Umat Islam memiliki dua hari raya yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Keduanya memiliki keutamaan yang sangat besar. Idul Adha memiliki banyak keutamaan. Di dalamnya terdapat ibadah kurban. Dalam kondisi normal, bertepatan ibadah kurban umat Islam juga melaksanakan ibadah haji. Makanya, sering disebut idul kurban atau idul haji. karena tepat pada bulan Dzulhijjah umat Islam di seluruh dunia sedang menjalankan ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima di Masjidil Haram.

 

Bahkan perayaan dan peringatannya, dalam konteks syariah justru lebih agung dibanding dengan hari raja Idul Fitri. Ini diindikasikan dengan beberapa hal yakni: Takbir yang dikumandangkan di hari raya lebaran (syawal) hanya berlangsung semalam sejak maghrib hari terak hir Ramadhan hingga pagi hari pertama lebaran saat Salat Ied. Sementara takbir untuk hari raya haji atau hari raya qurban diperintahkan selama empat hari. Di mana sejak maghrib saat hari raya ied 10 Dzulhijah disambung tiga hari tasyrik.

Berkurban itu merupakan anjuran agama. Dalilnya adalah sebagai berikut.

 

Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2)

Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam berkurban dengan dua ekor kambing kibasy putih yang telah tumbuh tanduknya. Anas berkata : “Aku melihat beliau menyembelih dua ekor kambing tersebut dengan tangan beliau sendiri. Aku melihat beliau menginjak kakinya di pangkal leher kambing itu. Beliau membaca basmalah dan takbir” (HR. Bukhari no. 5558 dan Muslim no. 1966).

Dari Abu Daud dari Zaid bin Arqam dia berkata, “Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah maksud dari hewan-hewan kurban seperti ini?” beliau bersabda: “Ini merupakan sunnah (ajaran) bapak kalian, Ibrahim.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, lantas apa yang akan kami dapatkan dengannya?” beliau menjawab: “Setiap rambut terdapat kebaikan.” Mereka berkata, “Bagaimana dengan bulu-bulunya wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Dari setiap rambut pada bulu-bulunya terdapat suatu kebaikan.” (HR. Ibnu Majah no. 3127)

Hikmah Di Balik Ibadah Kurban

1. Lewat Berqurban Bisa Lebih Mendekatkan Diri Kepada Allah

Momentum qurban menjadi salah satu cara untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagaimana dalam surat Al-Maidah ayat 27: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertaqwa.”

2. Qurban Cerminkan Sikap Patuh dan Taat

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS Al Hajj: 34)

  1. Sebagai Saksi Amal di Hadapan Allah SWT

Ibadah qurban mendapatkan ganjaran yang berlipat dari Allah SWT. “Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Juga kelak pada hari akhir nanti, hewan yang kita qurbankan akan menjadi saksi.

“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya dan bulunya. Sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.” (HR. Ibnu Majah)

  1. Bukti Keseriusan Melaksanakan Ajaran Islam

Untuk dapat berkurban,  hanya mereka yang serius berusahalah yang bisa melaksanakannya. Mereka harus menyisihkan penghasilannya, hartanya untuk dapat membeli hewan kurban. Sebab tidak sedikit yang bisa membeli barang-barang mewah yang harganya setara dengan hewan kurban, bahkan lebih mahal dari hewan kurban tetapi merasa berat untuk membeli hewan kurban. Maka, berkurban merupakan bentuk keseriusan melaksanakan ajaran agama.

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS: Al-An’am: 162-163).

  1. Ajaran Nabi Ibrahim

Berqurban juga menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salam ketika hari an nahr (Idul Adha).

Detik-detik Hari Raya Kurban

 

Idul Adha tinggal menghitung hari saja. Sudahkah disiapkan untuk kurban Anda? Semoga kita diberikan keluasan rezeki agar bisa melaksanakan ibadah mulia.

Menyiapkan dan memilih hewan kurban harus teliti. Sebab kita memberikan yang terbaik untuk Allah. Maka perhatikan hewan kurban kita itu harus:

  1. Syarat hewan kurban yang pertama adalah jenis hewannya harus binatang ternak seperti unta, sapi, kambing, dan domba yang bisa dijadikan pilihan sebagai hewan kurban.
  2. Usia hewan kurban harus mencapai umur minimal yang ditentukan syari’at. Usia hewan ternak yang boleh dijadikan hewan kurban adalah:
  • Unta minimal berusia 5 tahun dan telah masuk tahun ke-6
  • Sapi minimal berusia 2 tahun dan telah masuk tahun ke-3
  • Domba berusia 1 tahun atau minimal berusia 6 bulan bagi yang sulit mendapatkan domba berusia 1 tahun.
  • Kambing minimal berusia 1 tahun dan telah masuk tahun ke-2
  1. Selanjutnya, syarat hewan yang akan dikurbankan adalah harus sehat, tidak cacat (bebas dari cacat) yang mencegah keabsahannya. Maka, hewan kurban yang paling utama menurut sifatnya adalah hewan yang memenuhi sifat-sifat sempurna dan bagus dalam binatang ternak. Misalnya, hewan tersebut gemuk, dagingnya banyak, bentuk fisiknya sempurna dan bagus.
  2. Hewan kurban tersebut bukan hasil curian. Tidak sah berkurban dengan hewan hasil curian atau rampokan
  3. Hewan kurban adalah hewan ‘merdeka’. Dalam artiannya milik sempurna seseorang, bukan hewan titipan, hewan warisan yang masih terkait dengan hak orang lain dan hewan gadai.
  4. Adapun waktu penyembelihan hewan kurban yang ditentukan syariat Islam yakni saat Idul Adha (10 Dzulhijah) atau 3 hari setelahnya yakni hari tasyrik (11, 12 dan 13 Dzulhijah). Jika penyembelihan hewan dilakukan selain di waktu-waktu tersebut, maka bukan lagi disebut kurban, melainkan hanya sedekah biasa

Bingung Mau Kurban Ke Mana?

Mencari lembaga yang TERPERCAYA mengurusi kurban emang gampang-gampang susah. Ada yang tidak amanah dan kurang kredibel. Karena itu, kita harus hati-hati ya.

 

Kabar baiknya, ada lembaga yang Insya Allah amat Amanah mengemban tanggung jawab pelaksanaan ibadah kurban ini. Yap, betul. Ada Qudwah Care yang merupakan lembaga di bawah naungan Yayasan Islam Qudwatul Ummah. Lembaga yang telah berusia 25 tahun dan menaungi lembaga pendidikan ini telah bertahun-tahun menyalurkan dan mengadakan pelaksanaan ibadah kurban.

 

Caranya gimana mau kurban di Qudwah Care?

Bahkan bisa dilakukan dari rumah, lho. Begini caranya.

I
I
I

Harganya?

A. Kambing / Domba

Kelas Harga
1. Standar : Rp. 2.700.000
2. Super. : Rp. 4.300.000
3. Istimewa :Rp. 5.300.000

B. Sapi
Kelas Harga
1. Sapi : Rp. 21.000.000
2. Sapi 1/7 : Rp. 3.000.000

Banyak sudah bukti bahwa berkurban bukan masalah mampu atau tidak mampu. Namun perkara mau atau tidak mau. Betapa banyak orang yang miskin namun sanggup berkurban.

Misalnya Mak Yati, seorang nenek yang bekerja sebagai pemulung, mampu mengumpulkan penghasilannya sepanjang tahun untuk membeli hewan kurban. Dalam sehari-harinya, Mak Yati di gubuk triplek kecil di tempat sampah Tebet. Tak ada barang berharga di pondok 3×4 meter itu. Sebuah televisi rongsokan berada di pojok ruangan. Sudah bertahun-tahun TV itu tak menyala. Nah, berkat kemauan kerasnya, dia bisa melaksanakan ibadah kurban.

Yu Timah, mendatangi sebuah lembaga kemanusiaan. Dia baru saja mendapatkan BLT sebesar Rp. 600 ribu. Uang itu dititipkannya untuk membeli seekor kambing. Dia akan mencari lagi sejumlah uang yang sama agar mendapatkan satu ekor kambing. Yu Timah sebetulnya tidak wajib kurban. Namun dia bersikeras bisa berkurban.

Semoga tahun ini kita diberikan kesempatan untuk berkurban. Aamiin.