“Jangan sampai kita ini menjadi gurusaurus,” kata pengawas saat datang ke sekolah kami. Saat itu aku sedang membawakan tas beliau dari ruang perpustakaan menuju mobilnya.

Aku pun mengerutkan kening. Apa maksudnya gurusaurus? Kok mirip dengan dinosaurus. Kalau iya, apa kaitannya ya dengan dinosaurus?

“Pak Padil tahu kenapa dinosaurus itu punah? Dinosaurus itu identik dengan hewan purba. Hewan yang tidak bisa beradaptasi  sehingga punah,” jelasnya.

Aku pun manggut-manggut. Sepakat dengan jawaban beliau.

 

 

“Teknologi semakin maju. Inovasi selalu datang. Kalau guru tidak mau beradaptasi nasibnya akan sama dengan dinosaurus. Guru yang tidak mau beradaptasi ibaratnya gurusaurus,” terangnya dengan jelas.

Oalah. Aku jadi ngeh sekarang. Seingat aku beliau adalah sosok yang mau belajar meskipun sudah jadi pengawas sekolah bahkan pengawas tingkat provinsi.

Dalam usia yang sudah sepuh masih mau belajar editing video kepada aku. Ya, beliau masih mau belajar Capcut. Padahal juga, beliau sudah bergelar doktor. Eh mau-maunya belajar sama aku yang hanya guru honor.

Dari sosok beliau aku semakin yakin kalau belajar itu bisa kepada siapa pun, belajar tak mengenal usia. Inilah yang disebut Long Life Education. Aku sebetulnya tidak mahir benar editing video. Tapi memang sering membuat konten video untuk channel Youtube, Instagram, Facebook, dan Tiktok. Konten itu diunggah di media sosial pribadi dan sekolah. kebetulan juga aku bagian hubungan masyarakat (humas). Aplikasi yang aku digunakan mulai dari Kinemaster, Camtasia, dan Capcut.

 

Membuat Konten Berbonus POIN dan KOIN

“Pak Padil ini penulis, lho, Pak Doktor. Sudah pernah nulis buku,” kata teman saat bimbingan itu. Di sekolah aku memang kental budaya mengapresiasi sesama guru.

“Oh ya? Bagus itu, Pak Padil. Teruskan. Sebab dengan menulis itu bisa dapat dua keuntungan yaitu POIN dan KOIN. Tulisan kita bisa diajukan untuk mendapatkan poin angka kredit. Bisa untuk naik pangkat. Terus kalau tulisan itu dibukukan lalu dijual bisa dapat uang atau koin. Ya kan?”

“Benar, Pak Doktor. Alhamdulillah beberapa tulisan juga dimuat di koran atau media online. Dari sana dapat honor juga, Pak. Lumayanlah buat nambah penghasilan guru honor seperti saya.”

“Terus semangat, Pak Padil. Nanti kalau ada waktu kita bisa kolaborasi ya,” ajaknya. Ah, guru honor ini diajak kolaborasi sama Pak Doktor. Sungguh senang rasanya. Kalau poin mungkin tak bisa aku kejar karena aku guru swasta, tidak ada mengurus kenaikan pangkat. Tapi aku bisa mengejar KOIN. Artinya aku bisa mendapatkan cuan dari tulisan.

Aku memang suka menulis. Sejak 2011 lalu suka menulis. Tapi sebatas jadi koleksi pribadi. Belum berani mengirimkannya ke media. Ada satu hal yang kemudian membuat aku berani mengirimkannya ke media. Saat itu aku mulai mengajar di sekolah baru. Guru honorer itu statusku. Seperti biasanya untuk menerima gaji harus kerja dulu. Di awal bulan aku mendapat gaji pertamaku.

Gaji pertamaku sebagai guru honor adalah 50.000. saat menerimanya aku hanya bisa terpaku dan dan termangu. Kalau begini terus, gimana memberi nafkah keluarga. Apakah jadi guru bisa kaya?

Sempat kepikiran ingin keluar atau pindah kerja. Aku sudah minta pertimbangan keluarga. Tapi, aku ingin berkontribusi untuk negeri lewat pendidikan .

“Apa Mas pindah kerja atau cari kerja lain ya?” tanyaku kepada istri.

“Memangnya mau kerja apa, Mas? Kan baru satu bulan. Sabar dulu. Gaji kan nggak segitu terus. Nanti naik juga,”

“Iya sih. Benar juga. Jenjangnya kan naik nantinya. Tapi nggak tahu kapan naiknya. Jadi selama menunggu kenaikan jenjang kita harus bersabar dengan penghasilan yang ada,”

Aku tidak tahu berapa lama menjadi guru honor. Aku tidak bisa memastikan bisa diangkat sebagai pegawai tetap yayasan. Bisa bulanan bahkan tahunan. Dan selama menunggu kenaikan itu tentu harus ada penghasilan sambilan agar dapur tetap mengepul.

Tapi bagaimana ya caranya punya side job tanpa mengganggu pekerjaan sebagai guru? Apalagi ada tuntutan harus terus berada di sekolah meskipun sedang tidak ada jam pelajaran. Artinya aku tak bisa meninggalkan sekolah.

Lalu aku mencari cara mendapatkan penghasilan tambahan.  Jalan keluar itu aku temukan. Aku membuat tulisan, dan mengirimkannya ke koran. Honornya ternyata lumayan. Sampai 100 ribuan per satu tulisan. Tulisan pertama sampai satu minggu baru dimuat. Di bulan itu juga hanya satu tulisan yang dimuat. Bulan berikutnya ada dua tulisan. Setelah itu secara rutin tulisanku dimuat di koran.

Sebetulnya aku tidak begitu mahir membuat tulisan. modalku adalah berani dan kerja keras. Kalau mau belajar, pasti bisa. Yang penting nulis dulu, dimuat atau tidak itu urusan belakangan. Aku bukan guru bahasa Indonesia. Aku guru fisika. Makanya kalau membuat tulisan itu tidak nggak mudah bagiku. Satu tulisan bisa membutuhkan waktu 3 hari, 1 minggu, bahkan 2 minggu. Prosesnya mungkin bikin lelah, tapi dengan bismillah InsyaAllah endingnya Alhamdulillah.

Idenya aku dapatkan dari kegiatan di sekolah, suasana di jalan menuju pulang, membaca artikel di internet, menonton Youtube, diskusi bersama rekan kerja, dan lainnya. Aku mengirim banyak tulisan. Yang ditolak itu jauh lebih banyak daripada yang dimuat. Lalu bagaimana kalau ditolak? Apakah tulisan itu mubazir? Tidak juga. Sebab bisa aku posting di blog.

Jadi, tidak ada tulisan yang sia-sia. Tidak hanya diisi dengan tulisan tapi juga gambar, ilustrasi, infografis, bahkan video. Dari mana inspirasi dan bahannya? Sekali lagi terima kasihku untuk IndiHome yang internet cepatnya mendukung aku sebagai seorang blogger. IndiHome memang Internet Provider yang jadi andalan untuk setiap aktivitas.

Ka (r) ya Raya dengan

Ikut Lomba

Aku juga suka mengikuti lomba. Pertama mengikuti lomba aku berada di peringkat ratusan peserta. Aku memang sedih, tapi tak mau menyerah. Perjuanganku tak boleh kalah. Semangatku tak boleh padam.

Aku terus mengikuti lomba. Belajar dari tulisan-tulisan yang jadi juara. Aku investasikan waktu untuk belajar menulis yang baik, berdampak, dan memikat. Latihan demi latihan aku lakukan. Akhirnya beberapa kali tulisanku bisa menjadi juara.

Aa banyak bonus kalau juara. Kita jadi dikenal oleh teman-teman blogger lainnya, dapat hadiah, atau diajak kerja sama oleh lembaga penyelenggara. Bonusnya menggiurkan bukan?

 

Terus, bagaimana kalau kalah? Percayalah, tulisan kita tidak sia-sia. Pasti ada hal positif atau inspirasi dari tulisan yang kita buat. Sepakat? Mungkin lembaga penyelenggara mengajak kerja sama promosi atau iklan. Biasanya mereka memberikan fee juga. Nah, lumayan juga kan?

Saat ikut lomba maka kita harus bersiap untuk menang atau kalah. Wajar kan dalam sebuah lomba ada yang menang dan kalah? Kalau kalah ibaratnya kita sedang belajar memaknai kekalahan. Biasanya juga kekalahan memberikan banyak pelajaran. Kita jadi termotivasi untuk terus belajar.  Tulisanku tidak selalu diterima media. Aku juga tidak selalu juara. Agar aku tidak terlalu kecewa, aku niatkan menulis sebagai ibadah dan menyebarkan kebaikan. Aku yakin dari tulisan itu dapat pahala.

“Kalah menang dalam lomba itu biasa. Niatkan lomba sebagai pembelajaran agar tulisan semakin berkualitas. Motivasi menulis juga harus positif. Niatkan untuk menyebarkan kebaikan. Jadi saat kalah atau menang pasti dapat balasan pahala.”

 

 

Hikmah Pandemi;

Berani Membuat Konten Edukasi

Hingga tahun 2020 aku hanya membuat konten tulisan. Belum kepikiran membuat konten video. Lalu pada Februari 2020 lalu mendapat undangan dari Kementerian Pendidian dan Kebdayaan untuk mengikuti pelatihan Menjadi Kreator Edukonten di Era Digital.

Meskipun harus menempuh perjalanan sekitar 4 jam untuk ikut pelatihan ini, aku semangat. Berangkat pukul 05.00 WIB dengan menggunakan Commuter Line jurusan Rangkasbitung-Tanah Abang. Pelatihan dimulai pukul 08.00 WIB. Pulangnya pukul 17.00 WIB. Di sana aku mendapat ilmu tentang penggunaan teknologi dan informasi untuk membuat pendidikan menjadi semakin menyenangkan. Salah satunya adalah membuat video pembelajaran.

Aku mendapatkan kesimpulan kalau guru perlu membuat konten edukasi memanfaatkan kanal media sosial. Salah satu pematerinya adalah CEO Kok bisa?. Nah, konten seperti di Kok Bisa? itulah yang bisa membuat siswa belajar dengan seru.

Tidak lama kemudian datanglah pandemi akibat wabah Covid-19. Pandemi itu mengakibatkan banyak perubahan di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Untuk mengurangi penyebaran Covid-19, pemerintah mengambil kebijakan mengubah pembelajaran dari pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi belajar dari rumah (BDR).

Pembelajaran menggunakan berbagai cara baik melalui WhatsApp, aplikasi video meeting (zoom, google meet, dan lainnya), atau Youtube. Nah, saat itulah aku berani memulai membuat konten edukasi dengan membuat rekaman materi pembelajaran. Hasilnya aku kirim kepada siswa. Pandemi membawa hikmah karena sejak itulah aku punya akun Youtube, dan rutin mengisinya. Selain di akun pribadi aku juga meng-unggahnya di akun sekolah.

Aku membuat konten seperti materi pembelajaran, tutorial, konten lucu, dan lainnya. ada konten yang mendapat view terbanyak yaitu 11 ribu viewers. Mungkin bagi orang lain jumlah ini adalah biasa, tapi bagiku ini pencapaian luar biasa. Berlangganan paket internet 30 Mbps dari IndiHome sangat membantuku meng-unggah dengan kencang dan stabil. IndiHome ini aku pilih sebagai Internet Provider yang benar-benar membantu aktivitasku sebagai guru, aktivitas istriku sebagai dosen, dan kebutuhan hiburan sekaligus edukasi untuk anak-anak.

Layanan Internet Provider dari Telkom Indonesia ini benar-benar menyenangkan. Sejak berlangganan tahun 2020 lalu terhitung hanya 2 kali mengalami gangguan. Pertama karena ada gangguan kabel bawah laut. Gangguan ini  selesai dalam 2 jam.  Kedua karena kabelnya putus akibat tertimpa pohon yang ditebang warga. Masalah ini selesai dalam waktu 40 menit saja!

 

Langkah-Langkah Membuat Video Pembelajaran

Di awal membuat video pembelajaran aku temui kesulitan. Satu video berdurasi 15 menit bisa membutuhkan 1 atau 2 hari. Setelahnya aku semakin mahir. Malah, aku bisa berbagi kepada rekan guru lainnya dalam membuat video pembelajaran.  Inilah langkah-langkah dalam membuat video pembelajaran.

Menulis story Line

Story line ini berisi pembagian isi materi pembelajaran dengan gerakan tubuh/sikap kita. menentukan kapan kita ngomong apa dengan video yang ditampilkan. Termasuk menentukan urutan materi apa yang akan ditampilkan. Story line ini mirip kerangka karangan kalau dalam bahasa Indonesia. kebanyakan orang biasanya melewatkan langkah ini. Padahal, langkah ini sangat penting lho agar skenario video pembelajaran kita lebih rapi.

Proses Merekam

Beruntungnya di sekolahku tersedia studio teman merekam. Meskipun masih sederhana. Tapi cukuplah untuk membuat video pembelajaran. Dalam studio itu ada layar green screen, dan tripod.

Mencari Aset

Dalam hal ini aku terbantu dengan internet kencang stabil dari IndiHome untuk browsing  gambar, ilustrasi, data-data, hingga materi pembelajaran yang akan aku sampaikan. Menurut aku penting sekali ada gambar dan ilustrasi agar membuat tampilan semakin eye cathing atau enak dipandang.

Proses Editing

Dalam membuat video pembelajaran, hasilnya tidak langsung bagus. Ada bagian-bagian yang salah dan harus dihapus. Untuk editing video aku menggunakan aplikasi Capcut. Bisa dilakukan lewat handphone.

Mengevaluasi

Nah, langkah ini juga sering dilewatkan. Padahal ini penting lho. Setelah video jadi, ada baiknya lakukan evaluasi. Evaluasi jangan kita sendiri yang melakukannya. Sebab bisa subyektif. Kurang teliti kalau kita sendiri yang mengevaluasinya. Tapi mintalah bantuan orang lain. Beruntung ada istri yang mendukung dan menemani. Selain men-suport dengan membuatkan teh hangat ehm..… Istriku jadi editor yang memberikan koreksi-koreksi pada video pembelajaran

“Kalau hanya mengajar, semua guru pasti bisa.  Jangan mau jadi guru yang biasa-biasa. Jadilah guru yang punya keterampilan lain. Tebarkan dan kabarkan kebaikan. Untuk itu, guru harus punya tambahan kemampuan.”

 

 

Ka(r)ya Raya

Dengan Berbagi

Tak hanya berliterasi sendiri, aku menularkan virus literasi ke guru yang lain lagi. Di sekolahku ada kegiatan literasi baik murid maupun guru. Literasi sekolah harusnya bukan hanya untuk murid. Aku punya kesempatan mengajak guru menulis. Alhamdulillah, ada hasilnya. Beberapa yang diterbitkan di koran di antaranya kepala sekolah, kepala yayasan, guru, siswa, tata usaha, dan bahkan seorang kepala dapur sekolah.

 

Aku mengusulkan ke sekolah untuk membuka ekstrakurikuler blogger. Banyak siswa yang antusias tetapi masih ragu-ragu. Awalnya hanya ada 2 siswa yang mendaftar. Beberapa bulan kemudian semakin banyak pesertanya. Mereka punya potensi. Seharusnya bisa dibimbing dan diarahkan agar semakin terasah. Mereka sudah punya blog sendiri. Walaupun masih memakai domain gratis tapi itu sudah baguslah.

Ekstrakurikuler blogger ini tentu mendukung literasi sekolah. Dengan menjadi blogger, mereka harus banyak membaca. Sebab, bahan tulisan itu didapat dari membaca. Beberapa guru pun ada yang tertarik. Alhamdulillah, virus itu kian menyebar.

 

 

Ka(r)ya Raya

Bersama Internetnya Indonesia

 

Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) saat itu mengangkat tema “Guru Mulia Karena Karya”. Guru bukan sebuah pekerjaan semata tapi merupakan tugas mulia. Guru mengajarkan banyak hal kepada siswa. Guru punya tugas memberikan pengetahuan, menerangi jalan, dan menunjukkan kebaikan. Karenanya,  guru harus terus belajar. Guru juga harus terus membuat karya. Karya itulah nantinya diwariskan kepada generasi muda.

Kaya itu relatif. Yang penting kita merasa cukup dengan yang kita miliki. Alhamdulillah dari beberapa lomba, aku mendapatkan juara. Kalau makna tersirat kaya itu artinya punya banyak karya. Dengan banyak menulis aku juga menebarkan ide atau inspirasi lewat tulisan. Inilah yang juga aku maksud sebagai kaya dengan karya.

Kita harus berkarya dalam kehidupan. Agar ketika kita meninggal ada warisan yang kita tinggalkan.  Seperti kata Pak Pramoedya Ananta Toer bahwa “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.

Alhamdulillah beberapa tulisanku tersebar ada di Kompasiana, Republika, Indonesiana Kumparan, detik, koran Republika, dan lainnya. Aku bahagia kalau banyak yang membaca. Tapi aku juga tidak peduli kalau sedikit yang baca. yang penting aku membuat karya, karya dan karya.  Yang penting aku terus membuat konten, membuat konten, dan membuat konten. Saat ini sudah ada 64 tulisan yang dimuat di koran yaitu Republika, Koran Jakarta, Kabar Banten, Radar Banten, Banten Raya, Singgalang, Kabar Madura, Radar Bekasi, dan lainnya.

 

 

Dunia content creator punya banyak benefit. Berkat IndiHome pula, aku pernah dimuat di media nasional seperti Republika, detik-detik, kapan lagi, tribunnews, Indonesiatoday, headtopics.com, dan lainnya. Aku yang seorang guru honor guru biasa, bisa diliput media-media besar itu rasanya sungguh-sungguh terharu. Ibarat mimpi belaka. Sebuah kebahagiaan yang tak terkira.

Tangkapan layar pemuatan profilku di beberapa media

Agar terus punya ide untuk membuat konten aku sering membaca di internet, melihat konten-konten yang ada di website, ataupun konten-konten di youtube. Dengan internet, apapun kegiatannya bisa dijadikan konten. Guru pun tak hanya sebatas konten edukasi tetapi juga hobi, hiburan, tutorial, dan lainnya. Kita bisa membuatnya sendiri atau kolaborasi dengan teman, rekan kerja, atau keluarga.

Di tengah keasyikan membuat konten jangan lupa dengan pekerjaan utama. Bagaimana pun kita adalah guru sebelum apapun. Jadi tugas sebagai guru itulah yang jadi prioritas. Di sekolah biasanya banyak kegiatan. Bagusnya itu dibuat konten dan disebarkan. Agar banyak lagi yang mendapatkan kebaikan itu pula. Dibalik keseruanku membuat konten, IndiHome jadi penyemangatku. Sejak dulu IndiHome satu-satunya pilihan karena internet kencang yang stabil sehingga dengan mudah pula aku membuat konten. Ini beberapa konten di akun Youtube sekolahku; SMATA Production yang kini punya 1.300 subscriber.

“Semua guru itu mulia baik PNS, PPPK, atau guru honor. Yang terpenting adalah jadikan kita sebagai guru yang berkualitas. Masalah rezeki insya Allah akan datang dengan sesuai hak kita. Jadilah guru yang mulia karena Karya.”

 

 

“Wah, Mas Padil maen tiktok juga. Guru tiktokers,” tulis seorang teman di sebuah grup WhatsApp.

Dulu aku memang agak malu-malu membuat akun Tiktok. Akhirnya aku pede kalau punya akun Tiktok, karena Tiktok pun bisa dimanfaatkan untuk edukasi. Tiktok juga tidak selalu joged-joged atau membuang waktu tetapi bisa dimanfaatkan untuk pendidikan, hobi, bahkan mencari penghasilan.

Tiktok juga bisa dijadikan sarana keakraban bersama keluarga. Ketika membuat konten itulah kolaborasi bersama anggota keluarga.

Saat ini video terbanyak ditonton adalah konten badminton (299,1 K) bermain bersama anak (57,8 K), tutorial (1847), konten hiburan 1168), kegiatan sekolah (492), kegiatan pramuka (257), nyari rumput (291).

Tiktok punya kecenderungan banyak dilihat karena itu harus dimanfaatkan betul untuk menyebarkan konten positif. Apalagi jumlah pengguna TikTok di Indonesia cukup besar karena mencapai 109,9 juta pengguna.

 

 

IndiHome Mendukung Merdeka Belajar

Kepala sekolah kami menyadari pentingnya internet untuk program sekolah. Sehingga memasang wifi IndiHome pada 2015. Memang benar internet sangat mendukung banyak aktivitas sekolah. Dengan percaya diri sekolah kami mendaftar sebagai Sekolah Penggerak pada Mei 2022. Sekolah menyadari pentingnya implementasi kurikulum merdeka ini.

Ada lima sekolah yang mendaftar sebagai Mandiri Berubah di kabupaten kami. Sekolah menjadi satu-satunya sekolah swasta yang mendaftar. Kemudian dibentuk komite pembelajaran (KP) terdiri dari kepala sekolah, guru bimbingan konseling (BK) dan empat guru mata pelajaran. KP ini mengikuti pelatihan implementasi kurikulum merdeka selama dua bulan. Hampir setiap hari secara daring melalui sinkronus melalui google meeting dan asinkronus dalam mengerjakan tagihan atau tugas. Dengan dukungan internet kencang stabil dari IndiHome pelaksanaan Kurikulum Merdeka berjalan dengan lancar.

Dokumentasi in house training implementasi kurikulum merdeka  (sumber foto: humas sekolah)

Kami semakin melek teknologi karena belajar beberapa aplikasi pendidikan yang bisa digunakan untuk mendukung pembelajaran misalnya padlet, canva pendidikan, sticky note, quiziz dan lainnya. Kami semakin termotivasi untuk menampilkan pembelajaran yang menarik lewat ice breaking dalam kegiatan pembelajaran.

 

Internet juga sangat mendukung kegiatan komunitas belajar di sekolah kami. Kegiatan ini diadakan setiap Jumat pukul 14.00 dengan kegiatan mengakses Platform Merdeka Mengajar, Mengerjakan Aksi Nyata, Menuntaskan Modul, dan Refleksi Modul Ajar.

Secara nyata aku merasakan dukungan IndiHome dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah kami. Begitu juga di sekolah-sekolah lainnya. Layanan internet cepat sebagai produk Telkom Indonesia memang banyak memberikan kontribusi dalam pendidikan Indonesia. Termasuk mewujudkan sekolah digital.

Beragam bentuk sekolah digital. Salah satunya adalah komputerisasi ujian. Sekolah kami memutuskan untuk tidak lagi menggunakan kertas atau lembar jawaban komputer (LJK) saat ujian. Sebagai gantinya kami menggunakan tes berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT). 

 

 

 

Suasana ujian online di sekolahku (sumber foto: dokumentasi pribadi)

Ada banyak kelebihan penerapan ujian online di antaranya bisa menyelamatkan pohon atau hutan dari penebangan, mengurangi pengeluaran sekolah, menghemat anggaran, dan mempercepat proses pengerjaan dan pengkoreksian. Dengan menggunakan aplikasi ujian online, siswa tidak lagi harus menghitam-hitamkan jawaban, termasuk menajamkan pensil. Hasil ujiannya pun bisa segera didapatkan begitu selesai pelaksanaan ujian. Jadi guru tidak lagi harus mengoreksi LJK yang kadang membutuhkan waktu yang lama.

Dengan menyediakan internet cepat yang stabil IndiHome telah berkontribusi untuk dunia pendidikan. Pendidikan merupakan hal penting bagi sebuah negara. Kalau pendidikan maju, maka negara juga akan maju.  Dengan teknologi internet fiber, IndiHome memiliki keunggulan layanan internet yang berkualitas. Keunggulannya adalah sebagai berikut. 

 

Cepat

Internet Fiber dilengkapi jaringan fiber optic dengan kecepatan tinggi yaitu mampu mentransfer data hingga 100 Mbps. Jauh lebih cepat dibandingkan dengan jaringan kabel koaksial atau kabel tembaga.

Stabil

Internet Fiber melalui jaringan fiber optik memiliki kualitas jauh lebih stabil apabila dibandingkan dengan jaringan kabel koaksial atau kabel tembaga pada saat dilakukan akses internet secara bersamaan.

Andal

Kabel fiber optik yang lebih tahan dalam kondisi cuaca apapun seperti serangan petir dan gangguan elektromagnetik dibandingkan dengan kabel koaksial atau kabel tembaga.

Canggih

Internet Fiber merupakan teknologi penghantaran data tercanggih dan terbaru yang digunakan dalam layanan fixed broadband.

Selain empat keunggulan di atas IndiHome dari Telkom Indonesia telah memiliki banyak kontribusi untuk tanah air. Tidak berlebihan jika kontribusi IndiHome telah memajukan Indonesia terutama pada mewujudkan kedaulatan digital yang juga berarti berkuasa penuh terhadap konten dan penyebarannya.

 

Menyediakan Internet Secara Merata Hingga Pelosok

 IndiHome secara nyata memberikan sumbangsih besar karena bisa menyediakan akses internet secara merata hingga kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) Indonesia.

Menjangkau Paling Luas

Internet andal milik Telkom Indonesia itu telah sudah menjangkau 978 kota/kabupaten di seluruh Indonesia atau 97 persen nasional. IndiHome menyediakan jaringan internet tak hanya di kota-kota besar tetapi juga pulau terluar.

Teknisi Andal, Layanan Cepat

Saat ini lebih dari 16 ribu teknisi siaga 24 jam nonstop IndiHome yang tersebar di seluruh Indonesia untuk menangani gangguan pelanggan. Hal ini memberikan jaminan masalah pelanggan segera diselesaikan.

Maksimal Layani Pelanggan, Berikan Bebas Biaya Tambahan

Untuk memberikan layanan maksimal kepada pelanggan setia, dengan durasi langganan tertentu IndiHome memberikan bonus peningkatan kecepatan hingga 50 mbps tanpa dikenai biaya tambahan. 

Dipakai Banyak Masyarakat Indonesia

 Saat ini pelanggan IndiHome mencapai 9,2 juta. Jumlah ini akan terus meningkat seiring tingginya minat pada fixed broadband. Targetnya ada 10,2 juta pelanggan di 2023.

IndiHome merupakan layanan Triple Play yang terdiri dari akses Internet kecepatan tinggi yang menggunakan jaringan fiber optic, telepon rumah, dan TV interaktif. 

1. Internet Fiber

Internet begitu erat dengan kehidupan kita. Aktivitas kita semakin lancar dengan dibantu internet.

IndiHome menghadirkan internet kualitas terbaik karena menggunakan teknologi Internet Fiber. Koneksi internet kencang dan stabil bisa dinikmati dengan biaya terjangkau. Internet Fiber dari IndiHome membuat berbagai urusan kita bisa diselesaikan dengan lebih cepat.

2. TV Interaktif (TV IndiHome)

IndiHome TV merupakan layanan TV Interaktif pertama di Indonesia. Dengan berlangganan, keluarga kita bisa mendapatkan hiburan menarik dengan menonton acara TV favorit, film seru dan berita terkini dengan memberikan banyak pilihan channel yang berkualitas. IndiHome TV juga punya berbagai macam fitur yang tidak dimiliki penyedia layanan lainnya. Fitur-fitur canggih yang dimiliki oleh IndiHome TV itu di antarany:

1) Playback, Pause, and Rewind yang dapat memutar dan menonton kembali tayangan kesukaan Anda hingga 7 hari ke belakang. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan fitur Pause and Rewind pada tayangan yang sedang Anda tonton.

2) TV Storage yang bisa menyimpan rekaman tayangan favorit dengan durasi setara kurang lebih 600 menit untuk kualitas SD dan 240 menit untuk HD.

3) TV on Demand yang fungsi untuk menayangkan ulang acara-acara live TV tertentu dengan rentang waktu 7 hari ke belakang. Jadi Anda tidak perlu bingung ketika tidak dapat menonton acara live TV karena tingkat kesibukan yang tinggi.

4) Video on Demand yang dapat mengontrol atau memilih sendiri program video yang ingin Anda tonton. Bagi Anda yang memiliki berbagai program video favorit, jadi Anda tidak perlu bingung lagi untuk memilihnya. 

5) Karaoke yang bisa digunakan untuk menghilangkan rasa penat di otak kita. Karaoke juga bisa memberikan kegiatan seru yang menyenangkan.

3. Telepon Rumah

Telepon rumah punya kelebihan tersendiri. Telepon rumah menyediakan layanan komunikasi telepon dengan keunggulan biaya yang murah dan dilengkapi dengan kualitas suara yang jernih. Dengan Paket IndiHome Fiber, kita akan mendapatkan bebas menelepon 1000 menit atau yang setara dengan 17 jam per bulan yang bisa digunakan untuk lokal maupun interlokal secara leluasa. IndiHome Fiber juga memiliki layanan telepon tambahan lainnya yaitu Global Call.

Pilihan Paket IndiHome Internet Unlimited

Paket 1P

30 Mbps dengan biaya Rp280.000/bulan Yang Cocok digunakan untuk 5 – 7 perangkat sekaligus hingga 50 Mbps Cocok digunakan untuk 10 – 12 perangkat sekaligus dengan biaya Rp350.000/bulan.

Paket 2P (Internet+TV)

Dengan 30 Mbps yang  Cocok digunakan untuk 5 – 7 perangkat sekaligus dengan biaya Rp340.000/bulan hingga 40 Mbps yang cocok digunakan untuk 7 – 10 perangkat dengan biaya Rp485.000/bulan.

Paket 3P (Internet+TV+Phone)

Dengan 30 Mbps yang cocok digunakan untuk 5 – 7 perangkat sekaligus Rp475.000/bulan hingga 50 Mbps yang cocok digunakan untuk 10 – 12 perangkat sekaligus dengan biayaRp515.000/bulan.

 

 

Penutup

Proses membuat video pembelajaran (sumber foto: dokumentasi pribadi)

ritaritas Friderica Widyasari Dewi membeberkan fakta terkait pinjol ilegal. Ia menyebut 42% korban pinjol ilegal adalah guru.

“Pinjol ilegal banyak sekali korbannya, nomor satu guru, 42%

Baca artikel detikfinance, “Nah Lho! OJK Sebut Guru Paling Banyak Terjerat Pinjol Ilegal” selengkapnya https://finance.detik.com/fintech/d-6594137/nah-lho-ojk-sebut-guru-paling-banyak-terjerat-pinjol-ilegal.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Menjadi konten kreator bisa menjadi hasilkan penghasilan tambahan bahkan menghadirkan kesejahteraan. Aku seorang guru honor sudah membuktikan. Yuk para pembaca, baik guru maupun bukan guru, manfaatkan internet untuk menambah penghasilan dengan membuat konten baik tulisan maupun video.

Tidak berlebihan jika dengan kreatif membuat konten, masalah pengangguran bisa dikurangi, guru-guru honor pun bisa punya tambahan penghasilan sehingga tidak lagi merisaukan gaji honornya. Oh iya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan guru jadi pihak paling banak jadi korban pinjaman online (pinjol) ilegal yaitu 42 persen. Mengapa guru terlibat pinjol? Mungkin karena penghasilannya kurang. Nah, siapa tahu dengan menjadi content creator penghasilan sampingannya bertambah hingga kesejahteraannya meningkat.

Padahal, kesejahteraan guru itu sangat penting. Kalau hidupnya sejahtera, mengajar pun jadi nyaman. Tugas mendidik generasi muda pun bisa lebih maksimal dilakukan. Ini bukan hanya guru, tetapi siapapun yang serius menjadi content creator. Memang butuh energi yang kuat untuk membuat konten ini. Tapi ini masalah kebiasaan. Kalau sudah biasa, akan mudah membuatnya.

Menjadi content creator membuat hidup kita dinamis sebab harus menyusun strategi konten secara tepat dan menyeluruh. Mulai dari mengumpulkan ide, membuat perencanaan, membuat desain visual yang menarik, hingga video yang ciamik. Bersama IndiHome sebagai internetnya Indonesia, yuk berkonten ria, menjadi talenta digital untuk mewujudkan visi Indonesia Emas tahun 2045.(*)

Tulisan ini bersumber dari pengalaman pribadi penulis. Olah desain grafis menggunakan Canva Pendidikan yang didapat secara resmi sebagai fasilitas untuk Sekolah Penggerak dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi. Sementara, sumber tulisan lainnya berasal dari:

https://indihome.co.id/paket/daftar

https://indihome.co.id/news/indihome-dinobatkan-sebagai-most-inclusive-internet-provider

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20221214114227-37-396780/berkat-inovasi-indihome-direktur-telkom-ini-raih-penghargaan

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20230214121448-37-413646/indihome-bidik-pelanggan-tembus-102-juta-di-tahun-2023

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/02/27/indonesia-sabet-posisi-kedua-sebagai-negara-pengguna-tiktok-terbanyak-di-dunia-pada-awal-2023

https://finance.detik.com/fintech/d-6594137/nah-lho-ojk-sebut-guru-paling-banyak-terjerat-pinjol-ilegal

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/upacara-hari-guru-nasional-2015-guru-mulia-karena-karya/