Begini Aturan Pakaian Seragam dan Atribut di Sekolah Negeri

Begini Aturan Pakaian Seragam dan Atribut di Sekolah Negeri

Pemerintah Terbitkan Keputusan Bersama Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan pada Sekolah Negeri

Jakarta, 3 Februari 2021 — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Agama (Kemenag), menerbitkan Keputusan Bersama tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Sekolah yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Keputusan ini merupakan wujud konkret komitmen pemerintah dalam menegakkan “Bhinneka Tunggal Ika”, membangun karakter tolerasi di masyarakat dan menindak tegas praktik-praktik pada sektor pendidikan yang melanggar semangat kebangsaan tersebut.

Dalam peluncuran yang diselenggarakan secara daring pada Rabu (3/2) di Jakarta, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menguraikan tiga hal penting yang menjadi pertimbangan dalam menyusun SKB tiga Menteri ini. Pertama, bahwa sekolah memiliki peran penting dan tanggung jawab dalam menjaga eksistensi ideologi dan konsensus dasar bernegara, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika; serta membangun dan memperkuat moderasi beragama dan toleransi atas keragaman agama yang dianut peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

“Kedua, sekolah berfungsi untuk membangun wawasan, sikap, dan karakter peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa. Serta membina dan memperkuat kerukunan antar umat beragama,” terang Mendikbud Nadiem.

Yang ketiga, pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di lingkungan sekolah yang diselenggarakan pemerintah daerah merupakan salah satu bentuk perwujudan moderasi beragama dan toleransi atas keragaman agama, tambah Mendikbud.

Enam keputusan utama dari aturan ini di antaranya adalah 1) keputusan bersama ini mengatur sekolah negeri yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda); 2) peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan berhak memilih antara: a) seragam dan atribut tanpa kekhususan agama, atau b) seragam dan atribut dengan kekhususan agama.

“Hak untuk memakai atribut keagamaan adanya di individu. Individu itu adalah guru, murid, dan tentunya orang tua, bukan keputusan sekolah negeri tersebut,” imbuhnya.

Selanjutnya, 3) Pemda dan sekolah tidak boleh mewajibkan ataupun melarang seragam dan atribut dengan kekhususan agama; 4) Pemda dan kepala sekolah wajib mencabut aturan yang mewajibkan atau melarang seragam dan atribut dengan kekhususan agama paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak keputusan bersama ini ditetapkan.

“Implikasinya, kalau ada peraturan yang dilaksanakan baik sekolah maupun oleh Pemda yang bertentangan dengan aturan ini, dalam waktu 30 hari maka aturan tersebut harus dicabut,” tegas Mendikbud.

Kemudian, 5) jika terjadi pelanggaran terhadap keputusan bersama ini, maka sanksi yang akan diberikan kepada pihak yang melanggar yaitu: a) Pemda memberikan sanksi kepada kepala sekolah, pendidik, dan/atau tenaga kependidikan, b) gubernur memberikan sanksi kepada bupati/walikota, c) Kemendagri memberikan sanksi kepada gubernur, d) Kemendikbud memberikan sanksi kepada sekolah terkait BOS dan bantuan pemerintah lainnya.

“Tindak lanjut atas pelanggaran akan dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan perundang-undangan yang berlaku. Ada sanksi yang jelas bagi pihak yang melanggar,” lanjut Mendikbud.

Terakhir, 6) peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan beragama Islam di Provinsi Aceh dikecualikan dari ketentuan keputusan bersama ini sesuai kekhususan Aceh berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait pemerintahan Aceh.

Keputusan Bersama Tiga Menteri ini dirancang untuk dapat menegakkan keputusan-keputusan terkait yang telah ditetapkan sebelumnya serta melindungi hak dan kewajiban warga masyarakat Indonesia terutama peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di sekolah negeri.

Mencintai Keberagaman Sejak Dini

Dalam paparannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, dunia pendidikan harus menjadi lingkungan yang menyenangkan. Kunci keberhasilan suatu bangsa terletak kualitas SDM yang bersifat komprehensif. Tidak hanya terletak pada penguasaan hal teknis tapi juga moralitas dan integritas, salah satunya adalah toleransi dalam keberagaman.

“Sekolah sejatinya juga mempunyai potensi dalam membangun sikap dna karakter peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan untuk menyemai nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Toleransi dan menjunjung tinggi sikap menghormati perbedaan latar belakang agama dan budaya suatu keniscayaan dan realitas bagi bangsa kita,” terang Mendagri Tito Karnavian.

Dengan diterbitkannya keputusan bersama ini, Pemda diharapkan dapat mengambil langkah-langkah penyesuaian. “Bagi yang tidak sesuai, mohon untuk segera menyesuaikan karena ada sanksi bagi yang tidak sesuai,” tegas Mendagri.

“Kemendagri memberi perhatian penuh terhadap kualitas pendidikan yang berkarakter sesuai nilai-nilai Pancasila agar tercipta karakter peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan yang menjunjung tinggi toleransi, sikap saling hormat-menghormati di tengah berbagai perbedaan latar belakang dan budaya,” imbuh Tito Karnavian memberi penekanan.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan, masih banyak sekolah yang memperlakukan anak didik dan tenaga pendidik yang tidak sesuai dengan Keputusan Bersama Tiga Menteri ini. Seyogyanya, agama bukan menjadi justifikasi untuk bersikap tidak adil kepada orang lain yang berbeda keyakinan.

“Lahirnya Keputusan Bersama Tiga Menteri ini sebagai upaya kita untuk mencari titik persamaan dari berbagai perbedaan yang ada di masyarakat kita. Bukan memaksakan supaya sama tapi masing-masing umat beragama memahami ajaran agama secara substantif bukan hanya simbolik,” terang Menag.

“Memaksakan atribut agama tertentu kepada yang berbeda agama, saya kira itu bagian dari pemahaman (agama) yang hanya simbolik, Kita ingin mendorong semua pihak memahami agama secara substantif,” tegasnya.

Salah satu indikator keberhasilan moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat Indonesia dijelaskan Menag terletak pada toleransi, harmonisasi umat beragama melalui perlindungan hak sipil dan hak beragama, serta mengukuhkan kerukunan sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024. “Oleh karena itu, Kemenag terlibat aktif dalam penerbitan SKB ini,” katanya.

Adapun peran Kemenag dalam SKB Tiga Menteri ini adalah melakukan pendampingan dan penguatan pemahaman keagamaan dan praktik beragama yang moderat ke pemerintah daerah dan/atau sekolah yang tidak melaksanakan ketentuan dalam SKB Tiga Menteri. Kemenag juga dapat memberikan pertimbangan untuk pemberian dan penghentian sanksi kepada Kemendagri dan Kemendikbud terkait pemda dan/atau sekolah yang tidak melaksanakan ketentuan dalam SKB Tiga Menteri.

“Keputusan Bersama Tiga Menteri ini adalah kiat pemerintah dalam hal ini Kemendikbud, Kemendagri dan Kemenag untuk terus menerus mengupayakan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia yang lebih baik,” jelas Menag.

Acara pengumuman Keputusan Bersama Tiga Menteri dihadiri oleh perwakilan lembaga negara serta organisasi masyarakat. Turut hadir Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI); Agus Sartono, Deputi bidang Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK); Rita Pranawati, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI); para pejabat dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Selain itu hadir perwakilan dari organisasi guru dan tenaga kependidikan, organisasi keagamaan, serta organisasi terkait kependidikan lainnya, di antaranya Arifin Junaidi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saur Hutabarat dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta, Heny Supolo dari Yayasan Cahaya Guru, Eva Latifah dari Persatuan Guru Republik Indonesia, David Tjandra dari Perkumpulan Majelis Pendidikan Kristen di Indonesia, Vinsensius Darmin Mbula dari Majelis Nasional Pendidikan Katolik, Fahrisa Marta dari Federasi Serikat Guru Indonesia, Hermin Tri Prasetyowati dari Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

Untuk aduan dan pelaporan terkait pelanggaran SKB, masyarakat dapat menghubungi Unit Layanan Terpadu (ULT), Gedung C, Lantai Dasar, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, 10270; atau menghubungi pusat panggilan: 177, Portal ULT: http://ult.kemdikbud.go.id/, email: pengaduan@kemdikbud.go.id, maupun Portal Lapor: http://kemdikbud.lapor.go.id

“Untuk memonitor pelaksanaan kebijakan ini, masyarakat harus terlibat didalamnya. Terkait pelanggaran, silakan mengadukan ke ULT, Pusat Panggilan 177, Portal ULT, Portal Lapor, dan platform lainnya. Di mana nanti secara terpusat akan kami monitor untuk memastikan pelanggaran ini tidak terjadi,” tutup Mendikbud.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Laman: www.kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

Macam-macam Perpindahan Kalor

Macam-macam Perpindahan Kalor

  1. Konduksi

Konduksi adalah perpindahan panas melalui zat padat yang tidak ikut mengalami perpindahan. Artinya, perpindahan kalor pada suatu zat tersebut tidak disertai dengan perpindahan partikel-partikelnya.

Contoh:

  • Benda yang terbuat dari logam akan terasa hangat atau panas jika ujung benda dipanaskan, misalnya ketika memegang kembang api yang sedang dibakar.
  • Knalpot motor menjadi panas saat mesin dihidupkan.
  • Tutup panci menjadi panas saat dipakai untuk menutup rebusan air.
  • Mentega yang dipanaskan di wajan menjadi meleleh karena panas.
Contoh Peristiwa Konduksi

2) Konveksi

Konveksi adalah perpindahan panas melalui aliran yang zat perantaranya ikut berpindah. Jika partikel berpindah dan mengakibatkan kalor merambat, terjadilah konveksi. Konveksi terjadi pada zat cair dan gas (udara/angin).

Contoh:

  • Gerakan naik dan turun air ketika dipanaskan.
  • Gerakan naik dan turun kacang hijau, kedelai dan lainnya ketika dipanaskan.
  • Terjadinya angin darat dan angin laut.
  • Gerakan balon udara.
  • Asap cerobong pabrik yang membumbung tinggi.
Contoh konveksi (sumber: wonderfulengineering.com)

3) Radiasi

Perpindahan kalor tanpa zat perantara merupakan radiasi. Radiasi adalah perpindahan panas tanpa zat perantara. Radiasi biasanya disertai cahaya.

Contoh radiasi:

  • Panas matahari sampai ke bumi walau melalui ruang hampa.
  • Tubuh terasa hangat ketika berada di dekat sumber api.
  • Menetaskan telur unggas dengan lampu.
  • Pakaian menjadi kering ketika dijemur di bawah terik matahari.
Contoh radiasi (sumber: cuacajateng.com)
Materi Relasi dan Fungsi matematika Kelas X SMA

Materi Relasi dan Fungsi matematika Kelas X SMA

Pengertian Relasi dan Fungsi

Relasi adalah suatu aturan yang memasangkan anggota himpunan satu ke himpunan lain. (Satu anggota himpunan A bisa memiliki dua atau lebih pasangan di himpunan B).

Sedangkan Fungsi adalah setiap anggota himpunan daerah asal memiliki pasangan dan hanya tepat satu dipasangkan dengan daerah kawannya.

Kesimpulannya, setiap relasi belum tentu fungsi, namun setiap fungsi pasti merupakan relasi.

Kesimpulannya, setiap relasi belum tentu fungsi, namun setiap fungsi pasti merupakan relasi.

Relasi bisa digambarkan dalam beberapa bentuk yaitu:

(Gambar 1 : Cara-cara menggambarkan relasi)

Mengenal Domain (Df), Kodomain (Kf), dan Range (R).

Domain (Df) adalah daerah asal. Dari gambar di atas, Domain (Df) adalah (0,1,2,5)

Kodomain (Kf) adalah daerah kawan. Dari gambar di atas, Kodomain (Kf) adalah (1,2,3,4,6)

Range (R) adalah daerah hasil. Dari gambar di atas, Range (Rf) (1,2,3,6)

 

Narman, Pemuda Suku Baduy Meneroka Keterbatasan Berkontribusi untuk Keluarga dan Lingkungan

Narman, Pemuda Suku Baduy Meneroka Keterbatasan Berkontribusi untuk Keluarga dan Lingkungan

Narman, Pemuda Suku Baduy

Meneroka Keterbatasan Berkontribusi untuk Keluarga dan Lingkungan

Internet telah berkembang pesat. Dengan menggunakan internet, usaha maju melesat. Suku Baduy menolak penggunaan teknologi dalam kehidupannya. Lalu, bagaimana Narman memanfaatkan internet untuk memajukan usaha kerajinan Suku Baduy? Bagaimana pula perjuangan Narman menaklukkan akses jalan yang sulit?

Suku Baduy merupakan suku yang masih memegang teguh kepercayaan dan adat dari para leluhurnya. Mereka memiliki kebudayaan yang sulit terkontaminasi dunia luar. Mereka sulit menerima pembaruan dan kemajuan teknologi. Termasuk perkembangan internet.

Suku Baduy mendiami wilayah pegunungan Kendeng, desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten. Mereka dibedakan menjadi suku Baduy Dalam dan suku Baduy Luar. Ciri khas Suku Baduy Dalam relatif menggunakan pakaian yang didominasi warna putih. Ikat kepala juga warna putih. Mereka hidup tanpa listrik, elektronik dan internet.

Sedangkan suku Baduy Luar menggunakan pakaian serba hitam atau biru donker. Mereka sudah hidup berdampingan dengan listrik, elektronik dan internet.

Aktivitas utama Suku Baduy adalah bercocok tanam dan bertenun. Mereka membuat kerajinan tangan seperti kain tenun, gelang handam, tas kepek, tas koja, dan lainnya. Suku Baduy dikenal dengan kesederhanaannya dengan melarang penggunaan perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari bahan-bahan modern. Sehingga semuanya dibuat dengan bahan-bahan alami yang di dapatkan dari hutan di sekitar tempat mereka tinggal.

Narman (30) merupakan sosok pemuda suku Baduy Luar yang memandang pentingnya untuk menggunakan internet. Bukan hanya untuk menopang aktivitas ekonomi tetapi juga mengenalkan kebudayaan suku Baduy kepada masyarakat luas hingga ke negara lain.

Lalu, bagaimana Narman belajar internet? Padahal, dia ‘kan tidak mendapatkan pendidikan formal lewat sekolah?

Merupakan Sosok Pembelajar

Belajar Internet Secara Otodidak

 

Narman belajar banyak hal tentang internet. Mulai dari pemanfaatan media sosial seperti facebook, instagram, website, marketplace, atau toko online. Narman pun belajar tentang algoritma pencarian, SEO, keyword, dan lainnya. Dia belajar secara otodidak.

Selain itu, dia bergabung dalam komunitas jualan online. “Ini membantu kita supaya untuk menambah ilmu, bertukar wawasan dan berdiskusi tentang digital marketing” katanya.

Narman memanfaatkan instagram untuk lapaknya berjualan dengan akun @baduycraft, memanfaatkan website www.baduycraft.com. Ya, ini Baduy Craft menjadi branding-nya.

Untuk memasarkan secara online, dia butuh akses internet. Padahal di rumahnya tidak ada akses internet. Nah, untuk mendatkannya, Narman harus berjalan sejauh 3 kilometer dari tempat tinggalnya ke daerah Ciboleger. Daerah ‘terdekat’ yang mendapat akses internet.

Dan perjalanan itu ditempuh dengan berjalan kaki selama satu jam. Sampai di tujuan, kadang ada pesanan, kadang tidak ada. Kalaupun ada pesanan, tugas Narman selanjutnya tak kalah berat.

Narman harus kembali ke Kanekes untuk menyiapkan pesanan itu. Jadi, untuk pulang pergi, total jarak yang dia tempuh adalah 6 kilometer atau dua jam lamanya.

Belum lagi dia harus ke jasa pengiriman. Perjalanan sekitar satu jam lamanya. Selain jauh, akses jalannya juga cukup sulit. Tapi itu dijalaninya dengan telaten.

 “Narman membangun Baduy Craft bukan hanya untuk jualan. Tapi juga mengenalkan budaya Suku Baduy. Tentang konsep hidup sederhana dan menjaga keseimbangan alam” ujarnya mantap.

Hal itu juga memotivasi berbuat lebih banyak untuk keluarga dan lingkungan.

Narman juga sering mengikuti berbagai pameran baik yang diadakan di Banten maupun di luar Banten. Pameran yang diadakan oleh swasta, BUMN, atau kementerian. Semakin banyak iven diikuti semakin banyak pula ilmu dan pengalaman yang didapatnya.

“Pameran merupakan kesempatan untuk mengenalkan budaya Suku Baduy kepada pengunjung. Di beberapa pameran bahkan ada demo membuat kain tenun Baduy” terangnya.

Berbicara di depan juri SATU Indonesia Award (sumber: IG baduycraft)

Mengikuti pameran kerajinan seni budaya  di Jakarta Convention Center (sumber: IG baduycraft)

Aksi penenun cilik suku Baduy di Summarecon Mall, Serpong (sumber: IG baduycraft)

Mengikuti pameran di Auditorium Adhiyana (sumber: IG baduycraft)

Perjalanan Meraih Penghargaan

SATU Indonesia Awards

Apa yang dilakukan Narman memang bukan hal yang umum untuk suku Baduy. Namun hal ini diyakininya agar menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga dan masyarakat di lingkungannya pula.

Menggunakan internet bagi orang umum mungkin tidak sulit. Namun, bagi Narman itu merupakan hal yang baru. Baginya itu tidak mudah.

“Pada awal 2016 lalu mulai merintis dari marketplace. Ada Suku Baduy tapi pakai internet atau toko online untuk memasarkan kerajinannya itu dianggap unik.” 

“Saat pameran di Jakarta Convention Center ada seorang wartawan yang menawarkan untuk ikut SATU Indonesia Awards, program CSR-nya ASTRA. Tertarik sih. Tapi nggak ngerti bagaimana ikutnya. Akhirnya dibantu oleh wartawan tadi. Dulu mengisi formulir dan submit pendaftaran saja cukup bingung.”

Dengan berbagai kesulitan yang dihadapi akhirnya Narman sampai juga di Menara ASTRA untuk mengikuti rangkaian Satu Indonesia Awards.

Yang paling mendebarkan adalah sesi presentasi. Narman presentasi di hadapan para juri seperti yaitu Prof. Emil Salim, Prof. Fasli Jalal, dan Onno W. Purbo, Ph.D.

“Senang sekali bisa bertemu dengan tokoh-tokoh besar. Semua juri membuat saya terkesan. Termasuk bertemu Onno W. Purbo sebagai bapak internet Indonesia.”

Berbagai pertanyaan diajukan oleh juri pada saat itu dijawab dengan lugas oleh Narman. Pada akhirnya Narman menjadi juara pada ajang SATU Indonesia Awards 2018 yang diadakan oleh PT Astra International Tbk. Untuk untuk kategori kewirausahaan.

Foto: dokumentasi Narman

 

“Adat Baduy adalah menjaga keseimbangan. Adat Baduy ini sangat penting agar dikenal oleh orang luar. Karena itu saya memanfaatkan internet untuk mengenalkan Budaya Baduy.”

Setelah mendapatkan SATU Indonesia Awards, apa pengaruhnya penghargaan itu bagi Narman?

“Rasa percaya diri meningkat. Sosok yang banyak kekurangan ini diakui di pentas nasional. Saya jadi semakin bangga dan bersemangat mengenalkan budaya Baduy ke masyarakat luas. Harapan saya meningkat pula perekonomian masyarakat di sini.”

Penghargaan itu semakin memotivasinya untuk terus berkarya.

“Banyak yang tertarik. Ada yang mendatangi saya untuk sharing digital marketing, ada pula saya yang mendatangi. Berbagi.”

“Bukan hanya mengenalkan budaya Baduy saja tetapi memajukan lingkungan dan bangsa. Karena dengan menjaga dan memajukan lingkungan, dengan sendirinya memajukan bangsa” terangnya.

 “Acara di sana sangat besar-besaran. Pas banget untuk anak muda-lah” kenangnya. Sejumlah uang penghargaan yang diterimanya digunakan untuk memajukan usahanya.

Setelah acara dari sana, bukan berarti sudah selesai. Ya, Narman dan penerima SATU Indonesia Awards lainnya masih mendapatkan pembinaan.

“Ada grup WhatsApp penerima  SATU Indonesia Awards. Semua dari tahun ke tahun ada di sana. Masih ada pembinaan. Kalau ASTRA ada acara, semisal kampung berseri ASTRA, kami para masih diajak untuk dilibatkan” jelasnya.

Dari sana cakrawala pemikirannya semakin terbuka. Ada banyak ilmu pengetahuan yang bisa digunakan untuk memajukan kehidupan manusia dan mendukung pelestarian budaya.

“Penghargaan ini nggak ada artinya kalau saya tak bisa memberikan apa-apa untuk lingkungan. Harapan saya akan banyak lagi anak bangsa yang peduli dengan budaya, alam, dan lingkungannya,” tegasnya.

Diakuinya, lewat komunitas itu semakin berkembang dan meluas pengetahuannya. Ada banyak sharing informasi berbagai gebrakan yang dilakukan penerima SATU Indonesia Awards lainnya.

Menilik berbagai kerajinan yang dipasarkan ada banyak produk milik masyarakat Baduy yang dibeli langsung atau sistem konsinyasi. Motivasinya adalah menggerakkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Baduy utamanya lingkungan terdekat dengannya.

Tenun baduy memiliki nilai-nilai dan prinsip hidup sederhana, kesederhanaan itu di percaya akan membawa kita pada kenyamanan, kedamaian dan kesejukan hati.

6 Fakta tentang Sosok Narman

1. Narman tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Narman mengikuti ujian paket B, penyetaraan ijazah SMP

2. Narman telah memenangi 20-an lomba lari. Ya, Narman memang menyukai lari. Berbagai ajang lari telah diikuti baik di Banten maupun provinsi lainnya.

3. Narman pernah menjadi pembicara di depan mahasiswa di sebuah kampus. Berbagi ilmu dengan para mahasiswa yang secara pendidikan lebih tinggi darinya.

4. Sejak kecil rajin mendengar siaran radio Elshinta. Ini pula yang mempengaruhi pengetahuannya.

5. Kutu buku. Narman sejak kecil suka membaca buku apa saja. Bisa dibilang kutu buku. Banyak ilmu pengetahuan yang didapatnya dari membaca. Misalnya siklus hujan yang dipahaminya sebagai proses alam. Di rumahnya ada perpustakaan keluarga.

Sebentar, kira-kira pembaca kebayang nggak lokasi Suku Baduy ini? Supaya kebayang, ini dia rute dan jarak menuju ke sana. Asumsi perjalanan pakai mobil ya.

Jakarta-Serang : 88 Km (1 jam 23 menit.)
Serang – Rangkasbitung : 38 Km 1 jam 10 menit
Rangkasbitung-Ciboleger : 41 km (1 jam 12 menit).

6. Pembelajar otodidak. Berbagai skill dan prestasinya itu didapat secara otodidak.

7. Sekolah di rumah. Meskipun tak mengenal pendidikan formal di sekolah, Narman sekolah di rumah. Ya, bagi suku Baduy, sekolah mereka berada di rumah. Orangtua dan masyarakatlah yang menjadi gurunya.

8. Narman menguasai publik speaking dengan baik. Saat berbicara penuh percaya diri.

Bersama Prof. Emil Salim, salah satu juri SATU Indonesia Awards. Foto: Narman

Berkat menjual secara online itulah pasar semakin meluas. Banyak pesanan dari berbagai daerah yang memang meminati kerajinan khas Baduy.

“Pemesannya paling jauh dari Papua. Tas koja suku Baduy juga sampai bertualang ke Jepang,” terang bapak dari dua anak ini.

Kesulitan bisa diubah menjadi tantangan dan peluang. Ketiadaan internet bisa dicari atau diatasi. Jauhnya perjalanan bisa ditempuh. Sulitnya medan bisa ditaklukkan.

Narman telah membuktikan bahwa kemauan, kerja keras, dan optimisme bisa meneroka berbagai keterbatasan. Mengasah skill dengan otodidak, haus dengan ilmu, memanfaatkan komunitas, dan jeli melihat peluang.

Dengan itu dia berhasil menggapai impian-impiannya. Bahkan berbagai prestasi telah ditorehkannya. Semoga bangsa ini semakin banyak memiliki Narman-Narman lainnya agar bangsa ini semakin tumbuh dan maju. (*)

#SemangatMajukanIndonesia #KitaSATUIndonesia

Penggunaan Aplikasi Mobile sebagai Solusi Beragam Kebutuhan

Penggunaan Aplikasi Mobile sebagai Solusi Beragam Kebutuhan

Penggunaan Aplikasi Mobile Sebagai Solusi Beragam Kebutuhan

Bukannya nggak bersyukur dengan kemudahan mengajar dengan media-media  yang sudah ada. Tapi kalau ada yang bisa memenuhi beragam kebutuhan, itu lebih memudahkan.

Saya Menggunakan 4 -6 Aplikasi Saat Mengajar Daring. Pusing!

Saya seorang guru. Selama belajar daring akrab dengan berbagai aplikasi pembelajaran. Bukannya nggak bersyukur dengan media-media  yang sudah ada. Tapi kalau ada yang bisa memenuhi beragam kebutuhan, kan lebih bagus.

Ketika mengajar saya tidak cukup hanya dengan satu aplikasi saja. Untuk mengingatkan siswa saat memulai pembelajaran saya pakai WhatsApp. Lalu saat menyapa dan mengobrol siswa saya pakai zoom. Menjelaskan materi dengan menampilkan video. Saya bisa share screen atau memberikan link YouTube. Memberikan penugasan atau tugas saya meminta siswa mengumpulkan di Google Classroom. Presensi pakai Google Form.

Jadi 4 – 6 aplikasi yang saya pakai dalam sekali mengajar. Bingung nggak tuh? Hehe… Memang internet sudah memudahkan untuk pembelajaran jarak jauh. Tapi agak ribet karena harus pindah-pindah aplikasi.

Coba kalau ada aplikasi yang bisa memfasilitasi semua kebutuhan. Pasti kerja makin simple dan cepat.

Aplikasi Mobile untuk Pendidikan, dan lainnya.

Sampai suatu ketika sekolah mengadakan webinar tentang penggunaan aplikasi belajar yang bisa mengakomodasi semua keperluan guru dalam mengajar daring. Guru cukup memakai satu aplikasi itu untuk menyapa siswa, memberikan materi, menerima pengumpulan tugas, menilai tugas, dan melakukan interaksi lewat video. Di aplikasi itu juga terdapat banyak materi pembelajaran. Jadi guru semakin dimudahkan dalam membuat atau menyiapkan materi pembelajaran.

Saya membayangkan betapa kerennya bisa bikin aplikasi mobile ini. Pastinya akan mendapatkan kemudahan berbagai keperluan. Mengerjakan pembelajaran dengan satu aplikasi saja. Guru nggak perlu rebot pindah-pindah aplikasi

Bukan cuma di bidang pendidikan saja tapi juga bisnis, kesehatan, sosial, lingkungan, dan lainnya.

Di bidang lain misalnya Gojek. Pertumbuhan Gojek disokong oleh aplikasi mobile sebagai basis bisnisnya. Awalnya dari layanan transportasi saja. Kini aplikasi Gojek memiliki lebih dari 20 layanan. Hari ini siapa yang tak kenal Gojek? Banyak kebutuhan sehari-hari yang bisa dilakukan dengan aplikasinya.

Aplikasi Mobile Banking yang Mempermudah Hidup Saya

Di sekolah saya gajian setiap awal bulan. Setiap awal bulan itulah kami harap-harap cemas. Nunggu informasi gaji sudah masuk atau belum. Karena sudah butuh, kadang ada yang mengecek ke ATM. Namanya untung-untungan. Lumayan kalau ternyata sudah gajian. Tapi jadi lumanyun kalau ternyata belum gajian. Hehe..

Kasihan. Jauh-jauh atau panas-panas berangkat ke ATM ternyata nihil. Beberapa orang pakai SMS Banking. Tapi kadang nggak akurat pemberitahuan. Kadang yang pakai SMS Banking ini mencoba peruntungan tetap ke ATM meskipun belum ada notifikasi masuk.

Padahal akan lebih enak kalau pakai aplikasi mobile banking. Bisa mengecek kapan saja dan dari mana saja. Bisa dari rumah, tempat kerja, atau tempat ngopi sekalipun. Cuma tinggal pencet sana pencet sini ketahuan sudah masuk gaji atau belum. Kalau ternyata gaji sudah tinggal ke ATM buat ngambil. Kalau belum tentu nggak perlu capek-capek ke ATM yang kadang di perjalanan bisa kehujanan atau kepanasan.

Apalagi musim yang tak menentu sekarang ini. Enaknya memang pakai aplikasi mobile tadi.

Jalankan Usaha dengan Mobile Banking

Kalau sudah gajian, saya mentransfer sejumlah uang ke rekening istri. Nominalnya dikisaran 2/3 dari gaji. Gantinya, istri mengambil uang bulanan dari kas gerai usaha kami. Jadi uang yang saya transfer tadi masuk ke rekening usaha.

Istri lebih senang uang bulanan ditranfer ke rekening usaha. Sebab dia banyak melakukan transaksi penjualan dan pembelian lewat aplikasi mobile banking juga. Tak perlu repot ke ATM untuk mengecek transferan uang masuk atau mentranfer uang pula. Bisa dilakukan di rumah saja.

Apalagi musim pandemi akibat Covid-19 begini. Harus mikir-mikir kalau ke ATM. Sebab harus menghindari bertemu banyak orang untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tetap bertransaksi walaupun di rumah saja bisa dilakukan dengan pakai aplikasi mobile banking itu.

Satu Aplikasi dengan Beragam Solusi

Aplikasi mobile sungguh memudahkan aktivitas kita. Aktivitas dan mobilitas manusia bisa diganti dengannya. Apa yang dicari sudah ada di aplikasi mobile.

Seiring semakin berkembangnya ponsel pintar, aplikasi mobile juga semakin berkembang. Satu orang bisa memiliki 8-20 aplikasi mobile dalam ponsel pintarnya.

Memang aplikasi mobile menjadi solusi atas beragam kebutuhan. Bukan cuma di bidang pendidikan saja tapi juga bisnis, kesehatan, sosial, lingkungan, dan lainnya.

Banyak usaha atau perusahaan yang maju berkembang karena aplikasi mobile. Gojek, misalnya.  Ibaratnya, Gojek telah menciptakan sejarah di Indonesia. Hari ini, siapa yang tak kenal Gojek?

Pertumbuhan Gojek disokong oleh aplikasi mobile sebagai basis bisnisnya. Awalnya dari layanan transportasi saja. Kini aplikasi Gojek memiliki lebih dari 20 layanan seperti trasportasi, makanan, belanja, kirim barang, dan lainnya.

Saat ikuti webinar itu saya berpikir kok keren amat ya  bisa bikin aplikasi mobile itu. Bagaimana ya acara membuat aplikasi mobile? Bisakah ‘orang biasa’ membuatnya? Mulainya dari mana? Belajarnya di mana?

Saya penasaran. Apakah yang bisa bikin hanya mereka yang benar-benar ahli di IT. Dan kayaknya orang biasa nggak akan bisa membuatnya.

Tapi ternyata anggapan saya salah. Ternyata kita bisa membuatnya, lho. Dengan belajar membuat apikasi mobile di DUMET School. Benar. Dengan mengambil kursus di DUMET School kita akan bisa membuat aplikasi online sendiri. Meskipun dalam situasi pandemic Covid-19 kita tetap bisa kursus kok.

Karena kursus di DUMET School bisa dilakukan secara offline maupun online. Begitu pun kalau mau kursus aplikasi mobile ini. Buat pemula pun sangat cocok. Tidak kalah pentingnya kursus ini dilakukan 1 murid 1 instruktur sehingga kursus bakal lebih maksimal.

Inilah Keunggulan Belajar Aplikasi Mobile di DUMET School

Murid DUMET School akan dibimbing step by step oleh instruktur yang berpengalaman. Setelah kursus, murid dijamin bisa membuat aplikasi android dan iOS dengan menggunakan Angular dan Ionic Framework.

7 kelas pembelajaran yaitu HTML & CSS, Bootstrap, PHP & MySQL, Javacript, Angular, Ionic Fundamental, dan Ionic Advanced.*

Akses untuk belajar di DUMET School sepuasnya sampai BISA dan memiliki hasil karya

Akses ke iLab (sistem pembelajaran yang bisa anda akses dimanapun dan kapanpun)

Mendapatkan pelayanan yang terbaik

Disupport seumur hidup dan gratis konsultasi selamanya

Sertifikat Mobile Apps dengan No. DIKNAS.

PENUTUP

Perkembangan teknologi turut serta mendorong perkembangan ponsel pintar yang semakin canggih. Berbagai peluang terbuka lebar di genggaman tangan. Aktivitas manusia banyak diselesaikan lewat ponsel pintar di tangan.

Berbagai kebutuhan manusia bisa dipenuhi dengan memanfaatkan aplikasi mobile. Konsep dunia dalam genggaman pun semakin nyata.

Baru-baru ini para orang tua yang punya anak sekolah mengambil raport. Mereka tak perlu ke sekolah. Dengan ponsel pintar di tangannya mereka bisa mengetahui hasil belajar anaknya.

Orang tua harus mengambil raport, tapi dibatasi oleh imbauan PSBB. Dua kondisi ini diselesaikan dengan aplikasi mobile pembelajaran. Aplikasi mobile menjadi solusi atas kebutuhan yang sesuai dengan kondisi. Hal serupa juga sangat mungkin terjadi pada bidang-bidang lainnya. Tertarik dengan membuat aplikasi mobile? Segera kursus di DUMET School ya…

Pentingnya Mendampingi Anak Dalam Pembelajaran Daring

Pentingnya Mendampingi Anak Dalam Pembelajaran Daring

Daring..dariing…daring. di masa pandemi akibat Covid-19 ini istilah daring jadi populer. Biasanya merujuk ke istilah pembelajaran daring. Ya, akibat covid-19 itu sekolah tidak ada pembelajaran tatap muka, tapi diganti dengan pembelajaran jarak jauh. Salah satu bentuknya adalah pembelajaran daring…

Siapa yang merasa kewalahan saat pembelajaran daring? Hayo… ngaku! Kalau nggak ngaku, biar saya yang ngaku aja lah. Hehe…

Ya, saya cukup kewalahan dengan pembelajaran daring. Apalagi saya mengajar matematika. Lha wong saat pembelajaran tatap muka saja saya susah mengajari anak. Apalagi pembelajaran daring yang susah juga memahamkan tentang materi.

 Nah, harus ada strategi dan pemahaman yang pas agar pembelajaran daring bisa lebih efektif. Bukan hanya untuk guru agar nyaman mengajar tapi juga agar siswa menjalani pembelajaran dengan senang hati dan gembira. Bisakah?

Ternyata bisa. Saya merasa yakin setelah mengikuti webinar yang diadakan sore ini, Sabtu (19/12/2020). Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB ini diprakarsai oleh AISEI. AISEI (The Association for International minded School Education for Indonesia) adalah sebuah Komunitas Pendidik di Indonesia yang memiliki misi yaitu memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia mulai dari akar permasalahannya, memperkenalkan sistem pendidikan asing, meningkatkan profesionalisme serta mengembangkan kompetensi pendidik.

Hm, dilihat dari judul materinya, sudah memberikan kesan mendalam. Learning Support During Pandemic. Aha….ini yang saya cari-cari sejak dulu nih.

Sharing session keren ini diadakan oleh ASEI yang menghadirkan speaker Kurnia Mega, M.Psi. seorang psikolog yang telah melalang buana memberikan pendampingan di ranah pendidikan.

Menurut Bu Kurnia Mega, seorang guru harus memahami kondisi anak. Ada anak yang mengalami kesulitan belajar atau gangguan belajar. Kesulitan belajar dan gangguan belajar merupakan dua hal yang berbeda.

Kondisi saat ini:

(√) Pembelajaran dilakukan sebagai pembelajaran Jarak Jauh/PJJ online

(√) Orang tua menjadi guru di rumah

(√) Anak mulai bosan dan stress berada di rumah

(√) Orang tua bingung dan stress mendampingi belajar anak

(√) Guru berusaha mengubah pembelajaran dari tatap muka menjadi daring

(√) Mulai terlihat kesulitan kesulitan belajar yang ditunjukkan anak.

Ada banyak kasus kesulitan yang disebabkan oleh:

1. Kurangnya motivasi dan minat belajar

2. Sikap negatif terhadap guru atau pelajaran

3. Situasi belajar

4. Kebiasaan belajar yang salah

5. Atensi

Selama belajar daring ini ‘banyak’ atau ‘sangat banyak’ kesulitan? Hehe… Nah, kesulitan ini ternyata bisa disebabkan oleh beberapa hal ini.

 Kata Bu Kurnia Mega, penyebab munculnya kesulitan pelajar saat pandemi adalah:

(√) Durasi ketahanan anak di depan layar atau scan selama belajar

(√) Gaya belajar anak yang sebagian besar kinestetik dan visual auditori kinestetik taktil

(√) Situasi atau setting belajar di rumah yang berbeda dengan situasi belajar di sekolah

(√) Relationship dengan anak

Seorang guru perlu memilih dan memiliki teknik pembelajaran yang sesuai dengan modalitas dan gaya belajar anak. Hal ini akan membantu anak untuk lebih mudah dalam belajar dan meminimalkan kesulitan yang dihadapi saat belajar.

Karena materinya sangat pas dengan saya sebagai guru, pemaparan materinya sangat menarik dan membuat waktu tidak terasa cepat habis. Untungnya ada sesi tanya jawab. Jadi Bu Kurnia Mega bisa menambahkan hal-hal yang memang menjadi pertanyaan bahkan keluhan guru atau orang tua.

Membangun koneksi dan empati dengan anak. Guru harus rajin menyapa siswa, menanyakan kabarnya, dan sering mendengar siswa. “Anak seneng sekali lho didengarkan. Dengarkan perasaan mereka. Dampingi anak merasa diperhatikan.”

Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Jangan salah, dengan situasi yang fun dan playful membuat anak-anak belajar lebih mudah. Kasih game di sela-sela pembelajaran. Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Bahkan hal ini bisa dilakukan bukan hanya saat pandemi saja.”

Sesi foto bersama

Bu Dita, sang moderator sharing session

Bener-bener keren acara ini. Yang tak kalah kerennya, AISEI Care bilang akan memberikan handphone kepada siswa/guru yang membutuhkan handphone untuk menunjang belajar daring.

Terima kasih sudah silaturahim di blog saya ya. Semoga bermanfaat.

#AISEI #InspirAction #ABK #SpecialNeedStudent #KurniaMega

Memanfaatkan Internet, Menjemput Rezeki Di Tengah Pandemi

Memanfaatkan Internet, Menjemput Rezeki Di Tengah Pandemi

“Memanfaatkan Internet, Menjemput Rezeki

di Tengah Pandemi”

Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak usaha yang lesu. Orang tua pun kesulitan membayar sekolah anaknya. Hal ini berdampak ke sekolah saya yang merupakan sekolah swasta. Dengan terpaksa sekolah merumahkan beberapa guru. Lalu ada juga pengurangan gaji guru. Praktis saya harus memutar otak agar tetap mendapatkan penghasilan. Pontang panting dan postang-posting. Inilah  yang saya lakukan.

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, pertengahan Maret 2020 sekolah memberlakukan belajar daring. Guru pun mengajar dari rumah.

Satu dua bulan kemudian, dampak Covid-19 bukan cuma dalam sistem belajar saja. Tapi juga pada nasib guru. Sekolah saya itu sekolah swasta. Kondisi keuangannya sangat bergantung pada bayaran orang tua. Kalau bayaran orang tua lancar, keuangan sekolah pun lancar. Sebaliknya, kalau bayaran orang tua macet, keuangan sekolah pun macet.

Di bulan ketiga, pimpinan sekolah menggelar rapat. Bendahara melaporkan pemasukan keuangan yang semakin berkurang. Bulan sebelumnya pemasukan di angka 80 persen. Di bulan ini hanya 64 persen. Kabar buruknya, bukan tidak mungkin kalau terus seperti ini trennya, keuangan sekolah akan goncang.

Malah beberapa anak ada yang pindah sekolah. Dengan kondisi keuangan seperti itu, lalu sekolah mengeluarkan kebijakan.

Dengan sangat terpaksa sekolah ‘merumahkan’ guru honor. Dan akan dipanggil jika kondisi sudah memungkinkan lagi. Guru pun siap-siap gajinya berkurang. Karena menyesuaikan kondisi keuangan sekolah.

Maka, walaupun gaji berkurang, saya masih bersyukur kalau dibandingkan guru yang dirumahkan. Atau dibandingkan orang lain yang juga kehilangan pekerjaannya akibat pandemic Covid-19 ini. Banyak kan berita yang mengabarkan perusahaan yang merumahkan atau mem-PHK karyawannya juga karena kondisi keuangan.

Padahal kebutuhan selamat pandemi justru semakin meningkat.  Selain konsumsi, pengeluaran yang juga membengkak adalah pengeluaran internet, listrik dan lainnya. Ditambah saya dan istri saya harus mengajar daring. Tentu saja kebutuhan internet semakin membengkak.

 

Padahal saya harus membayar sekolah anak. Meskipun pandemi, anak tetap bayar penuh. Kan aneh kalau saya berharap orang tua membayar penuh sekolah anaknya, eh saya malah berharap tidak penuh bayar sekolah anak saya sendiri.

Praktis saya harus memutar otak  mencari penghasilan lain. Di tengah pandemi begini tentu tidak mudah. Kalau tidak pandemi, saya bisa pontang panting nyari kerja sambilan di luaran sana. Tapi kan ada kebijakan Pembatasan Sosial Besar-besaran (PSBB) untuk menekan penyebaran Covid-19. 

Maka jalan terbaik adalah dengan menjemput rezeki lewat internet. Di sini saya gunakan kata ‘menjemput’ karena saya yakin bahwa sebetulnya rezeki untuk kita itu sudah ada. Tinggal kita mau atau tidak menjemputnya.

Bahkan dari pos-pos yang selama ini tidak terjamah. Inilah yang saya lakukan dalam rangka menjemput rezeki itu.

 

 1. Jualan Online

Usaha Gerai keluarga kami

Inilah gerai sebagai usaha kami. Di masa pandemi ini gerai sangat ditopang secara online

Jika sebelum pandemi saya tidak banyak turun tangan membantu jualan istri maka selama pandemi ini saya makin rajin jualan secara online. Baik lewat marketplace, memanfaatkan media sosial seperti facebook, Instagram, WhatsApp, dan lainnya maupun lewat blog.

Dulu sebelum pandemi saya kurang membantu istri jualan. Bukannya nggak peduli atau nggak mau ikut campur tapi memang tugas saya sebagai guru itu yang membuat saya tersita waktunya.

Di rumah ada gerai yang menjual makanan dan minuman suplemen kesehatan, baju pria dan wanita, buah beku, frozen, dan lainnya.

Saya mulai aktif mencari ilmu tentang digital marketing di internet. Zaman now tentu banyak sumbernya. Tinggal sediakan kuota internet yang cukup banyak.

Untungnya satu pekan sebelum pandemi saya sudah memasang wifi. Jadi biaya internet lebih murah daripada kuota handphone. Dengan kuota tak terbatas dan koneksi yang cepat saya bisa dengan mudah mengakses ilmu yang ada di internet. Bisa dibilang internet menyediakan ilmu yang tidak terbatas. Tinggal kita mau atau tidak bergerak atau berusaha.

Jika sebelum pandemi harus pontang panting kerja, saat pandemi saya jadi ‘postang posting’ untuk dapat cuan.

Pernah saya mengusulkan sistem bagi hasil dengan isteri.

“Dek, kalau mas berhasil jual produk, dapat komisi ya. Mas jadi reseller gitu.”

“Lho, sama istri kok perhitungan amat sih? Ini juga kan buat keluarga mas.”

“Iya bener sih. Tapi biar mas lebih semangat kalau ada lebihnya buat ngisi dompet Mas. Lagian harganya kan sesuai dengan harga jual gerai. Hehe..”

“Oh iya iya… Siap bos”.

Sejak itu saya semakin rajin jualan posting jualan di media sosial.  Memang tidak langsung bisa jualan, tidak langsung bisa menjual suatu barang. Tidak cukup satu dua kali postingan. Tapi kudu sabar. Butuh proses. Alhamdulillah, akhirnya satu dua kali dapat konsumen. Rupanya kalau suami istri saling sinergi makin deras tuh rezeki mengalir . Alhamdulillah…

2. Usaha Percetakan Spanduk Digital

Usaha spanduk digital sangat lumayan menghasilkan cuan. Zaman sekarang spanduk sudah beralih ke spanduk digital. Orang perlu membuat spanduk digital untuk ucapan selamat, peringatan hari nasional atau hari besar agama, dan promosi.

Di mana-mana percetakan digital selalu rame. Keuntungannya besar. Memang keuntungannya lebih besar kalau punya percetakan digital sendiri. Tapi untuk mendirikan percetakan digital butuh modal yang besar. Bisa hampir Rp. 500 juta untuk mesinnya saja. Bisa lebih dari 1 miliar untuk lengkap mesin, bangunan, dan karyawannya.

Untuk menghemat biaya kita bisa menjadi tangan kedua. Kita membuka usaha percetakan digital tapi cetaknya di tempat orang lain. Caranya gimana? Gampang. Datang saja ke percetakan, daftarkan nama percetakan kita, dan tanya kalau untuk percetakan dapat harga berapa. Dari sana kita ambil selisih harga bahan dan jasa desaiannya.

Waktu itu malah saya tidak perlu menunjukkan di mana dan seperti apa percetakan saya. Mereka percaya saja.

Saya kasih nama percetakannya Delta Grafika. Lalu saya bekerja sama dengan dengan Percetakan Simetris Digital. Dapat harga Rp. 18.000 per meter. Saya menjual ke konsumen dengan harga Rp. 30.000 per meter. Jadi selisihnya Rp. 12.000.

Kan lumayan juga untungnya. Di tahun ajaran baru sekolah yang lalu saya berhasil mendapat pesanan sampai dengan 20 meter. Total keuntungan dapat Rp. 240.000.

Dari sebuah partai politik dapat pesanan 40 meter. Jadi saya dapat keuntungan Rp. 480.000. Pernah juga saya dapat pesanan 2 meter. Jadi keuntungannya Rp. 24.000. Sedikit atau banyak tetap diambil. Namanya juga rezeki. Harus disyukuri.

Untuk membuat spanduk saya menggunakan CorelDraw X7. Biasanya percetakan meminta file mentahan dalam bentuk cdr atau JPG. Dulu saya belajar CorelDraw secara otodidak. Dari internet dan bertanya ke teman. Bahkan saat ke percetakan digital dikasih tahu hal-hal seputar spanduk digital seperti format CMYK, ukuran file, skala desain, dan lainnya.

Kalau sudah langganan mereka akan percaya sama kita. Bahkan cukup dikirim via email saja. Jadi ke percetakannya saat ambil sanduk jadinya saja. Cepat kok jadinya. Kadang bisa setengah jam sudah selesai.

Beberapa produk spanduk digital yang saya bikin

Untuk dapat banyak pelanggan, kita harus rajin promosi percetakan kita. Maka gunakan media sosial untuk mengiklankannya. Bisa juga dengan iklan getok tular alias dari mulut ke mulut. Kalau satu orang tahu maka akan lebih banyak lagi orang yang tahu.

Syaratnya kita harus mampu menjamin kualitas layakan kita. Kalau bisa memberikan service yang lebih baik dan memuaskan. Maka pelanggan akan datang lagi dan lagi.

Kata mertua saya, “Kalau bisa bukan hanya memuaskan pelanggan. Tapi buat pelanggan terkesan. Nah itu gimana caranya kamu pikirkan.” Katanya sewaktu ngobrol dengan mertua. Ternyata ilmu bisa datang dari mana saja.

Benar juga ya. Kalau mampu lebih cepat dan lebih bagus desainnya maka pelanggan bisa beralih ke kita. Percayalah, dalam hal ini percetakan digital merasa terbantu dan tidak merasa tersaingi, karena mereka pun sibuk dengan pesanan pelanggan lainnya. 

Pada musim-musim tertentu malah saya ‘panen’. Biasanya di ulang tahun partai, kabupaten, provinsi, atau HUT RI. Terus pas tahun ajaran baru yang mana sekolah banyak membuat spanduk promosi.

Apalagi kita kan punya banyak perayaan hari-hari negara. Ini jadi kesempatan besar. Kuncinya harus banyak relasi. Kemudian kita promosi usaha kita. Semakin banyak relasi, kita semakin dikenal. Semakin besar pula peluang mendapatkan cuan.

3. Jasa Poster Digital

Banyak orang membuat ingin membuat poster peringatan hari nasional, hari besar agama, dan lainnya. Untuk dipasang di media sosial mereka. Biasanya tokoh-tokoh seperti anggota dewan, pimpinan lembaga, atau orang yang sedang mempromosikan dirinya.

Tapi banyak yang nggak bisa bikin poster. Nah, kita bisa menawarkan jasa bikin poster digital ke mereka. Mereka juga butuh eksis di dunia maya lho. Nah, kesempatan ini bisa kita tawarkan ke mereka.

Saya beberapa kali menerima orderan poster digital. Imbalannya cukup lumayan bisa buat beli susu anak-anak, beli camilan, dan bayar tagihan internet. Lumayan kan.

Menurut saya, poster digital ini bahkan nggak hanya di musim pandemi saja. Nanti kalau sudah tidak pandemi pun tetap bisa jadi peluang. Apalagi kalau sedang musim pesta demokrasi seperti pemilihan kepala daerah (pilkada) kemarin. Saya dapat beberapa pesanan poster digital atau flyer. Kebetulan kan ada pilkada serentak yang diadakan di beberapa wilayah. Saya ‘kebagian’ orderan dari pilkada Cilegon, Banten. Cukuplah buat traktir anak istri.

Untuk dapat orderan ini rajin-rajinlah cari tau siapa tim sukses mereka. Lalu tawarkan pembuatan poster digital. Kalau bisa jauh-jauh hari ditawarkan. Sebab pencitraan atau promosi diri juga bisa dilakukan sejak lama. Bisa juga dengan menawarkan langsung ke orang yang akan mencalonkan. Tapi pastikan dia punya media sosial ya. Nah, kalau dia nggak punya media sosial, bisa ditawarkan ke tim suksesnya.

tuk desain flyer saya menggunakan canva. Bisa dikerjakan dari handhone. Bikinnya pun gampang karena sudah tersedia template yang cukup banyak. Agar fiturnya lebih banyak kita bisa beli Canva premium. Tapi yang gratisan pun sudah cukup mumpuni sih.

4.  Jasa Sertifikat Digital

Musim pandemi covid 19 banyak kegiatan yang dilakukan secara daring. Hikmahnya pandemi adalah makin banyaknya webinar atau web seminar. Ringkasnya seminar yang diadakan secara daring atau online. Karena memang tidak bisa menghadirkan peserta secara langsung. Nah, sertifikatnya pun seringkali diberikan dalam bentuk digital.

Termasuk lomba-lomba sering diadakan secara online. Malahan lebih mudah karena orang kita harus datang ke lokasi untuk mendapatkan sertifikat digital. Panitia tidak perlu repot mengeprint atau membagikan sertifikat langsung ke peserta.

Ini menjadi peluang. Tawarkan kepada yang mengadakan webinar untuk membuat sertifikat digital.

Saya beberapa kali mendapatkan pesanan pembuatan sertifikat digital baik dalam jumlah kecil maupun besar. Ada yang pesan 2 buah sertifikat, 15 sertifikat, dan 159 sertifikat. Yang paling banyak itu dapat pesanan sertifikat dari lomba tingkat SMA se-kabupaten. Dalam sertifikat itu ada nama masing-masing siswa. Jadi akan memberikan nilai lebih karena ada namanya masing-masing.

Dari harga Rp. 8.000 per sertifikat hingga RP. 20.000 per sertifikat. Sedikit juga nggak apa-apa yang penting sesuai dengan tingkat kesulitan dan pengorbanan yang kita lakukan. Kalau desainnya rumit dan butuh waktu yang lama untuk membuatnya, harganya sertifikat digital bisa lebih mahal.

Sertifikat digital menjadi pilihan di masa pandemi

5. Mengikuti Lomba Blog

Mengikuti lomba blog juga bisa mendatangkan income yang lumayan. Banyak lomba yang hadiahnya besar-besar, lho. Mulai dari bentuk benda seperti sepeda motor, MacBook, laptop, tablet, smartphone, kamera DSLR, dan lainnya. Atau bentuk uang yang bisa ratusan ribu hingga puluhan juta. Benar. Cek deh kalau nggak percaya. Hehe…

Iven lomba blog memang banyak sekali. Bahkan di bulan Desember 2020 ini ada  belasan lomba blog. Nah, kalau bisa nyangkut di salah satu atau salah dua bahkan salah tiga lomba blog itu lumayan.

Bagaimana caranya menang lomba blog? Belajarlah dari sang juara. Pelajari gaya penulis dan apa yang disajikan mereka. Dari sana kita bisa belajar. Kemudian kita ATM (amati, tiru, modifikasi). Tapi ingat, jangan plagiat.

Selain itu, tentu jam terbang sangat menentukan. Maka perbanyak ikut lomba agar semakin besar peluang menangnya. Pertajam juga skill menulis, desain grafis, fotografi, atau videografi. Jadi nggak cukup hanya kemampuan menulis saja. Sebab lomba banyak kriteria penilaiannya.

Saya sendiri tiga kali menjuarai lomba blog di tahun 2020 ini. Bukan mau pamer sih. Toh prestasi saya ini masih kalah jauh dibandingkan para narablog atau blogger lainnya. Prestasi ini bagi saya merupakan satu hal yang sangat disyukuri. Mudah-mudahan bertambah.

Belasan lomba blog saya ikuti. Lebih banyak kalahnya daripada menangnya. Tapi pada salah satu lomba blog saya jadi runner-up dan diganjar laptop.

Lomba itu diumumkan pada November 2020. Masih baru lah ya. Alhamdulillah hadiahnya bisa memperlancar  kerja saya.

6. Me-review Produk

Bermodal nekat karena kebutuhan yang semakin mendekat, saya memberanikan diri mereview produk milik teman. Saya pernah sih mereview produk tapi mungkin masih belum mahir. Tapi dengan percaya diri saya menawarkan diri ke teman.

“Mau apa nggak usahamu aku ulas? Ditulis gitu?”

“Ya mau-lah. Diiklankan ya?”

“Iya, Bro.”

“Jadi. Sip. Berapa bayarnya?”

Lalu saya menyebutkan angka. Tapi tak langsung diterima. Kemudian dia nawar. Karena cocok dengan harga yang dia sebutkan, akhirnya saya sepakat.

Lalu saya cari ilmu tentang mereview sebuah produk dari internet. Seperti saya bilang di atas tadi bahwa internet menyediakan semua hal. Kita bisa belajar apapun dari internet. Begitu pula dengan proyek ini. Tidak sulit mencari ilmu mereview produk.

Setelah jadi, saya kirimkan hasilnya ke teman. Eh ternyata dia langsung ACC. Kemudian saya diminta nomor rekening.

“Tapi sama-sama dipromosikan ya. Aku kirimkan tulisannya ntar kamu share di media sosialmu juga.”

“Siap, Boss.”

Ternyata tulisan saya itu banyak yang baca. Selama tiga bulan terbaca 960-an pembaca. Mungkin masih kalah jauh dibandingkan orang ya. Apalagi yang sudah paham dengan SEO. Cepet terbaca di page one. Tapi bagi saya yang baru belajar, capaian 960-an pembaca sudah bersyukur. Hehe..

Jualan Online dilengkapi atau lewat website itu lebih meyakinkan dan lebih profesional. Target pasarnya lebih luas apalagi kalau bisa tampil di page one yang bisa diakses oleh banyak orang.

Deskripsi produk di website lebih maksimal. Banyak konten yang bisa dibuat untuk semakin meyakinkan pembeli. Maka, banyak usaha atau bisnis yang tepat menggunakan website hingga ini.

Untungnya kita nggak perlu pusing untuk punya website karena ada Sahabat Hosting yang menyediakan semua kebutuhan website untuk kita. Untuk kalian yang cari Hosting Murah pun di sini tempatnya.

Kalau kita ingin punya website untuk personal, bisnis, atau menyalurkan hobi saja pun Sahabat Hosting bisa membantu Anda.

Penyedia Hosting Berperforma Tinggi

Banyak pilihan hosting yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita. Nggak perlu pusing karena masing-masingnya punya kelebihan. Ayo segera miliki website dengan hosting yang berperforma canggih ini.

 Starter

HARGA SPESIAL

Rp. 16.000/bln

1 Websites

750 MB Storage

Unlimited Bandwidth

Unlimited Database

SSL Gratis Selamanya

Advance

HARGA SPESIAL

Rp. 32.000/bln

Unlimited Websites

2 GB Storage

Unlimited Bandwidth

Unlimited Database

SSL Gratis Selamanya

Gratis Domain

Super

HARGA SPESIAL

Rp. 68.000/bln

Unlimited Websites

5 GB Storage

Unlimited Bandwidth

Unlimited Database

SSL Gratis Selamanya

Gratis Domain 

Enterprise

HARGA SPESIAL

Rp. 120.000/bln

Unlimited Websites

12 GB Storage

Unlimited Bandwidth

Unlimited Database

SSL Gratis Selamanya

Gratis Domain 

Sahabat Hosting bener-bener memberikan layanan yang bakal membuat kita terkesan.

Dengan harga terjangkau, kita akan dapatkan webseite dengan performa secepat kilat karena memang merupakan cloud hosting terbaik dikelasnya. Layanan ini bahkan memberikan garasi yang bakal memanjakan kita.

Jaminan 30 hari uang kembali

Sahabat Hosting akan mengembalikan uang kita sepenuhnya jika tidak memuaskan dalam pelayanannya. Tanpa syarat!

Ultra-Fast SSD

SSD Enterprise meningkatkan performa transfer data sehingga akses website semakin cepat.

99,99% Uptime Guarantee

Service Level Agreement (SLA) kami adalah 99,99% mencakup Up-time layanan & koneksi jaringan.

Advanced Security

Buat website Anda menjadi terpercaya dengan sertifikat keamanan kelas dunia.

Layanan Pembuatan Website

Murah dan Cepat

Mau bikin website tapi nggak tahu gimana caranya? Tenang aja. Sahabat Hosting memberikan layanan pembuatan website dengan proses mudah dan profesional.

Starter

HARGA SPESIAL

Rp. 550.000

750 MB Hosting

Gratis Domain

Desain Standart

Garansi Error 1 Bulan Free Revisi 2x

 

Advance

HARGA SPESIAL

Rp. 980.000

2 GB Hosting

Gratis Domain

Desain Premium

Garansi Error 1 Bulan

Free Revisi 2x

Super

HARGA SPESIAL

Rp. 980.000

2 GB Hosting

Gratis Domain

Desain Premium

Garansi Error 1 Bulan

Free Revisi 4x

 

Enterprise

HARGA SPESIAL

Rp. 2.200.000

5 GB Hosting

Gratis Domain

Desain Premium

Garansi Error 3 Bulan

Free Revisi 6x

 

Nah, tunggu apa lagi? Segera jemput rezeki dengan memanfaatkan internet lewat website. Dengan harga yang sangat terjangkau Rp. 550.000 saja kita sudah dapat website yang bakal membuat usaha atau bisnis lebih profesional.

Bahkan ada jaminan atas pelayanan pula. Kalau tidak puas, uang kita bakal dikembalikan 100 persen tanpa dipotong, dan akan kembali dalam 30 hari! Benar-benar layanan yang membuat terkesan. Manfaatkan promo di bulan Desember berupa domain seharga Rp. 10.000 saja. Segera manfaatkan selagi ada. (Periode 1 Desember – 18 Desember 2020)

Ayo, Jemput Rezeki Bersama Sahabat Hosting

Seperti tulisan saya di atas, sebenarnya rezeki kita sudah ada. Tinggal kita mau atau tidak menjemputnya. Selama kita berusaha maka kita akan mendapatkan hasilnya.

Sehingga, meskipun di tengah pandemi kita akan tetap berpenghasilan meskipun mungkin tidak berpenghasilan tetap.

Seperti halnya saya yang awalnya khawatir dengan kondisi pandemi yang akan memberi dampak pada keuangan keluarga. Tapi syukurlah hingga saat ini masih bisa bertahan dan tidak tumbang.

Bahkan, sepertinya penghasilan saya di masa pandemi ini lebih meningkat dibandingkan penghasilan sebelum pandemi.

Peluang usaha sungguhlah bertebaran. Yang penting kita harus jeli menatap peluang menjadi penghasilan. Dan jangan khawatir, ada Sahabat Hosting yang bakal membantu kita menambah penghasilan dan membawa kita ada kesuksesan.