“Sebaiknya guru mulai pembelajaran dengan didahului alpha zone.”

Kalimat ini selalu diingatkan kepala sekolah kami pada berbagai kesempatan. Baik itu dalam rapat, rapat kerja, atau sekolah guru.

Alpha zone menjadi hal mutlak dan wajib yang harus dilakukan guru. Apa sih alpha zone itu? Sederhananya, alpha zone merupakan kegiatan yang bisa membuat siswa berada dalam kondisi santai, menyenangkan, tersenyum, tertawa, dan sejenisnya.

Alpha zone ini mirip ice breaking di pelatihan-pelatihan. Mungkin bedanya alpha zone dilakukan di awal kegiatan, sementara ice breaking di tengah-tengah kegiatan.

Ilmu neurologi membagai otak dalam empat gelombang. Salah satunya adalah gelombang alfa. Kondisi alfa merupakan kondisi yang paling baik untuk belajar. Ditandai dengan kesiapan untuk belajar. Tandanya wajah terlihat ceria, bahagia, dan fokus dengan yang dilihatnya pada guru.

Kegiatannya bisa bermacam-macam. Waktu itu, kepala sekolah menyebutkan satu contoh, dan guru bisa berkreasi sendiri.

Akhirnya didapat beberapa jenis alpha zone seperti nyanyi bareng, nonton video (boleh berkaitan dengan pembelajaran atau tidak), anekdot (cerita lucu), tebak-tebakan, teka-teki, kata-kata motivasi, senam otak, game, dan lainnya.

Alpha zone ini sangat efektif lho membuat pembelajaran jadi menyenangkan. Meskipun sebentar, efeknya sangat bagus untuk mengondisikan siswa untuk SIAP belajar.

Yah, siswa kan memulai belajar dengan berbagai kondisi. Bisa jadi psikologisnya sedang kesal, capek, atau bosan yang dibawa dari rumahnya. Atau, kadang siswa sudah jenuh pergantian jam pelajaran sebelumnya.

1. Teka-Teki

Seru sekali melakukan alpha zone ini. Saya ambil contoh teka-teki. Untuk membuat teka teki bisa kita sendiri yang buat, atau cari di internet. Jadi, sebelum masuk ke kelas, sudah saya siapkan teka-tekinya.

Teka-teki ini yang pernah saya pakai.

T: Ayam apa yang besar

J : Ayam semesta

T: hewan apa yang kaya?

J : Belibis

T :Hewan apa yang ada di tempat sampah

(Pasti anak-anak menjawab: “Lalat, ulat, kuman, dan lainnya. )

J : Gajah. Gajahlah kebersihan.

(Saya cukupkan di sini ya contoh teka-teki yang saya pakai untuk alpha zone)

Alpha zone tidak harus guru yang melakukan. Bisa melibatkan anak sebagai fasilitatornya. Alpha zone juga bisa dilakukan di luar ruangan. Supaya anak bisa mendapatkan suasana baru dan udara segar yang lebih banyak.

2. Game “Jadi Apa

Guru memegang satu benda. Misalnya pena. Guru lantas mempraktikkan pena yang seakan bisa diubah menjadi tusuk gigi. Lalu minta siswa mengubahnya menjadi benda lain. Misalnya tongkat, galah, sapu, raket, dan lainnya.

3. Video Lucu

Video lucu bisa juga dijadikan sebagai bahan alpa zone. Bahannya bisa dicari di laman Youtube atau internet. Tertawa itu membuat kondisi nyaman, bahagia, dan santai. Kondisi seperti ini sangat bagus untuk memulai belajar.