Hari pertama masuk sekolah setelah dua pekan lamanya libur. Hal yang pertama biasanya selalu canggung. Begitupun dengan masuk sekolah.

Sekolah memang untuk belajar, namun siapa yang mau langsung belajar di hari pertama? Rasanya tidak ada satu pun orang yang mau. Baik itu guru, siswa, maupun kepala sekolah.

Maunya ada di sekolah tapi tidak belajar. Itukah yang terjadi pada kita?

Ternyata kondisi seperti ini hampir menyeluruh di semua sekolah di seluruh Indonesia. Entahlah jika di belahan dunia lain. Hehe..

Apa saja yang terjadi di hari pertama masuk? Mungkin setiap sekolah mirip-mirip.

Pertama, ramah tamah. Sekolah mengadakan ramah tamah yang isinya saling bersapa, tukar cerita atau ngobrol bebas. Pertanyaan klise semisal ”Liburan ke mana aja?” yang biasa dijawab juga dengan kata “nggak ke mana-mana” padahal di media sosialnya penuh foto liburan. Meskipun ramah tamah ini bisa singkat, namun bisa disiasati, sampai menghabiskan istirahat pertama, yang biasanya di pelajaran jam ke-3 atau 4.

Kedua, beres-beres kelas. Ini alasan paling masuk akal. Setelah ditinggal selama dua pekan, pastilah kelas kotor, atau berantakan. Tidak mungkin langsung memulai KBM dengan kondisi kelas seperti itu. Sehingga, agenda sekolah bisa diarahkan untuk bersih-bersih.

Diusahakan santai kerjanya. Supaya habis jam sampai istirahat pertama. Kalau perlu, sampai pula di waktu istirahat kedua. Bisa-bisanya wali kelas dan siswalah mengupayakan bersih-bersih sampai waktu yang lebih lama.

Ketiga, pindahan. “Semester baru, suasana baru”. Dengan dalih ingin mencari suasana baru, bisa untuk menghabiskan waktu seharian. Kabar buruknya, tidak semua orang yang suka pindah-pindah. Ribet dan repot. Memindahkan dan memboyong barang-barang yang sudah ‘rapi’ di tempatnya.

Yah, pindahan memerlukan waktu yang lama. Waktu yang cukup untuk menghabiskan satu hari penuh KBM.

Keempat, makan-makan. Supaya hari pertama dilakukan dengan ceria, bahagia dan tanpa beban, isilah dengan kegiatan makan-makan. Siapa yang kuasa menolak agenda makan-makan? Kayaknya guru yang sedang diet deh. Hm..Hm…

Usahakan malam sebelumnya sudah kompakan mau bawa makanan. Bisa bikin sendiri atau bawa oleh-oleh dari liburan tadi.

Satu trik lagi, makanan itu dinikmati benar. Pelan-pelan makannya. Tak usah buru-buru. Lebih rancak sambil mengobrol ngalir ngidul. Ingat, tujuannya adalah untuk menghabiskan waktu.

Kiranya pas benar untuk ibu-ibu. Makhluk yang selalu punya stok obrolan. Tak pernah kehabisan kosa kata untuk membicarakan tentan apa saja.

Kelima, pemeriksaan. Pemeriksaan apa nih? Jamaknya pemeriksaan kebersihan, kerapian, keindahan, kekeluargaan, dan lainnya.

Bisa mengecek kuku, rambut, atribut seragam, dan lainnya. Kegiatan ini bisa dilakukan per kelas, baik di dalam kelas masing-masing atau bareng-bareng di lapangan. Untuk pilihan kedua, gampang caranya. Kumpulkan di lapangan, lantas suruh mereka baris per kelas. Dipanggil namanya satu per satu. Mereka maju untuk dicek tentang hal-hal di atas.

Untuk mendapatkan kesan yang lebih ramai tentu pilihan kedua lebih bagus. Sebagai alternatif kejenuhan berada di dalam kelas pula.

Mumpung KBM belum mulai. Yang sebetulnya bisa menjadi liburan tambahan bagi guru. Manfaatkan sebaik-baiknya, untuk menyiapkan diri menyingsing dan menyongsong kerja (baca: mengajar) di pekan selanjutnya. Ibarat olahraga, satu pekan itu sebagai pemanasan, supaya tidak kram atau kaget pada saatnya sudah aktif KBM.