Merengkuh Mimpi Menjadi Guru Berprestasi di Bidang Literasi Bersama ASUS VivoBook 15 A516

Merengkuh Mimpi Menjadi Guru Berprestasi di Bidang Literasi Bersama ASUS VivoBook 15 A516

Merengkuh Mimpi

Menjadi Guru Berprestasi

di Bidang Literasi

Bersama ASUS VivoBook 15 A516

Saya sudah 5 kali mengirim opini ke Republika, tapi belum satupun diterima redaksi. Saya kirim lagi, kali ini berjenis cerpen. Eh, langsung diterima. Dari sini saya belajar bahwa, cepat atau lambat, impian akan terwujud. Mungkin waktu dan bentuknya saja yang berbeda.

Begitulah pengalaman saya tembus media nasional. Kalau di media lokal, sudah puluhan tulisan saya dimuat. Kebanyakan jenis opini. Pengalaman di media nasional ini memang agak mengherankan.

Gimana nggak mengherankan coba?

Sebelumnya, tulisan-tulisan saya yang dimuat di koran berjenis opini. Maka, ketika mengirimkan tulisan ke media nasional itu berjenis opini pula. Sampai 5 kali mengirim tidak satu pun dimuat.

Berharap tetap dimuat. Maka, 5 tulisan, menunggunya sampai 5 bulan. Lalu saya banting setir, mengirim cerpen. Hal yang sebetulnya nggak gue banget. Eh, tak disangka, 2 hari sejak berkirim surat elektronik, dikabari redaksi cerpen saya akan dimuat.

Saat jadi mahasiswa baru di tahun 2006 lalu, saya pernah ikut pelatihan. Salah satu materinya adalah pentingnya menulis impian. Impian nggak hanya dipikirkan atau diingat di pikiran. Tapi, harus dituliskan. Maka, kelak kita akan terkejut, karena satu per satu impian itu akan terwujud.

Saya pun menuruti perintah pemateri. Menuliskan impian-impian saya. Tapi nggak sampai seratus impian. Salah satu impian yang saya tuliskan adalah ‘Tulisan dimuat di media nasional’. Impian itu terwujud setelah 14 tahun kemudian. Tepatnya cerpen saya dimuat pada Februari 2020.

 

 

Impian Detail, Terwujud Sempurna

Nah, pembaca, ada beberapa impian yang saya tulis dan benar-benar terwujud. Bahkan ada yang sangat detil, lho. Saya pernah menuliskan ‘Naik pesawat terbang dengan biaya negara’. Eits, jangan ketawa dulu ya. Hehe… Sebagai anak kampung di pelosok Jambi, saking pelosoknya sering orang bilang ‘nggak ada di peta’, naik pesawat terbang merupakan hal yang mewah.

Impian itu saya tulis pada 2006, terwujud pada 2011. Berapa lama waktunya? 5 tahun berselang. Benar-benar dibiayai negara. Waktu itu saya masih merantau di Pasaman Barat, Sumatera Barat. Saya mendapatkan pelatihan di Bandung. Pergi ke Bandung pakai pesawat, dengan biaya negara. Saya tak keluar uang, malah dapat uang saku. Impian yang detail saya tuliskan benar-benar tercapai.

Tentang Kuliah S2

Saya juga menuliskan ‘Kuliah S2’. Setelah wisuda di tahun 2011, rupanya saya tidak punya cukup biaya untuk kuliah lagi. Lalu tahun 2013, saya menikah. Setelah menikah, saya merantau lagi. Kali ini nyeberang laut. Saya pindah ke Rangkasbitung, Banten.

Sejak itu, perlahan saya mengubur impian kuliah S2. Impian itu terkubur makin dalam saat sudah punya anak. Kebutuhan makin besar. Makin besar pula pengeluaran untuk keluarga dan anak.

Eh, tak disangka, justru istri saya mendorong saya untuk kuliah S2 lagi.

 

“Kita udah punya anak, Dek. Penghasilan Mas kan buat keluarga dan anak,”

Istri saya menjawab, “Justru saat ini anak-anak masih kecil, belum butuh biaya yang besar. Mas ambil kesempatan untuk kuliah S2.”

Di tahun 2017, saya kemudian mendaftar kuliah S2. Saya pikir, saya harus lulus tepat waktu agar tidak banyak lagi biaya yang dikeluarkan. Dua tahun kemudian, saya mendapatkan gelar magister. Satu impian yang telah saya tulis dulu, lalu terkubur, kemudian terwujud. Saya semakin yakin lagi bahwa impian akan terwujud, hanya masalah waktu.

 

 

Impian lainnya yang juga terwujud adalah menjadi pembicara tingkat nasional, punya buku solo, juara lomba menulis, mendaftar haji, berkurban di Iduladha, dan lainnya.

Saat ini impian saya adalah menjadi guru berprestasi di bidang literasi. Mengapa literasi? Karena literasi itu banyak manfaatnya. Dan manfaat itulah yang hendak saya sebarkan. Oh iya, ada 6 jenis literasi dasar. Yang saya maksud literasi dalam impian saya dan dalam tulisan ini adalah literasi baca dan tulis.

 

Dalam ranah pendidikan, dengan memiliki budaya berliterasi, siswa memiliki budaya baca dan tulis yang ini banyak manfaatnya. Siswa menjadi gemar membaca. Membaca ini kan merupakan kunci membuka ilmu pengetahuan. Kebayang ya kalau siswa suka baca? Pasti banyak pengetahuan yang didapat. Selain itu, manfaat literasi adalah sebagai berikut.

Menguatkan literasi bisa menjadi solusi bagi permasalahan di dunia pendidikan yaitu kenapa siswa seperti tidak mendapatkan apa-apa dari sekolahnya? Tidak lain karena hanya mengandalkan hafalan saja.

Menghafalkan materi saja tanpa tahu maknanya. Mereka baca tapi tidak ada bekasnya, tidak ada ilmu yang bisa diambil dari bacaannya.

Eh, jangan-jangan itu terjadi pada kita juga? Iya, kita. Ini punya yang menyebabkan negara kita nggak maju-maju. Karena output pendidikan tidak seperti yang diharapkan. Sekolah tidak mampu mentransformasi peserta didik menjadi manusia yang berpengetahuan.

Nah, usaha saya ini setidaknya mengurangi hal di atas. Memang sih tahapnya baru di sekolah atau lingkungan saya saja. Tapi saya yakin tidak sendiri. Ada banyak pula orang-orang yang sepemikiran dengan saya.

Lalu, bagaimana langkah-langkah mewujudkan impian itu. Nah, bagian ini yang tidak kalah penting. Yup, kita jangan cuma bermimpi tapi yang tidak kalah penting adalah langkah mewujudkannya. Semakin nyata langkahnya, semakin besar pula impian itu bisa kita rengkuh.

1. Aktif Menulis di Koran dan Media Digital

Menulis sudah menjadi kebiasaan saya. Pertama kali tulisan dimuat di tahun 2009. Setelah itu, agak lama menulis lagi. Lalu di tahun 2011 mulai aktif menulis lagi hingga sekarang. Puluhan tulisan saya dimuat di koran. Ya, zaman dulu saya sering menulis di koran. Lama kelamaan, banyak koran yang gulung tikar atau mengurangi kolom opini. Malah ada koran yang menutup kolom opini. Semakin hari persaingan makin ketat. Semakin sulit menembus opini. Saya memang jarang nongol di koran, tapi saya tetap menulis di media online. Baik daerah maupun nasional. Saya harus jeli mencari dan memanfaatkan media digital yang menerima tulisan. Kalau ada kesempatan, saya mengirimkan tulisan ke sana.

Saya juga memanfaatkan platform kepenulisan seperti Kompasiana, Retizen, gurusiana. Ini lebih longgar persaingannya. Yang penting patuhi peraturan platformnya. Sampai sekarang saya masih aktif menulis tema pendidikan, olahraga, sosial, dan lifestyle.

 

 

Beberapa dokumentasi tulisan saya yang dimuat di koran.

2. Aktif Mengelola Blog dan Bergabung di Komunitas Blogger

Blog menjadi pilihan untuk aktif menulis. Karena kita jadi redaksinya, apapun tulisannya bisa dimuat. Hehe .. Saya mulai aktif menulis blog di tahun 2017. Saya belajar banyak saat memutuskan ngeblog. Kenapa? Bahasa blog itu biasanya lebih cair. Bahkan sering menggunakan bahasa tak baku atau bahasa percakapan.

Lumayan berbeda dengan kebiasaan saya yang menulis opini. Kalau opini itu kan sering menggunakan bahasa baku. Sehingga, saat aktif ngeblog, saya harus menyesuaikan.

Saya juga bergabung dalam komunitas blog agar lebih mantap ilmu ngeblognya. Ada blog guru PGRI, Lagerunal (Cakrawala  Blogger Guru Nasional), BWA, dan KSGN (komunitas sejuta guru ngeblog). Dari ngeblog pun bisa menulis buku. Bahan-bahannya dari aktivitas di komunitas blog pun bisa. Misalnya ada program Selasa dan Kamis menulis, menulis review, atau tantangan satu bulan full menulis.

3. Bergabung di Komunitas Menulis

Sekarang ini kalau mau berkembang, harus mau gabung ke komunitas. Di komunitas itulah kita bisa tukar informasi, berbagi ilmu, menambah relasi, bertukar pikiran, atau saling memotivasi. Ya, zaman now, waktunya berkolaborasi, kurangi kompetisi. Bahkan tidak aktif di komunitas pun biasanya akan dampak positifnya. Ya, dengan sendirinya kita termovitasi kalau lihat anggota komunitas yang aktif, ‘pamer’ karya, atau ngasih informasi prestasi.

Di komunitas itulah sarana untuk saling belajar, saling membantu, saling mengoreksi, tak kenal lelah blog walking atau blog hunter bahkan suatu ketika saya diminta berbagi tips tentang blog. Saya dengan senang hati. Bahkan ketika tanpa imbalan. Bagaimana mungkin saya meminta imbalan untuk komunitas yang sudah membesarkan saya.

4. Rajin Mengikuti Kegiatan Literasi

Saya selalu berusaha ikut kegiatan literasi supaya terus bertambah wawasan tentang literasi. Misalnya seminar literasi, pelatihan menulis, dan semisalnya. Karena itu, kalau ada informasi seperti ini, saya antusias mengikutinya. Pertama, ilmunya untuk saya sendiri. Kedua, agar ilmunya bisa dibagi lagi. Dibagi untuk keluarga juga siswa di sekolah.

Sebelum pandemi, saya sering berburu kegiatan ini. Kalau ada seminar, saya usahakan datang.

Apalagi jika pematerinya penulis terkenal. Wah, saya bela-belain datang. Karena mendengarkan ilmu dari penulis langsung sangat terasa pengaruhnya.

Lantas, saat pandemi begini, apa masih bisa mengikuti seminar serupa? Tentu bisa. Bahkan sangat bisa. Ya, selama pandemi ini saya berpuluh kali mengikuti webinar baik itu webinar tentang literasi, pendidikan, maupun bisnis. Bahkan bisa sampai berhari-hari lho webinarnya.

5. Menulis dan Menerbitkan Buku

Sejauh ini saya baru punya 1 buku solo dan 7 buku antologi. Di sekolah kami, rutin setiap tahun menerbitkan buku. Baik itu buku siswa maupun buku guru. Manajemen sekolah sangat mendukung kegiatan literasi bahkan selalu mendorong agar setiap tahun menerbitkan buku.

Terakhir sekolah kami menerbitkan buku adalah tahun 2020. Buku yang ditulis oleh kelas XII sebagai kenang-kenangan terakhir mereka terhadap sekolah. Baru di tahun 2021 ini sekolah kami tidak menerbitkan buku. Hm, apakah karena pandemi? Bisa jadi. Doakan ya semoga tahun depan sekolah kami kembali menerbitkan buku. Aamiin.

5 Hal Tentang Menulis

Banyak sekali yang mengeluh atau bingung tentang menulis. Hal ini wajar. Saya juga dulu mengalaminya. Nah, beberapa hal yang bisa saya bagikan tentang menulis.

Pertama, menulis bukan karena punya bakat atau. Tapi, bisa menulis atau tidak, lebih disebabkan mau atau tidak.

Banyak penulis keren berawal dari keberanian menulis. Mereka dulu merasa tidak punya bakat. Tapi karena sering latihan atau praktik menulis, akhirnya mereka pun bisa menulis. Bahkan punya buku best seller atau menjadi penulis terkenal.

Kedua, jangan beranggapan bahwa kalau menulis itu harus menulis yang keren. Banyak lho penulis hebat menulis hal sederhana. Misalnya Asma Nadia. Novelnya sering menyoroti hal yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Seperti Surga yang tak Dirindukan, Rumah Tanpa Jendela, dan lainnya. Itu kan tema sederhana. Yang terpenting adalah tulisan kita mengandung kebaikan. Nggak peduli sedehana atau rumit, pastikan tulisan kita punya nilai-nilai kebaikan.

Ketiga, menulis harus langsung jadi. Untuk penulis andal, mungkin tak masalah menulis langsung selesai menjadi satu tulisan utuh. Tapi, menulis itu kan gampang-gampang susah. Nah, bagi pemula, nggak papa kok kalau nggak langsung selesai tulisannya. Tulis semampunya. Kalau mentok, boleh berhenti. Lanjutkan lagi kalau sudah punya ide lanjutannya. Jadi, nggak harus sekali duduk langsung selesai itu tulisan. Bisa saja dua, tiga, atau lima hari. Bahkan satu Minggu atau satu bulan baru selesai tulisannya, juga nggak masalah.

Keempat, menulis harus di depan laptop. Nggak harus juga kok. Bahkan ada baiknya saat menulis tidak langsung di depan laptop. Kenapa? Biasanya kalau di depan laptop, ide yang tadinya sudah terkumpul, jadi buyar. Rancangan tulisan yang sudah disiapkan, hilang entah ke mana.

Meskipun, nggak semua orang mengalami masalah ini. Ada orang yang enjoy aja langsung menulis di depan laptop.

Nah, bagi yang kesulitan menulis langsung di depan laptop, bisa juga dengan menulis di smartphone dulu. Bisa menggunakan fitur catatan yang biasanya ada di setiap smartphone.

Kelima, siapapun berhak dan bisa menjadi penulis. Apapun latar belakangnya. Tak peduli Anda kuliah jurusan apa. Saya kuliah jurusan fisika, lho. Anda kenal Taufik Ismail? Beliau itu dokter hewan. Tapi beliau menjadi seorang penulis legendaris, tokoh literasi Indonesia, dan budayawan.

ASUS Bantu Saya Wujudkan Impian

Saya sudah bertemu dan foto bareng dengan 2 menteri pendidikan dan kebudayaan yaitu Prof. M. Nuh dan Prof. Muhadjir Effendy. Yang saya impikan saat ini adalah bertemu dan foto bareng dengan presiden. Bukan cuma bertemu saja tetapi karena berprestasi. Ya, karena berprestasi di bidang literasi, saya diundang Presiden dan diajak makan bareng di istana merdeka. Waktunya kapan? Saya targetkan di 2025 sudah terwujud impian ini.

Impian saya menjadi guru literasi semakin berkobar saat di tahun 2018, saya menjadi juara 2 lomba artikel dan karya jurnalistik pendidikan dan kebudayaan kategori guru. Hadiahnya lumayan. Bisa buat beli laptop.

Kebetulan waktu itu saya masih pakai laptop inventaris dari sekolah. Maka, sewaktu dapat hadiah, saya langsung beli laptop. Emang sih apa-apa kalau punya sendiri lebih enak. Pilihan saya waktu itu laptop ASUS X441U. kenapa? Karena sebelumnya ASUS X441U inilah inventaris yang saya pakai.

Dari sini saya juga belajar bahwa impian semakin hidup ketika diapresiasi. Meskipun, apresiasi  bukan cuma materi saja tapi bisa lewat pujian atau motivasi juga termasuk apresiasi. Namun, sekarang, impian saya bukan lagi hanya prestasi pribadi, tapi agar orang lain berprestasi juga.

Tak lagi hanya memikirkan diri sendiri tapi memajukan orang lain. Kesuksesan saya adalah ketika mampu menyukseskan orang lain. Begitu pun dalam aktivitas saya di grup kepenulisan atau guru blogger. Dan alhamdulillah, karena sering melihat tulisan saya dimuat di koran, saya sering mengajak untuk menulis, beberapa guru berhasil ‘terprovokasi’. Guru, Kepala sekolah, ketua yayasan, kepala dapur, bahkan tata usaha pernah nulis di koran.

Di sekolah, karena sering menulis, saya diberikan amanah menjadi koordinator literasi di sekolah. Tugasnya apa? Menumbuhkan minat literasi siswa, membimbing siswa lomba di bidang literasi, menerbitkan buku siswa dan guru, serta menumbuhkan budaya menulis di kalangan guru.

Selain menjadi koordinator literasi, selain mengajar, saya juga guru desain grafis. Beberapa tahun ini, siswa bimbingan saya berhasil meraih prestasi di ajang festival dan lomba seni siswa nasional atau FLS2N.

Dengan laptop ASUS itulah saya membimbing siswa. Kadang, dia pakai laptop saya juga. Tapi lebih sering pakai laptop ASUS milik sekolah atau miliknya sendiri. Beberapa siswa yang berhasil saya antarkan meraih prestasi.

Fathir Al Haq

Meraih juara 3 lomba artikel Seba Baduy tingkat Provinsi Banten

Syifa Qolbiyah,

Juara 1 Cipta Puisi tingkat Nasional yang diadakan oleh penerbit Erlangga

Aisya Latifadinar

25 besar lomba fotografi tingkat nasional yang diadakan oleh Republika Online, 2020.

Cika Azzahra

10 besar lomba menulis resensinovel, Festival Literasi Provinsi Banten, 2019

Syifa Qolbiyah dan Orangtuanya

Anugerah Keluarga Hebat, yang diadakan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan tahun 2019.

Musfiroh Nabilah Hakim

Berturut-turut menjadi juara 1 di tingkat kabupaten pada tahun 2018 dan 2019. Dan menjadi juara 2 tingkat provinsi di tahun 2018. Lomba desain grafis dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang diadakan oleh dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Banten

Beberapa prestasi yang diraih siswa

Pembaca, mohon doa dan dukungan dari Anda semua. Saya, seorang guru biasa, guru honorer di sekolah swasta ini sedang bermimpi suatu waktu diundang presiden ke istana merdeka.

Sekilas, impian ini rasanya terlalu tinggi. Tapi, saya yakin saja kalau impian ini bakal terwujud.

Yang penting adalah berani membuat impian. Impian yang dipikirkan menjadi rencana. Rencana yang dikatakan menjadi komitmen. Komitmen yang dikerjakan secara terus menerus akan menjadi kenyataan.

Selain didukung dengan langkah-langkah di atas, tidak kalah penting adalah dukungan amunisi yang bisa membantu saya mewujudkan impian itu. Sebagai guru literasi, tentu membutuhkan perangkat andalan yaitu laptop yang andal pula.

Laptop apa yang pas? Tidak lain dan tidak bukan adalah ASUS VivoBook 15 A516. Baiklah, kenapa pula ASUS VivoBook 15 A516 ini amunisi yang pas buat mewujudkan impian saya bahkan Anda semua? Tentu bukan tanpa alasan mengapa ASUS VivoBook 15 A516 bisa kita andalkan. Berbagai keandalan ASUS VivoBook 15 A516 bisa disimak dalam penjelasan berikut.

1. Layar Luas dan Anti Silau

Bekerja atau Hiburan Semakin Nyaman

Sepakat kan kalau kerja akan semakin nyaman kalau didukung ‘alat tempur’ yang memadai? Kalau saya pengennya sih alat tempur yang layarnya luas. Kenapa? Supaya tulisan terlihat dengan jelas. Kalau bisa jangan ada typo atau salah tik, huruf yang kurang, atau salah penempatan kata. Supaya benar-benar maksimal tulisan yang dihasilkan.

Hm, termasuk ketika mengerjakan tugas saya sebagai guru seperti membuat soal, mengoreksi jawaban siswa, memberikan penilaian, atau mengisi nilai rapor. Sekarang ini kan masih belajar daring. Mengajar dan penilaian pun selalu melibatkan laptop.

Jangan sampai ada kesalahan yang bisa ‘menzolimi’ siswa. Jawaban siswa harus benar-benar terlihat, kemudian saya memberikan nilai yang sepatutnya diterima siswa. Lalu, saat memberi nilai rapor, jangan sampai ada salah angka atau kurang satu angka saja. Kalau hal ini sampai terjadi, wah, bisa fatal akibatnya.

Namun, kecemasan ini ini bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan dengan ASUS VivoBook 15 A516. Layar NanoEdge dengan lapisan anti-glare menawarkan sudut pandang 178° memberi ASUS VivoBook 15 A516 area layar yang luas.

Seukuran 15 inchi tentunya sangat luas. Pilihan panel hingga resolusi Full HD dengan sudut pandang lebar memiliki lapisan anti-silau untuk mengurangi gangguan yang tidak diinginkan dari pantulan dan silau yang mengganggu. Jadi, sangat aman meskipun kita mantengin laptop dalam waktu yang lama. Kita benar-benar fokus pada apa yang ada di depan kita.

Termasuk, saat webinar yang sering dilakukan saat sekarang ini. Akan semakin puas kalau pandangan laptop semakin luas. Pembicaranya terdengar jelas.

Atau pengalaman hiburan juga. Nonton dengan ASUS VivoBook 15 A516 bakal semakin berkesan. Apapun film yang Anda suka, pastinya semakin nyata dan maksimal. Bisa mengurangi kerinduan akan

nonton bioskop yang saat ini belum bisa kita lakukan akibat pandemi.

Ngomong-ngomong tentang nonton, tontonan favorit saya adalah Preman Pensiun yang saat ini sudah mencapai episode 5. Unsur kelucuan yang membuat saya begitu menggandrunginya. Tak seperti judulnya, justru unsur kekerasannya hampir tidak ada atau tidak terlihat.

Banyak hal yang didapat dari sinetron yang dibintangi Epi Kusnandar cs ini. Utamanya adalah rasa hormat kepada orang tua atau yang lebih tua. Mulai dari bahasa dan gerak tubuh harus hormat. Ya, bahkan seorang preman saja ‘tidak berdaya’ di hadapan orangtua. Hal yang jarang ditemui sekarang ini.

Kalau pembaca, apa tontonan favoritnya? Ah, apapun tontonannya, jangan lewatkan menontonnya dengan ASUS VivoBook 15 A516.

2. Ringan dan Mudah Dibawa Ke Mana Saja

ASUS VivoBook 15 A516

ASUS VivoBook 15 A516

 

 

 

 

 

 

 

 

Bobot ringan juga menjadi pertimbangan memiliki laptop. Biasanya kita kerja kan berpindah-pindah. Nggak hanya di satu ruangan. Atau karena kegiatan yang dilakukan di tempat berbeda dari kantor kita. Atau, bagi Anda yang seorang penulis, mungkin perlu menulis di tempat-tempat tertentu supaya mood menulisnya muncul.

Nah, dengan bobot keseluruhan hanya 1,8 kg, ASUS VivoBook 15 A516 yang tepat untuk seorang guru, siswa, mahasiswa, content creator, penulis, pengusaha, atau profesi apapun. Ya, dengan bobotnya yang ringan, kebutuhan tentang gaya hidup yang serba cepat pun bisa diimbangi dan diikuti dengan sukses.

Laptop ringan merupakan dambaan. Baik laki-laki maupun perempuan. Sekarang ini semuanya serba ringan mengikuti zaman. Agar bisa mengikuti apapun pekerjaan dan pergerakan, laptop ringan menjadi sebuah kebutuhan. ASUS VivoBook 15 A516 menjawab apa yang kita inginkan.

3.  Performa Hebat, Bekerja Cepat

Performa sebuah laptop merupakan hal yang juga menjadi pertimbangan. Siapa sih yang nggak pengen laptop dengan performa hebat dan bekerja cepat? Tentu kita pengen menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin ya. Baiklah, ASUS VivoBook 15 A516 ini paling bisa menjawab kebutuhan kita.

Ya, dengan prosesor Intel® Core™ i5 generasi ke-10 dan grafis diskrit NVIDIA® MX330, ASUS VivoBook 15 A516 menjamin performa yang hebat dan bekerja cepat. Sebagai perbandingan dengan laptop yang saya pakai ASUS X441 didukung oleh prosesor hingga Intel® Core™ i3 generasi ke-8, itu aja udah cepet. Apalagi, ASUS VivoBook 15 A516 yang ditenagai prosesor Intel® Core™ i5 generasi ke-10.

Jadi saya bisa membayangkan betapa wush, wush, wush-nya ASUS VivoBook 15 A516  ini. Pastinya banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan cepat dan efisien. Memulai menghidupkannya pun cepat. Ibaratnya nih kita nggak sempet ngaduk kopi udah siap kerja laptop kita. Beuh!

“Komputer masa kini memiliki tampilan berbeda karena mereka memang berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Kami telah melakukan jajak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern.”

“Nikmati semua manfaat dengan PC yang lengkap – PC sudah termasuk Office Home & Student 2019. Aplikasi Office versi lengkap (Word, Excel dan PowerPoint) memberikan semua fungsi yang dibutuhkan dan diharapkan oleh penggunanya. Penggunaan aplikasi Office seumur hidup dapat memastikan Anda untuk selalu memiliki akses ke fitur yang Anda kenal dan sukai. Dilengkapi dengan 100% aplikasi Office asli, software juga akan terus mendapatkan pembaruan keamanan yang rutin untuk melindungi perangkat, program dan data Anda.”

“Laptop dengan prosesor Intel® Core™ 10th Gen series ke atas didesain untuk performa dan mobilitas. Dengan efisiensi yang tinggi serta dimensi thin and light, laptop menawarkan peningkatan performa dan produktivitas untuk penggunanya. Konektivitas WiFi generasi terbaru juga memungkinkan transfer data 3x lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.”

4. Penyimpanan Ganda;

Kerja Data Supercepat, Penyimpanan Besar

 

Buat kaum sufi atau suka film, pasti pengen laptop dengan kapasitas penyimpanan yang besar. Eh, kayaknya semua orang deh yang pengen. Ya, kita pasti butuh menyimpan data-data dengan aman di laptop. Kalau bisa, kapasitasnya besar. Biar bisa menyimpan banyak data.

Nggak cuma film saja tapi juga foto-foto yang berukuran besar. Di sisi lain, kita nggak pengen kinerja laptop jadi lemot karena sudah banyak data di dalamnya. Tenang dan jangan khawatir. Kebutuhan ini juga bisa dipenuhi ASUS VivoBook 15 A516 yang memiliki desain ruang penyimpanan ganda.

Kita bisa meng-instal aplikasi di SSD untuk respons dan waktu load yang lebih cepat, dan gunakan HDD untuk menyimpan file besar seperti film, koleksi musik, dan album foto. Tersedia kapasitas SSD hingga 256 GB dan HDD hingga 1TB.  Mari rasakan pengalaman bekerja supercepat bersama ASUS VivoBook 15 A516.

5. Keyboard Backlit,

Tetap OKE Digunakan di Berbagai Ruangan

 

Sering kali asyik bekerja membuat kita lupa keadaan ruangan. Rupanya ruangan yang tadinya terang sekarang menjadi redup. Atau ketika tiba-tiba mati listrik. Ruangan pun gelap. Mau pindah kok kerasa mager (malas gerak). Atau, mau pindah, eh takut idenya hilang.

Untungnya, ASUS VivoBook 15 A516 punya keyboard backlit yang bisa diaajak kerja dengan sempurna di ruangan yang minim cahaya sekalipun. Konstruksinya kokoh. Jarak antar tombolnya pun ideal sejarak 1,4 mm sehingga kita bisa mengetik dengan nyaman tanpa takut jari kita kesrimpet atau nyangkut.

6. Akses Sangat Mudah dengan Finger Print

 

Bayangkan seberapa cepat dan mudahnya mengakses laptop dengan finger print? Ya, cukup dengan meletakkan jari di touchpad, kita bisa mengakses ASUS VivoBook 15 A516 seketika. Semakin mudah dan aman! Kita nggak perlu mengetikkan kata sandi setiap saat. Ganti dengan satu sentuhan saja. Kemudahan akses yang sama bisa juga dengan mengaktifkan fitur Windows Hello. Perangkat kita tidak bisa dipakai sembarang orang. Semakin aman dan privasi bukan?

7. Banyak Pilihan Konektivitas,

Terhubung Semakin Cepat

 

Kita menginginkan konektivitas yang cepat untuk berbagai keperluan seperti koneksi ke proyektor atau tranfer data. Di saat santai pun kita menginginkan kerja yang cepat. Apalagi saat mendesak. Nah, ASUS VivoBook 15 A516 dilengkapi dengan port USB-C® 3.2,

yang didesain dapat diputar balik yang membuat menghubungkan perangkat dengan sangah mudah. Bahkan kecepatan transfer datanya mencapai 10x lebih cepat dari koneksi USB 2.0 lho. Tersedia banyak pilihan konektivitas mencakup port USB 3.2 Tipe-A dan USB 2.0, output HDMI, dan microSD reader.

Kita pun bisa menghubungkan semua periferal, layar, dan proyektor Anda saat ini dengan mudah. Ada lagi, dengan konektivitas WiFi generasi terbaru juga memungkinkan transfer data 3x lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.

8. Keamanan dan Perlindungan Yang Maksimal

 

Saya pernah diingatkan sama teman, kalau membawa laptop di dalam tas, baiknya tas letakkan di depan dada. Hal ini kalau berkendara dengan menggunakan sepeda motor. Tas berisi laptop jangan digendong dibelakang. “Lebih rawan rusak karena terkena goncangan,” katanya.

Wah, benar juga ya. Tapi sekarang ini kita nggak perlu khawatir. ASUS VivoBook 15 A516 sangat memberikan pelayanan yang maksimal untuk penggunanya. Dalam hak keamanan dan perlindungan produknya, ASUS VivoBook 15 A516 memiliki fitur peredam guncangan E-A-R® HDD untuk melindungi data Anda dari setiap benturan.

Sementara itu, sasis yang diperkuat meningkatkan pengetikan dan memungkinkan Anda untuk membuka dan menutup penutup dalam satu gerakan halus.

E-A-R® HDD Protection

Laptop dengan HDD biasanya lebih rentan dengan kerusakan fisik dibandingkan dengan SSD. HDD pada ASUS VivoBook 15 A516 dilengkapi dengan fitur peredam getaran HDD E-A-R® untuk melindungi data Anda dari setiap benturan. Perlindungan hard drive aktif secara otomatis mendeteksi getaran dan benturan di tiga sumbunya, untuk secara efektif mengurangi kemungkinan kerusakan HDD, jadi Anda tak perlu khawatir saat bekerja, meskipun sedang dalam kendaraan.

Reinforced chassis

Penahan logam di bawah keyboard memberikan platform yang jauh lebih stabil saat mengetik dan menggunakan touchpad. Selain memberikan kekakuan struktural, ini juga memperkuat engsel dan melindungi komponen internal.

 

Reinforced lid

Sisi tutupnya diperkuat dan berfungsi seperti pelindung benturan pada bagian sisi mobil. Ini memberikan dukungan struktural untuk cover, layar, dan engsel.

 

9. Dengan Fitur MyAsus, Semakin Mudah Mengakses

Berbagai Aplikasi dan Layanan ASUS

Dengan fitur MyASUS, kita dapat mengakses dengan mudah serangkaian aplikasi ASUS yang bisa memaksimalkan kinerja laptop kita. Selain itu, melalui MyASUS kita juga dapat mengunduh  aplikasi populer dan penawaran eksklusif lainnya dengan memuaskan.

10. Dilengkapi Dengan Microsoft Office Home & Student 2019

Untuk berbagai keperluan pekerjaan seperti siswa, mahasiswa, guru, dosen, content creator dan profesi lainnya, dukungan ASUS VivoBook 15 A516 dengan dilengkapi Microsoft Office Home & Student 2019. Jadi kita nggak perlu lagi beli atau instal Windows dan Office lagi karena sudah ada di bawaannya. Mengerjakan tugas, menyusun laporan, atau presentasi pun bisa dilakukan dengan mudah. Fasilitas ini bisa gunakan seumur hidup. Akan terus mendapatkan pembaruan demi melindungi perangkat, program dan data kita.

( Penutup)

Merengkuh Mimpi Di Masa Pandemi

Pandemi akibat Covid-19 banyak memberikan dampak di berbagai bidang. Ranah pendidikan pun terdampak. Sebagai guru, saya mengalami benar dampak itu. Mulai dari belajar daring, mengikuti banyak webinar, tak bisa bertemu dengan siswa, mengikuti kebijakan saat pandemi, atau berjibaku dengan tuntutan mengajar saat pandemi.

Saya banyak mengikuti kegiatan webinar atau workshop yang dilakukan secara daring.

Dengan biaya yang murah bahkan gratis. Padahal, kalau dilakukan secara tatap muka seperti sebelum pandemi, bisa mahal biayanya.

Saya ikut kegiatan itu bukan mengejar sertifikat semata.

Niat saya mengikuti kegiatan tersebut benar-benar untuk menambah pengetahuan. Mudah-mudahan bermanfaat saat mengajar siswa. Saya merasa harus punya banyak ilmu. Agar siswa tak bosan belajar dengan saya.

Saya harus menemukan inovasi atau terobosan agar bisa mengajar terbaik untuk siswa.

Untuk mencapai tujuan itu, perlu kesungguhan, kesabaran, dan dukungan. Dukungan dari keluarga, sekolah, dan ketersediaan perangkat yang mendukung. Dalam hal ini saya yakin ASUS VivoBook 15 A516 bisa menjadi alat tempur yang diandalkan untuk mewujudkan mimpi saya dan mimpi kita semua. (*)

ASUS yang siap sedia dan bisa diandalkan saat tugas sebagai pembicara dalam kegiatan bedah buku di sekolah

(sebelum pandemi)

Semakin Terlayani dengan Digitalisasi

Semakin Terlayani dengan Digitalisasi

Semakin Terlayani dengan Digitalisasi

BPJS Kesehatan

Awalnya kami bahagia saat menyambut kelahiran anak pertama. Tapi, kegembiraan itu sedikit terganggu dengan keterangan dari dokter yang mencemaskan. Bahwa, anak pertama kami harus operasi cesar. Begitu saat kami melakukan konsultasi pada umur 6 bulan kehamilan istri.

Meskipun saat itu belum tahu berapa jumlah biayanya, tapi saya yakin sangat besar. Apalagi bagi saya seorang guru honorer di sekolah.

Dua hari kemudian saya nanya-nanya ke teman. Benar, biayanya sangat besar. Ada yang bilang Rp. 8 juta, 11 juta atau Rp. 13 juta. Tergantung rumah sakitnya.

Saya sebagai kepala keluarga digayuti dua kecemasan tentang keselamatan ibu-anak dan biayanya operasi. Tapi di depan istri, saya berusaha sembunyikan kecemasan itu. Padahal suasana hati saya risau benar. Terbayang uang sejumlah itu dapat dari mana.

Uang sebesar itu bagi saya ya sangat besar sekali. Apalagi saat itu saya masih guru honor dalam masa percobaan dengan gaji Rp. 300 – Rp. 500 per bulan. Kalau sampai operasi dengan biaya Rp. 8 juta – Rp. 15 juta, dari mana saya dapatkan uang sejumlah itu?

Untungnya di sekolah saya ada kesempatan untuk ikut anggota BPJS Kesehatan. Dengar-dengar dapat membantu kalau kita sakit. Awalnya saya ragu. Tapi kemudian diyakinkan oleh ketua yayasan bahwa sangat penting untuk mendaftar BPJS Kesehatan.

Saya disarankan segera mendaftar. Pendaftaran diurus oleh sekolah. Saya hanya menyetor KTP saja. Jadi nanti akan masuk sebagai peserta BPJS Pekerja Penerima Upah (PPU). Iurannya dipotong dari gaji sekolah. Jadi sungguh-sungguh meringankan.

Hari H operasi tiba. Dengan penuh doa saya antar isteri ke ruang operasi. Meskipun tetap ada kecemasan, tapi kali ini tak sebesar kecemasan saya di awal tadi.

Dan saya bersyukur, anak kami lahir dengan sehat tanpa

kekurangan sesuatu apapun. Ibunya pun menjalani operasi dengan selamat.

Kami sudah berdoa dan berusaha mendapatkan kelahiran normal. Tapi hasilnya merupakan hak Tuhan menentukan normal atau operasinya.

Tentu setiap keluarga menginginkan kelahiran normal. Namun, kita harus siap apapun hasilnya.

Hal yang sama terjadi pada kelahiran anak kedua kami. Lagi-lagi harus lahir dengan operasi sesar. Kali ini kami tak terlalu cemas karena sudah pengalaman. Biaya pun sudah terbayang., kami menjadi lebih tenang.

Ya, karena kami memanfaatkan BPJS. Seandainya belum menjadi peserta JKN, entah bagaimana langkah dan nasib saya saat itu. Mungkin saya berutang dalam jumlah besar.

Ya, untung sekali saya sudah menjadi anggota BPJS Kesehatan. Sehingga tidak terlalu pusing benar dengan biaya sesar. Operasi kelahiran anak kedua kami berjalan lancar.

Begitulah kisah kami yang sangat tertolong dengan BPJS ini. Sebuah konsep gotong royong dari BPJS Kesehatan yang telah membantu banyak orang. Termasuk keluarga saya.

Saya beruntung mengajar di yayasan tempat sekolah saya bernaung justru menjadi garda terdepan mendorong guru-guru untuk bergabung dengan BPJS Kesehatan. Saya ingat benar anjuran ketua yayasan kepada guru-guru untuk ikut BPJS Kesehatan.

Dikatakannya bahwa itu sama seperti subsidi silang.
“Yang mampu membantu yang tidak mampu. Biar diringankan. Nanti kalau yang tidak mampu sudah diringankan, gantian membantu yang tidak mampu lainnya.”

Pas benar dengan konsep gotong royong BPJS Kesehatan. Dengan adanya JKN-KIS ini banyak masyarakat Indonesia tertolong. Per 31 Maret 2021 saja sebanyak 222.847.524 jiwa peserta JKN-KIS. Sebanyak itu pulalah masyarakat yang tertolong dengan program ini.

Ini pertanda bahwa masyarakat sangat peduli dengan jaminan kesehatan. Ya, kesehatan menjadi hal yang sangat penting. Dapat dibayangkan aktivitas tanpa kesehatan. Aktivitas apapun akan dilakukan dengan tidak maksimal. Ibaratnya, punya uang atau harta banyak tanpa kesehatan menjadi kurang bermakna.

Maka, segala ikhtiar pun kita jalankan sebagai usaha menjaga kesehatan. Kita tidak pernah bisa memprediksi kapan sakit. Musibah atau sakit bisa datang kapan saja. Seperti pepatah di negeri ini yang mengatakan ‘sedia payung sebelum hujan’. Nah, menjadi peserta JKN-KIS merupakan bentuk mengantisipai risiko dan kejadian tidak terduga itu.

Dan beruntung sekali pelayanan JKN-KIS semakin membaik. Berbagai inovasi dilakukan BPJS Kesehatan agar masyarakat semakin terlayani dengan maksimal. Salah satunya adalah dengan sistem digitalisasi.

Berbagai layanan JKN-KIS bisa kita lakukan dengan cepat dan nyaman.  Sangat tepat dengan kondisi saat ini yang masih dilanda pandemi akibat Covid-19. Masih was-was kalau mau aktivitas di luar rumah. Namun dengan adanya digitalisasi ini kita bisa menggunakan layanan JKN-KIS dengan lebih aman bahkan bisa dari rumah saja.

PANDAWA, Akses JKN-KIS dengan WhatsApp Saja

Apa itu PANDAWA?  PANDAWA akronim dari Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Ringkasnya, kita bisa dapatkan layanannya dari WhatsApp saja. Layanan PANDAWA ini dapat kita akses dengan nomor WhatsApp di 08118750400.

Hanya lewat WhatsApp saja. Dan Chika, asisten pribadi BPJS Kesehatan itu melayani dengan ramah.

Ada beberapa layanan yang dapat kita tanyakan, di antaranya:
1. Cek Status Peserta
2. Cek Tagihan Iuran
3. Skrining Kesehatan
4. Tutorial Mobile JKN
5. Panduan Layanan
6. Layanan Pandawa
7. Cari Lokasi

Call Center yang Semakin Melayani

Tidak dimungkiri bahwa banyak pertanyaan tentang BPJS. Biasanya ‘sakit ini boleh BPJS nggak sih?’ atau ‘kalau mau berobat dengan BPJS, apa saja syaratnya?’. Dapat dibayangkan kalau kita datang ke kantor BPJS hanya untuk pertanyaan itu. Lumayan membutuhkan waktu dan biaya. Belum lagi kalau lokasi kita sangat jauh. Bisa memakan waktu berjam-jam lamanya.

Tapi tenang. Sekarang nggak perlu repot langsung datang ke kantornya. Kita bisa menanyakan banyak hal tentang di layanan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400. Tentu kita harus bijaksana dengan menghubungi jika benar-benar perlu. Efektifkan waktu dan santun pada operatornya. Posisikan diri sebagai masyarakat yang butuh bantuan.

Dengan Aplikasi Mobile JKN, Tak Perlu Lagi Repot Mengantri

Dulu sering saya jumpai orang yang ambil antrean lalu pulang lagi dan datang beberapa waktu kemudian. Saat kembali, ternyata nomor antreannya sudah lewat. Duh, terpaksa dia harus ulang dari awal. Kasihan.

Tapi, kejadian ini nggak perlu terulang lagi.

Ya, kini ada antrean online yang bisa membuat waktu kita semakin efektif. Kita bisa ambil nomor antrean secara online. Lalu, datang ketika nomor antrean kita sudah dekat.

Jadi kita nggak perlu lama nunggu di sana. Nah, ini sangat memudahkan bagi masyarakat yang hendak menggunakan layanan BPJS.

Peserta JKN-KIS bisa memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk mengambil antrean di fasilitas kesehatan. Aplikasinya bisa diunduh di playstore. Setelah diinstall, pilih menu Pendaftaran Pelayanan pada aplikasi Mobile JKN. Kita bisa pilih poli, dokter dan mengisikan keluhan yang dirasakan. Saya sendiri pernah merasakan kemudahannya saat mendapatkan pelayanan saat ada keluarga yang sakit.

Dari mobile JKN itu terlihat perkembangan nomor antrean. Jadi datang saat antreannya makin dekat saja. Dengan begitu, waktu kita semakin dihemat. Selain itu, sangat pas untuk kondisi saat ini, kita mengurangi aktivitas di luar rumah.

Media Sosial dan Website BPJS Kesehatan. Informasi Semakin Update dan Lengkap

BPJS Kesehatan menyadari betul bahwa media sosial sangat penting menjembatani masyarakat dengan lembaga. Termasuk dengan kalangan generasi muda yang erat dengan media sosial. Seperti saya, lebih akrab dengan media sosial, terutama instagram. Nah, saya mendapatkan banyak informasi tentang BPJS dari instagram itu.

Dengan mem-follow akun instagram BPJS, saya akan terus mendapatkan informasi terbaru. Ada hal yang update saya langsung mengetahuinya.

Tidak cuma itu saja, untuk ulasan yang lebih panjang, saya bisa mendapatkannya di portal resmi BPJS kesehatan yaitu di www.jamkesnews.com.

 

Di website itulah informasi lebih lengkap dan detil. Banyak hal yang ingin diketahui tentang BPJS dijelaskan di sana. Seperti pertanyaan “Bagaimana Mendaftarkan Bayi Baru Lahir?”, “Bagaimana Cara Mendapatkan Pelayanan Alat kesehatan?”, “Apa Yang Dimaksud Denda Pelayanan?”, dan lainnya. Media sosial BPJS Kesehatan pun lengkap dengan instagram, tiktok, twitter, facebook, dan youtube.

Kesimpulan

Konsep gotong royong BPJS Kesehatan sangat membantu masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat yang menjadikannya sebagai ‘payung sebelum hujan’. Jadi diharapkan program ini didukung oleh setiap pihak.

Selain itu, inovasi dari BPJS juga diharapkan dapat diketahui dan terus dimanfaatkan masyarakat unntuk mendapatkan akses kesehatan. Tidak ada lagi pembedaan layanan BPJS terus dipertahankan. Itu yang juga diharapkan oleh kita semua. (*)

#DigitalisasiBPJSKesehatan

Mudahnya Berzakat Online dan Berbagi Kebaikan Bersama Sinergi Foundation

Mudahnya Berzakat Online dan Berbagi Kebaikan Bersama Sinergi Foundation

Mudahnya Zakat Online dan Berbagi Kebaikan Bersama Sinergi Foundation

“Pak Padil punya 2 ribuan? Saya mau beli susu buat anak ini kurang, Pak. Maaf banget ini saya minta,” kata Pak Ilham, guru kebersihan di sekolah saya, setelah dengan malu-malu mendekati saya.

Astaqfirullah, saya kaget sekali. Buat beli susu mungkin tidak seberapa besar. Tapi bahkan untuk itu, dia tidak punya sesuatu lagi. Seketika saya merasa berdosa karena tidak tahu saudaranya dalam kondisi kekurangan.

“Kalau nggak merepotkan ya,”

“Ya nggaklah, Pak,”

Lalu saya merogoh dompet. Meneliti sebentar dan mengambil uang pecahan Rp. 50 ribu.

“Ini Pak Ilham. Buat nambahin beli susu atau jajan anak,”

“Wah, kok segini, Pak Padil?”

“Nggak apa-apa, Pak Ilham”

Pak Ilham bilang jadi ragu-ragu menerimanya. Saya memaksanya. Baru dia mau menerimanya. Sepulangnya Pak Ilham, saya terpekur. Merasa kurang peka, sampai-sampai orang dekat saja tidak tahu kondisinya. Kalau sampai minta berarti sangat terdesak.

Banyak orang yang dalam kondisi kekurangan. Tapi kita tidak tahu. Mari bersegera berbagi kebaikan. Yang kita beri mungkin sederhana, tapi bagi mereka bisa menjadi luar biasa.

Memanfaatkan Amanah untuk Berbagi

Sangat mungkin ada orang lain lagi yang mirip dengan Pak Ilham. Lalu saya berpikir untuk memberikan sesuatu untuk guru-guru. Kebetulan saya ketua koperasi sekolah. Namanya koperasi serba usaha (KSU) Al Qudwah, bergerak di bidang usaha dan pembiayaan. Insya Allah dijalankan secara syariah. Menjelang Ramadhan, koperasi memberikan bingkisan kepada 173 guru-guru.  Di sini, dinamakan munggahan. 

Bingkisan itu berupa bahan pokok seperti gula, minyak goreng, daging ayam, dan sirup. Alhamdulillah bisa disisihkan dari penghasilan koperasi. Berharap bingkisan itu bisa memberikan kebahagiaan kepada guru-guru.

“Alhamdulillah, terima kasih, Pak Padil. Semoga koperasi semakin maju,”

Berbagai ucapan syukur dan terima kasih diucapkan oleh para guru.

Berbagi bingkisan saat munggahan Ramadhan

Ada petuah bijak. Dalam urusan dunia, lihatlah ke bawah. Hal ini membuat kita bersyukur karena dalam kondisi yang lebih beruntung daripada mereka. Dalam urusan akhirat, lihatlah ke atas.

Bagaimana memunculkannya? Saya punya tips nih. Coba sekali-kali keluar rumah, jalan-jalan. Tapi kali ini nikmati perjalanan dengan santai, lalu lebih jeli memotret apa yang ditemui di jalan.

Mungkin kita akan ketemu pemulung yang harus mencari satu dua bekas botol mineral atau kardus. Atau pedagang kaki lima yang harus berpanas dan berdebu berjualan. Atau tukang sol sepatu yang berjalan memanggul peralatan mencari nafkahnya. Atau pengamen jalanan baik itu yang memakai gitar, alat musik, maupun manusia silver. Begitulah beratnya dalam mencari nafkah. Lalu bandingkan dengan kita yang tak perlu seperti mereka dalam mencari nafkah. Hm, kita jauh lebih beruntung.

Mudahnya Berzakat Online di Sinergi Foundation

Satu kebaikan yang kita anggap kecil hari ini bisa jadi menumbuhkan kebaikan besar. Kebaikan yang bisa menyentuh banyak lapisan. Menolong orang tua yang tengah berjuang menafkahi keluarga, guru yang tengah berjihad dengan ilmunya, atau membantu anak mewujudkan cita-cita mulianya. (Ciptakan Kebaikan Setiap Hari – Sinergi Foundation)

Saya : Assalamualaikum

Sinergi Foundation (SF)  : Wa’alaikumsalam

Saya : Kak,Saya mau menyalurkan zakat fitrah lewat Sinergi. Apakah bisa?

SF : wa’alaikumsalam,  mangga Pak, Bisa InsyaAllah

Saya    : Kalau pakai uang saja, bisa?

SF: Boleh Pak, nanti kami menyalurkannya menjadi beras

Saya    : Siap. Untuk 5 jiwa, berapa uang yang harus dibayarkan? Boleh minta no rekeningnya?

SF: perorang nya 3 kg di kali harga beras yg di konsumsi, kalau di Sinergi Foundation harga yg dipakai 15.000 jadi perorang 45.000

SF: Alhamdulillah, boleh Bapak/Ibu. Apabila sudah transaksi boleh langsung konfirmasi. Terimakasih.

Tidak berapa lama, saya selesai membayarkan zakat fitrah untuk kelarga saya yang berjumlah 5 jiwa dengan orang tua. Bukti transfernya saya kirimkan.

Begitulah pengalaman saya membayarkan zakat tanpa harus keluar rumah. Pas sekali dengan kondisi saat ini, kita sedang menjaga jarak dan mengurangi aktivitas di luar untuk pencegahan Covid-19.

Zakat Online bisa menjadi pilihan. Paktis, tak perlu keluar rumah, Tak perlu menunggu menjelang Idu Fitri. Bahkan zakat fitrah bisa dibayarkan sejak awal bulan Ramadhan. Majelis Ulama Indonesia pun lewat Fatwa MUI Nomor 23 tahun 2020.

Kemajuan teknologi memiliki banyak manfaat. Hal ini juga dimanfaatkan untuk mempermudah pelaksanaan ibadah. Seperti zakat online yang membuat kita bisa menunaikan zakat dengan mudah.

Seperti halnya membayar zakat fitrah tadi, kita juga bisa membayar donasi lainnya lewat Sinergi Foundation. Tiga layanan zakat yang bisa kita lakukan lewat Sinergi Foundation yaitu zakat maal, zakat penghasilan, dan zakat fitrah.

Begitu mudah berdonasi. Bahkan saldo e-money pun bisa disedekahkan. Ya, kadang ada saldo di dompet digital masih mengendap. Untuk transaksi nominalnya kurang, mau diuangkan juga nggak bisa. daripada mengendap, bisa disedekahkan ke Sinergi Foundation. Lebih bermanfaat.

Begini caranya.

  1. Masuk ke laman bit.ly/infaksinergi
  2. Pilih program yang ingin dibantu dan KLIK Donasi
  3. Isi jumlah rupiah yang ingin didonasikan
  4. Pilih metode pembayaran Gopay/ShopeePay/Ovo/LinkAja/Jenius/Dana
  5. Isi data diri

Prosesnya nggak sampai dua menit. Ringkas saja. Tapi kita bisa membuat dana mengendap menjadi lebih bermanfaat. Banyak pahala pula dengan dana itu. Berapa pun nominalnya insya Allah menjadi pahala kita. Kita juga dapat Zakat Online menggunakan scan kode QRIS yang didukung berbagai dompet digital seperti OVO, Gopay, LinkAja, ShoopePay, Jenius, atau DANA. Dapatkan kode QRIS-nya dengan mengunjungi website resmi Sinergi Foundation di www.sinergifoundation.org atau melalui bit.ly/sinergizakat

Berbagi kebaikan harus disegerakan. Sekarang ini berbagi sangat mudah dilakukan. Berbekal smartphone dalam genggaman. Berbagi kebaikan bisa dilakukan dengan transferan. Beberapa alasan mengapa kita layak percaya pada Sinergi Foundation.

=

Mudahnya Pelayanan

Layanan berzakat atau berdonasi apapun bisa dilakukan dengan mudah. Bisa dilakukan lewat media sosial (instagram, WhatsApp) maupun lewat website.

=

Terpercaya dan Amanah

Sinergi Foundation telah berkiprah sejak 14 Oktober 2002. Legalitas Sinergi Foundation terdaftar berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU – 5622.AH.01.05. Tahun 2011. Terdaftar sebagai Lembaga Amil Zakat sesuai SK Menteri Agama DJ.III/564 Tahun 2016.

=

Memiliki Banyak Program

Hingga Desember 2020, Sinergi Foundation telah memberikan manfaat kepada 770.752 penerima manfaat. Sebanyak 37.659 donatur dan 13.074 mitra bersinergi bersama Sinergi Foundation.

=

Banyak Pilihan Berdonasi

Tak perlu bingung dengan biaya transfer antar bank sebab Sinergi Foundation memiliki 6 lebih rekening tujuan yang dapat dipilih sesuai rekening asal kita.

=

Aman dan Legal

Semua dana yang terhimpun di Sinergi Foundation murni disalurkan untuk kepentingan sosial, dan BUKAN untuk tujuan pencucian uang, terorisme, maupun tindak kejahatan lainnya.

=

Memiliki Jangkauan Luas

Programnya luas. Menebarkan kebaikan hingga ke pelosok Nusantara seperti Kalimantan dan Papua, hingga masyarakat dunia, seperti rakyat Palestina.

=

Laporan Donasi Aktual Dan Jelas

Setelah berdonasi, admin akan memberikan informasi transaksi yang dilakukan. Selain itu, laporan donasi diberikan dengan jelas sehingga kita tidak ragu lagi dengan sebaran donasi yang diberikan.

Dibalik keceriaan kita menyambut Hari Raya Idul Fitri, ada banyak kaum dhuafa yang tak seberuntung kita. Mereka hidup dalam serba kekurangan dan keterbatasan. Alangkah baiknya jika kewajiban zakat segera kita tunaikan. Sebagian orang merasa enggan mengeluarkan zakat. Alasannya? Zakat akan mengurangi harta yang dimiliki.

Zakat bukan hanya untuk membantu orang lain tetapi juga untuk membersihkan harta dan jiwa sekaligus sebagai pemerataan kemakmuran untuk mencapai keadilan sosial. Ayo segera Bayar Zakat. Jangan tunda untuk berbagi bahagia. (*)

#RamadhanSiapBeramal

Kantor SF Bandung

Jl. HOS Tjokroaminoto (Pasirkaliki)
No. 143 Bandung 40173

Telp: (022) 6120 218
Fax: (022) 6120 130

WhatsApp : 0813-2120-0100

Gedung Wakaf 99

Jl. Sidomukti No. 99 H
Bandung 40123

Telp: (022) 251 3991
Fax: (022) 2511 865

 

Sosial Media:

Berkolaborasi Bersama GuruInovatif.id Meningkatkan Mutu Guru dan Memajukan Pendidikan Indonesia

Berkolaborasi Bersama GuruInovatif.id Meningkatkan Mutu Guru dan Memajukan Pendidikan Indonesia

Berkolaborasi Bersama GuruInovatif.id

Meningkatkan Mutu Guru

dan Memajukan Pendidikan Indonesia

Dosa Besar Pendidikan

“Sampai hari ini kita masih dibayang-bayangi dengan 3 dosa besar dalam pendidikan yakni intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan (bullying)” kata Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kalau boleh ditambahkan, ada satu dosa lagi yaitu dosa anggaran. Anggaran pendidikan besar sangat besar yaitu 20% dari APBN tetapi kualitas pendidikan masih rendah.

Padahal, dengan besarnya anggaran itu, artinya pendidikan mengambil jatah untuk bidang lain seperti anggaran untuk kesehatan, subsidi petani dan nelayan, serta lainnya.

Jadi, anggaran untuk mensubsidi pupuk untuk para petani, peralatan melaut para nelayan dan lainnya dialihkan untuk pendidikan.

Tapi faktanya kualitas pendidikan tidak naik bahkan cenderung turun.

Anggaran pendidikan pada 2020 sebesar Rp 505,8 triliun. Angka ini meningkat 2,7% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 492,5 triliun.

Dan kita perlu tahu bahwa porsi terbesar anggaran pendidikan adalah untuk belanja pegawai. Di dalamnya ada gaji guru dan sertifikasi guru. Artinya, kalau mutu guru tidak juga meningkat, berarti guru ‘telah berdosa’.

Pendidikan Kita Belum Maju, Ini PR Kita.

Benarkah pendidikan kita belum maju? Apa tolok ukurnya? Setidaknya bisa dilihat dari 2 data berikut ini.

 

 

1.Berdasarkan Peringkat PISA, Menggambarkan Kualitas Siswa

Berdasarkan survei Program for International Student Assessment (PISA) 2018, peringkat Indonesia turun jika dibandingkan tahun 2015. Survei PISA yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merupakan rujukan dalam menilai kualitas pendidikan di dunia.

Survei PISA menilai kualitas pendidikan melalui kemampuan membaca, matematika dan sains pada anak usia 15 tahun.

Meskipun banyak yang kurang sepakat dengan survei PISA ini, tapi data ini bisa menjadi bahan refleksi. Misalnya nih benar atau tidaknya budaya membaca rendah. Lihat saja dalam keseharian kita, apakah kita suka baca atau tidak. Itu bisa sebagai pembuktiannya.

Lalu tentang penguasaan sains misalnya, mari kita tengok lagi kebiasaan pembelajaran siswa, bukankah mayoritas siswa belajar itu menghafal rumus-rumus atau kalimat-kalimat yang diprediksi akan keluar di ujian? Memang tidak semua sih tapi kebanyakan seperti itu.

Nah, mari kita lihat perbandingan skor PISA negara kita tahun 2015 dengan 2018.

Peringkat PISA Indonesia

2. Berdasarkan Hasil UKG, Beginilah Mutu Guru

 

Rata-rata hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015 adalah 53,02. Padahal, pemerintah mematok standar kompetensi minimum (SKM) adalah 55.

Dari hasil UKG itu juga hanya 7 provinsi dari 34 provinsi yang memperoleh nilai rata-rata di atas target minimum. (https://kependidikan.com/nilai-ukg-2015/)

Sebagai seorang guru saya mengakui bahwa kualitas guru memang rendah. Ini merupakan otokritik untuk perbaikan diri. Ya, kita harus berani mengakui bahwa kompetensi belum maksimal.

Dan kualitas guru paling menentukan kualitas pendidikan. Jadi, bukan hanya masalah anggaran, kurikulum, atau kebijakan. Apapun kurikulumnya, kualitas guru yang utama.

Mengapa kualitas guru rendah? Padahal, menilik besarnya anggaran pendidikan, belanja pegawai merupakan porsi terbesarnya. Tapi mengapa tak sebanding dengan mutu guru? Nah, ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya mutu guru.

1. Jadi Guru, Tapi Malas Mengajar

 “Aduh..saya ada jam mengajar”….

“Yes, aku bebas. Nggak ada jam hari ini.”

Sering lho saya dengar kalimat ini dari para guru. Jangan salah, guru juga senang lho kalau jam kosong. Apalagi kalau libur atau tanggal merah….makin seneng.

Lha…ternyata nggak beda jauh ya dengan siswa. Ada celetukan kalau pelajaran favorit adalah pelajaran atau jam kosong.

Ada guru tapi tidak suka mengajar itu sungguh aneh. Lha tugas utama atau pekerjaan guru kan mengajar. Kalau guru nggak mau mengajar, jangan jadi guru saja, to? Hehe…

Saya juga sering mengamati teman-teman guru yang kebanyakan bahagia saat ada kegiatan di sekolah, lalu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dialihkan ke kegiatan sekolah seperti penyambutan pejabat, rapat, atau ulangtahun sekolah. Saya sering mengamati dari berbagai postingan di media sosial.

Jangan marah dulu. Ada kalanya guru semangat mengajar, ada kalanya bosan mengajar. Biasanya karena terlalu lama atau terlampau banyak jam mengajar. Siapa sih yang nggak bosan kalau terus menerus mengerjakan rutinitas yang sama?

2. Minim Penguasaan Teknologi

 

Di negara maju mana pun, kualitas pendidikan ditopang dengan kemajuan teknologi. Ringkasnya, kalau guru-guru melek teknologi, kualitas pendidikan akan maju.

Sayangnya, guru-guru kita kurang bisa menguasai teknologi. Saya sering memperhatikan kalau ada kegiatan. Seringkali pemateri kesulitan membuka file materi, memindahkan file, mengkoneksikan laptop ke projektor, dan lainnya. Saya pun beberapa kali membantu kesulitan pemateri itu.

Sering lho hal ini terjadi. Kalau ini terjadi pada guru-guru yang sudah sepuh saya maklum sih. Faktor usia pula yang menyebabkannya.

Memang tidak semua guru yang gagap teknologi. Banyak juga guru-guru yang mahir dalam penguasaan teknologi. Pemerintah pun sudah memberikan katalis. Misalnya melalui lomba-lomba. Salah satunya Aplikasi Mobile Ki Hadjar yang diadakan Kemdikbud, melombakan berbagai inovasi guru mengajar.

Padahal pendidikan merupakan ranah yang dinamis. Berbagai perubahan bisa muncul dengan cepat. Sebelum pandemi, berapa banyak guru yang kenal dengan penggunaan aplikasi meeting online? Mungkin sedikit. Siapa yang menggunakannya? Mungkin semakin sedikit pula.

3. Kurang Memaknai Peran Guru

Dalam dunia per-guru-an ada 3 jenis guru yaitu guru bayar, guru nyasar, atau guru sadar. Pertama, guru bayar adalah seorang guru yang mau mengajar hanya kalau dibayar. Kalau tak dibayar dia tak mau mengajar atau melakukan sesuatu untuk sekolah atau siswanya. Guru bayar akan kesulitan mengembangkan kompetensi diri. Biasanya kalau ada pelatihan harus ada uang jalan, uang makan, hingga uang saku. Kalau nggak ada, dia nggak mau ikut pelatihan. Padahal pelatihan itu untuk mengembangkan dirinya.

Memang banyak hal harus disokong dengan biaya (uang). Tapi kalau semua hal dihitung-hitung dengan uang tidak bagus juga.

Kedua, guru nyasar, yaitu guru yang mengajar tidak sesuai dengan disiplin ilmunya.

 Di sekolah-sekolah banyak sekali guru nyasar ini. Penyebabnya karena persoalan kurangnya guru di sekolah. Daripada tidak ada guru, akhirnya guru yang ada diberdayakan. Termasuk saya. Ya, saya kuliah di fisika murni, bukan fisika keguruan. Tapi karena ada sekolah yang tidak punya guru IPA, akhirnya saya mendaftar. Sekarang saya sudah menikmati profesi sebagai guru. Tahun ini genap sepuluh tahun saya menjadi guru.

Ketiga, guru sadar. Guru sadar yaitu guru yang sepenuh hati menyadari bahwa tugasnya adalah sebagai pengajar dan pendidik maka dia mau melakukan banyak hal untuk kemajuan anak didiknya. Bahkan kerjanya tak sebatas jam kerja di sekolah saja.

Bisa jadi kita, guru, saat ini masuk dalam guru nyasar. Tapi nggak masalah. Yang penting jangan terus jadi guru bayar.

Yuk ingat kembali berbagai peran guru. Guru bukan hanya sebagai pengajar yang tugasnya transfer of knowledge tetapi memiliki peran mulia mendidik generasi muda hingga menjadi sosok yang memiliki karakter.

8 Peran Guru

 

1. Fasilitator

yaitu memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan pembelajaran

2. Pengelola

yaitu menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman

3. Demonstran

yaitu menunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa menjadi lebih mengerti

4. Pembimbing

 yaitu menjaga, mengarahkan dan membimbing siswa agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat, dan bakat

5. Motivator

yaitu memotivasi siswa agar memiliki semangat belajar

6. Sumber Belajar

yaitu penguasaan materi belajar

7. Evaluator

yaitu mengumpulkan informasi tentang keberhasilan pendidikan yang telah dicapai.

8. Ustadz/kyai

yaitu mengarahkan dan membimbing siswa agar memiliki bekal dunia dan akhirat. 

Cara Saya Menguatkan Motivasi

Motivasi ibarat pondasi untuk setiap aktivitas. Kalau sudah kuat motivasi menjadi guru atau motivasi mengajar, maka guru akan semangat belajar lagi, semangat mengikuti pelatihan, semangat memperbaiki diri, semangat mempelajari teknologi, dan seterusnya.

1. Mengisi Energi Lewat Youtube

Ada 2 chanel Youtube yang sering saya dengarkan kala semangat saya melemah. Sebagai guru yang mengajar fisika, sering lho saya stress dengan hasil belajar siswa yang tak sesuai dengan harapan. Kadang saya kecewa, stress dan merasa gagal. Kalau sedang dalam kondisi ini saya sering berselancar ke channel Munif Chatib dan Najeela Shihab. Munif Chatib adalah penulis buku Sekolahnya Manusia, Gurunya Manusia,Orang tuanya Manusia, Semua Anak Bintang, dan lainnya. Sementara, Najeela Shibab adalah penulis Semua Murid Semua Guru dan pendiri Sekolah Cikal.

Biasanya setelah menonton paparan kedua sosok yang concern dengan pendidikan ini semangat saya kembali naik dan terutama bersyukur dengan apapun kondisi siswa. Ya, apapun kondisinya. Dampaknya kemudian saya merasa lebih tenang dan senang mengajar.

2. Berdiskusi Dengan Sesama Guru

Dari diskusi banyak mucul motivasi dan inspirasi. Kata Ki Hadjar Dewantara, “Setiap orang merupakan guru, setiap tempat merupakan sekolah”. Jadi semua orang bisa jadi guru kita.

Saya belajar dari banyak orang. Teman guru baik yang lebih junior atau secara umur atau masa pengabdian maupun guru yang lebih senior secara umur atau masa pengabdian. Manfaat berdiskusi kita bisa dapat pendapat dari sudut pandang yang berbeda.

Tapi agar benar-benar dapat ilmu, ‘kosongkanlah gelasmu’. Merendahlah. Benar-benar sedang belajar. Jangan merasa lebih pintar dari teman diskusi.

“Kosongkan dulu gelasmu setiap bertemu orang baru,” kata Bob Sadino.

Berdiskusi untuk mendapatkan ilmu dari teman sejawat

Mutu guru harus ditingkatkan agar pendidikan Indonesia semakin maju. Maka guru-guru harus terus memotivasi diri, meningkatkan kualitas diri, dan mau belajar hingga menguasai teknologi. Apalagi di saat pandemi akibat Covid-19 ini pembelajaran daring jelas-jelas memerlukan penggunaan dan penguasaan teknologi.

Cara Saya Belajar Teknologi

Saya sering penasaran dan tertarik dengan berbagai pelatihan terutama tentang teknologi. Ini saya lakukan bahkan sebelum pandemi dulu. Saya pernah menempuh perjalanan 4 jam dengan kereta api untuk ikut pelatihan. Pernah juga pukul 02.00 dini hari berangkat ke sebuah pelatihan agar bisa tepat pukul 08.00 tiba di tempat pelatihan.

Begitulah. Antusiasme saya ikut pelatihan. Kalau ada pelatihan, saya usahakan ikut. Sampai kemudian saya berkenalan dengan GuruInovatif.id. Beneran, GuruInovatif.id menjadi tempat tepat untuk meng-up grade diri.

Sejak kapan? Sudah sejak lama saya mengenal guruinovatif.id tepatnya sejak 11 September 2020 lalu. Berbagai kegiatan guruinovatif.id yang sudah saya ikuti. Saya tak merasa bosan, justru semakin penasaran.

GuruInovatif.id adalah sebuah platform online learning yang menyediakan kursus, pelatihan, dan sertifikasi untuk guru. Semuanya bisa diakses secara daring atau online. Jadi kita bisa belajar dan meningkatkan kualitas mengajar, menambah wawasan, dan meningkatkan skill tanpa harus keluar rumah. Ya, cukup dengan mengakses website GuruInovatif.id atau media sosial milik GuruInovatif.id.

GuruInovatif.id memiliki berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas guru. Yuk kita ulas satu per satu.

Menu di Guru Inovatif

1. Mini Course

GuruInovatif.id menghadirkan mini course yang akan membahas topik-topik tertentu seperti PCK dan HOTS untuk segala jenjang dan mapel bersertifikasi 16JP.

Mini course berisi kursus singkat strategi mengajar untuk guru. Kontennya sangat jelas dan relevan dengan kebutuhan para guru.

Berbagai modul dalam mini course yang sangat pas sebagai bekal guru mengajar seperti 9 Langkah Mengajar Efektif di Kelas, HOTS jenjang SMP/MTs/SMA/MA/SMK, Menggunakan Teknik Coaching Untuk Membongkar Revised Bloom Taxonomy, Aspek-aspek Kunci dalam Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh di Era New Normal, Tips Mengajar Efektif – Mapel Bahasa Indonesia untuk SMA, dan lainnya.

Dengan hanya berinvestasi Rp. 27.500 untuk mendapatkan materi atau Rp. 37.500 untuk mendapatkan sertifikat saya rasa kursus ini sangat mumpuni untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan skil guru mengajar. Dengan menyelesaikan mini course maka kita akan mendapatkan sertifikat setara 16 jam pelajaran (JP).

Bukan hanya saat mengajar tatap muka di kelas saja tapi juga saat mengajar daring lho. Pas banget dengan kondisi saat ini yang masih menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

2. Productivity Course

Modul-modul kursus disampaikan dengan jelas, kualitas video dan audionya maksimal, dan langkah-langkahnya mudah dikerjakan. Tentu saja modul kursus ini bisa diakses secara daring. Saya telah mengambil beberapa kursus yang memberikan dampak bagus untuk skill yang dapat menunjang aktivitas mengajar.

Saat ini telah ada 29 modul dalam Productivity Course yang dapat kita akses baik secara gratis maupun berbayar.

Productivity course ini sangat pas untuk meningkatkan skill kita. Jelas membantu untuk mengajar. apalagi di masa pandemic kita harus membuat materi pembelajaran dengan berbagai media seperti power point, video pembelajaran, komik, dan lainnya. Bahkan bukan hanya untuk mengajar saja tapi juga untuk keperluan lain seperti presentasi.

Tertarik? Lihat saja beberapa kursusnya seperti Cara Merekam Materi Pembelajaran melalui Screen Recorder (OBS), Teknik Membuat Animasi Sederhana untuk Materi Siswa Menggunakan Powerpoint, Cara Menggunakan Google Classroom untuk Mengajar di Kelas Sekolah, Cara Membuat Ujian Online Menggunakan Google Form, Mengasah Kosakata Bahasa Asing untuk Komunikasi Sehari-hari dengan Duolingo, dan lainnya.

Beberapa modul yang paling menarik buat saya adalah Cara Menggunakan Whatsapp untuk Group Pembelajaran, dan Teknik Membuat Animasi Sederhana untuk Materi Siswa Menggunakan Powerpoint.

Dalam kursus ini kita bisa menginvestasikan Rp. 17.000 (materi), Rp. 25.000 (materi dan sertifikat), bahkan bisa gratis (kursus saja). Ayo asah berbagai kemampuan teknis seputar cara mengajar di GuruInovatif.id dan dapatkan sertifikat 8JP.

Beberapa sertifikat Productivity Course yang saya dapatkan dari GuruInovatif.id

3. Online Certification

Kursus ini bisa dibilang lebih lengkap dan tuntas. Dengan menyelesaikan tugas dalam kursus online ini kita bisa mendapatkan sertifikat setara 32 jam pelajaran (JP). Ada berbagai topik yang diterapkan dengan konsep PCK dan HOTS.

Sebagai guru, pernahkah merasa bingung kenapa siswa sulit paham materi, bosan mengikuti pembelajaran, atau hanya fokus di 20 menit awal. Duh, kenapa ya? Kondisi seperti ini ‘berbahaya’ lho. sebab dapat membuat semangat guru terjun bebas. Percaya ya?

Nah, kesulitan seperti ini akan kita dapatkan solusinya di GuruInovatif.id karena guru akan belajar cara menerapkan konsep PCK (Pedagogical Content Knowledge). Ya, PCK merupakan konsep pengajaran yang dikembangkan oleh GuruInovatif.id. Konsep ini memudahkan guru mengelola kelas dan menumbuhkan semangat berinovasi agar tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Bukan itu saja, GuruInovatif.id memadukan PCK dengan HOTS sebagai keterampilan yang harus dimiliki masyarakat abad 21 untuk menyesuaikan kebutuhan zaman.

HOTS merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang tidak hanya membutuhkan kemampuan mengingat, memahami atau menerapkan saja, namun membutuhkan proses menganalisis, mengevaluasi, serta menciptakan.

Bagaimana gambaran sinergi PCK dan HOTS ini dapat dilihat dari infografis berikut.

4. ILSTF

Mendidik itu butuh strategi dan ilmu. Guru tidak bisa menggunakan ilmu atau strategi lama terus menerus sebab siswa bisa bosan. Nah, program Innovation School Leaders and Teachers (ISLTF) memberikan wawasan agar guru berinovasi dalam pengajarannya. Dengan mengikuti ISLTF, guru akan mendapatkan paradigma baru dalam mendidik yang dibagikan pembicara dan mentor dalam ISLTF.

Kegiatan ini sifatnya daring. Para guru dari semua jenjang pendidikan bisa mengikutinya. Guru dan kepala sekolah pun bisa baik negeri maupun swasta.

Acara bisa diikuti dengan mudah karena bisa diakses melalui handphone maupun laptop. Peserta yang ikut kegiatan ini merupakan orang-orang yang hebat, mau menginvestasikan waktu dan tenaganya sebab kegiatan ISLTF sering kali diadakan pada siang hari.

Pembicaranya keren-keren dan hebat-hebat termasuk pembicara tamu. Mereka sosok yang sudah malang melintang di dunia pendidikan sehingga ilmunya mumpuni.

Saya pernah mengikuti ISLTF #9 dan #10 dan terakhir saya mengikuti ISLTF #33 dan #34 pada Maret 2021 ini. Alhamdulillah sangat bermanfaat membuka wawasan dalam mendidik siswa.

5. Bincang GuruInovatif

Ki Hadjar Dewantara pernah mengatakan, “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah”.

Setiap orang pasti punya pengalaman berbeda. Karena itu, tidak ada salahnya saling berbagi ilmu dan pengalaman. Banyak manfaatnya dari menyimak pengalaman orang lain.

Agar suatu saat jika menemukan kondisi yang sama kita sudah punya gambaran atau strategi menghadapinya. Berdiskusi juga bisa membuka wawasan dan menambah pengetahuan.

Inilah yang dilakukan dalam program bincang guru inovatif. Dengan menghadirkan beberapa guru atau narasumber yang punya pengalaman dan wawasan kita dapat mendapatkan banyak hal.

Beberapa Bincang GuruInovatif yang sudah diselenggarakan adalah “Tantangan & Tips Mengajar di Masa Pandemi” dan “Teknologi untuk membantu Guru dalam Mengajar di Era Revolusi Industri”. Akan hadir Bincang GuruInovatif 3 Mencontek Pembelajaran Online di Jepang Saat Pandemi pada Rabu, 24 Maret 2021 mendatang. Kegiatan berdurasi 45 menit (30 menit materi dan 15 menit tanya jawab) ini bisa diakses Instagram GuruInovatif maupun zoom meeting.

Investasinya bisa gratis. Pelaksanaannya pukul 13.00 WIB menguji kesungguhan peserta mau belajar atau tidak. Sebab saat itu merupakan jam yang rawan ngantuk atau jadwal tidur siang. So, peserta yang ikut adalah orang-orang yang hebat.

6. GuruInovatif Class

Saat ini telah dilaksanakan GuruInovatif Class (GI Class) yang dapat menambah skill guru sehingga bisa membuat atau memanfaatkan teknologi untuk media pembelajaran. Materinya keren dan sangat dibutuhkan untuk menunjang pembelajaran daring. Lihat saja topiknya GuruInovatif Class #1 “Memanfaatkan Blog sebagai Media Pembelajaran Guru”, GI Class #2 “Memaksimalkan Penggunaan Google Classroom untuk Meningkatkan Produktifitas Pengajaran” dan GI Class #3 “Kreasi Media Pembelajaran Menggunakan Canva”.

Beberapa Sertifikat GuruInovatif Class yang saya dapatkan. Semakin menambah skill saya

Saya berkesempatan mengikuti semua GI Class ini karena merasa sangat membutuhkan materi ini. Dengan durasi 90 menit (60 menit praktik dan 30 menit tanya jawab) bisa jadi jadi cukup atau tidak cukup. Tapi saya rasa agar mahir harus latihan mandiri.

Saya sempatkan latihan mandiri membuat media presentasi materi dengan menggunakan canva yang bisa menampilkan video pembicara. Hasil dari pelatihan itu bisa dilihat di video berikut.

Itulah beragam ‘menu’ yang diberikan oleh GuruInovatif. Sangat banyak. Tinggal kita mau pilih yang mana. Seyogyanya para guru terus meningkatkan dan mengasah penguasaan teknologi untuk menunjang pembelajaran.

Dalam banyak hal memang skill bisa dikuasai secara otodidak. Tapi sangat penting adanya mentor atau coach. Kalau ada mentor atau coach pasti lebih cepat biasa daripada belajar secara otodidak.

Dan menurut saya belajar di GuruInovatif sangat tepat. Inilah beberapa keunggulan belajar  di GuruInovatif.id

1. Pembelajaran Aktual

Perkenalan saya dengan GuruInovatif pertama kali adalah saat kepala sekolah mengintruksikan guru untuk mempelajari AKM dan menyusun kesiapan sekolah. Nah, saat itu saya dapat informasi tentang pelatihan AKM yang diadakan Hafecs. Maka tanpa ragu saya mengikuti pelatihan seri AKM 32 JP. Dan saya beruntung lebih tahu dulu dari guru lain di sekolah.

Saat pembelajaran daring, GuruInovatif memiliki program yang membantu kebutuhan guru agar bisa mengajar daring dengan lancar dan berkesan.

Begitu juga program lain yang juga selalu aktual dan responsif terhadap perkembangan pendidikan.  Sehingga berbagai perubahan bisa disikapi dengan baik karena belajar di GuruInovatif.

2. Lengkap untuk Semua Jenjang Pendidikan

Tersedia program pelatihan yang lengkap untuk guru SD, SMP, SMA/SMK. Bahkan program pelatihan ini bisa diikuti oleh kepala sekolah atau masyarakat umum. Beberapa kursus juga dilengkapi dengan tugas untuk mengukur sejauh mana kemampuan.

 3. Layanan yang Cepat dan Memuaskan

Meskipun sudah ada petunjuk pelaksanaan dan informasi kegiatan sering kita lupa atau tidak mengerti juga. Atau lebih tepatnya tidak baca ya..hehe… Selain itu, kesulitan lain saat ada pelatihan yaitu mengakses sertifikat. Nah, ini sering saya alami.

Tapi saat belajar di GuruInovatif kesulitan itu tak perlu dicemaskan. Ada tim GuruInovatif yang siap sedia membantu kita saat ada kesulitan.

Misalnya menanyakan jadwal kegiatan, cara mendapatkan materi, cara mengubah dari free ke premium, hingga mencari sertifikat. Bahkan mencari sertifikat dan undangan kegiatan yang sudah lewat. Duh… seneng apa seneng banget dengan pelayanan seperti ini?

Tapi kita juga harus mandiri ya. Jangan terlalu menyusahkan tim GuruInovatif. Budayakan membaca sebelum bertanya. Ayo gerakkan literasi diri. Termasuk para guru nih yang biasanya menggembor-gemborkan literasi kepada siswa. Harusnya guru juga membudayakan literasi untuk dirinya. Betul ya…

Inilah yang sudah mengambil manfaat dari GuruInovatif.id oleh Hafecs.

50000

Guru & Pegiat Pendidikan

10000

Sekolah & Instansi

300

Pelatihan

300

Kota & Kabupaten

4. Trainer Berpengalaman

 

Semua trainer di GuruInovatif.id merupakan trainer yang berpengalaman dan mumpuni dalam bidangnya. Dalam beberapa kegiatan saya menyimak  Dr. (Cand.) Zulfikar Alimuddin, B.Eng.,M.M., CPC, CEC dan Danang Bagus Yudhistira, S.Si.,M.Sc. kelihatan sekali beliau menguasai ilmu yang disampaikan. Begitu pun pemateri lain seperti M.T. Hidayat, S.Si, Yudhistira Abdi Atmanegara, S.Si, dan lainnya.

Berbagai kursus pelatihan guru di GuruInovatid.id akan semakin meningkatkan skill guru yang akan meningkatkan kualitas pengajaran guru.

Dan perlu kita tahu, GuruInovatif.id ini sudah direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat serta rujukan lembaga-lembaga lain. Jadi, benar-benar terpercaya, ya.

 

5. Modul berkualitas dan Biaya Kursus Terjangkau

 

Nggak mudah lho membuat modul yang sangat berkualitas. Mulai dari cara penyajian, kualitas suara dan video yang bagus, sampai mengakses dengan mudah. Nah, GuruInovatif.id menyediakan modul yang sangat bagus sehingga mudah juga dipraktikkan. Nggak cukup itu saja, kita juga bisa dapatkan sertifikat dengan biaya terjangkau. Manfaat modul dan sertifikatnya jauh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.

6. Dapatkan Penghasilan Tambahan dengan Program Afiliasi

 

Sudah dapat ilmu, dapat pula penghasilan tambahan. Mau atau mau banget? Nah, dengan mengikuti afiliasi GuruInovatif.id kita bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan mudah. Caranya? Guru silakan daftar dan berbelanja kursus senilai Rp 50.000. setelah itu akan langsung tergabung dalam program afiliasi dengan komisi hingga 20% dengan merekomendasikan layanan GuruInovatif.id lewat kode afiliasi. Mudah, bukan? Saya saat ini sudah tergabung dengan program afiliasi ini.

 

7. Pilihan Sertifikat

Tersedia dua sertifikat yaitu sertifikat kelulusan dan sertifikat ketuntasan. Sertifikat penyelesaian akan kita dapat jika membeli mini course atau online certification dan tidak mengerjakan tugas. Sedangkan jika kita menyelesaikan tugas akan mendapatkan sertifikat kelulusan. Akses mendapatkan sertifikat pun sangat mudah, semudah mendaftar di GuruInovatif.id. TSudah jelas kan kemudahan dan banyaknya pilihan Sertifikasi Guru di GuruInovatif.id.

GuruInovatif.id merupakan platform yang tepat untuk Sertifikasi Guru karena banyak pilihan dan kemudahan tadi.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog GuruInovatif.id Seri 2 dengan tema “Peran GuruInovatif.id sebagai Platform Belajar dan Sertifikasi Guru Indonesia”

Belajar Membuat Media Pembelajaran dengan Canva Bersama GuruInovatif

Belajar Membuat Media Pembelajaran dengan Canva Bersama GuruInovatif

“Kami bener-bener ingin membimbing para bapak ibu guru agar memiliki skil baru,” Itulah yang dikatakan Mas Reezky pada belajar bersama Bu Naufanti Zulfah, S.Kom. Mau tau acaranya?

Nah, acaranya adalah Kreasi Media Pembelajaran Menggunakan Canva. Di acara itu peserta akan belajar tentang:

Pengenalan Canva

Pengenalan Tools dalam pembuatan presentasi

Membuat Kreasi presentasi menggunakan Canva

Membagikan atau mengunduh file yang sudah dibuat

Merekam presentasi atau tampil wajah pembicara sekaligus audio terekam.

Pelatihan ini diadakan pada Rabu 10 Maret 2021 pukul 13.00 WIB. Siang-siang biasanya kan jam rawan karena mengantuk. Tapi, di acara dengan durasi 90 menit ini saya sangat antusias mengikuti. Pas banget materi ini dibutuhkan saat pembelajaran daring.

Jadi, acara terdiri dari 60 menit materi dan 30 menit tanya jawab ini, peserta dapat memilih sebagai peserta fee yang akan mendapatkan sertifikat, atau peserta premium yang mendapatkan E-sertifikat senilai 4 JP, materi-materi, dan mendapatkan video webinar dengan hanya membayar Rp. 24.900.

pelatihan canva GuruInovatif

Ternyata, dengan Canva kita bisa membuat poster, presentasi, animasi, dan video lho. Dan salah satu kelebihan Canva, tidak memerlukan spesifikasi yang tinggi untuk menggunakannya. Yang penting adalah jaringan internet yang lancar.

Kegiatan ini sangat diminati guru terbukti dengan ada sejumlah 287 peserta di room zoom sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sayangnya waktu tidak cukup bagi peserta untuk bertanya-tanya.

Kalau saya simak sih bagian menggunakan fitur rekaman yang paling diminati. Emang sih, keren banget merekam materi pembelajaran pakai slide yang dilengkapi video pembicara. Keren banget sih.

Harus banyak-banyak praktik biar bisa lebih master lagi.

Dan kerennya lagi, peserta mendapatkan link Canva yang bisa dipakai gratis selama satu tahun, sebagai program Canva untuk pendidikan. Keren apa keren banget nih…

Saya pengen banget ikut GuruInovatif Academy biar bisa makin master lagi. Didampingi saat praktik. Terima kasih GuruInovatif yang memberikan ilmu untuk para guru. Saya jadi pengen langsung praktik. Hehe…

Silabus KSN Fisika SMA

Silabus KSN Fisika SMA

Silabus Kompetisi Sains Nasional (KSN) SMA tahun 2020 memuat lingkup materi yang akan diujikan pada kegiatan KSN. Materi dalam silabus ini mengacu kurikulum yang berlaku dan silabus kompetisi internasional. Isi silabus ini terdiri dari SEMBILAN (9) bidang studi yang dilombakan yaitu : Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, Kebumian, Astronomi, Komputer Informatika, Geografi, Ekonomi.

https://drive.google.com/file/d/1I4OORGs3VHjOchknq5296eKj7p53g-Qu/view?usp=sharing

Mengurangi Sampah dengan 5 R

Mengurangi Sampah dengan 5 R

Sampah merupakan masalah yang besar bagi negara kita termasuk di lingkungan kita. Sampah biasa ditemukan di berbagai tempat baik itu tempat umum maupun lingkungan sekitar kita.

Permasalahan sampah menjadi keresahan kita bersama. Sebanding dengan jumlah manusia maka volume sampah semakin besar dan hampir tidak teratasi. Benarkah tidak teratasi?

Ternyata kita bisa mengurangi, setidaknya, kalaupun tidak menghilangkan masalah sampah ini. Ya, kita bisa berperan dengan apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi volume sampah yang setiap hari semakin bertambah.

Bagaimana caranya? Kita bisa lakukan 5R untuk mengurangi sampah.

Berikut ini infografik yang bersumber dari Kompas.id.