Karena pentingnya literasi keuangan, saya tadi berdiskusi dengan siswa tentang bahaya penipuan keuangan secara online. Zaman sekarang berbagai modus penipuan dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kalau tidak jeli, kita bisa terkena korban.

Penipuan online semakin hari semakin meningkat. Apalagi saat pandemi akibat covid 19 kita semakin lama berada di dunia maya. Peluang penipuan online pun semakin besar. Generasi z generasi digital berpotensi lebih besar terkena penipuan online karena memang mereka sering online. Durasi bermain smartphone lebih lama.

Maka literasi keuangan ini sangat penting untuk mereka. Saya sudah memulai langkah kecil yaitu memberikan edukasi tentang penipuan online.

Saya bertanya kepada mereka lewat aplikasi Google docs.

Apakah kalian pernah mendapatkan penipuan tentang keuangan?

Sebanyak 71,4 % menjawab pernah dan 28,6% menjawab tidak pernah.

Apakah orang tua kalian pernah mendapatkan penipuan tentang keuangan?

Sebanyak 64,3% menjawab pernah dan 35,7% menjawab tidak pernah.

Bagaimana cara menghindari penipuan online?
Nggak usah ditanggapin, dibiarkan atau tidak direspon, menjauhi penipu, tidak meresponnya, mencari kebenaran yang terlebih dahulu, membalas menjebak si penipu, didiamkan atau tidak usah direspon, dan lainnya.

Saya juga berbagi tips untuk menghindari penipuan. Kelihatan mereka antusias dengan diskusi ini. Saya melakukan diskusi ini tidak satu pelajaran penuh tetapi di akhir pelajaran sekitar 15 menit sebelum KBM berakhir. Tidak di dalam kelas tetapi di luar kelas. Dekat lapangan basket. Jadi suasananya santai sekali. Meskipun santai, tetap serius dengan diskusi ini.

Tips JAGO menghindari penipuan Online

Ada tips keren untuk menghindari penipuan online. Disingkat JAGO. Apa itu JAGO?

1. Jaga kerahasiaan akun media sosial dengan tidak menunjukkan data pribadi kepada orang lain.

2. Abaikan tautan mencurigakan yang tidak jelas asalnya dari mana.

3. Gunakan kata sandi yang kuat serta diganti secara berkala.

4. Optimalkan keamanan akun dengan fitur enskripsi dan autentifikasi dua faktor.

Di sekolah saya mendapatkan tanggung jawab mengawal literasi sekolah. Saya pikir literasi bukan hanya baca tulis saja tetapi banyak jenisnya termasuk literasi keuangan. Sehingga saya merasa penting untuk memberikan pengetahuan tentang bahaya penipuan online ini.