi saat bandwidth telah melampaui batas pemakaian, provider menurunkan kecepatan internetnya. Namun, tidak begitu dengan MyRepublic. Provider yang pada 2021 meraih 2 penghargaan ini terus memberikan layanan internet cepat tanpa semakin melambat.

3. Koneksi Stabil Dalam Cuaca Apapun

Kebanyakan koneksi internet akan terpengaruh saat cuaca buruk. Nah, MyRepublic dengan teknologi fiber optik memastikan internetmu selalu stabil di cuaca apapun

4. Fiber Broadband Untuk Segala Ukuran Bisnis

MyRepublic memiliki layanan Business Solutions yang menyediakan berbagai pilihan sesuai kebutuhan dan skala usaha. MyRepublic Business Solutions punya perbandingan kecepatan download dan upload 1:1 untuk kenyamanan dan kepuasan menjalankan bisnis. Sehingga, benar-benar memaksimalkan pengalaman berinternet. Selain ada router dan access point secara gratis, malahan ada jaminan Service Level Assurance (SLA) sebesar 99.5% untuk kenyamanan pelanggan.

5. Layanan Pelanggan 24 Jam

Untuk menjamin kepuasan pelanggan, MyRepublic Business Solutions memberikan layanan pelanggan prioritas 24 jam. Ada Customer Service yang berpengalaman akan memastikan semua masalah pelanggan teratasi dengan cepat. Sehingga kalau kita ada kendala maka kita akan mendapatkan solusinya dengan cepat.

Pernah ada yang heran dengan kebiasaan menulis saya,

“Pak Padil di mana belajar menulisnya?”

“Saya hanya sering menulis saja. Dulu tulisan saya berantakan,” jawab saya.

“Memangnya kuliah di jurusan bahasa ya?”

Dunia internet membuat banyak peluang. Bahkan tanpa berlatarbelakang pendidikan bahasa atau sastra pun kita bisa menjadi penulis. Saya seorang guru fisika. Namun punya hobi dengan dunia literasi. Dunia yang saya geluti sejak 2011 ternyata bukan hanya mendukung profesi saya sebagai guru tetapi juga memberikan penghasilan yang cukup lumayan.

Senjata kita adalah kemauan. There is a will, there is a way. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Saya yang buta menulis, bisa dibilang mahir menulis, setelah berkali-kali jatuh bangun membuat tulisan. Banyak hal yang bisa mendukung kesuksesan kita termasuk Jaringan PRIMA yang membantu dalam aktivitas keseharian kita. #mudahpakaiprima #jaringanprima

Istri saya pernah bertanya, 

“Menulis itu hobi atau apa sih Mas?”

Saya tidak langsung menjawab. Setelah beberapa menit lamanya baru saya dengan yakin menjawab,

“Kalau dulu sih hobi. Kalau sekarang jadi kebutuhan.”

“Maksudnya gimana, Mas?”

“Kalau nggak nulis, dapur nggak ngebul, hehe…”

Kalau dulu hanya berani mencoba, memperbaiki tulisan, terus menulis, sampai ketemu nikmatnya menulis. Jadi sekarang menulis menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

Menjadi content creator lewat tulisan merupakan peluang besar yang bisa dikerjakan dari mana saja. Baik itu di rumah, tempat kerja, atau tempat nongkrong sekalipun. 

Dengan berbekal paket internet yang cepat kita bisa mengubah skill menjadi sumber penghasilan. Bahkan kita bisa sukses dengan skill yang kita miliki itu. Apapun skill-nya, kalau ditekuni pasti menghasilkan. Kuncinya tekun, pantang menyerah, dan jeli melihat peluang. Setidaknya ini yang sudah saya rasakan.

 

 

Cara Mudah Mendaftar Internet MyRepublic

Untuk order layanan internet MyRepublic sangatlah mudah. Kita bisa order onlinenya di portal online (https://myrepublic.co.id) lalu melengkapi nama lengkap, alamat email, nomor handphone atau WhatsApp.

Kita juga bisa mendaftar via WhatsApp di nomor 087752869888. Customer Service MyRepublic dengan ramahnya melayani keperluan kita. Seperti ini saya sewaktu mendaftar.

Slamat Siang Bpk/Ibu Supadilah, Saya Anis Telesales Myrepublic

Saya akan membantu follow up Bpk/Ibu untuk berlangganan dengan Myrepublic-nya

untuk pengecekan coverage areanya silahkan :

1). Share Location 2). Infokan Alamat Lengkap

Terima kasih, Salam,

Anis NA (087752869888), Team Telesales Myrepublic

 

Pada tahun 2021, MyRepublic kembali meraih 2 penghargaan sekaligus dari Majalah Marketing (salah satu penyelenggara award terkemuka dan diakui di Indonesia). Dua penghargaan itu adalah Excellent Service Experience Award Index (ESEA) 2021 dan Digital Touch Point Customer Engagement Award (DTPCE) 2021. Prestasi ini membuktikan bahwa MyRepublic memberikan layanan maksimal kepada pelanggan.

Kehidupan kita tidak bisa lepas dari internet. Aktivitas bisnis, pendidikan, budaya, dan lainnya membutuhkan internet. Tentu kita menginginkan layanan internet maksimal. Nah, MyRepublic menyediakan kebutuhan internet cepat itu. Segera langganan internet kenceng dari MyRepublic.

12 Istilah Yang Berganti Dalam Kurikulum Merdeka

12 Istilah Yang Berganti Dalam Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka – Dalam penerapannya, ada beberapa istilah dalam kurikulum merdeka. Bapak ibu guru sebenarnya sudah kenal dengan yang dimaksud. Sebab, maknanya tidak beda jauh dengan istilah yang berlaku dalam kurikulum sebelumnya, yaitu kurikulum 2013.

Nah, apa saja istilah pergantian istilah itu?

1. Promes diganti prosem ( program semester )

2. Silabus diganti ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

3. Kompetensi Inti (KI) diganti CP ( capaian pembelajaran)

4. RPP diganti Modul ajar

5. Kompetensi Dasar (KD) diganti TP (tujuan pembelajaran)

6. Kriteria Ketuntasan Maksimal (KKM) diganti KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran)

7. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) diganti IKTP (Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran)

8. Penilaiah Harian (PH) diganti Sumatif

9. Penilaian Tengah Semester (PTS) diganti STS (Sumatif Tengah Semester)

10. Penilaian Akhir Semester (PAS) diganti SAS (Sumatif Akhir Semester)

11. Indikator soal diganti dengan indikator asesmen

11. Penilaian teman sejawat diganti Formatif

Dari Apresiasi Menjadi Prestasi

Dari Apresiasi Menjadi Prestasi

Setiap orang punya kelemahan dan harus berdamai dengan kelemahannya itu. Setiap orang juga punya kelebihan. Ubahlah kelebihan itu menjadi prestasi. Sebagai seorang guru saya juga banyak kelemahan. Salah satunya adalah kurang percaya diri dalam hal berbicara di depan umum. Jadi kalau berbicara saya tidak lancar dan terbata-bata.

 Saya mengakui kekurangan dan kelemahan saya itu. Maka dalam beberapa kegiatan sekolah saya cenderung diam.

Mengakui kekurangan ini ada manfaatnya jadi saya. Saya jadi tidak menuntut siswa bisa semua hal. Saya bisa maklum terhadap siswa yang punya kelemahan. Justru saya harus membantu siswa menemukan keunggulannya. Lalu mengubahnya menjadi prestasi.

Guru juga punya kelemahan. Maka guru juga harus maklum kalau siswa punya kelemahan.

Suatu hari ada kegiatan di sekolah. Saya tidak ikut berbicara tetapi menyimak saja. Sambil menyimak saya juga mencatat. Mendokumentasi kegiatan lewat tulisan. Saya memang suka menulis. Menulis opini, resensi, rilis kegiatan, dan lainnya. Kegiatan saat itu saya tulis menjadi sebuah artikel dengan judul Ketika Guru Mendengar.

Iseng-iseng saya mengirimkannya ke koran. Bermodal berani. Kalau dimuat syukur, kalau tidak dimuat juga tidak masalah. Ternyata tulisan saya itu dimuat. Saya bawa koran itu kepada kepala sekolah dan guru-guru. Tujuannya untuk memotivasi mereka agar mau menulis juga. Ternyata mereka memberikan apresiasi yang sangat bagus.

“Saya bangga punya guru penulis,” puji kepala sekolah.

Hal ini membuat saya termotivasi untuk menulis lagi. Saya mengirimkan tulisan ke beberapa media. Saya juga mengajak siswa untuk menulis. Meskipun tidak banyak yang menulis tapi saya sudah bangga ketika siswa karya siswa saya ada yang dimuat di koran. Bahkan kepala sekolah juga ikut menulis dan mengirimkannya ke koran.

Artikel lengkapnya bisa Anda baca di www.satuguru.id

Penulis: Supadilah. Guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Banten. Guru fisika yang suka membaca buku genre apa saja.

5 Cara Sederhana Dukung Merdeka Belajar Dengan Bahagia

5 Cara Sederhana Dukung Merdeka Belajar Dengan Bahagia

5 Cara Sederhana Dukung Merdeka Belajar dengan Bahagia

Sebagai guru kita pasti ingin pendidikan maju. Lalu bagaimana sikap kita saat ada kebijakan baru? Program Merdeka Belajar diluncurkan agar guru Indonesia semakin bermutu. Siapkan guru untuk itu? Apa saja yang bisa dilakukan oleh guru? Menyambutnya dengan seru atau malah menggerutu?

 

Merdeka Belajar merupakan sebuah ikhtiar untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia. Hingga sekarang Indonesia telah mengalami pergantian kurikulum sebanyak 11 kali. Mengapa kurikulum sering berganti?

Kebijakan kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan pada saat itu. Nah, pada sekarang ini Kurikulum Merdeka diberlakukan untuk sesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Ibaratnya kita sebagai guru, masyarakat akar rumput, mau tidak mau harus menerima kebijakan ini. Namun di sisi lain kita harus sadar bahwa penerapan kebijakan merdeka belajar ini sangat penting untuk perubahan pendidikan di Indonesia.

Mereka belajar memiliki esensi yang mulia. Saya yakin pendidikan Indonesia semakin maju dengan penerapan kurikulum Merdeka. Ada beberapa hal keunggulan Kurikulum Merdeka.

Pertama, lebih sederhana dan mendalam karena kurikulum ini akan fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Kedua, tenaga pendidik dan peserta didik akan lebih merdeka karena bagi peserta didik, tidak ada program peminatan di SMA, peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya. Sedangkan bagi guru, mereka akan mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan peserta didik. Ketiga, sekolah memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.

Jika diterapkan dengan baik maka pendidikan akan semakin maju. Di kurikulum Merdeka-lah, sekolah bisa mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakter warga sekolahnya. Kapan lagi sekolah punya kesempatan seperti ini kalau bukan di Kurikulum Merdeka?

 

Ada 4 respon dalam menerima kebijakan. Pertama, tidak ada pendapat dan hanya ikut saja. Kedua, menyampaikan keberatan. Bahkan secara terbuka dan terang-terangan. Ketiga, berusaha agar gagal diterapkan. Keempat, menerima dan memanfaatkan perubahan. Nah, pembaca termasuk yang mana? Saya merasakan Merdeka Belajar ini kebijakan yang bagus. Maka saya pun mendukungnya dengan tulus. Apa saja yang saya lakukan dalam mendukungnya?

1. Mendorong Pemahaman Makna Belajar

“Kalau kalian tidak menguasai semua materi di buku itu tidak apa-apa. Kalau menguasai semua materi ya bagus. Intinya Bapak tidak menuntut kalian paham dengan semua materi. Karena tidak semua suka matematika. Tapi Bapak harap kalian menguasai dasar-dasar matematika yaitu kalibataku. Apa itu kalibataku? Kepanjangan dari kali, bagi, tambah, dan kurang”

Kalimat ini sering saya sampaikan di depan kelas kepada siswa. Terutama di awal tahun ajaran baru. Mohon maaf jika pandangan saya berbeda dengan guru lain. Tapi demikianlah yang saya sampaikan kepada siswa.

Saat mengajar matematika, saya paham bahwa tidak semua siswa suka matematika. Ini menjadi tantangan bagi guru. Bahkan menjadi permasalahan semua guru di Indonesia. Apa boleh guru memaksa siswanya menguasai matematika?

Coba refleksikan pada diri kita. Saat sekolah dulu apa kita juga suka dan menguasai matematika? Kalau tidak suka dan menguasai maka jangan berharap hal itu kepada siswa kita.

Sebab tidak semua orang butuh materi-materi dalam matematika. Setiap orang punya bakat yang bisa berbeda. Dalam kelas ada calon pemain sepakbola yang tidak begitu butuh matematika, ada calon pejabat yang justru lebih membutuhkan kemampuan public speaking dan manajemen organisasi.

Saya juga mengajak siswa bahwa belajar bukan hanya saat ujian saja. “Belajar itu untuk hidup. Bukan untuk ujian. Kalian bisa belajar dari siapa saja. Bahkan kalau kalian lebih paham belajar dengan teman dibandingkan dengan Bapak ya tidak apa-apa.”

 

2. Menjadi Guru Penggerak

Tidak setiap guru  bisa jadi guru penggerak. Karena prosesnya sangat ketat sekali. Guru penggerak pasti guru hebat tapi guru hebat belum tentu guru penggerak. Saya lihat jadi calon guru penggerak (CGP) itu sangat sibuk sekali. Setiap hari belajar mulai dari zoom meeting, aktif di LMS, membuat video pembelajaran, berdiskusi, konferensi, dan lainnya. Program berjalan sampai 9 bulan lamanya. Mereka belum tentu lulus.

Guru penggerak itu kreatif. Saya lihat mereka punya banyak karya seperti media belajar, menulis buku, membuat video pembelajaran, dan lainnya. Mereka memang sibuk. Namun, sibuk yang produktif itu kan bagus.  

Saya pernah mendaftar jadi guru penggerak. Namun, saat bersamaan dengan program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Akhirnya saya harus pilih salah satu.

Bagaimana dengan guru yang tidak bisa ikut program Guru Penggerak (GP)? Dari Om Jay saya mendapatkan kesimpulan bahwa setiap guru bisa menjadi guru penggerak. Ada dua versi guru penggerak yaitu guru penggerak versi Kemdikbud dan guru penggerak versi kita sendiri.

Bisa dibilang guru penggerak itu adalah guru yang menggerakkan. Jadi kalau ada guru yang bisa menginspirasi, baik itu menginspirasi siswa maupun guru, pada saat itulah dia menjadi guru pengerak. Paya pernah menjadi narasumber webinar Ngeblog Mencerdaskan yang diadakan oleh LPMP Provinsi Banten. Mudah-mudahan itu salah satu langkah saya menggerakkan guru-guru lainnya.

Guru penggerak adalah guru yang bisa menggerakkan orang lain untuk mengikutinya. Seperti Mr. Bams yang kreatif dengan singkatan-singkatan membuatnya ditiru oleh guru lain.

3. Terlibat Dalam Sekolah Penggerak

Saat ini saya terlibat aktif dalam sekolah penggerak. Di kabupaten saya ada 5 SMA yang tergabung dalam sekolah penggerak. Salah satunya adalah sekolah saya. Meskipun sibuk dengan banyak kegiatan tetapi saya banyak mendapatkan wawasan. Jadwal belajarnya hari Senin, Kamis, dan Sabtu. Pembelajaran lewat Google Meet, LMS, dan WhatsApp. Memang banyak tugas. Kadang harus sampai larut malam membahas tugas. Atau sering pulang terlambat daripada guru lainnya. Namun kami jalani dengan bahagia karena sudah berkomitmen untuk menjadi sekolah penggerak untuk memajukan pendidikan di sekolah kami juga pendidikan di Indonesia.

4. Semakin Kreatif Mengajar

Merdeka bukanlah lepas dari tanggung jawabnya. Merdeka belajar bukan lantas bebas atau tidak mengajar. Justru merdeka mengajar adalah menjadi kreatif dalam mengajarnya.

 

Dalam Merdeka Belajar kita harus kreatif mengajar. Apa yang paling penting dalam hal ini? Agar siswa semakin memahami pembelajaran. Nah, untuk itu guru merdeka bisa menggunakan banyak media seperti podcast, Youtube, blog, poster, dan lainnya. Tak hanya metode ceramah guru juga bisa menggunakan metode diskusi, tebak-tebakan, tanya jawab, rekreasi, dan lainnya. Merdeka belajar tidak dibatasi oleh ruang kelas saja. Seperti yang disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara bahwa setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Jadi, perpustakaan, pasar, lingkungan sekolah, bahkan stasiun kereta adalah sekolah juga.

Guru kreatif berarti juga mengajar dengan menyesuaikan kemampuan peserta didik. Karena itu seorang guru harus mengetahui berbagai kemampuan peserta didik. Guru juga harus menyesuaikan gaya belajar siswa baik gaya belajar visual, audio, atau kinestetik.

Dalam mengajar guru memang harus kreatif. Agar siswa merasa betah, senang, dan semangat dalam belajar. Banyak sarana yang bisa digunakan. Saya menggunakan podcast sebagai media pembelajaran. Podcast ini banyak disenangi oleh orang termasuk siswa.

Selain itu saya menggunakan Youtube untuk sebagai media pembelajaran. Apalagi saat pandemi akibat Covid-19, siswa sangat terbantu dengan materi pembelajaran di Youtube. Video pembelajaran itu saya buat untuk memudahkan siswa belajar. Mereka bisa mengulang-ulang (sampai berkali-kali). Belajar pun menjadi semakin mudah. Beberapa video pembelajaran yang sudah saya buat di antaranya Menentukan Gradien Garis, Perkalian Vektor, Efek Doppler Trigonometri, Nilai Fungsi, dan lainnya.

Banyak cara mendapatkan inspirasi. Kita bisa mengikuti kegiatan SATUGURU yang punya banyak kegiatan. Salah satunya adalah NGUPING (Ngobrol Urusan Penting) SATUGURU yang seru, dinamis, bahkan humoris. Ilmunya daging semua! Kita juga bisa belajar dan mencari inspirasi dari website SATUGURU di www.satuguru.id yang juga banyak wawasan di sana.

5. Menjadi Guru Berkualitas dengan Berkolaborasi dan Berkomunitas

Untuk maju kita harus berkolaborasi. Jauhkan kompetisi yang saling menjatuhkan satu sama lain. Dengan berkolaborasi, kita saling melengkapi. Ada guru yang hebat dalam lisan, tetapi kurang mahir dalam tulisan. Sebaliknya, ada guru yang hebat dalam tulisan tetapi kurang mahir dalam lisan. Nah, keduanya bisa saling melengkapi. Bisa saling berbagi strategi agar bisa menguasai hal yang tadinya tidak bisa. Bahkan guru bisa berkolaborasi dengan siswa.

Saya beberapa kali berdiskusi dengan siswa. Malah ada yang saya minta mengajarkan materi kepada teman-temannya. Kadang antar sesama siswa malah ada chemistry yang bagus.

Selain itu saya bergabung dengan komunitas. Banyak manfaatnya saat kita bergabung dalam komunitas. Kita bisa mendapatkan informasi yang lebih luas, saling berbagi dan mendapatkan banyak wawasan. Saat ini banyak komunitas yang bisa diikuti. Setiap guru mata pelajaran biasanya ada komunitas musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). Nah, ini bisa kita ikuti.

Saya mengikuti dengan aktif MGMP baik tingkat kabupaten maupun provinsi. Banyak kegiatannya seperti seminar, webinar, lomba, dan lainnya. Saya juga tergabung dalam komunitas Cakrawala Blogger Guru Nasional (Lagerunal) dan komunitas blogger Lebak.

Penutup

Sudah saatnya kita menjadi subjek dan bukan hanya menjadi objek. Apapun kalau menjadi objek itu tidak enak. Menjadi objek kebijakan juga tidak enak, bukan? Oke-lah kalau awalnya kita menjadi objek. Jangan terus-terusan. Kita harus berubah menjadi subjek atau pelaku. Kita juga harus jadi subjek perubahan.

Cara pandang seperti ini sangat penting. Dalam Merdeka Belajar pahamilah guru sebagai subjek. Dengan menjadi subjek kita akan menggesa diri untuk belajar dan menguasai sesuatu. Lalu ada tanggung jawab besar untuk mengerjakannya secara maksimal. Mudah-mudahan hasilnya pun optimal. (*)

Nama saya Supadilah. Saya mengajar di SMA Terpadu Al Qudwah di kabupaten Lebak, Banten. Saya mengajar matematika dan fisika. Menyukai literasi dan hobi baca. Kecintaan dalam menulis saya mengelola beberapa blog yang juga digunakan untuk pembelajaran. Ada blog saya www.gurupembelajar.my.id, www.supadilah.com, dan www.aromabuku.com. Dengan motto “Guru Pembelajar” saya bertekad belajar banyak hal positif yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas diri.

GO Digital Membuat Bisnis Makin Praktis

GO Digital Membuat Bisnis Makin Praktis

GO Digital Membuat Bisnis Makin Praktis

Ada beragam benefit dari bisnis yang dijalankan dengan GO Digital. Tentu saja semakin mudah dan murah. Dengan biaya terjangkau, hasilnya memukau.

Setelah menikah, untuk menambah pemasukan keluarga, kami membuka gerai di rumah. Menjual berbagai macam pakaian. Sudah berjalan bertahun-tahun. Pemasukannya naik turun. Hal ini berlangsung hingga beberapa tahun. Bisnis pakaian atau fashion itu ramai di waktu-waktu tertentu saja. Jadi tidak setiap waktu.

Biasanya naik kalau musim lebaran saja. Saat itu, gerai benar-benar panen. Tapi setelah lebaran, gerai kembali sepi. Ya, biasanya orang beli baju baru saat lebaran saja kan? Hanya beberapa saja yang beli baju baru di bulan-bulan biasa.

Untuk memperbesar pemasukan, kami membuka usaha jualan frozen atau makanan cepat saji. Selama tiga bulan berjalan, jualan frozen atau makanan cepat saji semakin berkembang. Karena perkembangannya lumayan pesat, kami menambah mesin pendingin lagi. Tak diduga, datang pandemi. sedikit demi sedikit pelanggan berkurang. Pandemi mempengaruhi daya beli masyarakat. Banyak yang berkurang pemasukannya, akhirnya belanja pun berkurang pula.

Gerai di rumah semakin sepi saja. Satu dua pelanggan tidak datang lagi. Akhirnya jualan frozen tadi dimakan sendiri. Padahal, biaya operasional freezer cukup besar. Pemakaian daya listriknya mahal. Karena semakin sepi, dua bulan berikutnya mesin pendingin itu dijual lagi.

Merintis Bisnis di Masa Pandemi

Pandemi membawa dampak yang luas. Banyak bisnis yang merugi, orang-orang berkurang penghasilannya bahkan tidak sedikit pula yang kehilangan pekerjaan.

Pandemi benar-benar sebuah ujian. Padahal, selama pandemi, kebutuhan justru semakin meningkat.  Karena di rumah saja, pengeluaran untuk konsumsi semakin besar. Selain itu, pengeluaran yang juga membengkak adalah pengeluaran internet, listrik, pendidikan, dan lainnya.

Keluarga saya pun mengalaminya. Apalagi saya dan istri saya harus mengajar daring. Tentu saja kebutuhan internet semakin membengkak. Kami pun memutar otak, gimana caranya menambah pemasukan? Apa peluang bisnis yang bisa dijalankan bahkan saat pandemi? Tidak mudah mencari peluang bisnis saat pandemi. Apalagi ada kebijakan Pembatasan Sosial Besar-besaran (PSBB) untuk menekan penyebaran Covid-19. 

Suatu hari istri bilang kalau ada peluang bisnis produk kesehatan.

“Mas, ini ada temen yang nawari peluang bisnis, nih..”

“Bisnis apa, Dek?”

“Tentang produk kesehatan, Mas. Coba lihat dulu.”

“Produk kesehatan cocok juga saat kondisi pandemi begini. Orang-orang merasa perlu menjaga kesehatan biar terhindar dari Covid-19,”

“Sepakat, Mas. Peluang yang bagus lho,”

Lalu kami berdiskusi dengan yang menawarkan bisnis itu. Namanya Teh Lilis. Jadi produk bisnisnya adalah british propolish. Propolish ini produk yang dihasilkan oleh lebah.

“British Propolis ini dihasilkan dari sekitar 6000 lebah yang bekerja selama 1 tahun untuk menghasilkan 1 botol berisi 6 ml British Propolis. Khasiatnya sangat efektif untuk menyembuhkan dan menjaga kesehatan.”

“Prinsipnya memperbaiki sel-sel tubuh sehingga banyak penyakit pun bisa disembuhkan, Pak. British Propolis juga sudah tersertifikasi BPOM RI dan Halal MUI sehingga halal dan aman dikonsumsi. Jadi jangan ragu ya Pak,”

“Bagi yang tergabung di mitra BP nanti ada pembinaannya, Pak. Jadi mitra nggak dibiarkan marketing sendiri. Founder bisnis ini adalah Mas Ippho Santosa,”

Wah, aku kenal betul dengan beliau. Banyak bukunya yang jadi best seller. Dan selama ini nggak pernah tuh dengar kontroversi beliau. Aku semakin tertarik.

Aku pengen mendapatkan informasi secara utuh lagi. Makanya aku ajukan beberapa pertanyaan lagi agar semakin banyak pula informasi yang kudapat dari bisnis ini.

“Ada motivasi jadi pebisnis, hidup sehat, strategi marketing, pentingnya saling support pasangan bisnis, mindset sukses, meningkatkan skill media sosial, bahkan parenting. Sudah banyak lho Pak yang bergabung”

Bisnis Praktis. Dari rumah hasilkan rupiah

Cukup lama berdiskusi. Ya, kami tak mau asal buka bisnis. Kalau bisa bisnis itu yang bikin awet dijalankan. Jadi jangan cuma satu dua bulan saja berjalan. Kami juga mempertimbangkan sistem bisnisnya. Nah, dari berbagai pertimbangan itulah kami dapatkan informasi kalau bisnis yang bagus itu ada 5 kriterianya. Dengan alasan ini pula kami mantap dengan bisnis ini.

#1 Marginnya Besar

“Peluang bisnis ini bagus, Pak. Marginnya besar. Apalagi jika bergabung menjadi mitra. Bisa Rp. 33 ribu sampai Rp.70 ribu per botol.”

Hm, bisnis apa sih yang dicari orang kalau bukan untung atau margin? Nah, kalau marginnya besar, bisnis pun dapat untung yang besar pula. Dengan menjual beberapa saja sudah dapat margin yang besar. Nah, temans kalau membuka bisnis, pastikan marginnya cocok ya!

Tak hanya tentang profit, kami mempertimbangkan banyak hal dalam berjualan. Dan ini perlu pula dipertimbangkan saat membuka atau menjalankan bisnis.

#2 Manfaatnya Banyak. Bagus untuk Kesehatan

Meskipun ukurannya kecil tapi banyak manfaat. Ya, produk lebah yang memberikan banyak manfaat. British Propolis (BP) merupakan propolis premium dari negara Inggris. Punya kualitas propolis terbaik yang sudah teruji.

Alasan BP menjadi propolis terbaik bahkan disebut sebagai propolis premium adalah karena propolis ini diambil dari lebah madu yang hidup di empat musim yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.
Para ahli juga mengatakan bahwa propolis yang baik dihasilkan dari lebah terbaik pula, di mana lebah terbaik adalah lebah yang mampu hidup dalam 4 musim ekstrem tersebut.”

#3 Mudah Dijalankan, Bahkan Dari Rumah Saja

Ini juga yang membuat aku yakin milih bisnis ini. Kenapa? Mudah dijalankan. Jadi bisnis ini bisa dijalankan dari rumah saja, lho. nggak harus sewa toko, lho. Juga tidak butuh ruang yang luas. Tempatnya bisa di rumah saja baik itu di ruang keluarga, ruang tamu, atau ruang belajar. Kalau sudah punya warung di rumah juga semakin bagus.

Juga bisnis ini sifatnya distribusi. Jadi hanya menyalurkan saja. Tidak harus produksi. Justru sebagai distributor kita punya banyak kemudahan. Misalnya dalam bisnis gitar bambu. Kita hanya mempromosikan gitar yang sudah jadi. Kalau ada yang beli, baru kita ambil di pihak produsen atau produksi. Lalu setelah terjual kita bisa dapatkan untung.

Untuk pemula atau yang sedang merintis bisnis, pilihlah bisnis sebagai distributornya.

#4 Repeat Order-nya Tinggi

Karena ini produk kesehatan, pasti repeat order-nya tinggi. Orang akan pesan lagi. Kesehatan adalah hal yang dibutuhkan oleh banyak orang. Tentu saja orang selalu ingin sehat. Nah, dalam menjaga kesehatan itulah salah satu yang dilakukan orang adalah dengan mengonsumsi produk kesehatan.

Sudah setahun kami menjalani bisnis ini. Kami bersyukur hingga sekarang banyak hal yang didapatkan. Misalnya dalam hal omset, sudah ratusan juta sejak bisnis go digital.

4 Senjata Jadi Andalan

Bisnis ini sangat mengandalkan online. Jadi jualannya secara online. Ada empat senjata yang digunakan yaitu WIFI. Apa itu WIFI?

WIFI adalah singkatan dari WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Internet. Ya, empat senjata inilah yang digunakan sebagai andalan dalam berjualan.

Saat ini orang sudah sangat akrab dengan media sosial. Hampir tidak ada yang tidak punya media sosial, kan? Bahkan satu orang bisa punya dua, tiga, bahkan akun media sosial. Sepakat?

Orang juga banyak yang punya smartphone. Malah banyak kan yang punya lebih dari satu smartphone? Jangan-jangan pembaca juga punya lebih dari satu smartphone? Nah, selain sebagai alat komunikasi, manfaatkanlah juga untuk bisnis. Dengan empat senjata itu, bisnis dijalankan dari rumah. Walaupun dari rumah, bisa meraup rupiah. Penghasilan pun bertambah.

Kalau ada peluang bisnis halal dan legal, segera jual.

Hal yang aku rasakan dari bisnis digital ini membuat skill semakin dinamis. Kita jadi semakin aktif mencari ilmu tentang digital marketing di internet. Kita terpacu untuk menemukan dan melakukan terobosan agar jualan laku.

Ya, kita harus terus melakukan TEROBOSAN agar tidak BOSAN.

GO Digital, Peluang yang Maksimal

Temans, dunia digital itu punya peluang yang sangat besar. pengguna media sosial di Indonesia sangat potensial. Zaman now sudah serba digital. Apapun sekarang menggunakan digital. Bidang ekonomi, pendidikan, budaya, militer, sosial, dan lainnya ditopan dengan digital. Apapun kalau mau maju harus melibatkan digital.

Platform digital mulai dekat dengan kita bertahun-tahun lalu. Lebih baik nyemplung sekarang daripada tidak sama sekali (Ilham Pinastiko, Founder Pala Nusantara).

Dengan ‘nyemplung’ atau melibatkan digitalisasi di bisnis kita, inilah beberapa benefit yang akan didapat.

1. Lebih Praktis, Bisa Dijalankan Dari Rumah

Dengan jualan online atau melibatkan digitalisasi, bisnis kita semakin praktis. Bisa dijalankan dari rumah. Bisnis tidak perlu toko fisik seperti biasanya. Kantor pun bisa berupa website atau toko online saja.

2. Lebih Hemat Biaya

Saat ini kalau sewa toko fisik, biayanya bisa Rp. 20 juta hingga Rp. 80 juta. Semakin di tempat strategis, harga sewanya semakin fantastis. Itu baru harga sewanya, lho. belum lagi biaya operasional seperti pengeluaran listrik, gaji pegawai, dan lainnya. juga belum harga bahan baku. Ya, harus ada bahan baku dulu baru bisa jualan.
Nah, kalau bisnis yang dijalankan secara online atau memanfaatkan digital, modalnya kecil. Malah hanya butuh smartphone saja sebagai tokonya. Dari smartphone itulah, media sosial menjadi ‘tokonya’. Murah dan mudah, bukan?

3. Pasarnya Semakin Luas

Kalau hanya menggunakan toko fisik, konsumennya hanya sekitar toko saja, kan? Paling banter di satu daerah seperti satu kecamatan atau satu kabupaten saja. Mungkin bisa lebih besar jangkauan pasarnya satu provinsi, itu pun lumayan susah. Tapi kalau melibatkan digitalisasi, pasarnya bisa semakin luas. Bisnis kita bisa dikenal di daerah lain, provinsi yang berbeda, bahkan satu negara. Ya, jangkauan pasar online seperti website lebih luas. Bahkan bisa hingga ke lintas negara. Jadi, digitalisasi memperluas jangkauan konsumen.

4. Bisnis Semakin Dinamis dan Inovatif

Dalam menjalankan bisnis digital ini aku juga belajar tentang hal-hal baru. Misalnya nih dulu nggak kepikiran tentang IG Live, Reels, dan Tiktok untuk bisnis. Lha di bisnis digital ini kita harus mencoba dan memanfaatkannya.

Bisnis GO Digital, Kenapa Tidak?

Apapun bisnisnya, kudu libatkan digitalisasi ya temans. Bisnis misalnya dilengkapi atau lewat website itu lebih meyakinkan dan lebih profesional. Target pasarnya lebih luas apalagi kalau bisa tampil di page one yang bisa diakses oleh banyak orang. Deskripsi produk di website pun bisa lebih maksimal.

Konsumen pun akan mendapat informasi yang lebih utuh. Banyak konten yang bisa dibuat untuk semakin meyakinkan pembeli. Maka, banyak bisnis atau bisnis yang tepat menggunakan website hingga ini.

Aku pun belajar copywriting. Lalu berani membuat artikel tentang produk. Dari beberapa tulisan yang aku buat, ada yang banyak pembacanya. Selama tiga bulan diposting, pembacanya 960-an. Mungkin masih kalah jauh dibandingkan orang ya. Apalagi yang sudah paham dengan SEO bisa muncul di-page one mesin pencarian Google. Tapi bagi aku yang baru belajar ini, capaian 960-an pembaca aja sudah sangat bersyukur. Hehe..

Nah temans, begitulah sekian banyak benefit dari bisnis digital. Bisnis yang disokong dengan digitalisasi punya banyak kemudahan dan kelebihan. Percayakan IDCloudhost untuk merintis bisnis atau membuat bisnis semakin eksis dengan digitalisasi. Ya, IDCloudhost menghadirkan banyak layanan buat mendukung bisnis atau apapun keperluan temans. Misalnya kebutuhan lembaga, perusahaan, maupun kepentingan pribadi.

IDCloudhost merupakan Web Hosting dan Cloud Infrastructure Terbaik di Indonesia. IDCloudhost  enyediakan berbagai layanan Komputasi Awan Seperti Cloud Hosting dengan Control Panel Cpanel dan Plesk, Layanan Reseller Cloud Hosting. IDcloudhost berkomitmen memberikan layanan jujur dan terpecaya untuk seluruh customer di Seluruh Indonesia. Sebagai salah satu Web Hosting Unlimited dengan Fitur dan teknologi terupdate di Indonesia, IDcloudhost memberikan Web Hosting dengan Bandwidth tidak terbatas atau Unlimited.

Aku sih udah punya pengalaman baik dengan IdCloudhost. Aku kenal IdCloudhost sejak 2018 hingga saat ini di tahun 2022. Pertama kali punya blog/website premium aku mempercayakan ke IdCloudhost. Sejak saat itu hingga sekarang percaya banget dengan IdCloudhost. Blog/website yang sedang temans baca ini pun bikinnya di IdCloudhost. Tak pernah kecewa dengan layanannya. Sangat puas bisa punya blog/website karena IdCloudhost. Snngat layak IdCloudhost sebagai Cloud untuk bangsa. Bisnis pun menjadi semakin lancar dengan layanannya IDCloudhost. Apa saja keunggulan layanan IDCloudhost yang layak jadi mitra GO Digital kita?

Platform Terbaik

Dipercaya lebih dari +200.000 Client yang bergabung menggunakan layanan IDCloudhost sebagai solusi tepat untuk Website dan Aplikasi bagi para Startup, Bisnis Online, UMKM, Freelance, Perusahaan, dan lainnya.

Harga Termurah

Kita bisa mendapatkan Web Hosting Murah dengan kualitas terbaik dan sesuai dengan kebutuhan Anda dengan jaminan Uptime 99.99%. Tersedia pula domain murah dengan berbagai pilihan domain seperti domain TLD, domain Indonesia (ccTLD) Terlengkap dan Termurah di Indonesia.

Privasi & Keamanan

 IDcloudhost juga berkomitmen menjaga dan melindungan segala data dan informasi penting Anda agar tidak salah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan dukungan fitur dan teknologi terupdate.

Support 24/7

IDCloudhost menyediakan Customer Service dan Technical Support 24/7 atau diartikan 24 Jam dalam Seminggu. Hal ini sebagai komitmen memberikan informasi, mengedukasi, dan pelayanan ketika pelanggan melakukan pembelian seperti beli hosting, beli domain TLD dan domain Indonesia.

Beragam Lokasi Server

Lokasi Server yang dapat Anda pilih mulai dari Server Indonesia, Server Singapura, Server Inggris, Server Jepang, dan Server Hongkong. ID

Kemudahan Pembayaran

 IDCloudhost juga menyediakan pembayaran online dengan Paypal, GO-PAY, LINE PAY, Indomaret, Alfamart, dan lainnya sehingga akan mempermudah Proses Transaksi Anda.

Dengan beragam keunggulan itu, IDCloudhost merupakan mitra yang tepat untuk mengembangkan bisnis kita, apapun bisnisnya. IDCloudhost tepat sebagai solusi sempurna untuk bisnis. IDCloudhost juga menyediakan layanan cloud yang bisa didapatkan dengan cepat. Tidak ada kewajiban untuk upgrade, downgrade atau cancel setiap waktu. Dengan kecanggihan layanan IDCloudHost menggunakan Teknologi seperti Solid-State Drive (SSD), Litespeed, Cloudflare, Cloudlinux, dan lainnya memberikan jaminan yang maksimal. Dengan teknologi itu, website maupun aplikasi anda tetap stabil. Jadi tidak perlu khawatir kalau down pada server website atau aplikasi. IDCloudhost yang dikenal sebagai Cloud Provider Indonesia telah dipercaya dalam hal ini.

Saya sudah ganti-ganti Hosting berkali-kali untuk project macem-macem dari hosting mahal dan murah didalam dan luar negeri. IDCloudHost Paling Cepet dan Fast Response.

Dody Qory Utama

IBM Global Mobile Innovation Tournament Winner

Buat Kami (TechSoup Asia), IDcloudHost jadi contoh keren dimana startup tidak hanya mengejar growth dan profit, tapi juga memberikan dampak dan membantu lebih banyak orang / Organisasi untuk Go Digital.

Iqbal Hariadi Putra

Kitabisa.com & Techsoup Asia

Hubungi IDCloudhost

Kesimpulan

Apapun profesi kita, tidak ada salahnya punya bisnis. Ibarat ungkapan yang mengatakan “Jangan menaruh telur di keranjang yang sama.” Agar kita punya penghasilan dari beberapa sumber. Sebab kondisi yang kita alami tidak ada yang tahu. Jadi kalau Anda guru, dosen, Ibu Rumah Tangga (IRT), dokter, PNS, dan lainnya. Kemudian, kalau sudah punya bisnis, jalankan bisnis dengan digitalisasi. Libatkan teknologi dalam bisnis itu. Banyak sekali benefit yang didapat dari menjalankan bisnis dengan digitalisasi. Pilih juga mitra bisnis yang tepat. IDCloudhost jadi mitra terbaik bisnis digital kita.(*)

Produktif Menjadi Guru Pembelajar Bersama ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)

Produktif Menjadi Guru Pembelajar Bersama ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)

Dalam hidup kita harus percaya bahwa takdir bisa ditentukan oleh hal-hal terkecil dalam bagian hidup kita.

Karena terpaksa jadi biasa. Dari biasa menjadi pilihan hidup. Inilah yang terjadi dalam hidup saya. Dulu saya tidak bercita-cita menjadi guru. Tahun ini saya sudah 11 tahun menjadi seorang guru.

Saya kuliah di jurusan fisika Universitas Andalas Padang. Saat kuliah semester 3, saya nyambi mengajar di bimbingan belajar.  Hasilnya lumayan. Bisa nambah uang saku dan membayar uang kos. Semakin lama semakin nyaman mengajar.

Saya juga mengajar privat. Kalau ngajar bimbingan belajar itu di lembaga bimbingan belajar, kalau les privat itu datang ke rumah-rumah. Penghasilan saya pun semakin bertambah dan bisa menabung. Saya nyambi kerja sampai wisuda.

Seminggu sebelum wisuda, ada tawaran mengajar di sebuah SMP swasta. Saya menerima tawaran itu. Di sana saya mengajar matematika dan IPA. Guru merangkap mengajar itu hal biasa. Biasanya karena kekurangan guru.

Dua tahun kemudian saya menikah. Seminggu menikah, saya dan istri merantau. Lumayan jauh merantaunya karena nyebrang laut. Saya merantau ke daerah Banten. Daerah yang terkenal dengan jawara.

Di sini saya mengajar di SMA swasta. Saya kembali merangkap mengajar yaitu mata pelajaran fisika dan matematika. Kalau tingkat SMA, pelajaran IPA itu sudah dipecah-pecah menjadi beberapa mata pelajaran.

Sebetulnya mata pelajaran matematika SMA cukup berat, tapi karena tidak ada guru lain saya pun memaksakan diri. Konsekuensinya saya harus belajar lagi materi matematika.

Tantangan Jadi Seorang Guru

Karena saya dari jurusan fisika murni, bukan pendidikan, maka banyak hal yang harus saya. Banyak hal yang baru. Bahkan hal-hal yang kecil sifatnya. Saat jadi guru saya baru mengenal apa itu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), kompetensi dasar, strategi mengajar, kriteria ketuntasan minimum (KKM), dan lainnya. Ya, itu hal yang baru bagi saya. Tapi saya nggak mau menyerah. Saya bergerak mencari tahu. Maka dari yang tidak tahu harus menjadi tahu.

Saya selalu memberikan afirmasi positif untuk menjadi sosok guru pembelajar. Dan inilah yang coba saya branding. Termasuk branding blog saya ini. Semangat sebagai guru pembelajar itulah yang juga melatarbelakangi penamaan blog saya ini.

Mungkin banyak hal yang kita belum tahu dan belum bisa. Tidak apa-apa banyak yang kita tidak tahu dan tidak bisa. Yang penting adalah kemauan  untuk belajar. Dengan belajar kita menjadi tahu dan menjadi bisa.

Orang tua saya pernah bilang, apapun itu, asalkan masih kelihatan mata pasti bisa dipelajari. Ini pula yang menjadi semangat saya kalau ketemu tantangan dan hambatan.

 

Ini pula yang menjadi pelecut semangat menjadi guru. Kalau ada hal yang baru kebijakan-kebijakan yang baru pasti guru harus beradaptasi. Kadang harus bertemu dengan hal-hal yang berat. Setiap kali bertemu dengan hal-hal yang berat itulah saya katakan bahwa saya adalah guru pembelajar, mau belajar, dan pasti bisa.

Guru Pembelajar, Terus Belajar

Walaupun sudah menjadi guru bukan berarti proses belajar itu berhenti. Saya selalu menemukan hal-hal yang baru. mendapat tantangan yang baru. Untuk itu saya harus belajar lagi. Saya pun siap untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat (long live education).

Zaman sekarang ini, sumber belajar banyak sekali. Bisa lewat buku, internet, Youtube, diskusi, maupun seminar atau pelatihan-pelatihan. Apalagi saat pandemi, banyak sekali webinar yang diadakan. Pandemi memang membatasi mobilitas, tapi bukan berarti kita terbatas pula mencari ilmu. Bahkan semakin mudah. Lewat teknologi, kita bisa bertemu dengan tokoh-tokoh, padahal kalau tidak pandemi, belum tentu bisa ketemu.

Kalau ketemu, biaya pelatihan mahal. Tapi lewat zoom meeting, kita bisa mendapatkan ilmu yang keren dengan biaya murah bahkan gratis. Hal ini sangat menunjang profesi guru bukan hanya dalam mengajar saja tetapi juga menunaikan amanah lainnya. Ya, saat jadi guru, tidak hanya mengajar saja tetapi ada tugas dan amanah yang harus dijalankan.

Guru Ekskul Blogger

Saya juga mendapat amanah untuk mengajar ekskul. Karena di-branding sebagai guru literasi maka saya mendapatkan amanah menjadi guru eskul blogger.

Awalnya hanya 2 orang siswa yang bergabung di eskul blog. Walaupun hanya sedikit kami jalan terus. Lama-lama banyak juga siswa yang berminat. Saat ini sudah 16 siswa yang ada di eskul blogger.

Saat ini ada 15 siswa di ekskul blogger. Mereka masih menggunakan platform blog gratisan. Sebab masih dalam tahap pembelajaran. Banyak manfaat yang bisa mereka dapat dari ekskul ini. Misalnya berliterasi digital, latihan menulis, menulis berita kegiatan, dokumentasi organisasi sekolah, dan lainnya.

Wakil  Kepala Sekolah Bidang Humas

Mengikuti kegiatan pelatihan humas

Selain jadi guru saya di amanahkan menjadi wakil kepala sekolah bidang hubungan dan kemasyarakatan (humas). Sekilas tugasnya mirip wartawan yaitu memberitakan. Tapi ternyata tugas humas beda dengan wartawan, lho.

Misalnya nih, kalau wartawan, bad new is good news. Kalau humas hanya memberitakan yang baik-baik saja.

Tugas humas adalah membangun reputasi positif. Humas harus kreatif mengemas sekolah agar lebih dikenal oleh masyarakat. Humas juga mengelola media sosial sekolah seperti Instagram, facebook, twitter, dan website.

Sering pula saya mendapat tugas mengikuti pelatihan kehumasan. Idealnya pengetahuan terus di-up grade. Beberapa kali mengikuti kegiatan humas banyak membuka wawasan saya tentang kehumasan. Termasuk pengelolaan media sosial di dalamnya.

Guru Literasi

Saya mulai aktif menulis di koran sejak 2011. Kenapa saya mau nulis di koran? Menulis itu nggak mudah. apalagi di koran. Harus bersaing dengan kontributor atau penulis lainnya. Juga harus memenuhi ketentuan redaksi hingga memerhatikan kaidah tata bahasa. Di koran juga harus mengindahkan kata baku dan tidak baku. Hm, luar bisa rasanya. Satu tulisan itu bisa satu atau dua pekan. Kadang bisa lebih cepat bisa tiga hingga lima hari.

Nah, motivasi saya adalah supaya lebih gampang mengajak siswa atau anak untuk menulis atau berliterasi.

Sebagai guru kita tahu menulis itu aktivitas yang bagus. Karena menambah pengetahuan juga. Sebab, untuk menulis, harus membaca. Makanya penulis itu pengetahuannya luas.

Tapi guru akan sulit untuk mengajak siswa menulis kalau belum ngasih contoh. Benar? Saya harus sudah menulis dulu, baru ngajak siswa menulis. Sehingga sewaktu sengaja tidak susah lagi karena sudah memberikan bukti.

Satu keteladanan lebih baik dari seribu nasihat.

Tapi kalau kita belum memberikan contoh, ya agak sulit mengajak siswa untuk nulis juga.

 

 

Meskipun menulis itu punya banyak tantangan dan pengorbanan, saya merasakan banyak berkah dari aktivitas menulis. Salah satunya adalah pernah mendapat Juara 2 lomba artikel jurnalistik yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di tahun 2018. Saat itu hadiah diserahkan oleh Mendikbud Prof. Muhadjir Efendy.

Beberapa tulisan saya dimuat di surat kabar lokal seperti Kabar Banten, Radar Banten, Banten Raya, Kabar Madura, Koran Jakarta, Radar Bekas, dan lainnya. Ada juga satu tulisan di Republika.

Saya menulis juga di media online. Memanfaatkan beberapa platform citizen journalism yang dimiliki beberapa media nasional seperti Retizen (Republika), Kompasiana (Kompas) dan Indonesiana (Tempo).

Saya juga mulai aktif mengurus blog yang lama tidak diurus. Karena jarang diurus, sampai ada sarang laba-labanya di blog saya, hehehe…

Aktif di Komunitas MGMP

Aktivitas guru bukan hanya mengajar saja. Guru juga harus berkolaborasi dengan guru lainnya. Ada banyak komunitas guru. Sebaiknya guru memanfaatkan komunitas karena banyak manfaatnya. Ada organisasi Persatuan Huru Republik Indonesia (PGRI). Komunitas ini untuk guru seluruh Indonesia dan terdiri dari lintas mata pelajaran.

 Ada juga komunitas  musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). Karena saya guru fisika maka saya bergabung dalam MGMP fisika baik MGMP tingkat kabupaten maupun provinsi. Banyak juga kegiatannya. Mulai dari diskusi, seminar, lomba, maupun hanya sekadar ngobrol saja.

Saya (dua dari kanan) mengikuti kegiatan MGMP

Di komunitas inilah para guru saling berkolaborasi. Meskipun ada guru senior dan junior tapi tidak ada gengsi maupun kompetisi. Guru saling belajar. Tidak ada yang menggurui. Semua bersinergi untuk meningkatkan kapasitas sebagai guru. Semua punya tujuan yang sama yaitu memajukan pendidikan Indonesia.

Menjadi Pembina Klub Desain Grafis

Setiap tahun ada kompetisi dalam bidang seni. Namanya FLS2N atau festival dan lomba seni siswa nasional. Ajang ini selalu ada. Sekolah biasanya mengirim siswa yang punya minat dan mahir di bidang ini. Salah satunya desain grafis.

Karena ada anak yang berminat, mau tidak mau dicari pula pembinanya. Nah, untuk bidang ini saya diamanahkan sebagai pembina desain grafis. Sebenarnya saya kurang bisa. Tapi karena tidak ada guru lainnya inilah saya ‘terpaksa’ menerima. Saya anggap ini sebagai tantangan untuk belajar lebih banyak lagi.

Untuk software yang digunakan adalah CorelDRAW dan Photoshop. Saya hanya mengarahkan siswa dengan beberapa teknik dan skill desain.

Sudah beberapa tahun saya menjadi pembina club desain grafis. Alhamdulillah ada beberapa siswa yang bisa meraih juara. Ada yang juara 1 tingkat kabupaten juga juara dua tingkat provinsi.

Mudah-mudahan pembinaan yang kamu lakukan kan bisa memberikan modal bagi siswa untuk berprestasi di masa depannya. Tentu saja ada manfaatnya untuk sebagai bekal dalam hidupnya. Ya siapa tahu seger desain itu berguna untuk mencari kerja atau membuka lapangan usaha.

Salah satu siswa yang klub desain grafis. (Kiri) Juara 1 tingkat kabupaten. (Kanan) Juara 2 tingkat provinsi.

Jadi guru SMA itu sedikit banyak berbeda dengan guru lainnya. Bukan berarti saya bilang kuda sama itu paling berat. Memang tantangan menghadapi anak-anak SMA lumayan berat.

Anak SD atau SMP masih nurut-nurut, patuh dan takut kalau dibentak. Anak SMA itu sudah punya pendirian sendiri. Beda kalau anak SD atau SMP masih terpengaruh dengan orang tuanya.

Berat sih berat. Capek ya capek. Jadi guru zaman now memang luar biasa tantangannya. Tapi kalau dipikir-pikir setiap pekerjaan pasti punya tantangannya. Maka dinikmati saja sambil terus meluruskan niat agar terus ikhlas mendidik generasi bangsa.

Mengukur suhu saat siswa datang ke sekolah

Kuncinya ikhlas dan tidak banyak nuntut. Jangan lupa berdoa agar ilmu yang diberikan menjadi bermanfaat untuk mereka. Siapa tahu dari sekian banyak siswa ada yang benar-benar meresapi serta rasakan manfaat dari ilmu yang diajarkan.

Kebahagiaan yang paling besar bagi seorang guru adalah kalau siswanya mendapat manfaat dari ilmu yang diajarkan. Bukan mereka menjadi anak yang berguna di tengah-tengah masyarakat. Apalagi bisa menjadi solusi bagi permasalahan bangsa.

Mau jadi apapun yang penting mereka menjadi orang yang baik. Menjadi pengusaha, akademisi, pejabat, entrepreneur, content creator dan lainnya tidak masalah yang penting mereka jadi orang yang baik.

Selain faktor di atas, ada semangat lain yang juga jadi motivasi menjadi guru. Saya menyadari kalau Fisika bukan pelajaran yang mudah. Bahkan fisika sering jadi momok bagi siswa. Itu juga yang saya rasakan. Justru itu, dengan jadi guru, saya menghindari atau menghilangkan hal yang tak disuka siswa. Seperti saat saya dulu jadi siswa.

Dengan jadi guru pula, saya mempertahankan dan membuat siswa bahagia. Seperti bahagianya saya saat sekolah dulu.

Prinsip saja adalah membuat materi pembelajaran jadi menyenangkan. Kalau tidak bisa, minimal suasana pembelajarannya yang dibuat menyenangkan.

Itulah beberapa aktivitas dan amanah saya sebagai guru. Bagaimana dengan pembaca? Apa saja amanahnya? Ya itu tadi. Apapun amanahnya ayo dijalani dengan bahagia. Ya, kita harus bahagia menjalankan apapun aktivitas kita.

Cintailah pekerjaan, maka pekerjaan itu akan terasa menyenangkan dijalankan.

Kuncinya ikhlas dan tidak banyak nuntut. Jangan lupa berdoa agar ilmu yang diberikan menjadi bermanfaat untuk mereka. Siapa tahu dari sekian banyak siswa ada yang benar-benar meresapi serta rasakan manfaat dari ilmu yang diajarkan.

Kebahagiaan yang paling besar bagi seorang guru adalah kalau siswanya mendapat manfaat dari ilmu yang diajarkan. Bukan mereka menjadi anak yang berguna di tengah-tengah masyarakat. Apalagi bisa menjadi solusi bagi permasalahan bangsa.

Mau jadi apapun yang penting mereka menjadi orang yang baik. Menjadi pengusaha, akademisi, pejabat, entrepreneur, content creator dan lainnya tidak masalah yang penting mereka jadi orang yang baik.

Selain faktor di atas, ada semangat lain yang juga jadi motivasi menjadi guru. Saya menyadari kalau Fisika bukan pelajaran yang mudah. Bahkan fisika sering jadi momok bagi siswa. Itu juga yang saya rasakan. Justru itu, dengan jadi guru, saya menghindari atau menghilangkan hal yang tak disuka siswa. Seperti saat saya dulu jadi siswa.

Dengan jadi guru pula, saya mempertahankan dan membuat siswa bahagia. Seperti bahagianya saya saat sekolah dulu.

Prinsip saja adalah membuat materi pembelajaran jadi menyenangkan. Kalau tidak bisa, minimal suasana pembelajarannya yang dibuat menyenangkan.

Itulah beberapa aktivitas dan amanah saya sebagai guru. Bagaimana dengan pembaca? Apa saja amanahnya? Ya itu tadi. Apapun amanahnya ayo dijalani dengan bahagia. Ya, kita harus bahagia menjalankan apapun aktivitas kita.

Cintailah pekerjaan, maka pekerjaan itu akan terasa menyenangkan dijalankan.

Dukungan ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) Menjadi Guru Pembelajar

Teknologi semakin canggih. Agar amanah bisa tertunaikan dengan baik maka perlu dukungan alat yang mumpuni dan mengerti. ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) merupakan laptop dengan teknologi keren yang pastinya sangat mendukung menjadi manusia pembelajar. Saya yakin dengan dukungan ASUS Zenbook 14X akan semakin membuat saya percaya diri dan berpijar sebagai guru pembelajar.

Kehadiran ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) yang merupakan laptop ultraportable sangatlah mendukung kita menjadi lebih produkitf dalam berbagai pekerjaan. Sederet fitur keren milik ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) bakal membuat apapun pekerjaan kita nyaman.

Penasaran banget dengan fitur keren dan paten milik ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)? Kulik yuk satu per satu. Kamu bisa baca dengan santai bahkan sambil ngopi juga. Silakan…

1. Ringkas dan Ringan Sehingga Mudah Dibawa Ke Mana Saja

Inilah salah satu keunggulan Zenbook 14X OLED (UX5400). Bodinya itu punya ketebalan hanya 16,9mm. Bobotnya Cuma 1,4 Kg aja. Bayangkan laptop seringan itu bakal membuat nyaman meskipun harus berpindah-pindah.

Zenbook 14X OLED (UX5400) bisa jadi solusi para guru yang sering ngeluh kalau harus bawa laptop saat webinar atau MGMP. Terutama ibu-ibu nih. Banyak lho yang pada akhirnya nggak bawa laptop karena berat itu.

Zenbook 14X OLED (UX5400) ini mengusung layar 14-inci, tapi dimensi bodinya sekelas laptop 13-inci. Kok bisa? 

Hal tersebut dapat dicapai berkat teknologi NanoEdge Display yang memungkinkan bezel layar Zenbook 14X OLED (UX5400) dihadirkan sangat tipis yaitu hanya 3mm pada kedua sisi layarnya. Selain itu, bezel yang sangat tipis juga membuat Zenbook 14X OLED (UX5400) memiliki layar dengan screen-to-body ratio hingga 92%.

ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) teramat sangat nyaman untuk dibawa bepergian ke mana-mana. Saya jadi ingat seorang teman guru yang terpaksa tidak bawa laptop saat ada kegiatan MGMP.

“Berat, Pak. Bawa badan aja udah kerasa banget,” katanya. Kok bisa dia terlihat berat begitu? Padahal si ibu berangkat ke kegiatan tadi pakai mobil.

Ternyata saat itu dia sedang hamil sekitar 7 bulanan. Nah, ibu-ibu seperti beliau amat wajar kalau repot bawa laptop yang berat. Tapi saya yakin kalau bobotnya ringan, pasti masih nyamanlah bawa laptop.

2. Rancang Bangun Tangguh, Aman Untuk Mobilitas Tinggi

Dalam keseharian, sering kali kita membawa laptop pindah-pindah tempat. Kadang di kantor sendiri, kantor lain, maupun tempat nongkrong. Dibawa ke mana-mana, membuat laptop kita rawan, lho. Rawan dari goncangan bahkan jatuh. Kalau punya laptop, jangan sampai jatuh. Bisa fatal, lho. 

Tapi kecemasan tentang hal di atas teratasi dengan adanya Zenbook 14X OLED (UX5400) yang punya rancang bangun yang kuat.

Keren banget, ya. Udah ringan dan ringkas tetap tangguh.

Laptop ultra-portable (amat sangat mudah dibawa ke mana-mana) ini telah mengantongi sertifikasi lolos uji ketahanan berstandar US Military Grade (MIL-STD 810H).

Pembaca, laptop berstandar US Military Grade adalah laptop yang mampu berfungsi optimal pada kondisi ekstrim dan penggunaan berat serta dapat memberikan performa yang stabil pada setiap kondisi yang diujikan pada perangkat laptop tersebut. 

Nah, untuk mendapatkan standar militer terdapat beberapa hal yang harus dilakukan pada laptop tersebut. 

ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) telah melalui beberapa pengujian ekstrem yang berhasil dilewati oleh di antaranya adalah tes jatuh, tes getaran, hingga tes operasional pada lingkungan ekstrem. Hal ini sangat meyakinkan bahwa ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) tersebut secara fisik benar-benar memiliki daya tahan yang tangguh.

3. Mekanisme 180 ErgoLift Hinge Memberikan Posisi Mengetik Terbaik

 

Kerennya lagi nih, ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) punya desain yang sangat nyaman saat digunakann karena mengusung mekanisme 180⁰ ErgoLift Hinge. Laptop ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) ini bisa dibuka hingga 180⁰ lho.

 Dengan fitur seperti ini, banyak lho manfaatnya.

Pertama, keyboard bisa dimiringkan ke posisi mengetik yang paling nyaman.

Dengan ketersediaan 1800 kita bisa dapatkan kemiringan keyboard dan sudut layar terbaik untuk mengetik atau beraktivitas lainnya sesuai dengan selera dan kebutuhan kita.

Kerennya lagi, saat menutup, mekanisme ErgoLift benar-benar tersembunyi, sehingga tidak memengaruhi profil yang ramping.

Kedua, pendinginan yang semakin efisien

Dengan mekanisme engsel ErgoLift (ErgoLift Hinge) juga menciptakan ruang ventilasi ekstra. Hal ini membuat lebih banyak aliran udara di sekitar bagian bawah sasis.

Dengan ventilasi yang ditingkatkan ini, ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) sangat membantu kita kala dikejar deadline maupun kerja ekstra lama. Jadi mau nambah beberapa jam lebih lama pun tetap aman dan terjaga.

Ketiga, audio yang lebih imersif

Pemanfaatan engsel ErgoLift Hinge (ErgoLift Hinge) ini membuat ruang ekstra di bawah. Sehingga, speaker bekerja sebaik-baiknya kemudian memberikan suara yang lebih jernih dengan respons bass yang lebih baik.

Kualitas suara ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) pun semakin membuat kita betah meskipun berlama-lama di depan laptop. Wah, benar-benar nyaman ya bekerja dengan produk ASUS varian ini.

4. Teknologi Layar OLED Aman Untuk Kesehatan Mata

Ini yang jadi keunggulan Zenbook 14X OLED (UX5400). Sesuai namanya, Zenbook 14X OLED (UX5400) merupakan salah satu laptop yang telah menggunakan layar berteknologi ASUS OLED. Dengan teknologi ini, Zenbook 14X OLED (UX5400) diyakini membantu penggunanya untuk meningkatkan produktivitasnya.

Semua laptop yang menggunakan layar ASUS OLED telah mengantongi sertifikasi low blue-light dan anti-flicker dari TÜV Rheinland. Sudahlah menghasilkan kualitas visual terbaik, layar Zenbook 14X OLED (UX5400) lebih aman untuk kesehatan penggunanya.

Layar ASUS OLED memiliki kualitas layar kelas profesional. Dari panel yang digunakan, layar ASUS OLED menggunakan panel OLED (Organic Light-Emitting Diode).

Karena menggunakan panel OLED, layar ASUS OLED memiliki struktur yang sangat berbeda dengan layar laptop pada umumnya yang masih menggunakan panel IPS. Layar ASUS OLED terdiri dari jutaan lampu berukuran sangat kecil sehingga tidak menggunakan lapisan backlight.

Dengan fitur-fitur itulah pengguna Zenbook 14X OLED (UX5400) dapat bekerja lebih lama tanpa membuat mata mudah lelah.

 

Perbedaan ketajaman warna pada layar LCD dan layar OLED

5. Layar Lebih Lebar, Pandangan Semakin Luas

Layar Zenbook 14X OLED (UX5400) mengusung rasio layar 16:10 beresolusi 2.8K (2880×1800). Dengan rasio layar 16:10 ini membuat ruang kerja semakin luas. Pandangan semakin maksimal, kerja pun semakin optimal. Puas sekali menggunakan layar yang lebih lebar ini. detail-detail pun semakin terlihat.

6. Fitur ScreenPad™ 2.0 Membuat Kerja Semakin Cepat

Dengan fitur ScreenPad™ 2.0 yang punya banyak kemudahan. Ya, layarnya bisa juga sebagai touchpad yang membuat akses dan kerja semakin cepat. ScreenPad™ 2.0 dibekali berbagai fitur yang dapat meningkatkan kerja kita. 

Ditambah, fitur touchscreen atau layar sentuh Zenbook 14X OLED (UX5400), membuat akses semakin cepat. Berselancar pun semakin melesat.

Ada fitur Quick Key yang bisa mengakses berbagai shortcut secara lebih cepat tanpa harus menghafal kombinasi tombol di keyboard. Quick Key bahkan bisa dikustomasi sesuai dengan aplikasi yang sedang berjalan dan dapat mempermudah penggunanya saat beraktivitas.

Ada juga fitur untuk menampilkan antarmuka tambahan di berbagai aplikasi utama Microsoft Office. Berkat antarmuka ekstra yang ada di ScreenPad™ 2.0, pengguna Zenbook 14X OLED (UX5400) tidak perlu repot mengakses berbagai menu di layar utama untuk menggunakan berbagai fungsi di aplikasi Microsoft Office.

Melalui fitur App Switch, berbagai aplikasi dapat ditampilkan dari layar utama ke ScreenPad™ 2.0 dengan sangat mudah. Kebutuhan multitasking bakal terlayani dengan baik berkat aplikasi ini.

Dengan mobilitas yang semakin tinggi mengharuskan kita mampu bekerja secara multitasking menyelesaikan tuntutan kerja maupun aktivitas yang memang banyak.

Seorang guru pun terbiasa menjalani multitasking. Mulai dari mengikuti zoom, menyelesaikan tugas sekolah seperti memeriksa ujian, menyeleksi tugas, menyiapkan presentasi hingga membuka laman hiburan seperti Youtube atau lainnya. Kebutuhan multitasking ini sangat mungkin difasilitasi oleh Zenbook 14X OLED (UX5400) yang menyediakan fitur secara optimal ini.

7. Konektivitas Lengkap, Banyak Pilihan Media Kerja

Banyak nian aktivitas yang kita lakukan dengan laptop. Mulai dari merencanakan aktivitas, mengerjakan tugas, membuat konten, mendapatkan hiburan, atau mendokumentasikan kegiatan. Sebagai seorang guru sering presentasi mengajar, mengikuti atau mengisi seminar, membuat kelompok diskusi, hingga mendapatkan hiburan bareng keluarga. 

Untuk melakukan semua itu, kita membutuhkan laptop yang memiliki banyak pilihan konektivitas ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) memiliki opsi konektivitas yang sangat lengkap.

Mulai dari konektivitas menggunakan kabel, Zenbook 14X OLED (UX5400) hadir dengan beragam port yang dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai perangkat. Berbagai port seperti HDMI 2.0, USB 3.2 Gen2 Type-A, hingga MicroSD dan 3.5mm combo audio jack akan memudahkan pengguna untuk beraktivitas tanpa harus bergantung pada dongle atau perangkat lain. 

Zenbook 14X OLED (UX5400) juga dibekali dengan dua port USB Type-C Thunderbolt™ 4. Port modern tersebut tidak hanya hadir dengan kecepatan transfer data yang tinggi, yaitu hingga 40Gbps, tetapi juga dapat digunakan untuk menghubungkan monitor tambahan dengan dukungan resolusi hingga 8K. Port tersebut juga telah mendukung fitur USB Power Delivery sehingga dapat digunakan untuk mengisi daya baterai melalui adapter charger maupun power bank. 

Sementara untuk konektivitas nirkabel, Zenbook 14X OLED (UX5400) mengandalkan WiFi 6 yang tertanam di dalamnya. Berbeda dengan WiFi generasi sebelumnya, WiFi 6 memberikan kecepatan transfer data yang lebih tinggi dan stabil sehingga memastikan pengguna Zenbook 14X OLED (UX5400) dapat selalu terkoneksi ke internet dengan mudah dan nyaman.

 

Teknologi WiFi 6 ini punya keunggulan kecepatan transfer data yang lebih tinggi, bandwidth  lebih besar, performa yang lebih baik, dan efisiensi daya yang mumpuni.

8. Hardware Modern, Performa Kencang

Jeroan laptop sangat menentukan kehebatan sebuah laptop. Malahan banyak orang sangat mementingkan jeroannya laptop ini. Untuk mendukung produktivitas pernggunanya, ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) dibekali dengan hardware modern sehingga penggunanya dapat beraktivitas dengan lancar.

Laptop modern ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) sudah diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-11 terbaru dan juga Intel® Iris® Xᵉ graphics.

Dengan ditenagai oleh 11th Gen Intel® Core™ processors, Zenbook 14X OLED (UX5400) sangat andal untuk mendukung kebutuhan komputasi sehari-hari. Kerjanya pun dipastikan powerful bahkan untuk mengerjakan banyak pekerjaan atau multitasking. 

Ingin menggenjot performa Zenbook 14X OLED (UX5400) lebih kencang lagi? ASUS memberikan fitur bernama ASUS Intelligent Performance Technology (AIPT) yang hadir dengan tiga mode performa yang bisa dipilih yaitu Performance Mode, Balance Mode, serta Whisper Mode. Di Performance Mode, prosesor dapat dipacu dayanya hingga 40W untuk menghadirkan performa yang lebih kencang.

Untuk urusan grafis, Zenbook 14X OLED (UX5400)  dilengkapi chip Intel® Iris Xe Graphics dan juga NVIDIA® GeForce® MX450. Chip grafis tersebut membuat Zenbook 14X OLED (UX5400) memiliki kemampuan pemrosesan grafis ekstra yang dibutuhkan oleh para content creator. Jika pembaca merupakan content creator, tepat sekali-lah Zenbook 14X OLED (UX5400) ini. Eh,  guru juga content creator kan?

9. Baterai Besar, Pengisian Cepat

Zenbook 14X OLED (UX5400) dibekali baterai berkapasitas lebih besar yaitu 63Whr. Daya tahan baterai Zenbook 14X OLED (UX5400) lebih panjang. ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) sudah dilengkapi juga dengan fitur fast charging. Kemampuan pengisian baterai dalam 30 menit mencapai 50 %. Untuk pembaca yang terbiasa buru-buru mau pergi ke mana tapi membawa laptop, Zenbook 14X OLED (UX5400) benar-benar dapat diandalkan.

Dalam kehidupan modern ini kita dituntut bisa bekerja serba cepat. Bukan hanya waktu menjadi sangat berharga tetapi kita juga membutuhkan kedisiplinan diri. Semakin cepat dalam mengerjakan tugas akan memberikan kepuasan pada diri sendiri. Hal-hal yang tepat dan akurat seperti inilah yang sering dibutuhkan.

Dengan ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400),

Semakin Maksimal Mendidik Generasi Intelektual

Bareng siswa saat di sekolah

ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)  bakal membuat amanah sebagai guru amanah saya sebagai guru menjadi semakin maksimal dan produktif. Dengan berbagai peran di samping peran sebagai pengajar tentu akan semakin lancar menjalankannya dengan bantuan ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400).

 

Ya, ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) membantu saya semakin percaya diri dalam menghasilkan karya-karya.  Bisa karya berupa tulisan,  poster, grafis maupun video. Sudah seperti content creator saja ya? Guru pun memang content creator juga. Kenapa saya bisa bilang begitu?

Satu satu-satunya tanda eksklusif dari pengetahuan yang menyeluruh adalah kekuatan mengajar. Aristoteles

Karena ketika mengajar atau mendidik di sekolah guru perlu menggunakan berbagai media. Jadi bukan hanya membaca buku atau menulis di papan tulis saja. Guru bisa menggunakan media poster, podcast atau video pembelajaran.

 

Dukungan Asus yang keren juga akan membuat saya semakin percaya diri dan produktif di komunitas guru seperti musyawarah guru mata pelajaran (MGMP).

Gimana nggak percaya diri kalau sedang ngumpul buka laptop eh menampilkan laptop ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) yang keren bisa diputar 180 derajat pula. Ya bukannya pamer tapi bangga aja. Hehe… Beda tipis nggak sih?

Kebayang guru-guru bakal kaget, kagum, atau mengapresiasi dan nanya, “Eh itu laptop apa, Pak?” Hehe…

Tapi bukan pamer sih. Yah karena laptop sudah jadi di kebutuhan primer bagi seorang guru. Penunjang utama profesinya. Sangat membantu kerja sang guru. Dengan dukungan ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) pula saya bakal merealisasikan target di klub literasi sekolah.

Tahun ini kami mentargetkan bisa menerbitkan 2 buku. Ada satu buku solo dan 1 buku antologi. Temanya bahkan sudah dipilih yaitu self love atau tentang mencintai diri sendiri. Di tengah kehidupan yang serba hedonis serta banyak pamer di media sosial mencintai diri sendiri merupakan hal yang perlu dikuatkan.

Klub blogger saya pun dipastikan semakin kreatif dan produktif dengan dukungan Asus. Saya bisa memotivasi siswa untuk mendapatkan laptop yang berteknologi canggih ini.

Belajar adalah keinginan untuk berbagi mendengarkan mencoba dan berkolaborasi.

Dalam hidup ini enggak ada yang enggak mungkin asal kita mau usaha. Dengan kolaborasi dan bersinergi kita pasti dapat mewujudkan impian dan cita-cita kita.

 

Main Spec. Zenbook 14X OLED (UX5400)
CPU Intel® Core™ i7-1165G7 Processor 2.8 GHz (12M Cache, up to 4.7 GHz)
Operating System Windows 10 Home
Memory 16GB LPDDR4X
Storage 1TB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD
Display 14″ (16:10) OLED 2.8K (2880×1800) 90Hz 400nits DCI-P3:100% NanoEdge display, PANTONE Validated Display, VESA TrueBlack HDR, TÜV Rheinland eye care certified, 92% screen to body ratioScreenPad™ 2.0 (FHD+ (2160 x 1080) IPS-level Panel)
Graphics Intel® Iris Xe Graphics, NVIDIA® GeForce® MX450, 2GB GDDR6
Input/Output 1x USB 3.2 Gen 2 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 supports display and power delivery, 1x HDMI 2.0b, 1x 3.5mm Combo Audio Jack, Micro SD card reader
Camera 720p HD camera
Connectivity Wi-Fi 6 (802.11ax) + Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2
Audio Built-in speaker, Built-in array microphone, harman/kardon certified
Battery 63WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion
Dimension  31.12 x 22.12 x 1.69 ~ 1.69 cm
Weight 1.4Kg
Colors Lilac Mist, Pine Grey
Price Rp23.999.000
Warranty 2 tahun garansi global

Jaga Kesehatan Keluarga Pertanda Kasih Sayang

Jaga Kesehatan Keluarga Pertanda Kasih Sayang

JAGA KESEHATAN KELUARGA PERTANDA KASIH SAYANG

Kesehatan sangat berharga dalam hidup kita. Setiap orang pasti pengen sehat, to? Bahkan banyak yang mau menukarkan uang atau materinya demi kesehatan. Nah, tentu kesehatan sangat berharga sampai-sampai mau membayar sejumlah uang agar tetap terjaga kesehatan kita.

Namun, sering kali orang abai dengan masalah kesehatan. Padahal, banyak lho manfaat kalau kita menjaga kesehatan. Apa saja manfaatnya?

4 Manfaat Hidup Sehat

 

Pertama, bisa menjalankan ibadah dengan semangat. Kalau badan sehat kita akan semangat melaksanakan ibadah. Baik itu ibadah wajib maupun ibadah Sunnah. Bukankah kita ingin bisa bangun lebih pagi untuk melaksanakan tahajud? Kalau tidak sehat, mana bisa kita bangun di jam segitu.

Lalu Dhuha. Tak hanya 2 rakaat, bahkan kita dianjurkan Sunnah Dhuha dengan 4 rakaat, bahkan lebih. Tilawah satu juz bahkan lebih. Tidak mudah lho satu juz sehari kalau belum biasa. Kalau tidak sehat, baru beberapa lembar saja sudah batuk-batuk, punggung sudah pegal, atau tak betah duduk lama.

Jadi, amalan itu semua bisa dilakukan dengan maksimal kalau kita sehat.

Kedua, jalankan usaha dengan giat. Mau kerjaan ringan atau berat pasti ditunjang dengan badan yang sehat. Kalau tidak sehat, usaha atau jualan pun tidak maksimal.

Kalau tidak maksimal, penghasilan keluarga terganggu, ekonomi keluarga pun terdampak. Nah, supaya keuangan keluarga tetap lancar, kita harus sehat.

Apalagi kalau kita seorang ayah. Dia menjadi tulang punggung keluarga. Ingat, ada istri dan anak-anak yang harus dinafkahi. Kalau sehat, cari nafkah pun giat. Nafkah keluarga bisa dipenuhi.

Ketiga, meningkatkan produktivitas. Kalau badan sehat, kita bisa melakukan banyak aktivitas. Hal ini menunjang produktivitas hidup.

Keempat, menjalani hidup dengan lebih bahagia. Dunia ini indah. Tapi bisa kita rasakan keindahannya kalau kita sehat. Dunia itu penuh kebahagiaan. Tapi bisa kita alami kalau kita sehat.

Misalnya, silaturahmi itu sungguh menyenangkan. Lha bagaimana kita bisa silaturahmi kalau kita sakit? Bertemu dengan orang-orang hebat dari belahan bumi lain sungguh menyenangkan. Lha bagaimana bisa bertemu dengan mereka kalau kita sakit?

Kalau kita sehat pasti peluang besar bisa silaturahmi atau kopdar bersama mitra-mitra kita. Ini kan silaturahmi. Padahal, silaturahmi itu mengundang rezeki dan memperpanjang umur.

Bahkan lezatnya makanan pun bisa kita rasakan kalau indera pengecap kita, lidah, dalam kondisi sehat. Kalau sakit, seenak apapun makanan pastilah ada yang kurang.

Lantas, bagaimana supaya kita dilimpahi kesehatan? Supaya terjaga kesehatan kita?

3 Cara Menjaga Kesehatan

Banyak cara untuk menjaga kesehatan. Simak baik-baik dan mari kita praktikkan ya. Semoga ini menjadi ikhtiar kita menjaga kesehatan.

Pertama, selalu minta kesehatan kepada Allah. Kita harus yakin bahwa Allah-lah yang memberikan kita sehat. Karena itu kita dianjurkan merutinkan Al matsurat yang di dalamnya ada doa:

“Allahumma afini fi badani allahumma afini fi sam’i allahumma afini fi bashari la ilaha illa anta.

“Ya Allah, berilah kesehatan untukku pada badanku. Ya Allah, berilah kesehatan untukku pada pendengaranku. Ya Allah, berilah kesehatan untukku pada penglihatanku. Tiada sesembahan kecuali engkau”

Kedua, menjaga kesehatan mental. Seorang trainer yang sekaligus pengusaha, Mas Ippho Santosa mengatakan ada 3D yang harus kita jauhi. Apa itu 3D?  Kita jauhi dongkol, dengki, dan dendam. Sebab itu semua merusak hati dan mengurangi energi.

Isi hati kita dengan sabar dan syukur. Perbanyak ucapan hamdalah dalam hati kita. Perbanyak rasa sabar atas banyak hal yang terjadi termasuk kondisi Covid-19 yang sedang kita alami. Sembari berdoa agar kehidupan semakin membaik.

Ketiga, senantiasa berpikir positif. Memang banyak hal yang buruk di sekitar kita, tapi hal baik pun lebih banyak. Ada banyak orang jahat, orang baik lebih banyak juga.

Seperti yang diingatkan Mas Ippho, kalau lihat anak muda, pandanglah dia sebagai sosok yang belum banyak dosanya. Sebab dia juga belum lama hidup di dunia. Kalau lihat sosok yang lebih tua dari kita, pandanglah dia sebagai sosok yang lebih banyak amalnya daripada kita. Karena dia sudah lebih lama hidup di dunia daripada kita.

Yakinkan diri bahwa selalu ada hikmah atas peristiwa yang kita alami. Pasti ada kebaikan yang bisa dipetik.

Keempat, ikhtiar sehat. Salah satunya adalah dengan rutin mengonsumsi minuman suplemen kesehatan. Dengan merutinkan konsumsi minuman kesehatan, kita ikhtiar menjaga kesehatan. Menjaga kesehatan merupakan tanda kasih sayang kita kepada keluarga.

Ya, kalau kita sehat, bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga keluarga, lingkungan dan masyarakat. Semoga kita terus sehat dan menjadi pribadi yang bermanfaat. Aamiin.