Jadi Pengusaha Sukses dengan Kuliah di Politeknik WBI

Jadi Pengusaha Sukses dengan Kuliah di Politeknik WBI

Jadi Pengusaha Sukses dengan Kuliah

di Politeknik WBI

 

Saya sering menghadapi siswa yang bingung mau kuliah di mana. Saya tanya, “Target kamu apa?”

“Pengennya sih cepat kerja setelah selesai kuliah. Alasannya biar cepat bantu orang tua. Pengen langsung bisa kerja atau saya buka usaha. Penghasilannya bisa kasih ke orang tua.”

“Wah, keren banget itu.”

“Bagusnya kuliah di mana ya Pak?”

Memilih kampus nggak gampang. Banyak mahasiswa yang salah jurusan, lho.  Penelitian Indonesia Career Center Network (ICCN) tahun 2017 melaporkan bahwa 87 persen mahasiswa Indonesia mengakui mengakui mengambil jurusan tidak sesuai dengan minatnya. Sebanyak 71,7 persen pekerja memiliki profesi yang tidak sesuai dengan pendidikannya.

Nah kalau sudah gitu, banyak kerugian, kan? Bukan hanya kerugian secara finansial tapi juga kerugian waktu. Sudah berapa banyak waktu yang terbuang gara-gara kuliah tidak sesuai dengan minatnya.

Jadi, sangat penting memilih kampus yang tepat. Semakin cepat kuliah bukankah cepat pula untuk sukses, semakin cepat pula membahagiakan orang tua. Benar? Bahkan semakin cepat juga mewujudkan impian.

Siapa yang tak ingin punya kehidupan yang sukses dan bahagia di masa depan?

Saya sering memberikan arahan ke siswa, “Pilihlah kampus yang paling cepat bisa mewujudkan impianmu membantu orangtua.”

Politeknik WBI

Politeknik merupakan kampus yang tepat dan cepat untuk mempersiapkan diri bekerja di bidang yang diminatinya. Politeknik juga menjadi kampus yang mencetak enterpreneur.

Kemajuan sebuah negara dipengaruhi jumlah enterpreneurnya. Semakin banyak enterpreneur, negara semakin maju, semakin banyak lapangan pekerjaan, sehingga mengurangi pengangguran.

Indonesia masih punya masalah dengan jumlah pengangguran. Pada Februari 2020 tingkat pengangguran terbuka di Indonesia sebanyak 6.88 juta orang dengan penambahan jumlah pengangguran lebih dari 60 ribu orang dalam setahun.

Semakin cepat jadi enterpreneur semakin cepat menebar bermanfaat.

Nggak perlu bingung kuliah untuk jadi enterpreneur. Politeknik WBI menjadi pilihan tepat. Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI) merupakan institusi pendidikan yang terbaik dan ideal bagi orang muda Indonesia untuk siap bersaing di dunia bisnis yang semakin kompetitif di era industri 4.0 ini.

Didirikan Martua Sitorus, seorang pengusaha sukses dari Pematang Siantar, Kampus Entreprenur di Sumut ini melahirkan sosok entrepreneur-entrepreneur muda terdidik, terampil, dan tangguh dari ‘bangku kuliah’.

1. AGRIBISNIS HORTIKULTURA

Untuk yang berminat menjadi entrepreneur dalam bidang Agribisnis Hortikultura, program studi ini sangat tepat. Prodi ini juga fokus mengembangkan pemanfaatan teknologi dalam bidang pertanian.

2. Program Studi Akuntansi Perpajakan

Program studi ini dirancang dengan mempertimbangkan masa depan dunia akuntansi khususnya perpajakan yang akan makin penting, penguasaan teknologi 4.0 dan menggabungkannya dengan pembangunan kemandirian yang memungkinkan tumbuhnya kreativitas dan inovasi.

3. Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional

Tantangan pasar global di masa depan semakin kompetitif. Dengan mengambil prodi ini, kamu punya persiapan untuk menjawab tantangan itu. Prodi ini. Program ini membekali mahasiswa dengan pengetahuan terkini, praktik pemasaran, soft skill yang memungkinkan untuk menjadi sosok yang kreatif dan adaptif, serta memperluas keterampilan dan kapasitas mahasiswa.

4. Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara (PKA)

Mahasiswa akan diarahkan unntuk berbisnis di bidang pariwisata serta pengelolaan konvensi dan acara. Prodi ini memberikan jam belajar 62 % praktik dan 38 % teori akan membuat mahasiswa punya bekal yang mantap.

5. Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak

Teknologi  Rekayasa Perangkat Lunak WBI mencetak menghasilkan lulusan yang terampil, teruji dan tersertifikasi serta berjiwa entrepreneur melalui kurikulum yang merujuk kepada Asosiasi Pendidikan Ilmu Komputer Indonesia (APTIKOM) dan standar pendidikan global.

Semakin Terlayani dengan Digitalisasi

Semakin Terlayani dengan Digitalisasi

Semakin Terlayani dengan Digitalisasi

BPJS Kesehatan

Awalnya kami bahagia saat menyambut kelahiran anak pertama. Tapi, kegembiraan itu sedikit terganggu dengan keterangan dari dokter yang mencemaskan. Bahwa, anak pertama kami harus operasi cesar. Begitu saat kami melakukan konsultasi pada umur 6 bulan kehamilan istri.

Meskipun saat itu belum tahu berapa jumlah biayanya, tapi saya yakin sangat besar. Apalagi bagi saya seorang guru honorer di sekolah.

Dua hari kemudian saya nanya-nanya ke teman. Benar, biayanya sangat besar. Ada yang bilang Rp. 8 juta, 11 juta atau Rp. 13 juta. Tergantung rumah sakitnya.

Saya sebagai kepala keluarga digayuti dua kecemasan tentang keselamatan ibu-anak dan biayanya operasi. Tapi di depan istri, saya berusaha sembunyikan kecemasan itu. Padahal suasana hati saya risau benar. Terbayang uang sejumlah itu dapat dari mana.

Uang sebesar itu bagi saya ya sangat besar sekali. Apalagi saat itu saya masih guru honor dalam masa percobaan dengan gaji Rp. 300 – Rp. 500 per bulan. Kalau sampai operasi dengan biaya Rp. 8 juta – Rp. 15 juta, dari mana saya dapatkan uang sejumlah itu?

Untungnya di sekolah saya ada kesempatan untuk ikut anggota BPJS Kesehatan. Dengar-dengar dapat membantu kalau kita sakit. Awalnya saya ragu. Tapi kemudian diyakinkan oleh ketua yayasan bahwa sangat penting untuk mendaftar BPJS Kesehatan.

Saya disarankan segera mendaftar. Pendaftaran diurus oleh sekolah. Saya hanya menyetor KTP saja. Jadi nanti akan masuk sebagai peserta BPJS Pekerja Penerima Upah (PPU). Iurannya dipotong dari gaji sekolah. Jadi sungguh-sungguh meringankan.

Hari H operasi tiba. Dengan penuh doa saya antar isteri ke ruang operasi. Meskipun tetap ada kecemasan, tapi kali ini tak sebesar kecemasan saya di awal tadi.

Dan saya bersyukur, anak kami lahir dengan sehat tanpa

kekurangan sesuatu apapun. Ibunya pun menjalani operasi dengan selamat.

Kami sudah berdoa dan berusaha mendapatkan kelahiran normal. Tapi hasilnya merupakan hak Tuhan menentukan normal atau operasinya.

Tentu setiap keluarga menginginkan kelahiran normal. Namun, kita harus siap apapun hasilnya.

Hal yang sama terjadi pada kelahiran anak kedua kami. Lagi-lagi harus lahir dengan operasi sesar. Kali ini kami tak terlalu cemas karena sudah pengalaman. Biaya pun sudah terbayang., kami menjadi lebih tenang.

Ya, karena kami memanfaatkan BPJS. Seandainya belum menjadi peserta JKN, entah bagaimana langkah dan nasib saya saat itu. Mungkin saya berutang dalam jumlah besar.

Ya, untung sekali saya sudah menjadi anggota BPJS Kesehatan. Sehingga tidak terlalu pusing benar dengan biaya sesar. Operasi kelahiran anak kedua kami berjalan lancar.

Begitulah kisah kami yang sangat tertolong dengan BPJS ini. Sebuah konsep gotong royong dari BPJS Kesehatan yang telah membantu banyak orang. Termasuk keluarga saya.

Saya beruntung mengajar di yayasan tempat sekolah saya bernaung justru menjadi garda terdepan mendorong guru-guru untuk bergabung dengan BPJS Kesehatan. Saya ingat benar anjuran ketua yayasan kepada guru-guru untuk ikut BPJS Kesehatan.

Dikatakannya bahwa itu sama seperti subsidi silang.
“Yang mampu membantu yang tidak mampu. Biar diringankan. Nanti kalau yang tidak mampu sudah diringankan, gantian membantu yang tidak mampu lainnya.”

Pas benar dengan konsep gotong royong BPJS Kesehatan. Dengan adanya JKN-KIS ini banyak masyarakat Indonesia tertolong. Per 31 Maret 2021 saja sebanyak 222.847.524 jiwa peserta JKN-KIS. Sebanyak itu pulalah masyarakat yang tertolong dengan program ini.

Ini pertanda bahwa masyarakat sangat peduli dengan jaminan kesehatan. Ya, kesehatan menjadi hal yang sangat penting. Dapat dibayangkan aktivitas tanpa kesehatan. Aktivitas apapun akan dilakukan dengan tidak maksimal. Ibaratnya, punya uang atau harta banyak tanpa kesehatan menjadi kurang bermakna.

Maka, segala ikhtiar pun kita jalankan sebagai usaha menjaga kesehatan. Kita tidak pernah bisa memprediksi kapan sakit. Musibah atau sakit bisa datang kapan saja. Seperti pepatah di negeri ini yang mengatakan ‘sedia payung sebelum hujan’. Nah, menjadi peserta JKN-KIS merupakan bentuk mengantisipai risiko dan kejadian tidak terduga itu.

Dan beruntung sekali pelayanan JKN-KIS semakin membaik. Berbagai inovasi dilakukan BPJS Kesehatan agar masyarakat semakin terlayani dengan maksimal. Salah satunya adalah dengan sistem digitalisasi.

Berbagai layanan JKN-KIS bisa kita lakukan dengan cepat dan nyaman.  Sangat tepat dengan kondisi saat ini yang masih dilanda pandemi akibat Covid-19. Masih was-was kalau mau aktivitas di luar rumah. Namun dengan adanya digitalisasi ini kita bisa menggunakan layanan JKN-KIS dengan lebih aman bahkan bisa dari rumah saja.

PANDAWA, Akses JKN-KIS dengan WhatsApp Saja

Apa itu PANDAWA?  PANDAWA akronim dari Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Ringkasnya, kita bisa dapatkan layanannya dari WhatsApp saja. Layanan PANDAWA ini dapat kita akses dengan nomor WhatsApp di 08118750400.

Hanya lewat WhatsApp saja. Dan Chika, asisten pribadi BPJS Kesehatan itu melayani dengan ramah.

Ada beberapa layanan yang dapat kita tanyakan, di antaranya:
1. Cek Status Peserta
2. Cek Tagihan Iuran
3. Skrining Kesehatan
4. Tutorial Mobile JKN
5. Panduan Layanan
6. Layanan Pandawa
7. Cari Lokasi

Call Center yang Semakin Melayani

Tidak dimungkiri bahwa banyak pertanyaan tentang BPJS. Biasanya ‘sakit ini boleh BPJS nggak sih?’ atau ‘kalau mau berobat dengan BPJS, apa saja syaratnya?’. Dapat dibayangkan kalau kita datang ke kantor BPJS hanya untuk pertanyaan itu. Lumayan membutuhkan waktu dan biaya. Belum lagi kalau lokasi kita sangat jauh. Bisa memakan waktu berjam-jam lamanya.

Tapi tenang. Sekarang nggak perlu repot langsung datang ke kantornya. Kita bisa menanyakan banyak hal tentang di layanan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400. Tentu kita harus bijaksana dengan menghubungi jika benar-benar perlu. Efektifkan waktu dan santun pada operatornya. Posisikan diri sebagai masyarakat yang butuh bantuan.

Dengan Aplikasi Mobile JKN, Tak Perlu Lagi Repot Mengantri

Dulu sering saya jumpai orang yang ambil antrean lalu pulang lagi dan datang beberapa waktu kemudian. Saat kembali, ternyata nomor antreannya sudah lewat. Duh, terpaksa dia harus ulang dari awal. Kasihan.

Tapi, kejadian ini nggak perlu terulang lagi.

Ya, kini ada antrean online yang bisa membuat waktu kita semakin efektif. Kita bisa ambil nomor antrean secara online. Lalu, datang ketika nomor antrean kita sudah dekat.

Jadi kita nggak perlu lama nunggu di sana. Nah, ini sangat memudahkan bagi masyarakat yang hendak menggunakan layanan BPJS.

Peserta JKN-KIS bisa memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk mengambil antrean di fasilitas kesehatan. Aplikasinya bisa diunduh di playstore. Setelah diinstall, pilih menu Pendaftaran Pelayanan pada aplikasi Mobile JKN. Kita bisa pilih poli, dokter dan mengisikan keluhan yang dirasakan. Saya sendiri pernah merasakan kemudahannya saat mendapatkan pelayanan saat ada keluarga yang sakit.

Dari mobile JKN itu terlihat perkembangan nomor antrean. Jadi datang saat antreannya makin dekat saja. Dengan begitu, waktu kita semakin dihemat. Selain itu, sangat pas untuk kondisi saat ini, kita mengurangi aktivitas di luar rumah.

Media Sosial dan Website BPJS Kesehatan. Informasi Semakin Update dan Lengkap

BPJS Kesehatan menyadari betul bahwa media sosial sangat penting menjembatani masyarakat dengan lembaga. Termasuk dengan kalangan generasi muda yang erat dengan media sosial. Seperti saya, lebih akrab dengan media sosial, terutama instagram. Nah, saya mendapatkan banyak informasi tentang BPJS dari instagram itu.

Dengan mem-follow akun instagram BPJS, saya akan terus mendapatkan informasi terbaru. Ada hal yang update saya langsung mengetahuinya.

Tidak cuma itu saja, untuk ulasan yang lebih panjang, saya bisa mendapatkannya di portal resmi BPJS kesehatan yaitu di www.jamkesnews.com.

 

Di website itulah informasi lebih lengkap dan detil. Banyak hal yang ingin diketahui tentang BPJS dijelaskan di sana. Seperti pertanyaan “Bagaimana Mendaftarkan Bayi Baru Lahir?”, “Bagaimana Cara Mendapatkan Pelayanan Alat kesehatan?”, “Apa Yang Dimaksud Denda Pelayanan?”, dan lainnya. Media sosial BPJS Kesehatan pun lengkap dengan instagram, tiktok, twitter, facebook, dan youtube.

Kesimpulan

Konsep gotong royong BPJS Kesehatan sangat membantu masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat yang menjadikannya sebagai ‘payung sebelum hujan’. Jadi diharapkan program ini didukung oleh setiap pihak.

Selain itu, inovasi dari BPJS juga diharapkan dapat diketahui dan terus dimanfaatkan masyarakat unntuk mendapatkan akses kesehatan. Tidak ada lagi pembedaan layanan BPJS terus dipertahankan. Itu yang juga diharapkan oleh kita semua. (*)

#DigitalisasiBPJSKesehatan

Mudahnya Berzakat Online dan Berbagi Kebaikan Bersama Sinergi Foundation

Mudahnya Berzakat Online dan Berbagi Kebaikan Bersama Sinergi Foundation

Mudahnya Zakat Online dan Berbagi Kebaikan Bersama Sinergi Foundation

“Pak Padil punya 2 ribuan? Saya mau beli susu buat anak ini kurang, Pak. Maaf banget ini saya minta,” kata Pak Ilham, guru kebersihan di sekolah saya, setelah dengan malu-malu mendekati saya.

Astaqfirullah, saya kaget sekali. Buat beli susu mungkin tidak seberapa besar. Tapi bahkan untuk itu, dia tidak punya sesuatu lagi. Seketika saya merasa berdosa karena tidak tahu saudaranya dalam kondisi kekurangan.

“Kalau nggak merepotkan ya,”

“Ya nggaklah, Pak,”

Lalu saya merogoh dompet. Meneliti sebentar dan mengambil uang pecahan Rp. 50 ribu.

“Ini Pak Ilham. Buat nambahin beli susu atau jajan anak,”

“Wah, kok segini, Pak Padil?”

“Nggak apa-apa, Pak Ilham”

Pak Ilham bilang jadi ragu-ragu menerimanya. Saya memaksanya. Baru dia mau menerimanya. Sepulangnya Pak Ilham, saya terpekur. Merasa kurang peka, sampai-sampai orang dekat saja tidak tahu kondisinya. Kalau sampai minta berarti sangat terdesak.

Banyak orang yang dalam kondisi kekurangan. Tapi kita tidak tahu. Mari bersegera berbagi kebaikan. Yang kita beri mungkin sederhana, tapi bagi mereka bisa menjadi luar biasa.

Memanfaatkan Amanah untuk Berbagi

Sangat mungkin ada orang lain lagi yang mirip dengan Pak Ilham. Lalu saya berpikir untuk memberikan sesuatu untuk guru-guru. Kebetulan saya ketua koperasi sekolah. Namanya koperasi serba usaha (KSU) Al Qudwah, bergerak di bidang usaha dan pembiayaan. Insya Allah dijalankan secara syariah. Menjelang Ramadhan, koperasi memberikan bingkisan kepada 173 guru-guru.  Di sini, dinamakan munggahan. 

Bingkisan itu berupa bahan pokok seperti gula, minyak goreng, daging ayam, dan sirup. Alhamdulillah bisa disisihkan dari penghasilan koperasi. Berharap bingkisan itu bisa memberikan kebahagiaan kepada guru-guru.

“Alhamdulillah, terima kasih, Pak Padil. Semoga koperasi semakin maju,”

Berbagai ucapan syukur dan terima kasih diucapkan oleh para guru.

Berbagi bingkisan saat munggahan Ramadhan

Ada petuah bijak. Dalam urusan dunia, lihatlah ke bawah. Hal ini membuat kita bersyukur karena dalam kondisi yang lebih beruntung daripada mereka. Dalam urusan akhirat, lihatlah ke atas.

Bagaimana memunculkannya? Saya punya tips nih. Coba sekali-kali keluar rumah, jalan-jalan. Tapi kali ini nikmati perjalanan dengan santai, lalu lebih jeli memotret apa yang ditemui di jalan.

Mungkin kita akan ketemu pemulung yang harus mencari satu dua bekas botol mineral atau kardus. Atau pedagang kaki lima yang harus berpanas dan berdebu berjualan. Atau tukang sol sepatu yang berjalan memanggul peralatan mencari nafkahnya. Atau pengamen jalanan baik itu yang memakai gitar, alat musik, maupun manusia silver. Begitulah beratnya dalam mencari nafkah. Lalu bandingkan dengan kita yang tak perlu seperti mereka dalam mencari nafkah. Hm, kita jauh lebih beruntung.

Mudahnya Berzakat Online di Sinergi Foundation

Satu kebaikan yang kita anggap kecil hari ini bisa jadi menumbuhkan kebaikan besar. Kebaikan yang bisa menyentuh banyak lapisan. Menolong orang tua yang tengah berjuang menafkahi keluarga, guru yang tengah berjihad dengan ilmunya, atau membantu anak mewujudkan cita-cita mulianya. (Ciptakan Kebaikan Setiap Hari – Sinergi Foundation)

Saya : Assalamualaikum

Sinergi Foundation (SF)  : Wa’alaikumsalam

Saya : Kak,Saya mau menyalurkan zakat fitrah lewat Sinergi. Apakah bisa?

SF : wa’alaikumsalam,  mangga Pak, Bisa InsyaAllah

Saya    : Kalau pakai uang saja, bisa?

SF: Boleh Pak, nanti kami menyalurkannya menjadi beras

Saya    : Siap. Untuk 5 jiwa, berapa uang yang harus dibayarkan? Boleh minta no rekeningnya?

SF: perorang nya 3 kg di kali harga beras yg di konsumsi, kalau di Sinergi Foundation harga yg dipakai 15.000 jadi perorang 45.000

SF: Alhamdulillah, boleh Bapak/Ibu. Apabila sudah transaksi boleh langsung konfirmasi. Terimakasih.

Tidak berapa lama, saya selesai membayarkan zakat fitrah untuk kelarga saya yang berjumlah 5 jiwa dengan orang tua. Bukti transfernya saya kirimkan.

Begitulah pengalaman saya membayarkan zakat tanpa harus keluar rumah. Pas sekali dengan kondisi saat ini, kita sedang menjaga jarak dan mengurangi aktivitas di luar untuk pencegahan Covid-19.

Zakat Online bisa menjadi pilihan. Paktis, tak perlu keluar rumah, Tak perlu menunggu menjelang Idu Fitri. Bahkan zakat fitrah bisa dibayarkan sejak awal bulan Ramadhan. Majelis Ulama Indonesia pun lewat Fatwa MUI Nomor 23 tahun 2020.

Kemajuan teknologi memiliki banyak manfaat. Hal ini juga dimanfaatkan untuk mempermudah pelaksanaan ibadah. Seperti zakat online yang membuat kita bisa menunaikan zakat dengan mudah.

Seperti halnya membayar zakat fitrah tadi, kita juga bisa membayar donasi lainnya lewat Sinergi Foundation. Tiga layanan zakat yang bisa kita lakukan lewat Sinergi Foundation yaitu zakat maal, zakat penghasilan, dan zakat fitrah.

Begitu mudah berdonasi. Bahkan saldo e-money pun bisa disedekahkan. Ya, kadang ada saldo di dompet digital masih mengendap. Untuk transaksi nominalnya kurang, mau diuangkan juga nggak bisa. daripada mengendap, bisa disedekahkan ke Sinergi Foundation. Lebih bermanfaat.

Begini caranya.

  1. Masuk ke laman bit.ly/infaksinergi
  2. Pilih program yang ingin dibantu dan KLIK Donasi
  3. Isi jumlah rupiah yang ingin didonasikan
  4. Pilih metode pembayaran Gopay/ShopeePay/Ovo/LinkAja/Jenius/Dana
  5. Isi data diri

Prosesnya nggak sampai dua menit. Ringkas saja. Tapi kita bisa membuat dana mengendap menjadi lebih bermanfaat. Banyak pahala pula dengan dana itu. Berapa pun nominalnya insya Allah menjadi pahala kita. Kita juga dapat Zakat Online menggunakan scan kode QRIS yang didukung berbagai dompet digital seperti OVO, Gopay, LinkAja, ShoopePay, Jenius, atau DANA. Dapatkan kode QRIS-nya dengan mengunjungi website resmi Sinergi Foundation di www.sinergifoundation.org atau melalui bit.ly/sinergizakat

Berbagi kebaikan harus disegerakan. Sekarang ini berbagi sangat mudah dilakukan. Berbekal smartphone dalam genggaman. Berbagi kebaikan bisa dilakukan dengan transferan. Beberapa alasan mengapa kita layak percaya pada Sinergi Foundation.

=

Mudahnya Pelayanan

Layanan berzakat atau berdonasi apapun bisa dilakukan dengan mudah. Bisa dilakukan lewat media sosial (instagram, WhatsApp) maupun lewat website.

=

Terpercaya dan Amanah

Sinergi Foundation telah berkiprah sejak 14 Oktober 2002. Legalitas Sinergi Foundation terdaftar berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU – 5622.AH.01.05. Tahun 2011. Terdaftar sebagai Lembaga Amil Zakat sesuai SK Menteri Agama DJ.III/564 Tahun 2016.

=

Memiliki Banyak Program

Hingga Desember 2020, Sinergi Foundation telah memberikan manfaat kepada 770.752 penerima manfaat. Sebanyak 37.659 donatur dan 13.074 mitra bersinergi bersama Sinergi Foundation.

=

Banyak Pilihan Berdonasi

Tak perlu bingung dengan biaya transfer antar bank sebab Sinergi Foundation memiliki 6 lebih rekening tujuan yang dapat dipilih sesuai rekening asal kita.

=

Aman dan Legal

Semua dana yang terhimpun di Sinergi Foundation murni disalurkan untuk kepentingan sosial, dan BUKAN untuk tujuan pencucian uang, terorisme, maupun tindak kejahatan lainnya.

=

Memiliki Jangkauan Luas

Programnya luas. Menebarkan kebaikan hingga ke pelosok Nusantara seperti Kalimantan dan Papua, hingga masyarakat dunia, seperti rakyat Palestina.

=

Laporan Donasi Aktual Dan Jelas

Setelah berdonasi, admin akan memberikan informasi transaksi yang dilakukan. Selain itu, laporan donasi diberikan dengan jelas sehingga kita tidak ragu lagi dengan sebaran donasi yang diberikan.

Dibalik keceriaan kita menyambut Hari Raya Idul Fitri, ada banyak kaum dhuafa yang tak seberuntung kita. Mereka hidup dalam serba kekurangan dan keterbatasan. Alangkah baiknya jika kewajiban zakat segera kita tunaikan. Sebagian orang merasa enggan mengeluarkan zakat. Alasannya? Zakat akan mengurangi harta yang dimiliki.

Zakat bukan hanya untuk membantu orang lain tetapi juga untuk membersihkan harta dan jiwa sekaligus sebagai pemerataan kemakmuran untuk mencapai keadilan sosial. Ayo segera Bayar Zakat. Jangan tunda untuk berbagi bahagia. (*)

#RamadhanSiapBeramal

Kantor SF Bandung

Jl. HOS Tjokroaminoto (Pasirkaliki)
No. 143 Bandung 40173

Telp: (022) 6120 218
Fax: (022) 6120 130

WhatsApp : 0813-2120-0100

Gedung Wakaf 99

Jl. Sidomukti No. 99 H
Bandung 40123

Telp: (022) 251 3991
Fax: (022) 2511 865

 

Sosial Media:

Berkolaborasi Bersama GuruInovatif.id Meningkatkan Mutu Guru dan Memajukan Pendidikan Indonesia

Berkolaborasi Bersama GuruInovatif.id Meningkatkan Mutu Guru dan Memajukan Pendidikan Indonesia

Berkolaborasi Bersama GuruInovatif.id

Meningkatkan Mutu Guru

dan Memajukan Pendidikan Indonesia

Dosa Besar Pendidikan

“Sampai hari ini kita masih dibayang-bayangi dengan 3 dosa besar dalam pendidikan yakni intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan (bullying)” kata Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kalau boleh ditambahkan, ada satu dosa lagi yaitu dosa anggaran. Anggaran pendidikan besar sangat besar yaitu 20% dari APBN tetapi kualitas pendidikan masih rendah.

Padahal, dengan besarnya anggaran itu, artinya pendidikan mengambil jatah untuk bidang lain seperti anggaran untuk kesehatan, subsidi petani dan nelayan, serta lainnya.

Jadi, anggaran untuk mensubsidi pupuk untuk para petani, peralatan melaut para nelayan dan lainnya dialihkan untuk pendidikan.

Tapi faktanya kualitas pendidikan tidak naik bahkan cenderung turun.

Anggaran pendidikan pada 2020 sebesar Rp 505,8 triliun. Angka ini meningkat 2,7% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 492,5 triliun.

Dan kita perlu tahu bahwa porsi terbesar anggaran pendidikan adalah untuk belanja pegawai. Di dalamnya ada gaji guru dan sertifikasi guru. Artinya, kalau mutu guru tidak juga meningkat, berarti guru ‘telah berdosa’.

Pendidikan Kita Belum Maju, Ini PR Kita.

Benarkah pendidikan kita belum maju? Apa tolok ukurnya? Setidaknya bisa dilihat dari 2 data berikut ini.

 

 

1.Berdasarkan Peringkat PISA, Menggambarkan Kualitas Siswa

Berdasarkan survei Program for International Student Assessment (PISA) 2018, peringkat Indonesia turun jika dibandingkan tahun 2015. Survei PISA yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merupakan rujukan dalam menilai kualitas pendidikan di dunia.

Survei PISA menilai kualitas pendidikan melalui kemampuan membaca, matematika dan sains pada anak usia 15 tahun.

Meskipun banyak yang kurang sepakat dengan survei PISA ini, tapi data ini bisa menjadi bahan refleksi. Misalnya nih benar atau tidaknya budaya membaca rendah. Lihat saja dalam keseharian kita, apakah kita suka baca atau tidak. Itu bisa sebagai pembuktiannya.

Lalu tentang penguasaan sains misalnya, mari kita tengok lagi kebiasaan pembelajaran siswa, bukankah mayoritas siswa belajar itu menghafal rumus-rumus atau kalimat-kalimat yang diprediksi akan keluar di ujian? Memang tidak semua sih tapi kebanyakan seperti itu.

Nah, mari kita lihat perbandingan skor PISA negara kita tahun 2015 dengan 2018.

Peringkat PISA Indonesia

2. Berdasarkan Hasil UKG, Beginilah Mutu Guru

 

Rata-rata hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015 adalah 53,02. Padahal, pemerintah mematok standar kompetensi minimum (SKM) adalah 55.

Dari hasil UKG itu juga hanya 7 provinsi dari 34 provinsi yang memperoleh nilai rata-rata di atas target minimum. (https://kependidikan.com/nilai-ukg-2015/)

Sebagai seorang guru saya mengakui bahwa kualitas guru memang rendah. Ini merupakan otokritik untuk perbaikan diri. Ya, kita harus berani mengakui bahwa kompetensi belum maksimal.

Dan kualitas guru paling menentukan kualitas pendidikan. Jadi, bukan hanya masalah anggaran, kurikulum, atau kebijakan. Apapun kurikulumnya, kualitas guru yang utama.

Mengapa kualitas guru rendah? Padahal, menilik besarnya anggaran pendidikan, belanja pegawai merupakan porsi terbesarnya. Tapi mengapa tak sebanding dengan mutu guru? Nah, ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya mutu guru.

1. Jadi Guru, Tapi Malas Mengajar

 “Aduh..saya ada jam mengajar”….

“Yes, aku bebas. Nggak ada jam hari ini.”

Sering lho saya dengar kalimat ini dari para guru. Jangan salah, guru juga senang lho kalau jam kosong. Apalagi kalau libur atau tanggal merah….makin seneng.

Lha…ternyata nggak beda jauh ya dengan siswa. Ada celetukan kalau pelajaran favorit adalah pelajaran atau jam kosong.

Ada guru tapi tidak suka mengajar itu sungguh aneh. Lha tugas utama atau pekerjaan guru kan mengajar. Kalau guru nggak mau mengajar, jangan jadi guru saja, to? Hehe…

Saya juga sering mengamati teman-teman guru yang kebanyakan bahagia saat ada kegiatan di sekolah, lalu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dialihkan ke kegiatan sekolah seperti penyambutan pejabat, rapat, atau ulangtahun sekolah. Saya sering mengamati dari berbagai postingan di media sosial.

Jangan marah dulu. Ada kalanya guru semangat mengajar, ada kalanya bosan mengajar. Biasanya karena terlalu lama atau terlampau banyak jam mengajar. Siapa sih yang nggak bosan kalau terus menerus mengerjakan rutinitas yang sama?

2. Minim Penguasaan Teknologi

 

Di negara maju mana pun, kualitas pendidikan ditopang dengan kemajuan teknologi. Ringkasnya, kalau guru-guru melek teknologi, kualitas pendidikan akan maju.

Sayangnya, guru-guru kita kurang bisa menguasai teknologi. Saya sering memperhatikan kalau ada kegiatan. Seringkali pemateri kesulitan membuka file materi, memindahkan file, mengkoneksikan laptop ke projektor, dan lainnya. Saya pun beberapa kali membantu kesulitan pemateri itu.

Sering lho hal ini terjadi. Kalau ini terjadi pada guru-guru yang sudah sepuh saya maklum sih. Faktor usia pula yang menyebabkannya.

Memang tidak semua guru yang gagap teknologi. Banyak juga guru-guru yang mahir dalam penguasaan teknologi. Pemerintah pun sudah memberikan katalis. Misalnya melalui lomba-lomba. Salah satunya Aplikasi Mobile Ki Hadjar yang diadakan Kemdikbud, melombakan berbagai inovasi guru mengajar.

Padahal pendidikan merupakan ranah yang dinamis. Berbagai perubahan bisa muncul dengan cepat. Sebelum pandemi, berapa banyak guru yang kenal dengan penggunaan aplikasi meeting online? Mungkin sedikit. Siapa yang menggunakannya? Mungkin semakin sedikit pula.

3. Kurang Memaknai Peran Guru

Dalam dunia per-guru-an ada 3 jenis guru yaitu guru bayar, guru nyasar, atau guru sadar. Pertama, guru bayar adalah seorang guru yang mau mengajar hanya kalau dibayar. Kalau tak dibayar dia tak mau mengajar atau melakukan sesuatu untuk sekolah atau siswanya. Guru bayar akan kesulitan mengembangkan kompetensi diri. Biasanya kalau ada pelatihan harus ada uang jalan, uang makan, hingga uang saku. Kalau nggak ada, dia nggak mau ikut pelatihan. Padahal pelatihan itu untuk mengembangkan dirinya.

Memang banyak hal harus disokong dengan biaya (uang). Tapi kalau semua hal dihitung-hitung dengan uang tidak bagus juga.

Kedua, guru nyasar, yaitu guru yang mengajar tidak sesuai dengan disiplin ilmunya.

 Di sekolah-sekolah banyak sekali guru nyasar ini. Penyebabnya karena persoalan kurangnya guru di sekolah. Daripada tidak ada guru, akhirnya guru yang ada diberdayakan. Termasuk saya. Ya, saya kuliah di fisika murni, bukan fisika keguruan. Tapi karena ada sekolah yang tidak punya guru IPA, akhirnya saya mendaftar. Sekarang saya sudah menikmati profesi sebagai guru. Tahun ini genap sepuluh tahun saya menjadi guru.

Ketiga, guru sadar. Guru sadar yaitu guru yang sepenuh hati menyadari bahwa tugasnya adalah sebagai pengajar dan pendidik maka dia mau melakukan banyak hal untuk kemajuan anak didiknya. Bahkan kerjanya tak sebatas jam kerja di sekolah saja.

Bisa jadi kita, guru, saat ini masuk dalam guru nyasar. Tapi nggak masalah. Yang penting jangan terus jadi guru bayar.

Yuk ingat kembali berbagai peran guru. Guru bukan hanya sebagai pengajar yang tugasnya transfer of knowledge tetapi memiliki peran mulia mendidik generasi muda hingga menjadi sosok yang memiliki karakter.

8 Peran Guru

 

1. Fasilitator

yaitu memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan pembelajaran

2. Pengelola

yaitu menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman

3. Demonstran

yaitu menunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa menjadi lebih mengerti

4. Pembimbing

 yaitu menjaga, mengarahkan dan membimbing siswa agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat, dan bakat

5. Motivator

yaitu memotivasi siswa agar memiliki semangat belajar

6. Sumber Belajar

yaitu penguasaan materi belajar

7. Evaluator

yaitu mengumpulkan informasi tentang keberhasilan pendidikan yang telah dicapai.

8. Ustadz/kyai

yaitu mengarahkan dan membimbing siswa agar memiliki bekal dunia dan akhirat. 

Cara Saya Menguatkan Motivasi

Motivasi ibarat pondasi untuk setiap aktivitas. Kalau sudah kuat motivasi menjadi guru atau motivasi mengajar, maka guru akan semangat belajar lagi, semangat mengikuti pelatihan, semangat memperbaiki diri, semangat mempelajari teknologi, dan seterusnya.

1. Mengisi Energi Lewat Youtube

Ada 2 chanel Youtube yang sering saya dengarkan kala semangat saya melemah. Sebagai guru yang mengajar fisika, sering lho saya stress dengan hasil belajar siswa yang tak sesuai dengan harapan. Kadang saya kecewa, stress dan merasa gagal. Kalau sedang dalam kondisi ini saya sering berselancar ke channel Munif Chatib dan Najeela Shihab. Munif Chatib adalah penulis buku Sekolahnya Manusia, Gurunya Manusia,Orang tuanya Manusia, Semua Anak Bintang, dan lainnya. Sementara, Najeela Shibab adalah penulis Semua Murid Semua Guru dan pendiri Sekolah Cikal.

Biasanya setelah menonton paparan kedua sosok yang concern dengan pendidikan ini semangat saya kembali naik dan terutama bersyukur dengan apapun kondisi siswa. Ya, apapun kondisinya. Dampaknya kemudian saya merasa lebih tenang dan senang mengajar.

2. Berdiskusi Dengan Sesama Guru

Dari diskusi banyak mucul motivasi dan inspirasi. Kata Ki Hadjar Dewantara, “Setiap orang merupakan guru, setiap tempat merupakan sekolah”. Jadi semua orang bisa jadi guru kita.

Saya belajar dari banyak orang. Teman guru baik yang lebih junior atau secara umur atau masa pengabdian maupun guru yang lebih senior secara umur atau masa pengabdian. Manfaat berdiskusi kita bisa dapat pendapat dari sudut pandang yang berbeda.

Tapi agar benar-benar dapat ilmu, ‘kosongkanlah gelasmu’. Merendahlah. Benar-benar sedang belajar. Jangan merasa lebih pintar dari teman diskusi.

“Kosongkan dulu gelasmu setiap bertemu orang baru,” kata Bob Sadino.

Berdiskusi untuk mendapatkan ilmu dari teman sejawat

Mutu guru harus ditingkatkan agar pendidikan Indonesia semakin maju. Maka guru-guru harus terus memotivasi diri, meningkatkan kualitas diri, dan mau belajar hingga menguasai teknologi. Apalagi di saat pandemi akibat Covid-19 ini pembelajaran daring jelas-jelas memerlukan penggunaan dan penguasaan teknologi.

Cara Saya Belajar Teknologi

Saya sering penasaran dan tertarik dengan berbagai pelatihan terutama tentang teknologi. Ini saya lakukan bahkan sebelum pandemi dulu. Saya pernah menempuh perjalanan 4 jam dengan kereta api untuk ikut pelatihan. Pernah juga pukul 02.00 dini hari berangkat ke sebuah pelatihan agar bisa tepat pukul 08.00 tiba di tempat pelatihan.

Begitulah. Antusiasme saya ikut pelatihan. Kalau ada pelatihan, saya usahakan ikut. Sampai kemudian saya berkenalan dengan GuruInovatif.id. Beneran, GuruInovatif.id menjadi tempat tepat untuk meng-up grade diri.

Sejak kapan? Sudah sejak lama saya mengenal guruinovatif.id tepatnya sejak 11 September 2020 lalu. Berbagai kegiatan guruinovatif.id yang sudah saya ikuti. Saya tak merasa bosan, justru semakin penasaran.

GuruInovatif.id adalah sebuah platform online learning yang menyediakan kursus, pelatihan, dan sertifikasi untuk guru. Semuanya bisa diakses secara daring atau online. Jadi kita bisa belajar dan meningkatkan kualitas mengajar, menambah wawasan, dan meningkatkan skill tanpa harus keluar rumah. Ya, cukup dengan mengakses website GuruInovatif.id atau media sosial milik GuruInovatif.id.

GuruInovatif.id memiliki berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas guru. Yuk kita ulas satu per satu.

Menu di Guru Inovatif

1. Mini Course

GuruInovatif.id menghadirkan mini course yang akan membahas topik-topik tertentu seperti PCK dan HOTS untuk segala jenjang dan mapel bersertifikasi 16JP.

Mini course berisi kursus singkat strategi mengajar untuk guru. Kontennya sangat jelas dan relevan dengan kebutuhan para guru.

Berbagai modul dalam mini course yang sangat pas sebagai bekal guru mengajar seperti 9 Langkah Mengajar Efektif di Kelas, HOTS jenjang SMP/MTs/SMA/MA/SMK, Menggunakan Teknik Coaching Untuk Membongkar Revised Bloom Taxonomy, Aspek-aspek Kunci dalam Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh di Era New Normal, Tips Mengajar Efektif – Mapel Bahasa Indonesia untuk SMA, dan lainnya.

Dengan hanya berinvestasi Rp. 27.500 untuk mendapatkan materi atau Rp. 37.500 untuk mendapatkan sertifikat saya rasa kursus ini sangat mumpuni untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan skil guru mengajar. Dengan menyelesaikan mini course maka kita akan mendapatkan sertifikat setara 16 jam pelajaran (JP).

Bukan hanya saat mengajar tatap muka di kelas saja tapi juga saat mengajar daring lho. Pas banget dengan kondisi saat ini yang masih menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

2. Productivity Course

Modul-modul kursus disampaikan dengan jelas, kualitas video dan audionya maksimal, dan langkah-langkahnya mudah dikerjakan. Tentu saja modul kursus ini bisa diakses secara daring. Saya telah mengambil beberapa kursus yang memberikan dampak bagus untuk skill yang dapat menunjang aktivitas mengajar.

Saat ini telah ada 29 modul dalam Productivity Course yang dapat kita akses baik secara gratis maupun berbayar.

Productivity course ini sangat pas untuk meningkatkan skill kita. Jelas membantu untuk mengajar. apalagi di masa pandemic kita harus membuat materi pembelajaran dengan berbagai media seperti power point, video pembelajaran, komik, dan lainnya. Bahkan bukan hanya untuk mengajar saja tapi juga untuk keperluan lain seperti presentasi.

Tertarik? Lihat saja beberapa kursusnya seperti Cara Merekam Materi Pembelajaran melalui Screen Recorder (OBS), Teknik Membuat Animasi Sederhana untuk Materi Siswa Menggunakan Powerpoint, Cara Menggunakan Google Classroom untuk Mengajar di Kelas Sekolah, Cara Membuat Ujian Online Menggunakan Google Form, Mengasah Kosakata Bahasa Asing untuk Komunikasi Sehari-hari dengan Duolingo, dan lainnya.

Beberapa modul yang paling menarik buat saya adalah Cara Menggunakan Whatsapp untuk Group Pembelajaran, dan Teknik Membuat Animasi Sederhana untuk Materi Siswa Menggunakan Powerpoint.

Dalam kursus ini kita bisa menginvestasikan Rp. 17.000 (materi), Rp. 25.000 (materi dan sertifikat), bahkan bisa gratis (kursus saja). Ayo asah berbagai kemampuan teknis seputar cara mengajar di GuruInovatif.id dan dapatkan sertifikat 8JP.

Beberapa sertifikat Productivity Course yang saya dapatkan dari GuruInovatif.id

3. Online Certification

Kursus ini bisa dibilang lebih lengkap dan tuntas. Dengan menyelesaikan tugas dalam kursus online ini kita bisa mendapatkan sertifikat setara 32 jam pelajaran (JP). Ada berbagai topik yang diterapkan dengan konsep PCK dan HOTS.

Sebagai guru, pernahkah merasa bingung kenapa siswa sulit paham materi, bosan mengikuti pembelajaran, atau hanya fokus di 20 menit awal. Duh, kenapa ya? Kondisi seperti ini ‘berbahaya’ lho. sebab dapat membuat semangat guru terjun bebas. Percaya ya?

Nah, kesulitan seperti ini akan kita dapatkan solusinya di GuruInovatif.id karena guru akan belajar cara menerapkan konsep PCK (Pedagogical Content Knowledge). Ya, PCK merupakan konsep pengajaran yang dikembangkan oleh GuruInovatif.id. Konsep ini memudahkan guru mengelola kelas dan menumbuhkan semangat berinovasi agar tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Bukan itu saja, GuruInovatif.id memadukan PCK dengan HOTS sebagai keterampilan yang harus dimiliki masyarakat abad 21 untuk menyesuaikan kebutuhan zaman.

HOTS merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang tidak hanya membutuhkan kemampuan mengingat, memahami atau menerapkan saja, namun membutuhkan proses menganalisis, mengevaluasi, serta menciptakan.

Bagaimana gambaran sinergi PCK dan HOTS ini dapat dilihat dari infografis berikut.

4. ILSTF

Mendidik itu butuh strategi dan ilmu. Guru tidak bisa menggunakan ilmu atau strategi lama terus menerus sebab siswa bisa bosan. Nah, program Innovation School Leaders and Teachers (ISLTF) memberikan wawasan agar guru berinovasi dalam pengajarannya. Dengan mengikuti ISLTF, guru akan mendapatkan paradigma baru dalam mendidik yang dibagikan pembicara dan mentor dalam ISLTF.

Kegiatan ini sifatnya daring. Para guru dari semua jenjang pendidikan bisa mengikutinya. Guru dan kepala sekolah pun bisa baik negeri maupun swasta.

Acara bisa diikuti dengan mudah karena bisa diakses melalui handphone maupun laptop. Peserta yang ikut kegiatan ini merupakan orang-orang yang hebat, mau menginvestasikan waktu dan tenaganya sebab kegiatan ISLTF sering kali diadakan pada siang hari.

Pembicaranya keren-keren dan hebat-hebat termasuk pembicara tamu. Mereka sosok yang sudah malang melintang di dunia pendidikan sehingga ilmunya mumpuni.

Saya pernah mengikuti ISLTF #9 dan #10 dan terakhir saya mengikuti ISLTF #33 dan #34 pada Maret 2021 ini. Alhamdulillah sangat bermanfaat membuka wawasan dalam mendidik siswa.

5. Bincang GuruInovatif

Ki Hadjar Dewantara pernah mengatakan, “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah”.

Setiap orang pasti punya pengalaman berbeda. Karena itu, tidak ada salahnya saling berbagi ilmu dan pengalaman. Banyak manfaatnya dari menyimak pengalaman orang lain.

Agar suatu saat jika menemukan kondisi yang sama kita sudah punya gambaran atau strategi menghadapinya. Berdiskusi juga bisa membuka wawasan dan menambah pengetahuan.

Inilah yang dilakukan dalam program bincang guru inovatif. Dengan menghadirkan beberapa guru atau narasumber yang punya pengalaman dan wawasan kita dapat mendapatkan banyak hal.

Beberapa Bincang GuruInovatif yang sudah diselenggarakan adalah “Tantangan & Tips Mengajar di Masa Pandemi” dan “Teknologi untuk membantu Guru dalam Mengajar di Era Revolusi Industri”. Akan hadir Bincang GuruInovatif 3 Mencontek Pembelajaran Online di Jepang Saat Pandemi pada Rabu, 24 Maret 2021 mendatang. Kegiatan berdurasi 45 menit (30 menit materi dan 15 menit tanya jawab) ini bisa diakses Instagram GuruInovatif maupun zoom meeting.

Investasinya bisa gratis. Pelaksanaannya pukul 13.00 WIB menguji kesungguhan peserta mau belajar atau tidak. Sebab saat itu merupakan jam yang rawan ngantuk atau jadwal tidur siang. So, peserta yang ikut adalah orang-orang yang hebat.

6. GuruInovatif Class

Saat ini telah dilaksanakan GuruInovatif Class (GI Class) yang dapat menambah skill guru sehingga bisa membuat atau memanfaatkan teknologi untuk media pembelajaran. Materinya keren dan sangat dibutuhkan untuk menunjang pembelajaran daring. Lihat saja topiknya GuruInovatif Class #1 “Memanfaatkan Blog sebagai Media Pembelajaran Guru”, GI Class #2 “Memaksimalkan Penggunaan Google Classroom untuk Meningkatkan Produktifitas Pengajaran” dan GI Class #3 “Kreasi Media Pembelajaran Menggunakan Canva”.

Beberapa Sertifikat GuruInovatif Class yang saya dapatkan. Semakin menambah skill saya

Saya berkesempatan mengikuti semua GI Class ini karena merasa sangat membutuhkan materi ini. Dengan durasi 90 menit (60 menit praktik dan 30 menit tanya jawab) bisa jadi jadi cukup atau tidak cukup. Tapi saya rasa agar mahir harus latihan mandiri.

Saya sempatkan latihan mandiri membuat media presentasi materi dengan menggunakan canva yang bisa menampilkan video pembicara. Hasil dari pelatihan itu bisa dilihat di video berikut.

Itulah beragam ‘menu’ yang diberikan oleh GuruInovatif. Sangat banyak. Tinggal kita mau pilih yang mana. Seyogyanya para guru terus meningkatkan dan mengasah penguasaan teknologi untuk menunjang pembelajaran.

Dalam banyak hal memang skill bisa dikuasai secara otodidak. Tapi sangat penting adanya mentor atau coach. Kalau ada mentor atau coach pasti lebih cepat biasa daripada belajar secara otodidak.

Dan menurut saya belajar di GuruInovatif sangat tepat. Inilah beberapa keunggulan belajar  di GuruInovatif.id

1. Pembelajaran Aktual

Perkenalan saya dengan GuruInovatif pertama kali adalah saat kepala sekolah mengintruksikan guru untuk mempelajari AKM dan menyusun kesiapan sekolah. Nah, saat itu saya dapat informasi tentang pelatihan AKM yang diadakan Hafecs. Maka tanpa ragu saya mengikuti pelatihan seri AKM 32 JP. Dan saya beruntung lebih tahu dulu dari guru lain di sekolah.

Saat pembelajaran daring, GuruInovatif memiliki program yang membantu kebutuhan guru agar bisa mengajar daring dengan lancar dan berkesan.

Begitu juga program lain yang juga selalu aktual dan responsif terhadap perkembangan pendidikan.  Sehingga berbagai perubahan bisa disikapi dengan baik karena belajar di GuruInovatif.

2. Lengkap untuk Semua Jenjang Pendidikan

Tersedia program pelatihan yang lengkap untuk guru SD, SMP, SMA/SMK. Bahkan program pelatihan ini bisa diikuti oleh kepala sekolah atau masyarakat umum. Beberapa kursus juga dilengkapi dengan tugas untuk mengukur sejauh mana kemampuan.

 3. Layanan yang Cepat dan Memuaskan

Meskipun sudah ada petunjuk pelaksanaan dan informasi kegiatan sering kita lupa atau tidak mengerti juga. Atau lebih tepatnya tidak baca ya..hehe… Selain itu, kesulitan lain saat ada pelatihan yaitu mengakses sertifikat. Nah, ini sering saya alami.

Tapi saat belajar di GuruInovatif kesulitan itu tak perlu dicemaskan. Ada tim GuruInovatif yang siap sedia membantu kita saat ada kesulitan.

Misalnya menanyakan jadwal kegiatan, cara mendapatkan materi, cara mengubah dari free ke premium, hingga mencari sertifikat. Bahkan mencari sertifikat dan undangan kegiatan yang sudah lewat. Duh… seneng apa seneng banget dengan pelayanan seperti ini?

Tapi kita juga harus mandiri ya. Jangan terlalu menyusahkan tim GuruInovatif. Budayakan membaca sebelum bertanya. Ayo gerakkan literasi diri. Termasuk para guru nih yang biasanya menggembor-gemborkan literasi kepada siswa. Harusnya guru juga membudayakan literasi untuk dirinya. Betul ya…

Inilah yang sudah mengambil manfaat dari GuruInovatif.id oleh Hafecs.

50000

Guru & Pegiat Pendidikan

10000

Sekolah & Instansi

300

Pelatihan

300

Kota & Kabupaten

4. Trainer Berpengalaman

 

Semua trainer di GuruInovatif.id merupakan trainer yang berpengalaman dan mumpuni dalam bidangnya. Dalam beberapa kegiatan saya menyimak  Dr. (Cand.) Zulfikar Alimuddin, B.Eng.,M.M., CPC, CEC dan Danang Bagus Yudhistira, S.Si.,M.Sc. kelihatan sekali beliau menguasai ilmu yang disampaikan. Begitu pun pemateri lain seperti M.T. Hidayat, S.Si, Yudhistira Abdi Atmanegara, S.Si, dan lainnya.

Berbagai kursus pelatihan guru di GuruInovatid.id akan semakin meningkatkan skill guru yang akan meningkatkan kualitas pengajaran guru.

Dan perlu kita tahu, GuruInovatif.id ini sudah direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat serta rujukan lembaga-lembaga lain. Jadi, benar-benar terpercaya, ya.

 

5. Modul berkualitas dan Biaya Kursus Terjangkau

 

Nggak mudah lho membuat modul yang sangat berkualitas. Mulai dari cara penyajian, kualitas suara dan video yang bagus, sampai mengakses dengan mudah. Nah, GuruInovatif.id menyediakan modul yang sangat bagus sehingga mudah juga dipraktikkan. Nggak cukup itu saja, kita juga bisa dapatkan sertifikat dengan biaya terjangkau. Manfaat modul dan sertifikatnya jauh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.

6. Dapatkan Penghasilan Tambahan dengan Program Afiliasi

 

Sudah dapat ilmu, dapat pula penghasilan tambahan. Mau atau mau banget? Nah, dengan mengikuti afiliasi GuruInovatif.id kita bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan mudah. Caranya? Guru silakan daftar dan berbelanja kursus senilai Rp 50.000. setelah itu akan langsung tergabung dalam program afiliasi dengan komisi hingga 20% dengan merekomendasikan layanan GuruInovatif.id lewat kode afiliasi. Mudah, bukan? Saya saat ini sudah tergabung dengan program afiliasi ini.

 

7. Pilihan Sertifikat

Tersedia dua sertifikat yaitu sertifikat kelulusan dan sertifikat ketuntasan. Sertifikat penyelesaian akan kita dapat jika membeli mini course atau online certification dan tidak mengerjakan tugas. Sedangkan jika kita menyelesaikan tugas akan mendapatkan sertifikat kelulusan. Akses mendapatkan sertifikat pun sangat mudah, semudah mendaftar di GuruInovatif.id. TSudah jelas kan kemudahan dan banyaknya pilihan Sertifikasi Guru di GuruInovatif.id.

GuruInovatif.id merupakan platform yang tepat untuk Sertifikasi Guru karena banyak pilihan dan kemudahan tadi.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog GuruInovatif.id Seri 2 dengan tema “Peran GuruInovatif.id sebagai Platform Belajar dan Sertifikasi Guru Indonesia”

Belajar Membuat Media Pembelajaran dengan Canva Bersama GuruInovatif

Belajar Membuat Media Pembelajaran dengan Canva Bersama GuruInovatif

“Kami bener-bener ingin membimbing para bapak ibu guru agar memiliki skil baru,” Itulah yang dikatakan Mas Reezky pada belajar bersama Bu Naufanti Zulfah, S.Kom. Mau tau acaranya?

Nah, acaranya adalah Kreasi Media Pembelajaran Menggunakan Canva. Di acara itu peserta akan belajar tentang:

Pengenalan Canva

Pengenalan Tools dalam pembuatan presentasi

Membuat Kreasi presentasi menggunakan Canva

Membagikan atau mengunduh file yang sudah dibuat

Merekam presentasi atau tampil wajah pembicara sekaligus audio terekam.

Pelatihan ini diadakan pada Rabu 10 Maret 2021 pukul 13.00 WIB. Siang-siang biasanya kan jam rawan karena mengantuk. Tapi, di acara dengan durasi 90 menit ini saya sangat antusias mengikuti. Pas banget materi ini dibutuhkan saat pembelajaran daring.

Jadi, acara terdiri dari 60 menit materi dan 30 menit tanya jawab ini, peserta dapat memilih sebagai peserta fee yang akan mendapatkan sertifikat, atau peserta premium yang mendapatkan E-sertifikat senilai 4 JP, materi-materi, dan mendapatkan video webinar dengan hanya membayar Rp. 24.900.

pelatihan canva GuruInovatif

Ternyata, dengan Canva kita bisa membuat poster, presentasi, animasi, dan video lho. Dan salah satu kelebihan Canva, tidak memerlukan spesifikasi yang tinggi untuk menggunakannya. Yang penting adalah jaringan internet yang lancar.

Kegiatan ini sangat diminati guru terbukti dengan ada sejumlah 287 peserta di room zoom sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sayangnya waktu tidak cukup bagi peserta untuk bertanya-tanya.

Kalau saya simak sih bagian menggunakan fitur rekaman yang paling diminati. Emang sih, keren banget merekam materi pembelajaran pakai slide yang dilengkapi video pembicara. Keren banget sih.

Harus banyak-banyak praktik biar bisa lebih master lagi.

Dan kerennya lagi, peserta mendapatkan link Canva yang bisa dipakai gratis selama satu tahun, sebagai program Canva untuk pendidikan. Keren apa keren banget nih…

Saya pengen banget ikut GuruInovatif Academy biar bisa makin master lagi. Didampingi saat praktik. Terima kasih GuruInovatif yang memberikan ilmu untuk para guru. Saya jadi pengen langsung praktik. Hehe…

Silabus KSN Fisika SMA

Silabus KSN Fisika SMA

Silabus Kompetisi Sains Nasional (KSN) SMA tahun 2020 memuat lingkup materi yang akan diujikan pada kegiatan KSN. Materi dalam silabus ini mengacu kurikulum yang berlaku dan silabus kompetisi internasional. Isi silabus ini terdiri dari SEMBILAN (9) bidang studi yang dilombakan yaitu : Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, Kebumian, Astronomi, Komputer Informatika, Geografi, Ekonomi.

https://drive.google.com/file/d/1I4OORGs3VHjOchknq5296eKj7p53g-Qu/view?usp=sharing

Mengurangi Sampah dengan 5 R

Mengurangi Sampah dengan 5 R

Sampah merupakan masalah yang besar bagi negara kita termasuk di lingkungan kita. Sampah biasa ditemukan di berbagai tempat baik itu tempat umum maupun lingkungan sekitar kita.

Permasalahan sampah menjadi keresahan kita bersama. Sebanding dengan jumlah manusia maka volume sampah semakin besar dan hampir tidak teratasi. Benarkah tidak teratasi?

Ternyata kita bisa mengurangi, setidaknya, kalaupun tidak menghilangkan masalah sampah ini. Ya, kita bisa berperan dengan apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi volume sampah yang setiap hari semakin bertambah.

Bagaimana caranya? Kita bisa lakukan 5R untuk mengurangi sampah.

Berikut ini infografik yang bersumber dari Kompas.id.