Mudahnya Berzakat Online dan Berbagi Kebaikan Bersama Sinergi Foundation

Mudahnya Berzakat Online dan Berbagi Kebaikan Bersama Sinergi Foundation

Mudahnya Zakat Online dan Berbagi Kebaikan Bersama Sinergi Foundation

“Pak Padil punya 2 ribuan? Saya mau beli susu buat anak ini kurang, Pak. Maaf banget ini saya minta,” kata Pak Ilham, guru kebersihan di sekolah saya, setelah dengan malu-malu mendekati saya.

Astaqfirullah, saya kaget sekali. Buat beli susu mungkin tidak seberapa besar. Tapi bahkan untuk itu, dia tidak punya sesuatu lagi. Seketika saya merasa berdosa karena tidak tahu saudaranya dalam kondisi kekurangan.

“Kalau nggak merepotkan ya,”

“Ya nggaklah, Pak,”

Lalu saya merogoh dompet. Meneliti sebentar dan mengambil uang pecahan Rp. 50 ribu.

“Ini Pak Ilham. Buat nambahin beli susu atau jajan anak,”

“Wah, kok segini, Pak Padil?”

“Nggak apa-apa, Pak Ilham”

Pak Ilham bilang jadi ragu-ragu menerimanya. Saya memaksanya. Baru dia mau menerimanya. Sepulangnya Pak Ilham, saya terpekur. Merasa kurang peka, sampai-sampai orang dekat saja tidak tahu kondisinya. Kalau sampai minta berarti sangat terdesak.

Banyak orang yang dalam kondisi kekurangan. Tapi kita tidak tahu. Mari bersegera berbagi kebaikan. Yang kita beri mungkin sederhana, tapi bagi mereka bisa menjadi luar biasa.

Memanfaatkan Amanah untuk Berbagi

Sangat mungkin ada orang lain lagi yang mirip dengan Pak Ilham. Lalu saya berpikir untuk memberikan sesuatu untuk guru-guru. Kebetulan saya ketua koperasi sekolah. Namanya koperasi serba usaha (KSU) Al Qudwah, bergerak di bidang usaha dan pembiayaan. Insya Allah dijalankan secara syariah. Menjelang Ramadhan, koperasi memberikan bingkisan kepada 173 guru-guru.  Di sini, dinamakan munggahan. 

Bingkisan itu berupa bahan pokok seperti gula, minyak goreng, daging ayam, dan sirup. Alhamdulillah bisa disisihkan dari penghasilan koperasi. Berharap bingkisan itu bisa memberikan kebahagiaan kepada guru-guru.

“Alhamdulillah, terima kasih, Pak Padil. Semoga koperasi semakin maju,”

Berbagai ucapan syukur dan terima kasih diucapkan oleh para guru.

Berbagi bingkisan saat munggahan Ramadhan

Ada petuah bijak. Dalam urusan dunia, lihatlah ke bawah. Hal ini membuat kita bersyukur karena dalam kondisi yang lebih beruntung daripada mereka. Dalam urusan akhirat, lihatlah ke atas.

Bagaimana memunculkannya? Saya punya tips nih. Coba sekali-kali keluar rumah, jalan-jalan. Tapi kali ini nikmati perjalanan dengan santai, lalu lebih jeli memotret apa yang ditemui di jalan.

Mungkin kita akan ketemu pemulung yang harus mencari satu dua bekas botol mineral atau kardus. Atau pedagang kaki lima yang harus berpanas dan berdebu berjualan. Atau tukang sol sepatu yang berjalan memanggul peralatan mencari nafkahnya. Atau pengamen jalanan baik itu yang memakai gitar, alat musik, maupun manusia silver. Begitulah beratnya dalam mencari nafkah. Lalu bandingkan dengan kita yang tak perlu seperti mereka dalam mencari nafkah. Hm, kita jauh lebih beruntung.

Mudahnya Berzakat Online di Sinergi Foundation

Satu kebaikan yang kita anggap kecil hari ini bisa jadi menumbuhkan kebaikan besar. Kebaikan yang bisa menyentuh banyak lapisan. Menolong orang tua yang tengah berjuang menafkahi keluarga, guru yang tengah berjihad dengan ilmunya, atau membantu anak mewujudkan cita-cita mulianya. (Ciptakan Kebaikan Setiap Hari – Sinergi Foundation)

Saya : Assalamualaikum

Sinergi Foundation (SF)  : Wa’alaikumsalam

Saya : Kak,Saya mau menyalurkan zakat fitrah lewat Sinergi. Apakah bisa?

SF : wa’alaikumsalam,  mangga Pak, Bisa InsyaAllah

Saya    : Kalau pakai uang saja, bisa?

SF: Boleh Pak, nanti kami menyalurkannya menjadi beras

Saya    : Siap. Untuk 5 jiwa, berapa uang yang harus dibayarkan? Boleh minta no rekeningnya?

SF: perorang nya 3 kg di kali harga beras yg di konsumsi, kalau di Sinergi Foundation harga yg dipakai 15.000 jadi perorang 45.000

SF: Alhamdulillah, boleh Bapak/Ibu. Apabila sudah transaksi boleh langsung konfirmasi. Terimakasih.

Tidak berapa lama, saya selesai membayarkan zakat fitrah untuk kelarga saya yang berjumlah 5 jiwa dengan orang tua. Bukti transfernya saya kirimkan.

Begitulah pengalaman saya membayarkan zakat tanpa harus keluar rumah. Pas sekali dengan kondisi saat ini, kita sedang menjaga jarak dan mengurangi aktivitas di luar untuk pencegahan Covid-19.

Zakat Online bisa menjadi pilihan. Paktis, tak perlu keluar rumah, Tak perlu menunggu menjelang Idu Fitri. Bahkan zakat fitrah bisa dibayarkan sejak awal bulan Ramadhan. Majelis Ulama Indonesia pun lewat Fatwa MUI Nomor 23 tahun 2020.

Kemajuan teknologi memiliki banyak manfaat. Hal ini juga dimanfaatkan untuk mempermudah pelaksanaan ibadah. Seperti zakat online yang membuat kita bisa menunaikan zakat dengan mudah.

Seperti halnya membayar zakat fitrah tadi, kita juga bisa membayar donasi lainnya lewat Sinergi Foundation. Tiga layanan zakat yang bisa kita lakukan lewat Sinergi Foundation yaitu zakat maal, zakat penghasilan, dan zakat fitrah.

Begitu mudah berdonasi. Bahkan saldo e-money pun bisa disedekahkan. Ya, kadang ada saldo di dompet digital masih mengendap. Untuk transaksi nominalnya kurang, mau diuangkan juga nggak bisa. daripada mengendap, bisa disedekahkan ke Sinergi Foundation. Lebih bermanfaat.

Begini caranya.

  1. Masuk ke laman bit.ly/infaksinergi
  2. Pilih program yang ingin dibantu dan KLIK Donasi
  3. Isi jumlah rupiah yang ingin didonasikan
  4. Pilih metode pembayaran Gopay/ShopeePay/Ovo/LinkAja/Jenius/Dana
  5. Isi data diri

Prosesnya nggak sampai dua menit. Ringkas saja. Tapi kita bisa membuat dana mengendap menjadi lebih bermanfaat. Banyak pahala pula dengan dana itu. Berapa pun nominalnya insya Allah menjadi pahala kita. Kita juga dapat Zakat Online menggunakan scan kode QRIS yang didukung berbagai dompet digital seperti OVO, Gopay, LinkAja, ShoopePay, Jenius, atau DANA. Dapatkan kode QRIS-nya dengan mengunjungi website resmi Sinergi Foundation di www.sinergifoundation.org atau melalui bit.ly/sinergizakat

Berbagi kebaikan harus disegerakan. Sekarang ini berbagi sangat mudah dilakukan. Berbekal smartphone dalam genggaman. Berbagi kebaikan bisa dilakukan dengan transferan. Beberapa alasan mengapa kita layak percaya pada Sinergi Foundation.

=

Mudahnya Pelayanan

Layanan berzakat atau berdonasi apapun bisa dilakukan dengan mudah. Bisa dilakukan lewat media sosial (instagram, WhatsApp) maupun lewat website.

=

Terpercaya dan Amanah

Sinergi Foundation telah berkiprah sejak 14 Oktober 2002. Legalitas Sinergi Foundation terdaftar berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU – 5622.AH.01.05. Tahun 2011. Terdaftar sebagai Lembaga Amil Zakat sesuai SK Menteri Agama DJ.III/564 Tahun 2016.

=

Memiliki Banyak Program

Hingga Desember 2020, Sinergi Foundation telah memberikan manfaat kepada 770.752 penerima manfaat. Sebanyak 37.659 donatur dan 13.074 mitra bersinergi bersama Sinergi Foundation.

=

Banyak Pilihan Berdonasi

Tak perlu bingung dengan biaya transfer antar bank sebab Sinergi Foundation memiliki 6 lebih rekening tujuan yang dapat dipilih sesuai rekening asal kita.

=

Aman dan Legal

Semua dana yang terhimpun di Sinergi Foundation murni disalurkan untuk kepentingan sosial, dan BUKAN untuk tujuan pencucian uang, terorisme, maupun tindak kejahatan lainnya.

=

Memiliki Jangkauan Luas

Programnya luas. Menebarkan kebaikan hingga ke pelosok Nusantara seperti Kalimantan dan Papua, hingga masyarakat dunia, seperti rakyat Palestina.

=

Laporan Donasi Aktual Dan Jelas

Setelah berdonasi, admin akan memberikan informasi transaksi yang dilakukan. Selain itu, laporan donasi diberikan dengan jelas sehingga kita tidak ragu lagi dengan sebaran donasi yang diberikan.

Dibalik keceriaan kita menyambut Hari Raya Idul Fitri, ada banyak kaum dhuafa yang tak seberuntung kita. Mereka hidup dalam serba kekurangan dan keterbatasan. Alangkah baiknya jika kewajiban zakat segera kita tunaikan. Sebagian orang merasa enggan mengeluarkan zakat. Alasannya? Zakat akan mengurangi harta yang dimiliki.

Zakat bukan hanya untuk membantu orang lain tetapi juga untuk membersihkan harta dan jiwa sekaligus sebagai pemerataan kemakmuran untuk mencapai keadilan sosial. Ayo segera Bayar Zakat. Jangan tunda untuk berbagi bahagia. (*)

#RamadhanSiapBeramal

Kantor SF Bandung

Jl. HOS Tjokroaminoto (Pasirkaliki)
No. 143 Bandung 40173

Telp: (022) 6120 218
Fax: (022) 6120 130

WhatsApp : 0813-2120-0100

Gedung Wakaf 99

Jl. Sidomukti No. 99 H
Bandung 40123

Telp: (022) 251 3991
Fax: (022) 2511 865

 

Sosial Media:

Bisnis Kian Eksis Dengan ASUS ExpertCenter D300TA

Bisnis Kian Eksis Dengan ASUS ExpertCenter D300TA

Dana bantuan sosial (bansos) senilai puluhan juta yang sudah di depan mata akhirnya melayang. Penyebabnya apa? Entahlah. Saya pun bingung. Proposal yang lain cair tapi kenapa saya tidak? Padahal, proposal usaha saya tak kalah menarik. Semua proposal jadi didanai kecuali saya. Saya sempat sakit hati. Tapi kemudian sadar bahwa jadi pengusaha nggak boleh cengen. Harus kuat dan tahan banting.

“Udahlah, Mas. Mungkin belum rezekinya aja,”

“Kalau ada beberapa proposal yang juga ditolak, aku bisa terima, Dek. Lha ini kok punya mas aja yang ditolak. Apa karena kedekatan, ya,?”

Saat itu saya sedang berdiskusi dengan istri saya yang baru dua bulan ini kami menikah. Begitu menikah, kami memutuskan mendirikan usaha. Sesuai hobi saya dalam bidang desain grafis, saya mengajukan permodalan usaha untuk percetakan digital saat ada informasi ada bantuan sosial.

Tahap seleksi administrasi saya lolos. Tahap wawancara berhasil saya lewati dengan baik. Bahkan sudah tanda tangan untuk pencairan. Makanya saya optimis banget dapat modal usaha. Ibarat sudah di depan mata, modal usaha raib begitu saja.

Setelah dipikir-pikir, saya memang harus segera move on dari kasus ini. Mau Jadi Pengusaha? Jangan Cengeng! Kata Akbar Kaelola dalam bukunya.

Akhirnya saya pun bisa menerimanya. Ya bagaimanapun juga belum rezeki. Walaupun sesuatu itu sudah ada di tangan, tapi kalau belum rezeki, ya nggak akan kita miliki. Dunia bisnis memang penuh dinamika. Hal-hal yang tidak terduga sering terjadi. Seorang pebisnis harus paham dengan hal ini. Lalu saya belajar banyak hal dari kasus ini. Salah satunya adalah mental pejuang. Boleh jatuh, tapi harus bangkit lagi.

Sebagai pasangan keluarga baru, setelah menikah, hal yang juga dipikirkan adalah mendapatkan penghasilan. Sebulan sesudah menikah, saya dan istri tinggal sendiri, pisah dari orang tua. Kami mulai dari nol.

Mendirikan Bimbingan Belajar,

Ini Bisnis Pertama Saya

Usaha pertama kali yang kami rintis adalah mendirikan bimbingan belajar (bimbel). Kenapa kami pilih buka bimbel? Dulu di kampus saya ikut kuliah kewirausahaan. Pematerinya bilang bisnis yang nggak kenal waktu adalah bisnis pendidikan dan kesehatan. Ditambah, saya seorang guru, istri lulusan kampus keguruan (2 tahun setelah menikah, istri saya diterima sebagai dosen).

Ruangan di sebelah rumah kami jadikan kelas. Untungnya di perumahan kami banyak anak-anak, sehingga bisa menjadi pelanggan kami. Baru satu pekan launching, pekan pertama banyak yang daftar. Ada belasan siswa. Ada kenangannya nih dengan pendapatan bulanan pertama.

“Mas, ini ada gajian pertama. Mau diapakan, Mas?” tanya istri saya. Di rumah ini dia sebagai bendahara.

“Kira-kira kebutuhan kita apa, Dek?” saya malah balik bertanya.

“Kalau boleh, buat beli kulkas, Mas. Kalau beli sayuran kan nggak langsung habis. Kalau nggak ada kulkas, sayuran langsung layu. Kan jadinya mubazir. Kalau ada kulkas bisa disimpan, besok bisa dimasak lagi.”

“Kalau memang itu kebutuhan yang mendesak, ya nggak papa. Beliin kulkas aja,”

Bimbel sebagai usaha pertama kami

Cetak kaos sablonan & warung kelontong sebagai penghasilan keluarga

Kami berdua menempati rumah yang baru selesai dibangun. Jadi, isinya belum ada apa-apa. Perlengkapan rumah tidak ada. Seperti meja makan, kasur, gorden, kompor gas, dan lainnya.

Pertama kali datang kami beli perlengkapan yang sangat mendesak. Sisanya dilengkapi dari penghasilan usaha. Berbulan kemudian usaha bimbel ini maju. Sampai kemudian muncul sedikit permasalahan.

Istri saya hamil. Dia tidak bisa banyak membantu mengajar bimbel seperti biasanya. Akhirnya saya sendiri yang mengelola.

Selain bimbel, saya juga mengajar di sekolah swasta. Satu tahun mengajar, saya diangkat menjadi pegawai tetap yayasan (PTY). Lalu ada kebijakan bahwa PTY harus memiliki minimal 24 jam mengajar. Jadi, kalaupun tidak mengajar, PTY harus ada di sekolah.

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya bimbel kami tutup. Karena terlalu capek, setelah seharian di sekolah. Dengan berat hati, sih. Kepana? Sebab bimbel inilah yang menopang keluarga di awal-awal berumah tangga dulu. Banyak perlengkapan rumah pun dibeli berkat bimbel ini.

Sempat nyesel lho dengan keputusan ini. Apalagi setelah tutup, pemasukan berkurang drastis. Paling minimal bimbel menjadi salah satu penyokong kebutuhan keluarga.

Membuka Warung Kelontong, Agar Pengeluaran Keluarga Tertolong

Suatu hari, datang seorang saudara.

“Dek, mau enggak buka warung?” tanyanya.

“Buka warung gimana, Mas Mansur?”

“Di rumah ada warung. Ini aku mau pindah. Nah, warungku ini nggak mungkin dibuka di tempat yang baru. Lagian sayang lho di sini satu-satunya warung. Gimana kalau warungnya dipindah ke kamu,” tawarnya.

Kami pikir, sekalian buat usaha sampingan istri. Daripada di rumah saja lebih baik sambal buka warung. Akhirnya pindahlah warung itu ke rumah. Warung kami menjual berbagai keperluan keluarga seperti beras, air galon, sayuran, makanan ringan, pulsa dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

Prosesnya, saya mengambil barang-barang di agen, dan menjualnya dengan selisih harga sebagai untungnya.

Ternyata punya warung nggak kalah repotnya. Apalagi saat itu kami sedang punya anak kecil. Repotnya begini, kalau sedang mau menidurkan anak, datang pelanggan manggil-manggil. Mau dijawab, anak pasti terganggu dan terbangun. Nggak jadi tidur.

Tapi kalau nggak dijawab, pelanggan manggil terus. Sering terjadi begini. Kalau dipikir-pikir sebetulnya margin untung dari barang-barangnya nggak besar. Jalau jajanan, misalnya untungnya Rp 200 sampai Rp 500 per item. Nah, kalau anak minta jajan, ya habis untungnya. Nggak ada untungnya. Untungnya udah terambil sama jajanan tadi.

Bisnis memang mencari untung. Tapi selain itu, kami juga mempertimbangkan kenyamanan keluarga.

Carilah bisnis yang nyaman buat keluarga, yang untung dan menghasilkan.

Banyak yang minder jualan karena alasan gengsi. Benar? Gengsi? Ini nggak berlaku buat saya. Ke sekolah saya pernah nyambi jualan donat, susu kedelai, dan bakpao. Istri yang membuatnya, saya yang menjajakan ke sekolah. Lumayan menambah pemasukan. jualan disiapkan sejak sore, malam atau pagi dinii hari. Lalu paginya saya bawa ke sekolah.

Jadi saya ke sekolah itu sambil bawa jualan. Saya nggak malu bawanya. Gengsi? Nggaklah. Ngapain gengsi. Gengsi nggak bisa untuk kasih makan anak istri.

Tapi akhirnya jualan ini nggak dilanjutkan. Pertama, saya tidak enak ke pimpinan sekolah. Saya kuatir tak fokus mengajar dan mengurangi hak-hak siswa. Kedua, kehamilan istri saya semakin besar, kasihan kalau harus menyiapkan sampai malam atau bahkan dini hari. Kami harus mempertimbangkan kesehatan kandungannya. Akhirnya jualan itupun berhenti.

Ada baiknya saya ceritakan kenapa saya harus mencari tambahan penghasilan. Penyebab utamanya adalah gaji sebagai guru honorer tak mencukupi kebutuhan keluarga.

Nominalnya? Kalau dibanding penghasilan saat sebelum keluarga, jauh banget, hanya seperempatnya. Inikan njomplang.

Gimana nggak njomplang, sebelum menikah gaji besar, eh malah sesudah menikah turun drastis. Sebelum punya tanggungan gaji mencukupi, sesudah punya tanggungan kok malah kecil.

Belum lagi nanti kalau saya sudah punya anak, atau ngirimi keluarga. Nah, inilah yang membuat saya berjibaku untuk bisnis apa saja.

Bahkan bisa dibilang pengusaha palu gada. Apa yang lu mau gua ada.

Bisnis Toko Plastik

Di tahun 2017 kami mencoba bisnis toko plastik.

“Sekarang kan usaha makanan lagi rame nih, Mas. Mereka kan perlu tuh bungkus dan lain-lainnya. Kayaknya kalau kita jualan plastik dan pembungkus bagus juga,”

“Oke juga. Tapi kalau bisa oke tapi kita harus selesai lapangan dulu ya. Banyak atau enggak yang jualan makanan.

“Iya, Mas. Kita bisa survei sambal jalan-jalan,”

Setelah melihat-lihat toko makanan atau jajanan-jajanan kami sepakat untuk membuka bisnis toko plastik. Kami juga menyewa tempat yang sewanya lumayan karena memang terletak di dekat pasar.

Sehingga modal yang dikeluarkan untuk toko plastik ini cukup besar. Tapi, memang sebanding dengan pemasukannya.

Untuk pengelolaan toko, kami mengangkat pegawai. Kalau Anda menebak bisnis kami tutup, Anda benar. Toko plastik ini berjalan sampai beberapa bulan lamanya. Hehe…

Sampai di sini, semoga pembaca nggak buru-buru mengatakan kami pembosan dan sering berganti bisnis ya?

Sebab, di perjalanan bisnis kami akhirnya memberikan kesimpulan bisnis yang ideal, adalah bisnis yang bisa dilakukan di rumah, tidak mengganggu keluarga, dan memiliki profit yang besar. Ah, kalau yang terakhir mah semuanya pada pengen begitu ya. Hehe..

Berbeda dengan bisnis yang sebelumnya, saat toko plastik ini tutup, kami rugi yang cukup besar. Tapi gimana lagi. Mungkin sudah jadi bagian dari perjalanan bisnis kami. Untung dan rugi merupakan hal yang biasa dalam bisnis.

Di dalam bisnis, kata pakar nih ya, hampir tidak ada yang namanya rugi. Kalaupun rugi atau ditipu sebetulnya itu merupakan pembelajaran. Nah, biaya kerugian itulah biaya pembelajarannya. Keren juga cara pandang seperti ini.

Tapi ada satu bisnis yang sejak awal hingga sekarang masih saya jalankan. Penasaran? Baik, saya kasih tau. Bisnis yang saya ceritakan di awal tadi, lho. Ya, benar. Percetakan digital. Setelah gagal mendapatkan dana bansos, saya memutar otak bagaimana tetap punya percetakan digital. Ini yang dinamakan hobi yang menghasilkan. Kan kata orang begitu ya, kalau mau bisnis, bisnislah dari hobi yang digaji. Hehe…

Kenapa saya ngotot menjalankan usaha ini? Karena saya suka desain. Tapi, untuk membuat percetakan digital tentu dibutuhkan modal yang sangat besar. Mesinnya aja bisa Rp. 300 juta, Catridge-nya Rp. 15 juta. Padahal Catridge-nya ada 6 buah. Tintanya satu botol bisa Rp. 5- 10 juta. Untuk bikin percetakan digital memang butuh modal yang besar.

Tapi saya punya strategi. Saya datang ke percetakan, minta selisih harga kalau cetak di sana. Saya bilang punya percetakan juga. Untungnya disambut baik. Ya, saya akhirnya mendapatkan selisih harga yang lumayan bagus. Kesampaian juga impian saya punya percetakan digital walaupun tanpa punya mesinnya. Sudah 7 tahun lebih saya mengelola percetakan yang saya namai Delta Grafika ini.

Lalu saya bekerja sama dengan dengan Percetakan Simetris Digital. Dapat harga Rp. 18.000 per meter. Saya menjual ke konsumen dengan harga Rp. 30.000 per meter. Jadi selisihnya Rp. 12.000.

Kan lumayan juga untungnya. Di tahun ajaran baru sekolah yang lalu saya berhasil mendapat pesanan sampai dengan 20 meter. Total keuntungan dapat Rp. 240.000.

 

Dari sebuah partai politik dapat pesanan 40 meter. Jadi saya dapat keuntungan Rp. 480.000. Pernah juga saya dapat pesanan 2 meter. Jadi keuntungannya Rp. 24.000. Sedikit atau banyak tetap diambil. Namanya juga rezeki. Harus disyukuri.

Untuk membuat spanduk saya menggunakan CorelDraw X7. Biasanya percetakan meminta file mentahan dalam bentuk cdr atau JPG. Dulu saya belajar CorelDraw secara otodidak. Dari internet dan bertanya ke teman. Bahkan saat ke percetakan digital dikasih tahu hal-hal seputar spanduk digital seperti format CMYK, ukuran file, skala desain, dan lainnya.

Kalau sudah langganan mereka akan percaya sama kita. Bahkan cukup dikirim via email saja. Jadi ke percetakannya saat ambil sanduk jadinya saja. Cepat kok jadinya. Kadang bisa setengah jam sudah selesai.

Tapi, saat pandemi begini, percetakan agak lesu. Sebab biasanya saya mengandalkan pesanan instansi yang mengadakan kegiatan-kegiatan. Sementara, saat pandemi ini kan jarang sekali kegiatan offline. Kebanyakan dilakukan online.

Gerai Fasih. Bisnis Keluarga Selanjutnya

Salah satu keuntungan menjadi pengusaha adalah karakter yang selalu berkembang. Benar, pengusaha yang diam, bakal nggak maju-maju.

Seorang pengusaha selalu mikir peluang, peluang, dan peluang. Kalau satu bisnis tertutup, coba bisnis lainnya. Otak jadi semakin terasah karena harus mikir bisnis apa, peluang apa lagi.

Nah, begitu tutup satu bisnis, maka kami pun memikirkan peluang bisnis lainnya. Lalu, atas ide istri, kami sepakat membuat Gerai. Gerai ini sejak 2017 berdiri dan masih ada sampai sekarang. Jadi, jangan mikir tutup juga, ya. Hehe..

Gerai ini kami kasih nama GERAI FASIH. Awal dibuka menjual pakaian pria dan wanita. Lalu bertambah menjual makanan dan minuman kesehatan, buah beku, frozen, dan lainnya. Ada juga kaos bola. Nah, kebetulan saya suka bola juga. Jadi saya nitip majang kaos bola di gerai. Kami promosi juga secara online dengan memanfaatkan internet.

Bisa dibilang Gerai ini merupakan bisnis paling awet juga. Sejak 2017 hingga sekarang masih berdiri. Dulu kami kerjakan sendiri pengelolaannya. Tapi sejak 2019 lalu kami mulai mengangkat pegawai untuk pengelolaannya.

Pemasukannya? Ya mirip gelombang laut. Kadang pasang, kadang turun. Mungkin semua bisnis juga begitu. Kadang penjualan tinggi, kadang juga rendah.

Termasuk memasuki tahun 2020, saat kita mengalami pandemi akibat Covid-19, pemasukan gerai benar-benar menurun drastis. Tapi mungkin ini terjadi di banyak bisnis ya. Saya yakin banyak pelaku usaha mengalaminya. Pandemi membuat ekonomi lesu. Bahkan banyak bisnis yang gulung tikar.

Tapi di masa pandemi inilah kami mendapatkan satu bisnis yang tepat untuk keluarga kami. Di bisnis ini bukan hanya tentang keuntungan yang diberikan tapi juga banyak pengetahuan tentang agama, teknologi, parenting, dan lainnya. Ringkasnya, bisnis ini paling ideal. Penasaran bisnis apa? Jawabnya adalah Bisnis British Propolis. Kenapa ideal?

Akhirnya, Kami Ketemu Bisnis yang Bikin Optimis

“Mas, tadi ada tawaran bisnis,”

“Dari siapa, Dek?”

Lalu istri menyebut nama temennya. Dan saya kenal banget dengan orangnya. Tanpa pikir panjang, saya menyetujui gabung bisnis itu. Saya kenal betul kredibilitas teman tadi. BISA DIPERCAYA. Selama ini dia nggak pernah bermasalah dengan urusan bisnis dan organisasi lainnya. Ya, kami juga berinteraksi di organisasi Dan hampir tidak ada cela. Urusan beres semua sama dia.

Tapi, tetap saja, dong kita harus cari tau banyak hal lagi tentang bisnis ini. Kami pun ngobrol. Hasilnya, kami semakin percaya. Karena beberapa hal ini.

Pertama, Founder-nya amanah. Terpercaya. Tau siapa foundernya? Ippho Santosa. Di dunia pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) atau motivasi, beliau dikenal pakar otak kanan. Beliau penulis buku Mega Best Seller 7 Keajaiban Rezeki,Magnet Rezeki, dan lainnya.

Ipho Santosa, Founder British Propolis (BP)

Kedua, komunitasnya orang-orang dikenal baik. Ini yang membuat kami semakin yakin. Nggak mungkinlah orang baik mau menipu. Selama ini juga dikenal public figur yang adem ayem. Mereka adalah Oki Septiana Dewi, Dude Herlino, Ustadz Wijayanto, Ade Rai, bahkan pelatih timnas Indra Sjafri. banyak lagi tokoh dan artis yang bergabung di bisnis ini. Gimana nggak percaya, coba?

Ipho Santosa, The founder British Propolis bersama para tokoh seperti Adrian Maulana, Indra Sjafri, dan Ade Rai

Bersiang packing British Propolis

Dan enaknya bisnis ini, bisa dikerjakan dari rumah. Tidak harus meninggalkan keluarga karena penjualannya pun bisa online. Bahkan, bisnis ini tahan pandemi. Justru, di masa pandemi ini bisnis BP semakin melesat, penghasilan pun semakin meningkat. Di bisnis ini pula saya menyadari, bahkan tetap bisa berpenghasilan dengan sarungan. Hehe…

Ketiga, selalu ada pembinaan. Ya, jadi mitra yang bergabung akan terus dibina. Nggak dilepas begitu saja. Setiap pekan ada pembinaan. Kadang pagi, siang, atau sore. Bahkan, ada pembinaan dini hari, lho. Sekitar jam 3 pagi. Pesertanya diwajibkan shalat tahajud dulu. Biar fresh. 

Sebentar, jangan mengira ini MLM ya. Foundernya tegas bilang bukan MLM.

“Saya nggak anti MLM, kalau ada di luar sana MLM, silakan aja. Tapi saya tegaskan BP bukan MLM.”

Bersiap distribusikan BP

Mengantar pesanan BP kepada mitra dan pelanggan

Kami bergabung di bisnis BP ini sejak Agustus 2020. Sampai sekarang, omzet kami sudah Rp. 200 juta lebih. Pencatatannya rapi. Setiap barang yang disorder selalu dicatat. Setiap mitra punya grup WhatsApp sendiri. 

Senengnya di bisnis ini, nggak melulu jualan saja. Bahkan ada pengembangan diri lho. maksudnya gimana? Mitra BP diwajibkan menguasai WhatsApp marketing, copy writing, mengelola feed IG, desain grafis pakai Canva, menguasai public speaking, bisa IG live, jualan via tik tok, dan lainnya. Wah, bagus ya. Jadi nggak sekadar bisnis asal jualan tapi ada ilmunya. Ini pula yang semakin membuat kami yakin dengan bisnis ini.

Tiap pekan ada bimbingan. Berhubung masih pandemi, pembinaan dilakukan secara daring. Lewat zoom meeting. Satu pekan bisa 3 kali. Satu kali pembinaan 2 – 3 jam. Dan kerennya nih, saat pembinaan, di zoom WAJIB menghidupkan video. Bagi yang nggak hidupin video bakal dikeluarkan dari zoom.

“Sebagai salah satu adab menuntut ilmu, harus menghargai guru. Saat zoom, guru kita ya pembicara,” kata founder. Dan aneh bin ajaib, kapasitas 1000 peserta di zoom full. Setengah jam dari jadwal, sudah nggak kebagian. Yang nggak kebagian memang bisa menyimak lewat Youtube. Tapi taste-nya beda.

Nah, demikian cerita tentang perjalanan bisnis kami. Cukup banyak gonta-ganti bisnis. Tapi banyak kan pengusaha sukses yang juga berawal dari gonta ganti bisnis. Ibarat menemukan pasangan hidup lah ya hehe.. kita menyeleksi sampai benar-benar pas.

Apapun bisnisnya kalau punya ilmunya akan maju dan sukses. Selain itu, didukung pula dengan perlengkapan yang mumpuni sebagai alat tempur. Seperti apa ‘alat tempur’ yang mumpuni dan diyakini membuat bisnis eksis dan profit naik drastis? Ini dia ‘alat tempurnya’.

Ayo kita kulik satu persatu kehebatan fitur ASUS ExpertCenter D300TA.  Emang banyak ya? Ya, Banyak. Ada 7 kehebatan fitur dari PC bisnis yang istimewa ini. Sayang banget kalau dilewatkan. Yuk kita kulik…

 

1. Kinerja Cepat, Bikin Bisnis Melesat

Saya masih ingat pesan mertua,

“Kalau bisa, ke pelanggan nggak cuma memuaskan. Bikin pelanggan terkesan,” katanya.

Ringkasnya kalau mau membuat pelanggan terkesan, jangan Cuma kasih pelayanan yang biasa saja. Harus yang luar biasa. Termasuk dalam hal cepat meresponnya.

Nah, urusan cepat ini juga harus ada lho dalam kinerja peralatan kita.

Tapi jangan kuatir, temans. Kenapa? ASUS ExpertCenter D3 Tower ditenagai oleh prosesor Intel® Core™ Generasi ke-10 yang mutakhir dengan RAM DDR4 terbaru. Prosesor Intel® Core™ Generasi ke-10 ini memberi respon cepat untuk menyelesaikan lebih banyak hal.

Jadi apapun tugasnya, ASUS ExpertCenter D3 Tower akan menyelesaikan tugas dengan cepat.

Pekerjaan kelar dengan cepat, omset pun meningkat, serta bisnis melesat.

Oh iya, selain ditenagai prosesor Intel® Core™ Generasi ke-10 yang mutakhir, GPU diskrit NVIDIA akan menjadi layanan terbaik bagi kita yang menginginkan kinerja grafis visual yang maksimal.

Pas banget dengan saya yang hobi mendesain yang membutuhkan tampilan visual yang maksimal. Ya, saat mendesain saya harus benar-benar memastikan warna yang dipilih merupakan warna yang pas. Jadi apapun pesanan pelanggan baik itu spanduk, flyer, brosur, e-sertifikat, dan lainnya bakalan dirampungkan dengan hasil memuaskan.

2. Daya Penyimpanan Besar,

Banyak Pilihan Konektivitas

ASUS ExpertCenter D3 Tower ini merupakan PC desktop terjangkau dan upgradable. Memiliki DDR4 RAM, bisa ditingkatkan hingga 8GB serta daya penyimpanan hingga 2TB + 512GB (HDD + SSD).

 Juga didesain untuk memudahkan pekerjaan apapun yang berhubungan dengan bisnis. Dan salah satu kemudahannya adalah kemudahan colok sana colok sini (hehe) berbagai periferal bisnis, ASUS ExpertCenter D3 Tower menyediakan berbagai port serial dan paralel yang fleksibel pada sasis. Tersedia lebih banyak slot PCI Express tersedia untuk peningkatan tambahan.

3. Kualitas Andal, Daya Tahan Luar Biasa

Selama berbisnis, sudah berapa kali ganti komputer? Komputer tak berumur panjang? Dan sekarang masih bingung cari komputer yang bisa hemat?

Kabar baiknya, ASUS ExpertCenter memang tepat untuk berbisnis. ASUS ExpertCenter  didesain untuk meminimalisir Total Cost of Ownership (TCO) untuk bisnis Anda, ASUS ExpertCenter dirancang dengan slot ekspansi maksimum untuk apa pun kebutuhan kita. Komponen terdepan di dunia. Memberikan kualitas yang dapat diandalkan dan daya tahan yang luar biasa dengan 100% jaminan jangka panjang.

4. Konstruksi Kokoh, Keamanan Terjamin

Untuk mendapatkan penyegaran ruangan, sering kali kami mengubah posisi dan tata letak barang-barang. Termasuk meja kasir. Pernah diletakkan di dekat pintu, di tengah ruangan, dan sudut ruangan. Kalau Anda bagaimana? Seringkah mengubah posisi ruangan kerja Anda? Kalau iya, kudu hati-hati ya memindahkan benda-benda. Termasuk dalam hal ini PC bisnis. Karena kalau tidak hati-hati bisa menimbulkan kerusakan jika jatuh atau tertabrak benda lain.

Tapi, kekhawatiran ini nggak perlu ada kalau kita pakai ASUS ExpertCenter. Ya, PC seri Expert begitu istimewa karena dibuat dengan kokoh. ASUS  ExpertCenter ini sudah melalui uji standar militer AS MIL-STD-810G dan pengujian internal ASUS yang ketat, lho. Sehingga, jika ada guncangan kecil yang tak terhindarkan dan kecelakaan kerja sehari-hari tidak akan membahayakan data berharga Anda.

5. Fitur Keamanan Lengkap

Tentu saja masalah keamanan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam bisnis. Secanggih apapun peralatan bisnis, tentang harus ada jaminan keamanan yang menjadi garda terdepannya. Semakin kuat keamanan depannya, semakin yakin pula kita memakainya. Bener atau bener banget?

Nah, untuk kebutuhan keamanan ini, desktop ExpertCenter mendukung bisnis dengan fitur keamanan lengkap untuk menjaga bisnis Anda, dan masa depannya, tetap aman. Pokoknya, makin kepincut deh dengan PC bisnis ini.

6. Fitur Memudahkan Kontrol Bisnis

Apa fitur lain dari ASUS ExpertCenter yang bisa menjadi solusi bisnis kita? Setidaknya ada 2 fitur yang sangat andal.

1. ASUS Control Center

ASUS Control Center yaitu rangkaian manajemen IT terpusat yang mampu melakukan manajemen jarak jauh, pemantauan perangkat keras dan perangkat lunak, dan penjadwalan tugas melalui antarmuka berbasis web yang ramah pengguna, memungkinkan administrator sistem untuk mengelola asetperusahaan dengan mudah melalui satu portal.

2. ASUS Business Manager

ASUS Business Manager adalah platform berbasis PC yang memfasilitas pengelolaan PC individu. Dengan fitur ini kita dapat melakukan kontrol pergerakan data Pemblokir USB, jalur belakang sistem untuk memulihkan sistem ke status optimal, dan partisi virtual terenkipsi untuk menyimpan data penting.

7. Hemat Energi, Efisiensi Tinggi

Pengen PC yang hemat energi supaya nggak makan daya besar? Tentu saja. Sebab kita juga harus mempertimbangkan biaya operasional perangkat. Kalau biaya listrik membengkak, bisa tekor juga untuk menutupi biaya listrik tadi.

Tapi tenang saja.  ASUS ExpertCenter D3 Tower menggunakan kapasitor kelas atas. Catu daya ini memiliki sertifikasi 80 PLUS® Perunggu yang menunjukkan energi terbuang minimum, yang menghasilkan lebih sedikit panas dan penghematan biaya jangka panjang.

Hal ini sekaligus bentuk kepedulian ASUS terhadap penggunaan berkelanjutan. Kesadaran menggunakan energi dengan hemat dan efisien semakin digalakkan.

Catu daya  bersertifikasi 80 PLUS® Perunggu ini membuat ASUS ExpertCenter D3  sedikit membuang energi dalam bentuk panas. Jadi input energi demikian maksimal digukanan untuk proses PC.

Penutup

Kami selalu dimotivasi agar menjadi pebisnis yang andal. Bukan pebisnis yang cengeng. Jadi pebisnis itu banyak manfaatnya. Bukan hanya menambah penghasilan dan menghidupi keluarga tetapi juga bisa bermanfaat untuk oranglain.

Misalnya dari bisnis kita itu bisa mengangkat satu orang pegawai. Ternyata dia punya keluarga. Secara otomatis kita juga membantu menghidupi keluarga itu. Nah, itu baru satu pegawai, lho. Bayangkan kalau ada 5, 10, atau 100 pegawai.

Karena itu, jangan ragu lagi berbisnis ya. Bisnis apa yang mau dijalankan? Bisnis aja saja deh. Bisnis yang paling baik itu bisnis yang dijalankan, bukan bisnis yang dipikirkan atau ditanya-tanyakan. Dan kalau mau ngikut bisnis saya, monggo (silakan) saja.

Abaikan beberapa mitos yang menghalangi jadi pengusaha. Emang ada? Ya. Ada beberapa mitos. Seperti, “Ah, aku nggak passion berbisnis”. Passion itu relatif. Biasanya, kalau belum kelihatan hasil dari bisnis, belum kerasa sebagai passion. Tapi kalau udah terasa hasilnya, udah terasa keuntungannya, masih bilang nggak passion? hehe…. Ada lagi mitos lainnya, “Aku kan nggak keturunan pengusaha. Nenek moyangku bukan pengusaha.” Lha, kalau mau ngikut keturunan atau nenek moyang, harusnya kita jadi pelaut. Lha wong ada lagunya “Nenek moyangku seorang pelaut….” Benar kan?

Indonesia masih kekurangan pengusaha, lho. Saat ini jumlah penguasaha baru sekitar 2 persen dari total penduduk. Negara maju umumnya memiliki 4 persen pengusaha. Baru negara itu maju. So, mau negara kita maju? Perbanyaklah jumlah pengusaha. Kita harus menjadi pengusaha. Jangan lupa, berbisnis perlu didukung perangkat yang mumpuni. Untuk bisnis, ya pakai PC bisnis. Pilihannya tentu saja ASUS ExpertCenter D300TA. Sepakat ya? (*)

Spesifikasi ASUS ExpertCenter D3 Tower (D300TA)

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba menulis yang diadakan oleh ASUS dengan tema “ASUS ExpertCenter – ExpertBook Built for Business”. Bahan tulisan dan foto bersumber dari laman resmi ASUS, pengalaman pribadi, dan pelatihan yang diikuti oleh penulis. Olah grafis dilakukan dengan aplikasi Canva.

Berkolaborasi Bersama GuruInovatif.id Meningkatkan Mutu Guru dan Memajukan Pendidikan Indonesia

Berkolaborasi Bersama GuruInovatif.id Meningkatkan Mutu Guru dan Memajukan Pendidikan Indonesia

Berkolaborasi Bersama GuruInovatif.id

Meningkatkan Mutu Guru

dan Memajukan Pendidikan Indonesia

Dosa Besar Pendidikan

“Sampai hari ini kita masih dibayang-bayangi dengan 3 dosa besar dalam pendidikan yakni intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan (bullying)” kata Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kalau boleh ditambahkan, ada satu dosa lagi yaitu dosa anggaran. Anggaran pendidikan besar sangat besar yaitu 20% dari APBN tetapi kualitas pendidikan masih rendah.

Padahal, dengan besarnya anggaran itu, artinya pendidikan mengambil jatah untuk bidang lain seperti anggaran untuk kesehatan, subsidi petani dan nelayan, serta lainnya.

Jadi, anggaran untuk mensubsidi pupuk untuk para petani, peralatan melaut para nelayan dan lainnya dialihkan untuk pendidikan.

Tapi faktanya kualitas pendidikan tidak naik bahkan cenderung turun.

Anggaran pendidikan pada 2020 sebesar Rp 505,8 triliun. Angka ini meningkat 2,7% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 492,5 triliun.

Dan kita perlu tahu bahwa porsi terbesar anggaran pendidikan adalah untuk belanja pegawai. Di dalamnya ada gaji guru dan sertifikasi guru. Artinya, kalau mutu guru tidak juga meningkat, berarti guru ‘telah berdosa’.

Pendidikan Kita Belum Maju, Ini PR Kita.

Benarkah pendidikan kita belum maju? Apa tolok ukurnya? Setidaknya bisa dilihat dari 2 data berikut ini.

 

 

1.Berdasarkan Peringkat PISA, Menggambarkan Kualitas Siswa

Berdasarkan survei Program for International Student Assessment (PISA) 2018, peringkat Indonesia turun jika dibandingkan tahun 2015. Survei PISA yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merupakan rujukan dalam menilai kualitas pendidikan di dunia.

Survei PISA menilai kualitas pendidikan melalui kemampuan membaca, matematika dan sains pada anak usia 15 tahun.

Meskipun banyak yang kurang sepakat dengan survei PISA ini, tapi data ini bisa menjadi bahan refleksi. Misalnya nih benar atau tidaknya budaya membaca rendah. Lihat saja dalam keseharian kita, apakah kita suka baca atau tidak. Itu bisa sebagai pembuktiannya.

Lalu tentang penguasaan sains misalnya, mari kita tengok lagi kebiasaan pembelajaran siswa, bukankah mayoritas siswa belajar itu menghafal rumus-rumus atau kalimat-kalimat yang diprediksi akan keluar di ujian? Memang tidak semua sih tapi kebanyakan seperti itu.

Nah, mari kita lihat perbandingan skor PISA negara kita tahun 2015 dengan 2018.

Peringkat PISA Indonesia

2. Berdasarkan Hasil UKG, Beginilah Mutu Guru

 

Rata-rata hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015 adalah 53,02. Padahal, pemerintah mematok standar kompetensi minimum (SKM) adalah 55.

Dari hasil UKG itu juga hanya 7 provinsi dari 34 provinsi yang memperoleh nilai rata-rata di atas target minimum. (https://kependidikan.com/nilai-ukg-2015/)

Sebagai seorang guru saya mengakui bahwa kualitas guru memang rendah. Ini merupakan otokritik untuk perbaikan diri. Ya, kita harus berani mengakui bahwa kompetensi belum maksimal.

Dan kualitas guru paling menentukan kualitas pendidikan. Jadi, bukan hanya masalah anggaran, kurikulum, atau kebijakan. Apapun kurikulumnya, kualitas guru yang utama.

Mengapa kualitas guru rendah? Padahal, menilik besarnya anggaran pendidikan, belanja pegawai merupakan porsi terbesarnya. Tapi mengapa tak sebanding dengan mutu guru? Nah, ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya mutu guru.

1. Jadi Guru, Tapi Malas Mengajar

 “Aduh..saya ada jam mengajar”….

“Yes, aku bebas. Nggak ada jam hari ini.”

Sering lho saya dengar kalimat ini dari para guru. Jangan salah, guru juga senang lho kalau jam kosong. Apalagi kalau libur atau tanggal merah….makin seneng.

Lha…ternyata nggak beda jauh ya dengan siswa. Ada celetukan kalau pelajaran favorit adalah pelajaran atau jam kosong.

Ada guru tapi tidak suka mengajar itu sungguh aneh. Lha tugas utama atau pekerjaan guru kan mengajar. Kalau guru nggak mau mengajar, jangan jadi guru saja, to? Hehe…

Saya juga sering mengamati teman-teman guru yang kebanyakan bahagia saat ada kegiatan di sekolah, lalu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dialihkan ke kegiatan sekolah seperti penyambutan pejabat, rapat, atau ulangtahun sekolah. Saya sering mengamati dari berbagai postingan di media sosial.

Jangan marah dulu. Ada kalanya guru semangat mengajar, ada kalanya bosan mengajar. Biasanya karena terlalu lama atau terlampau banyak jam mengajar. Siapa sih yang nggak bosan kalau terus menerus mengerjakan rutinitas yang sama?

2. Minim Penguasaan Teknologi

 

Di negara maju mana pun, kualitas pendidikan ditopang dengan kemajuan teknologi. Ringkasnya, kalau guru-guru melek teknologi, kualitas pendidikan akan maju.

Sayangnya, guru-guru kita kurang bisa menguasai teknologi. Saya sering memperhatikan kalau ada kegiatan. Seringkali pemateri kesulitan membuka file materi, memindahkan file, mengkoneksikan laptop ke projektor, dan lainnya. Saya pun beberapa kali membantu kesulitan pemateri itu.

Sering lho hal ini terjadi. Kalau ini terjadi pada guru-guru yang sudah sepuh saya maklum sih. Faktor usia pula yang menyebabkannya.

Memang tidak semua guru yang gagap teknologi. Banyak juga guru-guru yang mahir dalam penguasaan teknologi. Pemerintah pun sudah memberikan katalis. Misalnya melalui lomba-lomba. Salah satunya Aplikasi Mobile Ki Hadjar yang diadakan Kemdikbud, melombakan berbagai inovasi guru mengajar.

Padahal pendidikan merupakan ranah yang dinamis. Berbagai perubahan bisa muncul dengan cepat. Sebelum pandemi, berapa banyak guru yang kenal dengan penggunaan aplikasi meeting online? Mungkin sedikit. Siapa yang menggunakannya? Mungkin semakin sedikit pula.

3. Kurang Memaknai Peran Guru

Dalam dunia per-guru-an ada 3 jenis guru yaitu guru bayar, guru nyasar, atau guru sadar. Pertama, guru bayar adalah seorang guru yang mau mengajar hanya kalau dibayar. Kalau tak dibayar dia tak mau mengajar atau melakukan sesuatu untuk sekolah atau siswanya. Guru bayar akan kesulitan mengembangkan kompetensi diri. Biasanya kalau ada pelatihan harus ada uang jalan, uang makan, hingga uang saku. Kalau nggak ada, dia nggak mau ikut pelatihan. Padahal pelatihan itu untuk mengembangkan dirinya.

Memang banyak hal harus disokong dengan biaya (uang). Tapi kalau semua hal dihitung-hitung dengan uang tidak bagus juga.

Kedua, guru nyasar, yaitu guru yang mengajar tidak sesuai dengan disiplin ilmunya.

 Di sekolah-sekolah banyak sekali guru nyasar ini. Penyebabnya karena persoalan kurangnya guru di sekolah. Daripada tidak ada guru, akhirnya guru yang ada diberdayakan. Termasuk saya. Ya, saya kuliah di fisika murni, bukan fisika keguruan. Tapi karena ada sekolah yang tidak punya guru IPA, akhirnya saya mendaftar. Sekarang saya sudah menikmati profesi sebagai guru. Tahun ini genap sepuluh tahun saya menjadi guru.

Ketiga, guru sadar. Guru sadar yaitu guru yang sepenuh hati menyadari bahwa tugasnya adalah sebagai pengajar dan pendidik maka dia mau melakukan banyak hal untuk kemajuan anak didiknya. Bahkan kerjanya tak sebatas jam kerja di sekolah saja.

Bisa jadi kita, guru, saat ini masuk dalam guru nyasar. Tapi nggak masalah. Yang penting jangan terus jadi guru bayar.

Yuk ingat kembali berbagai peran guru. Guru bukan hanya sebagai pengajar yang tugasnya transfer of knowledge tetapi memiliki peran mulia mendidik generasi muda hingga menjadi sosok yang memiliki karakter.

8 Peran Guru

 

1. Fasilitator

yaitu memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan pembelajaran

2. Pengelola

yaitu menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman

3. Demonstran

yaitu menunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa menjadi lebih mengerti

4. Pembimbing

 yaitu menjaga, mengarahkan dan membimbing siswa agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat, dan bakat

5. Motivator

yaitu memotivasi siswa agar memiliki semangat belajar

6. Sumber Belajar

yaitu penguasaan materi belajar

7. Evaluator

yaitu mengumpulkan informasi tentang keberhasilan pendidikan yang telah dicapai.

8. Ustadz/kyai

yaitu mengarahkan dan membimbing siswa agar memiliki bekal dunia dan akhirat. 

Cara Saya Menguatkan Motivasi

Motivasi ibarat pondasi untuk setiap aktivitas. Kalau sudah kuat motivasi menjadi guru atau motivasi mengajar, maka guru akan semangat belajar lagi, semangat mengikuti pelatihan, semangat memperbaiki diri, semangat mempelajari teknologi, dan seterusnya.

1. Mengisi Energi Lewat Youtube

Ada 2 chanel Youtube yang sering saya dengarkan kala semangat saya melemah. Sebagai guru yang mengajar fisika, sering lho saya stress dengan hasil belajar siswa yang tak sesuai dengan harapan. Kadang saya kecewa, stress dan merasa gagal. Kalau sedang dalam kondisi ini saya sering berselancar ke channel Munif Chatib dan Najeela Shihab. Munif Chatib adalah penulis buku Sekolahnya Manusia, Gurunya Manusia,Orang tuanya Manusia, Semua Anak Bintang, dan lainnya. Sementara, Najeela Shibab adalah penulis Semua Murid Semua Guru dan pendiri Sekolah Cikal.

Biasanya setelah menonton paparan kedua sosok yang concern dengan pendidikan ini semangat saya kembali naik dan terutama bersyukur dengan apapun kondisi siswa. Ya, apapun kondisinya. Dampaknya kemudian saya merasa lebih tenang dan senang mengajar.

2. Berdiskusi Dengan Sesama Guru

Dari diskusi banyak mucul motivasi dan inspirasi. Kata Ki Hadjar Dewantara, “Setiap orang merupakan guru, setiap tempat merupakan sekolah”. Jadi semua orang bisa jadi guru kita.

Saya belajar dari banyak orang. Teman guru baik yang lebih junior atau secara umur atau masa pengabdian maupun guru yang lebih senior secara umur atau masa pengabdian. Manfaat berdiskusi kita bisa dapat pendapat dari sudut pandang yang berbeda.

Tapi agar benar-benar dapat ilmu, ‘kosongkanlah gelasmu’. Merendahlah. Benar-benar sedang belajar. Jangan merasa lebih pintar dari teman diskusi.

“Kosongkan dulu gelasmu setiap bertemu orang baru,” kata Bob Sadino.

Berdiskusi untuk mendapatkan ilmu dari teman sejawat

Mutu guru harus ditingkatkan agar pendidikan Indonesia semakin maju. Maka guru-guru harus terus memotivasi diri, meningkatkan kualitas diri, dan mau belajar hingga menguasai teknologi. Apalagi di saat pandemi akibat Covid-19 ini pembelajaran daring jelas-jelas memerlukan penggunaan dan penguasaan teknologi.

Cara Saya Belajar Teknologi

Saya sering penasaran dan tertarik dengan berbagai pelatihan terutama tentang teknologi. Ini saya lakukan bahkan sebelum pandemi dulu. Saya pernah menempuh perjalanan 4 jam dengan kereta api untuk ikut pelatihan. Pernah juga pukul 02.00 dini hari berangkat ke sebuah pelatihan agar bisa tepat pukul 08.00 tiba di tempat pelatihan.

Begitulah. Antusiasme saya ikut pelatihan. Kalau ada pelatihan, saya usahakan ikut. Sampai kemudian saya berkenalan dengan GuruInovatif.id. Beneran, GuruInovatif.id menjadi tempat tepat untuk meng-up grade diri.

Sejak kapan? Sudah sejak lama saya mengenal guruinovatif.id tepatnya sejak 11 September 2020 lalu. Berbagai kegiatan guruinovatif.id yang sudah saya ikuti. Saya tak merasa bosan, justru semakin penasaran.

GuruInovatif.id adalah sebuah platform online learning yang menyediakan kursus, pelatihan, dan sertifikasi untuk guru. Semuanya bisa diakses secara daring atau online. Jadi kita bisa belajar dan meningkatkan kualitas mengajar, menambah wawasan, dan meningkatkan skill tanpa harus keluar rumah. Ya, cukup dengan mengakses website GuruInovatif.id atau media sosial milik GuruInovatif.id.

GuruInovatif.id memiliki berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas guru. Yuk kita ulas satu per satu.

Menu di Guru Inovatif

1. Mini Course

GuruInovatif.id menghadirkan mini course yang akan membahas topik-topik tertentu seperti PCK dan HOTS untuk segala jenjang dan mapel bersertifikasi 16JP.

Mini course berisi kursus singkat strategi mengajar untuk guru. Kontennya sangat jelas dan relevan dengan kebutuhan para guru.

Berbagai modul dalam mini course yang sangat pas sebagai bekal guru mengajar seperti 9 Langkah Mengajar Efektif di Kelas, HOTS jenjang SMP/MTs/SMA/MA/SMK, Menggunakan Teknik Coaching Untuk Membongkar Revised Bloom Taxonomy, Aspek-aspek Kunci dalam Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh di Era New Normal, Tips Mengajar Efektif – Mapel Bahasa Indonesia untuk SMA, dan lainnya.

Dengan hanya berinvestasi Rp. 27.500 untuk mendapatkan materi atau Rp. 37.500 untuk mendapatkan sertifikat saya rasa kursus ini sangat mumpuni untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan skil guru mengajar. Dengan menyelesaikan mini course maka kita akan mendapatkan sertifikat setara 16 jam pelajaran (JP).

Bukan hanya saat mengajar tatap muka di kelas saja tapi juga saat mengajar daring lho. Pas banget dengan kondisi saat ini yang masih menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

2. Productivity Course

Modul-modul kursus disampaikan dengan jelas, kualitas video dan audionya maksimal, dan langkah-langkahnya mudah dikerjakan. Tentu saja modul kursus ini bisa diakses secara daring. Saya telah mengambil beberapa kursus yang memberikan dampak bagus untuk skill yang dapat menunjang aktivitas mengajar.

Saat ini telah ada 29 modul dalam Productivity Course yang dapat kita akses baik secara gratis maupun berbayar.

Productivity course ini sangat pas untuk meningkatkan skill kita. Jelas membantu untuk mengajar. apalagi di masa pandemic kita harus membuat materi pembelajaran dengan berbagai media seperti power point, video pembelajaran, komik, dan lainnya. Bahkan bukan hanya untuk mengajar saja tapi juga untuk keperluan lain seperti presentasi.

Tertarik? Lihat saja beberapa kursusnya seperti Cara Merekam Materi Pembelajaran melalui Screen Recorder (OBS), Teknik Membuat Animasi Sederhana untuk Materi Siswa Menggunakan Powerpoint, Cara Menggunakan Google Classroom untuk Mengajar di Kelas Sekolah, Cara Membuat Ujian Online Menggunakan Google Form, Mengasah Kosakata Bahasa Asing untuk Komunikasi Sehari-hari dengan Duolingo, dan lainnya.

Beberapa modul yang paling menarik buat saya adalah Cara Menggunakan Whatsapp untuk Group Pembelajaran, dan Teknik Membuat Animasi Sederhana untuk Materi Siswa Menggunakan Powerpoint.

Dalam kursus ini kita bisa menginvestasikan Rp. 17.000 (materi), Rp. 25.000 (materi dan sertifikat), bahkan bisa gratis (kursus saja). Ayo asah berbagai kemampuan teknis seputar cara mengajar di GuruInovatif.id dan dapatkan sertifikat 8JP.

Beberapa sertifikat Productivity Course yang saya dapatkan dari GuruInovatif.id

3. Online Certification

Kursus ini bisa dibilang lebih lengkap dan tuntas. Dengan menyelesaikan tugas dalam kursus online ini kita bisa mendapatkan sertifikat setara 32 jam pelajaran (JP). Ada berbagai topik yang diterapkan dengan konsep PCK dan HOTS.

Sebagai guru, pernahkah merasa bingung kenapa siswa sulit paham materi, bosan mengikuti pembelajaran, atau hanya fokus di 20 menit awal. Duh, kenapa ya? Kondisi seperti ini ‘berbahaya’ lho. sebab dapat membuat semangat guru terjun bebas. Percaya ya?

Nah, kesulitan seperti ini akan kita dapatkan solusinya di GuruInovatif.id karena guru akan belajar cara menerapkan konsep PCK (Pedagogical Content Knowledge). Ya, PCK merupakan konsep pengajaran yang dikembangkan oleh GuruInovatif.id. Konsep ini memudahkan guru mengelola kelas dan menumbuhkan semangat berinovasi agar tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Bukan itu saja, GuruInovatif.id memadukan PCK dengan HOTS sebagai keterampilan yang harus dimiliki masyarakat abad 21 untuk menyesuaikan kebutuhan zaman.

HOTS merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang tidak hanya membutuhkan kemampuan mengingat, memahami atau menerapkan saja, namun membutuhkan proses menganalisis, mengevaluasi, serta menciptakan.

Bagaimana gambaran sinergi PCK dan HOTS ini dapat dilihat dari infografis berikut.

Perpaduan konsep PCK-HOTS yang dikembangkan GuruInovatif.id dari Hafecs

4. ILSTF

Mendidik itu butuh strategi dan ilmu. Guru tidak bisa menggunakan ilmu atau strategi lama terus menerus sebab siswa bisa bosan. Nah, program Innovation School Leaders and Teachers (ISLTF) memberikan wawasan agar guru berinovasi dalam pengajarannya. Dengan mengikuti ISLTF, guru akan mendapatkan paradigma baru dalam mendidik yang dibagikan pembicara dan mentor dalam ISLTF.

Kegiatan ini sifatnya daring. Para guru dari semua jenjang pendidikan bisa mengikutinya. Guru dan kepala sekolah pun bisa baik negeri maupun swasta.

Acara bisa diikuti dengan mudah karena bisa diakses melalui handphone maupun laptop. Peserta yang ikut kegiatan ini merupakan orang-orang yang hebat, mau menginvestasikan waktu dan tenaganya sebab kegiatan ISLTF sering kali diadakan pada siang hari.

Pembicaranya keren-keren dan hebat-hebat termasuk pembicara tamu. Mereka sosok yang sudah malang melintang di dunia pendidikan sehingga ilmunya mumpuni.

Saya pernah mengikuti ISLTF #9 dan #10 dan terakhir saya mengikuti ISLTF #33 dan #34 pada Maret 2021 ini. Alhamdulillah sangat bermanfaat membuka wawasan dalam mendidik siswa.

5. Bincang GuruInovatif

Ki Hadjar Dewantara pernah mengatakan, “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah”.

Setiap orang pasti punya pengalaman berbeda. Karena itu, tidak ada salahnya saling berbagi ilmu dan pengalaman. Banyak manfaatnya dari menyimak pengalaman orang lain.

Agar suatu saat jika menemukan kondisi yang sama kita sudah punya gambaran atau strategi menghadapinya. Berdiskusi juga bisa membuka wawasan dan menambah pengetahuan.

Inilah yang dilakukan dalam program bincang guru inovatif. Dengan menghadirkan beberapa guru atau narasumber yang punya pengalaman dan wawasan kita dapat mendapatkan banyak hal.

Beberapa Bincang GuruInovatif yang sudah diselenggarakan adalah “Tantangan & Tips Mengajar di Masa Pandemi” dan “Teknologi untuk membantu Guru dalam Mengajar di Era Revolusi Industri”. Akan hadir Bincang GuruInovatif 3 Mencontek Pembelajaran Online di Jepang Saat Pandemi pada Rabu, 24 Maret 2021 mendatang. Kegiatan berdurasi 45 menit (30 menit materi dan 15 menit tanya jawab) ini bisa diakses Instagram GuruInovatif maupun zoom meeting.

Investasinya bisa gratis. Pelaksanaannya pukul 13.00 WIB menguji kesungguhan peserta mau belajar atau tidak. Sebab saat itu merupakan jam yang rawan ngantuk atau jadwal tidur siang. So, peserta yang ikut adalah orang-orang yang hebat.

6. GuruInovatif Class

Saat ini telah dilaksanakan GuruInovatif Class (GI Class) yang dapat menambah skill guru sehingga bisa membuat atau memanfaatkan teknologi untuk media pembelajaran. Materinya keren dan sangat dibutuhkan untuk menunjang pembelajaran daring. Lihat saja topiknya GuruInovatif Class #1 “Memanfaatkan Blog sebagai Media Pembelajaran Guru”, GI Class #2 “Memaksimalkan Penggunaan Google Classroom untuk Meningkatkan Produktifitas Pengajaran” dan GI Class #3 “Kreasi Media Pembelajaran Menggunakan Canva”.

Beberapa Sertifikat GuruInovatif Class yang saya dapatkan. Semakin menambah skill saya

Saya berkesempatan mengikuti semua GI Class ini karena merasa sangat membutuhkan materi ini. Dengan durasi 90 menit (60 menit praktik dan 30 menit tanya jawab) bisa jadi jadi cukup atau tidak cukup. Tapi saya rasa agar mahir harus latihan mandiri.

Saya sempatkan latihan mandiri membuat media presentasi materi dengan menggunakan canva yang bisa menampilkan video pembicara. Hasil dari pelatihan itu bisa dilihat di video berikut.

Itulah beragam ‘menu’ yang diberikan oleh GuruInovatif. Sangat banyak. Tinggal kita mau pilih yang mana. Seyogyanya para guru terus meningkatkan dan mengasah penguasaan teknologi untuk menunjang pembelajaran.

Dalam banyak hal memang skill bisa dikuasai secara otodidak. Tapi sangat penting adanya mentor atau coach. Kalau ada mentor atau coach pasti lebih cepat biasa daripada belajar secara otodidak.

Dan menurut saya belajar di GuruInovatif sangat tepat. Inilah beberapa keunggulan belajar  di GuruInovatif.id

1. Pembelajaran Aktual

Perkenalan saya dengan GuruInovatif pertama kali adalah saat kepala sekolah mengintruksikan guru untuk mempelajari AKM dan menyusun kesiapan sekolah. Nah, saat itu saya dapat informasi tentang pelatihan AKM yang diadakan Hafecs. Maka tanpa ragu saya mengikuti pelatihan seri AKM 32 JP. Dan saya beruntung lebih tahu dulu dari guru lain di sekolah.

Saat pembelajaran daring, GuruInovatif memiliki program yang membantu kebutuhan guru agar bisa mengajar daring dengan lancar dan berkesan.

Begitu juga program lain yang juga selalu aktual dan responsif terhadap perkembangan pendidikan.  Sehingga berbagai perubahan bisa disikapi dengan baik karena belajar di GuruInovatif.

2. Lengkap untuk Semua Jenjang Pendidikan

Tersedia program pelatihan yang lengkap untuk guru SD, SMP, SMA/SMK. Bahkan program pelatihan ini bisa diikuti oleh kepala sekolah atau masyarakat umum. Beberapa kursus juga dilengkapi dengan tugas untuk mengukur sejauh mana kemampuan.

 3. Layanan yang Cepat dan Memuaskan

Meskipun sudah ada petunjuk pelaksanaan dan informasi kegiatan sering kita lupa atau tidak mengerti juga. Atau lebih tepatnya tidak baca ya..hehe… Selain itu, kesulitan lain saat ada pelatihan yaitu mengakses sertifikat. Nah, ini sering saya alami.

Tapi saat belajar di GuruInovatif kesulitan itu tak perlu dicemaskan. Ada tim GuruInovatif yang siap sedia membantu kita saat ada kesulitan.

Misalnya menanyakan jadwal kegiatan, cara mendapatkan materi, cara mengubah dari free ke premium, hingga mencari sertifikat. Bahkan mencari sertifikat dan undangan kegiatan yang sudah lewat. Duh… seneng apa seneng banget dengan pelayanan seperti ini?

Tapi kita juga harus mandiri ya. Jangan terlalu menyusahkan tim GuruInovatif. Budayakan membaca sebelum bertanya. Ayo gerakkan literasi diri. Termasuk para guru nih yang biasanya menggembor-gemborkan literasi kepada siswa. Harusnya guru juga membudayakan literasi untuk dirinya. Betul ya…

Inilah yang sudah mengambil manfaat dari GuruInovatif.id oleh Hafecs.

50000

Guru & Pegiat Pendidikan

10000

Sekolah & Instansi

300

Pelatihan

300

Kota & Kabupaten

4. Trainer Berpengalaman

 

Semua trainer di GuruInovatif.id merupakan trainer yang berpengalaman dan mumpuni dalam bidangnya. Dalam beberapa kegiatan saya menyimak  Dr. (Cand.) Zulfikar Alimuddin, B.Eng.,M.M., CPC, CEC dan Danang Bagus Yudhistira, S.Si.,M.Sc. kelihatan sekali beliau menguasai ilmu yang disampaikan. Begitu pun pemateri lain seperti M.T. Hidayat, S.Si, Yudhistira Abdi Atmanegara, S.Si, dan lainnya.

Berbagai kursus pelatihan guru di GuruInovatid.id akan semakin meningkatkan skill guru yang akan meningkatkan kualitas pengajaran guru.

Dan perlu kita tahu, GuruInovatif.id ini sudah direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat serta rujukan lembaga-lembaga lain. Jadi, benar-benar terpercaya, ya.

 

5. Modul berkualitas dan Biaya Kursus Terjangkau

 

Nggak mudah lho membuat modul yang sangat berkualitas. Mulai dari cara penyajian, kualitas suara dan video yang bagus, sampai mengakses dengan mudah. Nah, GuruInovatif.id menyediakan modul yang sangat bagus sehingga mudah juga dipraktikkan. Nggak cukup itu saja, kita juga bisa dapatkan sertifikat dengan biaya terjangkau. Manfaat modul dan sertifikatnya jauh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.

6. Dapatkan Penghasilan Tambahan dengan Program Afiliasi

 

Sudah dapat ilmu, dapat pula penghasilan tambahan. Mau atau mau banget? Nah, dengan mengikuti afiliasi GuruInovatif.id kita bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan mudah. Caranya? Guru silakan daftar dan berbelanja kursus senilai Rp 50.000. setelah itu akan langsung tergabung dalam program afiliasi dengan komisi hingga 20% dengan merekomendasikan layanan GuruInovatif.id lewat kode afiliasi. Mudah, bukan? Saya saat ini sudah tergabung dengan program afiliasi ini.

 

7. Pilihan Sertifikat

Tersedia dua sertifikat yaitu sertifikat kelulusan dan sertifikat ketuntasan. Sertifikat penyelesaian akan kita dapat jika membeli mini course atau online certification dan tidak mengerjakan tugas. Sedangkan jika kita menyelesaikan tugas akan mendapatkan sertifikat kelulusan. Akses mendapatkan sertifikat pun sangat mudah, semudah mendaftar di GuruInovatif.id. TSudah jelas kan kemudahan dan banyaknya pilihan Sertifikasi Guru di GuruInovatif.id.

GuruInovatif.id merupakan platform yang tepat untuk Sertifikasi Guru karena banyak pilihan dan kemudahan tadi.

Kenali lebih jauh GuruInovatid.id lewat video berikut ini.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog GuruInovatif.id Seri 2 dengan tema “Peran GuruInovatif.id sebagai Platform Belajar dan Sertifikasi Guru Indonesia”

Mau Jadi Pengusaha? 3 Karakter Ini Harus Ada

Mau Jadi Pengusaha? 3 Karakter Ini Harus Ada

Banyak manfaat dan banyak hal yang bisa dilakukan saat kita menjadi seorang pengusaha. Juga banyak alasan mengapa kita harus menjadi seorang pengusaha.

Kalau mitra British Propolis (BP), saya rasa nggak perlu disebutkan lagilah alasan untuk menjadi pengusaha. Karena sudah ngelotok.

Tapi kalau mau disebutkan lagi ya mungkin beberapa alasan ini:

a. Meneladani Rasulullah. Karena Rasulullah juga merupakan pengusaha.

b. Agar bisa menaikkan perekonomian keluarga dan ummat.

c. Agar bisa melakukan ibadah yang memerlukan biaya yang lebih besar seperti sedekah, umroh, haji, dan lainnya.

d. Agar dapat membantu banyak orang.

Dan seterusnya.

Dan orang-orang di grup ini pastilah merupakan sosok yang berazam untuk menjadi pengusaha yang sukses. Semoga terwujud. Aamiin.

Ada beberapa karakter yang harus dimiliki seorang pengusaha.

Pertama, Suka Belajar.

Ilmu tentang bisnis dan usaha selalu berkembang. Dalam hitungan tahun bahkan dalam hitungan bulan selalu ada perubahan baik perubahan itu sifatnya kecil maupun besar. Agar tak ketinggalan dengan perubahan itu, maka kita harus menjadi pribadi yang suka belajar.

Seorang pengusaha harus mampu beradaptasi dengan perubahan itu. Maka, seorang pengusaha harus mau bahkan suka belajar banyak hal.

Di BP kita diajarkan untuk suka belajar seperti mahir menulis, desain grafis, editing video, dan lainnya.

Saya yakin banyak yang baru melakukan beberapa hal ya karena gabung di BP ini.

Seperti kulwap, IG live, mengenal kinemaster, dan seterusnya. Beberapa di antara kita mungkin masih belum menikmati dengan kewajiban-kewajiban itu. Tapi seiring waktu, saya yakin bahwa kita merupakan sosok-sosok yang menikmati berbagai kewajiban itu, bukan hanya dalam rangka memenuhi intruksi dari leader tetapi merupakan meyakini bahwa itu sebuah kebutuhan diri kita.

Kedua, sering mencoba ide baru.

Seorang pengusaha harus punya keberanian untuk mencoba hal-hal yang baru. Seorang pengusaha wajib sering mencoba ide baru.

Tidak masalah ketika ide itu gagal. Sebetulnya tidak gagal, tapi itu merupakan investasi kesuksesan.

Kegagalan biasanya memberikan hikmah agar kita tidak mengalami kesalahan yang sama. Agar semakin hati-hati dan mawas diri.

Jangan ragu untuk mencoba berbagai ide-ide baru.

Ketiga, senang berkarya.

Bisa dibilang, seseorang dianggap ada karena karya, dan dianggap tiada karena ketiadaan karya.

Bicara karya, nggak harus besar. Tapi yang penting adalah menghasilkan sesuatu, menciptakan hal yang lebih baik daripada yang sebelumnya.

Dalam aktivitas kita, ada banyak karya yang dihasilkan. Meskipun kadang kita tidak menyadari karena kurang nyata bentuknya.

Mari berazzam bahwa kita harus miliki karya. Akan lebih baik jika karya itu bisa dinikmati oleh kita orang lain. Agar menghasilkan amal jariyah.

Dalam hidup kita, pikirkanlah karya apa yang hendak kita wariskan di dunia ini. Karya yang ketika kita masih ada kita bisa merasakan manfaatnya dan ketika kita sudah tiada dapat transferan pahala.

Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan kita untuk terus menerus meningkatkan kualitas diri sehingga kita menjadi pengusaha yang sukses. Bukan hanya untuk kesuksesan diri tetapi juga untuk kesuksesan orang lain.
Aamiin Allahumma Aamiin…

Supadilah.
Rangkasbitung, 10 Maret 2021

Sumber foto : www.freepik.com

Belajar Membuat Media Pembelajaran dengan Canva Bersama GuruInovatif

Belajar Membuat Media Pembelajaran dengan Canva Bersama GuruInovatif

“Kami bener-bener ingin membimbing para bapak ibu guru agar memiliki skil baru,” Itulah yang dikatakan Mas Reezky pada belajar bersama Bu Naufanti Zulfah, S.Kom. Mau tau acaranya?

Nah, acaranya adalah Kreasi Media Pembelajaran Menggunakan Canva. Di acara itu peserta akan belajar tentang:

Pengenalan Canva

Pengenalan Tools dalam pembuatan presentasi

Membuat Kreasi presentasi menggunakan Canva

Membagikan atau mengunduh file yang sudah dibuat

Merekam presentasi atau tampil wajah pembicara sekaligus audio terekam.

Pelatihan ini diadakan pada Rabu 10 Maret 2021 pukul 13.00 WIB. Siang-siang biasanya kan jam rawan karena mengantuk. Tapi, di acara dengan durasi 90 menit ini saya sangat antusias mengikuti. Pas banget materi ini dibutuhkan saat pembelajaran daring.

Jadi, acara terdiri dari 60 menit materi dan 30 menit tanya jawab ini, peserta dapat memilih sebagai peserta fee yang akan mendapatkan sertifikat, atau peserta premium yang mendapatkan E-sertifikat senilai 4 JP, materi-materi, dan mendapatkan video webinar dengan hanya membayar Rp. 24.900.

pelatihan canva GuruInovatif

Ternyata, dengan Canva kita bisa membuat poster, presentasi, animasi, dan video lho. Dan salah satu kelebihan Canva, tidak memerlukan spesifikasi yang tinggi untuk menggunakannya. Yang penting adalah jaringan internet yang lancar.

Kegiatan ini sangat diminati guru terbukti dengan ada sejumlah 287 peserta di room zoom sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sayangnya waktu tidak cukup bagi peserta untuk bertanya-tanya.

Kalau saya simak sih bagian menggunakan fitur rekaman yang paling diminati. Emang sih, keren banget merekam materi pembelajaran pakai slide yang dilengkapi video pembicara. Keren banget sih.

Harus banyak-banyak praktik biar bisa lebih master lagi.

Dan kerennya lagi, peserta mendapatkan link Canva yang bisa dipakai gratis selama satu tahun, sebagai program Canva untuk pendidikan. Keren apa keren banget nih…

Saya pengen banget ikut GuruInovatif Academy biar bisa makin master lagi. Didampingi saat praktik. Terima kasih GuruInovatif yang memberikan ilmu untuk para guru. Saya jadi pengen langsung praktik. Hehe…

Silabus KSN Fisika SMA

Silabus KSN Fisika SMA

Silabus Kompetisi Sains Nasional (KSN) SMA tahun 2020 memuat lingkup materi yang akan diujikan pada kegiatan KSN. Materi dalam silabus ini mengacu kurikulum yang berlaku dan silabus kompetisi internasional. Isi silabus ini terdiri dari SEMBILAN (9) bidang studi yang dilombakan yaitu : Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, Kebumian, Astronomi, Komputer Informatika, Geografi, Ekonomi.

https://drive.google.com/file/d/1I4OORGs3VHjOchknq5296eKj7p53g-Qu/view?usp=sharing

Mengurangi Sampah dengan 5 R

Mengurangi Sampah dengan 5 R

Sampah merupakan masalah yang besar bagi negara kita termasuk di lingkungan kita. Sampah biasa ditemukan di berbagai tempat baik itu tempat umum maupun lingkungan sekitar kita.

Permasalahan sampah menjadi keresahan kita bersama. Sebanding dengan jumlah manusia maka volume sampah semakin besar dan hampir tidak teratasi. Benarkah tidak teratasi?

Ternyata kita bisa mengurangi, setidaknya, kalaupun tidak menghilangkan masalah sampah ini. Ya, kita bisa berperan dengan apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi volume sampah yang setiap hari semakin bertambah.

Bagaimana caranya? Kita bisa lakukan 5R untuk mengurangi sampah.

Berikut ini infografik yang bersumber dari Kompas.id.