Berbagai organisasi, komunitas, kesamaan hobi, perusahaan, bahkan perorangan. Termasuk di antaranya partai politik. Tidak jarang ditemui bendera partai atau tokoh-tokoh partai politik menunjukan kepeduliannya dengan berdonasi atau turun langsung ke lokasi bencana.

Melihat banyaknya pihak yang terlibat dalam membantu korban bencana ada saja yanh mengkritik. Terutama pada mereka yang membawa parpol. “Mau nyumbang kok bawa-bawa nama partai.” “Mau ngasih bantuan ya ikhlas aja, ngapain bawa-bawa partai segala”.

Atas komentar ini, saya katakan apa yang disampaikan oleh korban bencana Lebak, Banten. Kebetulan saya sempat jadi relawan. Di samping mengerjakan tugas relawan saya sempat ngobrol dengan warga. Warga sering mengatakan, saat ini warga sangat membutuhkan bantuan. Kurang lebih mengatakan, “Tidak peduli siapa yang memberikan. Saat ini kondisinya darurat. Dampak musibah itu membuat warga menderita banyak kehilangan. Bantuan apapun sangat berarti.” Pintanya, bantuan segera berdatangan. Sebab mereka tidak bisa kemana-mana. Terisolir. Bantuan tak bisa masuk, mereka pun tak bisa keluar meminta bantuan.

Mereka yang rumahnya selamat dari terjangan banjir bandang, tak punya waktu untuk mencari makanan keluar daerahnya. Mereka harus menyelamatkan barang-barang yang tersisa, membersihkan rumah mereka dari lumpur dan air, atau mencari anggota keluarga yang belum ketemu.

Dengan berbagai kondisi yang dialami akibat bencana, tak pernah terpikir untuk pilih-pilih dari siapa bantuan itu. Kebutuhan mereka terhadap berbagai kehilangan mereka tidak sempat membuat mereka memilah dan memilih siapa atau dari mana bantuan itu. Yang mereka pikirkan bagaimana bisa bangkit dari musibah itu. Bangun dari keterpurukan. Syukur-syukur bisa kembali seperti sebelum terjadi bencana.

Karena itu, sangat naif jika ada yang mengatakan bahwa ada yang mengambil kesempatan momen bencana untuk agenda politiknya. Kalaupun toh iya, kiranya sikap kita seperti mereka yang terkena bencana tadi: biarlah dari mana saja bantuan itu. Yang penting ada bantuan.

Apakah dengan membawa bendera lantas dikatakan mereka tidak ikhlas? Dari mana tahu kalau mereka ikhlas atau tidaknya? Ikhlas atau tidak itu urusan mereka dengan Tuhan. Ikhlas merupakan kekuatan dari amal. Kalau tidak ikhlas, dengan sendirinya akan kehilangan kekuatan. Artinya mereka capai sendiri. Biasanya tidak lama dalam beramal.  Kalau tidak ikhlas mereka pula yang rugi. Capai tanpa mendapatkan balasan semisal pahala.