Kontribusi Semen Baturaja Membangun Infrastruktur Negeri

Pembangunan infrastruktur meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan percepatan kesejahteraan pemerataan daerah. Apa saja kontribusi PT Semen Baturaja dalam membangun negeri?

Baca selengkapnya...

Sebelum tahun 2019, saya dan keluarga jarang melakukan mudik ke Jambi lewat darat baik itu jalur lintas timur maupun lintas barat.

Namun setelah tol jadi kami berkali-kali mudik. Bagaimana tidak, mulus dan lancarnya tol dari Lampung Palembang benar-benar memangkas waktu perjalanan.

Keluar kapal, bus langsung masuk tol. Kondisinya nyaman sekali. Perjalanan jadi tidak terasa. Kalau malam kami tertidur saja. Tahu-tahu pagi sudah ada di Palembang. Bahkan di pintu keluar tol bisa tidak terasa.

“Mas, enak ya sekarang mudik lewat tol. Perjalanan jadi nyaman,” kata istri sewaktu mudik lebaran Idul Adha kemarin.

“Iya, betul Bun. Kita pun nggak khawatir ngajak mudik anak-anak,” balas saya. ragu ya buat ngajakin anak.

“Mereka bisa tidur nyenyak, juga istirahat yang cukup, walaupun di dalam mobil. Ya karena infrastruktur jalannya mulus begini walaupun jalannya bus kenceng, ya.”

Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar telah diresmikan Presiden Jokowi pada 8 Maret 2019. Ini membuat jarak tol Lampung – Palembang kini 366 km.

Di tahun 2022 ini saja keluarga kami 2 kali mudik yaitu pada Idul Fitri dan Idul Adha kemarin. Bagaimana tidak, mulus dan lancarnya tol dari Lampung Palembang benar-benar memangkas waktu perjalanan.

Dulu jika perjalanan mudik lewat Lampung-Palembang bisa 12 jam lamanya. Karena saya pakai bus, perjalanan bisa 14-16 jam lamanya. Itu sebelum ada tol Bakauheni-Terbanggi Besar. Sejak tol tersebut ada, perjalanan itu hanya hanya 3,5 hingga 4 jam saja.

Hasilnya, keluarga kami jadi rutin mudik jika lebaran. Maklum, kangen keluarga. Kalau ada kesempatan waktu dan biaya, mudiklah kami.

Patutlah kami berterima kasih dengan adanya Lampung-Palembang ini. Para pemudik lainnya pun saya rasa begitu. Jutaan bahkan puluhan juta pemudik bisa lebih cepat sampai di kampung halamannya di Palembang dan sekitarnya. Siapa saja pengguna Tol Lampung-Palembang? Tidak hanya warga Palembang saja tetapi Jambi, Sumatera Barat, Medan, hingga Aceh. Bayangkan berapa banyak pemudik yang dilancarkan mudiknya

Keluar kapal, bus langsung masuk tol. Kondisinya nyaman sekali. Perjalanan jadi tidak terasa. Kalau malam kami tertidur saja. Tahu-tahu pagi sudah ada di Palembang. Bahkan di pintu keluar tol bisa tidak terasa.

Di atas kapal menuju pelabuhan Bakauheni, Lampung

Dalam perjalanan mudik lebaran 2022 (dokumentasi pribadi)

Semakin cepat perjalanan, bisa semakin hemat biaya pula. Bukan hanya BBM tetapi juga konsumsi pemudik saat berada di jalan. Ya kebayang kalau banyak berhenti atau macet di jalan.

Berapa banyak BBM yang dihabiskan saya macet itu. Terus, jajan anak dan makan pun bisa semakin banyak. Dampaknya pengeluaran untuk konsumsi pun semakin besar. Maka, biaya mudik pun membengkak. Kalau begitu, bisa-bisa jarang sekali bisa mudik. Benarkan?

Semen Baturaja telah menolong jutaan bahkan puluhan juga pengguna jalan, bukan hanya tol Sumatera tetapi juga jalan raya dalam kota, jalan provinsi, jalan kabupaten hingga pelosok-pelosok kampung. Memudahkan pemudik yang setiap tahun bergerak dari pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya.

Pembangunan infrastruktur memberikan dampak di antaranya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan pemerataan kemajuan daerah. Daerah yang punya infrastruktur bagus akan semakin maju. Bahkan yang mendapat ‘cipratan’ positif itu bukan hanya warga di sekitar proyek, tetapi juga seluruh masyarakat yang menggunakan infrastuktur itu. Dan untuk proyek infrastruktur tol Lampung-Palembang ini, Semen Baturaja menyumbang kontribusi yang tidak sedikit.

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk juga telah menyokong pembangunan fasilitas umum yang bermanfaat untuk daerah dan negara. Misalnya dengan menjadi pemasok proyek strategis pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 8 di Muara Enim Sumatera Selatan. Apa bentuk kontribusi PT Semen Baturaja Tbk? Pembangunan PLTU tersebut disupplai oleh Semen Baturaja dengan estimasi kebutuhan 130.000 ton semen. Perlu diketahui bahwa proyek PLTU  Sumsel 8 ini akan menjadi salah satu PLTU di Sumatera Selatan dengan kapasitas 2×620 megawatt (MW).

Masih dalam pembangunan infrastruktur jalan, Semen Baturaja juga mencukupi kebutuhan semen dalam pembangunan Jalan Tol Ruas Indralaya – Prabumulih yang merupakan hasil perluasan ruas Palembang – Indralaya. Proyek jalan tol dengan Panjang ruas mencapai 64,7 kilometer ini merupakan koridor pendukung dari ruas JTTS utama, yakni ruas Sp. Indralaya – Muara Enim sepanjang 119 kilometer yang ditargetkan rampung pada tahun 2022 ini. Termasuk proyek light rail transit (LRT) Palembang yang memakai 95 persen semen Baturaja. Berbagai peningkatan produksi yang dicatatkan PT Semen Baturaja menjadi bukti semakin maju dan leading-nya perusahaan dalam pembangunan-pembangunan daerah dan nasional.

Memilih semen merupakan hal yang penting dalam membangun sebuah bangunan. Apalagi dalam membangun infrastruktur yang sifatnya dipakai dalam jangka waktu yang lama oleh pengguna yang lebih banyak, maka harus bahan terbaik pula. Dengan menggunakan semen Baturaja sebagai bahan baku bangunannya  membuat hasil yang terbaik kokoh dan tahan lama.

Begitu juga dalam membangun rumah. Rumah bagi keluarga merupakan kebutuhan yang sangat penting mendekati kebutuhan primer. Rumah sebagai pusat aktivitas keluarga harus dibuat dengan kualitas yang maksimal seperti aman, kokoh, dan tahan lama. Rumah juga dipakai dalam jangka waktu yang lama bahkan turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tentu kita menginginkan kualitas rumah yang terbaik, bukan? Nah jangan ragu lagi untuk memilih produk semen Baturaja sebagai bahan membuat rumah.

Dalam keluarga kami ada budaya tentang memilih benda yang terbaik.  Bapak bilang untuk kepentingan kita usahakan yang terbaik kualitasnya. Walaupun mahal harganya usahakan punya produk terbaik itu.

“Kalau belum punya dananya, ngempet dulu nabung dulu kalau sudah ada baru dibeli,” kata bapak.

Termasuk ketika membangun rumah yang kami tinggali. Dibandingkan dengan orang lain, rumah kami memang lumayan telat selesai membangunnya. Bukan apa-apa, Bapak pingin membangun rumah itu tanpa utang. Makanya berangsur-angsur selesainya.

 

Setelah membuat pondasi, tidak langsung dilanjutkan tetapi berhenti hingga beberapa tahun. Saat itu kami masih menggunakan rumah transmigrasi berupa bangunan semi permanen.

Bapak dan Ibu nabung dari gaji sebagai guru maupun hasil tani di perkebunan. Setelah terkumpul, dibelikan bahan bangunan lalu melanjutkan pondasi yang dibuat tadi. Hingga sampai selesai satu rumah permanen, tanpa hutang untuk membangunnya meskipun harus selesai dalam 6  tahun lamanya.

Jutaan bahkan puluhan juta pengguna jalan terbantu produk terbaik Semen Baturaja. Bukan hanya tol Sumatera tetapi juga jalan raya dalam kota, jalan provinsi, jalan kabupaten hingga pelosok-pelosok kampung. Memudahkan pemudik yang setiap tahun bergerak dari pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya.

Pembangunan infrastruktur memberikan dampak di antaranya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan pemerataan kemajuan daerah. Daerah yang punya infrastruktur bagus akan semakin maju. Bahkan yang mendapat ‘cipratan’ positif itu bukan hanya warga di sekitar proyek, tetapi juga seluruh masyarakat yang menggunakan infrastuktur itu. Dan untuk proyek infrastruktur tol Lampung-Palembang ini, Semen Baturaja menyumbang kontribusi yang tidak sedikit.

Perusahaan dengan visi Menjadi Green Cement Based Building Material Company  terdepan di Indonesia ini telah diawali sejak 14 November 1974 dengan Perusahaan lahir dengan nama PT Semen Baturaja (Persero) dengan kepemilikan saham sebesar 45% dimiliki oleh PT Semen Gresik dan PT Semen Padang sebesar 55%. Lima tahun kemudian, pada tanggal 9 November 1979 Perusahaan berubah status dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi Persero dengan komposisi saham sebesar 88% dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia, PT Semen Padang sebesar 7% dan PT Semen Gresik sebesar 5%.

Pada tahun 1991, saham Perseroan diambil alih secara penuh oleh Pemerintah Republik Indonesia. Selanjutnya Perseroan terus mengalami perkembangan sehingga pada tanggal 14 Maret 2013 PT Semen Baturaja (Persero) mengalami perubahan status menjadi Perseroan terbuka dan berubah nama menjadi PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.

Dalam menjalankan aktivitasnya, PT Semen Baturaja mengedepankan AKHLAK yang menjadi andalan utama. Hal ini selaras dengan nilai-nilai perusahan disesuaikan dengan kebijakan Kementerian BUMN  sebagaimana ditetapkan dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor: SE/7/MBU/07/2020 tanggal 01 Juli 2020 tentang Nilai-Nilai Utama (Core Values) Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara, dimana semua BUMN wajib menerapkan nilai-nilai utama AKHLAK untuk menjadi budaya perusahaan, yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (AKHLAK).

Sementara itu, PT Semen Baturaja menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui program CSR-nya. Berbagai kegiatan yang dilakukan sebagai bukti bahwa PT Semen Baturaja terus peduli kepada masyarakat sebagai dulur SMBR. Misalnya, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) melalui Program TJSL BUMN menyalurkan Bantuan berupa Uang dan Sembako kepada Korban Kebakaran di Daerah Pasar Lama Baturaja yang bertempat di Jalan H. Agus Salim, Baturaja Lama, Kec. Baturaja Timur Kab. OKU pada Minggu (21/08) lalu.

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR)  menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran (sumber foto: https://semenbaturaja.co.id)

Berbagai pembangunan yang menggunakan bahan dasar semen seiring perkembangan kehidupan kita. Aktivitas manusia yang membutuhkan rumah, gedung kantor, sekolah, jalan, jembatan, dan lainnya membutuhkan semen. Dalam hal ini Semen Baturaja telah dipercaya masyarakat Sumatera Selatan dan sekitarnya bahkan dari Pulau Jawa. Apa saja produk PT Semen Baturaja Tbk? Yuk, kenali setidaknya ada 5 produk kebanggaan wong kito galo!

1. Portland Composite Cement (PCC)

Portland Composite Cement (PCC) merupakan salah satu jenis produk Semen Baturaja yang memenuhi kriteria SNI 7064 : 2014 dan dapat direkomendasikan untuk keperluan bangunan konstruksi pada umumnya.

PCC mempunyai keunggulan karena memiliki panas hidrasi lebih rendah sehingga akan lebih mudah dalam proses pengerjaan dan dapat menghasilkan permukaan beton serta plester yang lebih rapat dan halus. PCC juga memiliki daya rekat yang kuat, kedap air dan kekuatan tekan yang baik.

PCC tersedia dalam kemasan zak 50 kilogram, bigbag 1000 kilogram dan curah. PCC biasanya diaplikasikan pada bangunan konstruksi pada umumnya seperti bangunan perumahan, gedung bertingkat, jembatan, batako, paving block.

2. Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe I

Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe I merupakan salah satu jenis produk Semen Baturaja yang memenuhi kriteria SNI 2049 : 2015 dan dapat direkomendasikan untuk keperluan bangunan konstruksi pada umumnya untuk semua mutu beton dimana syarat-syarat khusus tidak diperlukan. OPC Tipe I mempunyai keunggulan karena cepat kering, memiliki daya rekat yang kuat, hasil adukan yang tidak mudah retak dan kekuatan tekan yang baik.

OPC Tipe I tersedia dalam kemasan zak 50 kilogram, bigbag 1000 kilogram dan curah. OPC Tipe I biasanya diaplikasikan pada struktur jembatan, jalan beton, komponen bangunan bertingkat seperti panel beton, tiang pancang, landasan pacu pesawat udara.

3. Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe II

Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe II merupakan salah satu jenis produk Semen Baturaja yang memenuhi kriteria SNI 2049 : 2015 dan dapat direkomendasikan untuk keperluan bangunan konstruksi yang memerlukan ketahanan terhadap kandungan asam sulfat sedang (0.10 – 0.20%) dan panas hidrasi bersifat sedang “Medium Resistance”.

OPC Tipe II tersedia dalam kemasan bigbag 1000 kilogram dan curah. OPC Tipe II biasanya diaplikasikan pada bangunan yang letaknya di pinggir laut, tanah rawa, dermaga, saluran irigasi dan bendungan.

4. Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe V

Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe V merupakan salah satu jenis produk Semen Baturaja yang memenuhi kriteria SNI 2049 : 2015 dan dapat direkomendasikan untuk keperluan bangunan konstruksi yang memerlukan ketahanan terhadap kandungan asam sulfat tinggi (lebih dari 0.20%) & panas hidrasi bersifat tinggi “Ultra Resistance”.

OPC Tipe V tersedia dalam kemasan bigbag 1000 kilogram dan curah. OPC Tipe V biasanya diaplikasikan pada bangunan konstruksi di bawah air, pelabuhan, terowongan, kawasan tambang, bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan project geothermal.

5. Baturaja Mortar

Semen Mortar atau yang lebih dikenal dengan Baturaja Mortar merupakan jenis produk semen
instan milik Perseroan yang diformulasikan dengan fungsi dan kegunaan spesifik. Penggunaan Baturaja Mortar sangat mudah karena penggunaannya tidak perlu penambahan material lain, tapi dapat langsung diaplikasikan hanya dengan menambahkan air secukupnya.

Semen instan ini dapat menjadi bahan bangunan alternatif pengganti adukan semen-pasir konvensional. Kelebihan dari penggunaan mortar yaitu aplikasi lebih tipis, sehingga lebih hemat pemakaian, serta menggunakan aditif khusus untuk meningkatkan kualitas. Baturaja Mortar memiliki banyak keunggulan karena lebih praktis, berkualitas dan efisien. Produk ini terdiri dari 5 (lima) varian: perekat keramik, pasangan bata dan plesteran, pasangan bata ringan, acian abu-abu dan acian putih yang tersedia dalam kemasan zak 40 kilogram dan 25 kilogram.

Semen merupakan benda yang tidak asing lagi bagi kita. Semen adalah bahan perekat kimia yang memberikan perkerasan terhadap material campuran lainnya menjadi suatu bentuk yang kaku dan tahan lama. Ada banyak bahan kimia dan mineral yang terkandung dalam bubuk semen, setiap kandungan bahan tertentu mempengaruhi kualitas semen.

Secara umum, semen adalah bubuk abu-abu gelap yang terbuat dari kapur (CaO), Silika (SiO2), Alumina (AL2 O3), Iron Oxide (Fe2O3), Magnesium Oksida (MgO), Sulfur Trioxide (SO3), dan Alkali (K2O) , Na2O). Namun, bagaimanakah proses pembuatan semen itu?

Quarry

Pembuatan semen menggunakan bahan baku utama batu kapur dan tanah liat yang diambil dari proses penambangan di Quarry milik Perseroan. Penambangan batu kapur dilakukan dengan cara peledakan dan Surface Minner, sedangkan untuk memperoleh tanah liat dilakukan dengan cara pengerukan. Kemudian batu kapur dan tanah liat diangkut ke Crusher dengan Dump Truck.

Crusher

Batu kapur dan tanah liat dikecilkan ukurannya sampai 8 cm di Crusher untuk kemudian disimpan di Stock Pile (storage).

Storage

Bahan baku yang didapat dari proses penambangan (batu kapur dan tanah liat) akan ditampung di dalam storage untuk selanjutnya dilakukan proses prehomogenisasi yang disebut reclaimer. Proses prehomogenisasi di reclaimer adalah proses yang sangat penting untuk menjamin kualitas dari produk yang dihasilkan baik dari raw meal hingga produk akhir, yaitu semen.

Raw Mill

Dari Stock Pile dimasukkan ke Raw Mill ditambahkan Pasir Besi dan Pasir Silika untuk digiling dan dikeringkan menjadi Raw Meal. Raw Meal atau tepung baku adalah bahan baku untuk pembuatan terak (Clinker). Raw Meal berbentuk seperti powder yang mempunyai kehalusan tertentu. Raw Meal mempunyai sifat fisika dan sifat kimia tertentu yang digunakan sebagai kontrol kualitas produk. Sifat kimia digunakan sebagai pengatur proporsi bahan-bahan yang akan diumpankan ke dalam proses. Raw Meal dihasilkan dari sebuah sistem peralatan yaitu Raw Mill Plant yang terdiri dari alat-alat utama, sistem transport dan alat-alat separasi untuk kemudian disimpan di Raw Meal Silo.

Pemanasan dan Pembakaran (Kiln)

Raw Meal yang disimpan dalam CF Silo digunakan sebagai Umpan Kiln (Kiln Feed) akan mengalami beberapa tahap proses sebelum akhirnya menjadi klinker kemudian melalui sistem pendinginan dan melalui alat transport untuk disimpan di Klinker Silo. Proses pembakaran menggunakan bahan bakar Batu Bara yang telah digiling dan dikeringkan melalui Coal Mill. Klinker sebagian digunakan ke cement mill Baturaja, Cement Mill di Palembang dengan angkutan Kereta Api dan Truk sedangkan Cement Mill di Panjang dengan angkutan Truk untuk diproses menjadi Semen Curah.

Penggilingan Clinker (Cement Mill)

Klinker yang ditranspor dari Klinker Silo Baturaja digiling di Cement Mill dengan menambahkan Gypsum dan bahan ke-3. Proses penggilingan semen ini merupakan tahapan dimana kita akan mendapatkan semen seperti yang di pasar. Material ini bersama-sama diumpankan ke semen mill kemudian mengalami proses penggilingan dan produknya berupa semen OPC Tipe I dan PCC. Setelah didapat semen yang berkualitas maka semen tersebut disimpan melalui semen silo kemudian ditranspor ke bin semen melalui air slide, belt conveyor, dan vibrating screen. Keluaran dari semen silo berupa semen curah sebagian dijual dalam bentuk Semen Curah dengan alat transpor berupa mobil kapsul dan gerbong kereta kapsul ke Palembang, Baturaja, dan Lampung dan sebagian dikirim ke Packing Plant Baturaja.

Pengantongan Semen (Packing Plant)

Packing plant adalah sebuah kombinasi mesin dari alat transpor sampai ke packer. Packer berfungsi untuk melakukan pembungkusan atau pengepakan semen bungkus atau zak dan timbangan berat yang ditetapkan. Packer merupakan unit terakhir dari proses produksi dari suatu pabrik semen dimana produk packer yang telah dikemas berupa semen zak, 50 kg, big bag 1 ton untuk dipasarkan di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Jambi.

Pencapaian-Pencapaian

PT Semen Baturaja Tbk.

Dengan nilai-nilai perusahaan dan produk unggulan yang dimiliki, PT Semen Baturaja terus mencatatkan prestasinya. Jika menilik pencapaian di tahun 2021, inilah beberapa yang telah dicapai.

  • Terjadi peningkatan Demand semen khususnya di sebagian besar wilayah pemasaran Semen Baturaja yaitu Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka Belitung. Meskipun demand Semen di Sumsel turun 0,3%, namun secara keseluruhan Demand Semen di Sumbagsel tumbuh 5,6%.
  • Volume penjualan di beberapa wilayah pasar SMBR seperti Lampung dan Bengkulu pada tahun 2021 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan masing-masing sebesar 8% dan 4%.
  • Peningkatan volume penjualan, mendorong kenaikan market share SMBR sebesar 1% di tahun 2021 menjadi 29%.
  • SMBR tetap mempertahankan posisinya sebagai market leader di Sumatera Selatan dengan porsi sebesar 53%.

Semen yang berasal dari bahasa latin Caementum (bahan perekat) memiliki manfaat yang banyak. Seseorang bisa membuat rumah untuk dirinya dan keluarganya. Bisa juga untuk membuat fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Berbagai pembangunan infrastruktur di tingkat daerah maupun nasional juga menggunakan semen sebagai material utamanya. Banyak kehidupan kita disokong oleh material penting ini. Industri semen menjadi penopang pembangunan yang berdampak pula pada bidang ekonomi bahkan pendidikan, budaya, pariwisata, dan lainnya.

Dalam membangun infrastruktur kita juga memprioritaskan kualitas bangunan. Semen Baturaja telah terbukti dan teruji membuat bangunan kokoh dan tahan lamo sebagai bentuk layanan terbaik untuk negeri.