Penggunaan Aplikasi Mobile Sebagai Solusi Beragam Kebutuhan

Bukannya nggak bersyukur dengan kemudahan mengajar dengan media-media  yang sudah ada. Tapi kalau ada yang bisa memenuhi beragam kebutuhan, itu lebih memudahkan.

Saya Menggunakan 4 -6 Aplikasi Saat Mengajar Daring. Pusing!

Saya seorang guru. Selama belajar daring akrab dengan berbagai aplikasi pembelajaran. Bukannya nggak bersyukur dengan media-media  yang sudah ada. Tapi kalau ada yang bisa memenuhi beragam kebutuhan, kan lebih bagus.

Ketika mengajar saya tidak cukup hanya dengan satu aplikasi saja. Untuk mengingatkan siswa saat memulai pembelajaran saya pakai WhatsApp. Lalu saat menyapa dan mengobrol siswa saya pakai zoom. Menjelaskan materi dengan menampilkan video. Saya bisa share screen atau memberikan link YouTube. Memberikan penugasan atau tugas saya meminta siswa mengumpulkan di Google Classroom. Presensi pakai Google Form.

Jadi 4 – 6 aplikasi yang saya pakai dalam sekali mengajar. Bingung nggak tuh? Hehe… Memang internet sudah memudahkan untuk pembelajaran jarak jauh. Tapi agak ribet karena harus pindah-pindah aplikasi.

Coba kalau ada aplikasi yang bisa memfasilitasi semua kebutuhan. Pasti kerja makin simple dan cepat.

Aplikasi Mobile untuk Pendidikan, dan lainnya.

Sampai suatu ketika sekolah mengadakan webinar tentang penggunaan aplikasi belajar yang bisa mengakomodasi semua keperluan guru dalam mengajar daring. Guru cukup memakai satu aplikasi itu untuk menyapa siswa, memberikan materi, menerima pengumpulan tugas, menilai tugas, dan melakukan interaksi lewat video. Di aplikasi itu juga terdapat banyak materi pembelajaran. Jadi guru semakin dimudahkan dalam membuat atau menyiapkan materi pembelajaran.

Saya membayangkan betapa kerennya bisa bikin aplikasi mobile ini. Pastinya akan mendapatkan kemudahan berbagai keperluan. Mengerjakan pembelajaran dengan satu aplikasi saja. Guru nggak perlu rebot pindah-pindah aplikasi

Bukan cuma di bidang pendidikan saja tapi juga bisnis, kesehatan, sosial, lingkungan, dan lainnya.

Di bidang lain misalnya Gojek. Pertumbuhan Gojek disokong oleh aplikasi mobile sebagai basis bisnisnya. Awalnya dari layanan transportasi saja. Kini aplikasi Gojek memiliki lebih dari 20 layanan. Hari ini siapa yang tak kenal Gojek? Banyak kebutuhan sehari-hari yang bisa dilakukan dengan aplikasinya.

Aplikasi Mobile Banking yang Mempermudah Hidup Saya

Di sekolah saya gajian setiap awal bulan. Setiap awal bulan itulah kami harap-harap cemas. Nunggu informasi gaji sudah masuk atau belum. Karena sudah butuh, kadang ada yang mengecek ke ATM. Namanya untung-untungan. Lumayan kalau ternyata sudah gajian. Tapi jadi lumanyun kalau ternyata belum gajian. Hehe..

Kasihan. Jauh-jauh atau panas-panas berangkat ke ATM ternyata nihil. Beberapa orang pakai SMS Banking. Tapi kadang nggak akurat pemberitahuan. Kadang yang pakai SMS Banking ini mencoba peruntungan tetap ke ATM meskipun belum ada notifikasi masuk.

Padahal akan lebih enak kalau pakai aplikasi mobile banking. Bisa mengecek kapan saja dan dari mana saja. Bisa dari rumah, tempat kerja, atau tempat ngopi sekalipun. Cuma tinggal pencet sana pencet sini ketahuan sudah masuk gaji atau belum. Kalau ternyata gaji sudah tinggal ke ATM buat ngambil. Kalau belum tentu nggak perlu capek-capek ke ATM yang kadang di perjalanan bisa kehujanan atau kepanasan.

Apalagi musim yang tak menentu sekarang ini. Enaknya memang pakai aplikasi mobile tadi.

Jalankan Usaha dengan Mobile Banking

Kalau sudah gajian, saya mentransfer sejumlah uang ke rekening istri. Nominalnya dikisaran 2/3 dari gaji. Gantinya, istri mengambil uang bulanan dari kas gerai usaha kami. Jadi uang yang saya transfer tadi masuk ke rekening usaha.

Istri lebih senang uang bulanan ditranfer ke rekening usaha. Sebab dia banyak melakukan transaksi penjualan dan pembelian lewat aplikasi mobile banking juga. Tak perlu repot ke ATM untuk mengecek transferan uang masuk atau mentranfer uang pula. Bisa dilakukan di rumah saja.

Apalagi musim pandemi akibat Covid-19 begini. Harus mikir-mikir kalau ke ATM. Sebab harus menghindari bertemu banyak orang untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tetap bertransaksi walaupun di rumah saja bisa dilakukan dengan pakai aplikasi mobile banking itu.

Satu Aplikasi dengan Beragam Solusi

Aplikasi mobile sungguh memudahkan aktivitas kita. Aktivitas dan mobilitas manusia bisa diganti dengannya. Apa yang dicari sudah ada di aplikasi mobile.

Seiring semakin berkembangnya ponsel pintar, aplikasi mobile juga semakin berkembang. Satu orang bisa memiliki 8-20 aplikasi mobile dalam ponsel pintarnya.

Memang aplikasi mobile menjadi solusi atas beragam kebutuhan. Bukan cuma di bidang pendidikan saja tapi juga bisnis, kesehatan, sosial, lingkungan, dan lainnya.

Banyak usaha atau perusahaan yang maju berkembang karena aplikasi mobile. Gojek, misalnya.  Ibaratnya, Gojek telah menciptakan sejarah di Indonesia. Hari ini, siapa yang tak kenal Gojek?

Pertumbuhan Gojek disokong oleh aplikasi mobile sebagai basis bisnisnya. Awalnya dari layanan transportasi saja. Kini aplikasi Gojek memiliki lebih dari 20 layanan seperti trasportasi, makanan, belanja, kirim barang, dan lainnya.

Saat ikuti webinar itu saya berpikir kok keren amat ya  bisa bikin aplikasi mobile itu. Bagaimana ya acara membuat aplikasi mobile? Bisakah ‘orang biasa’ membuatnya? Mulainya dari mana? Belajarnya di mana?

Saya penasaran. Apakah yang bisa bikin hanya mereka yang benar-benar ahli di IT. Dan kayaknya orang biasa nggak akan bisa membuatnya.

Tapi ternyata anggapan saya salah. Ternyata kita bisa membuatnya, lho. Dengan belajar membuat apikasi mobile di DUMET School. Benar. Dengan mengambil kursus di DUMET School kita akan bisa membuat aplikasi online sendiri. Meskipun dalam situasi pandemic Covid-19 kita tetap bisa kursus kok.

Karena kursus di DUMET School bisa dilakukan secara offline maupun online. Begitu pun kalau mau kursus aplikasi mobile ini. Buat pemula pun sangat cocok. Tidak kalah pentingnya kursus ini dilakukan 1 murid 1 instruktur sehingga kursus bakal lebih maksimal.

Inilah Keunggulan Belajar Aplikasi Mobile di DUMET School

Murid DUMET School akan dibimbing step by step oleh instruktur yang berpengalaman. Setelah kursus, murid dijamin bisa membuat aplikasi android dan iOS dengan menggunakan Angular dan Ionic Framework.

7 kelas pembelajaran yaitu HTML & CSS, Bootstrap, PHP & MySQL, Javacript, Angular, Ionic Fundamental, dan Ionic Advanced.*

Akses untuk belajar di DUMET School sepuasnya sampai BISA dan memiliki hasil karya

Akses ke iLab (sistem pembelajaran yang bisa anda akses dimanapun dan kapanpun)

Mendapatkan pelayanan yang terbaik

Disupport seumur hidup dan gratis konsultasi selamanya

Sertifikat Mobile Apps dengan No. DIKNAS.

PENUTUP

Perkembangan teknologi turut serta mendorong perkembangan ponsel pintar yang semakin canggih. Berbagai peluang terbuka lebar di genggaman tangan. Aktivitas manusia banyak diselesaikan lewat ponsel pintar di tangan.

Berbagai kebutuhan manusia bisa dipenuhi dengan memanfaatkan aplikasi mobile. Konsep dunia dalam genggaman pun semakin nyata.

Baru-baru ini para orang tua yang punya anak sekolah mengambil raport. Mereka tak perlu ke sekolah. Dengan ponsel pintar di tangannya mereka bisa mengetahui hasil belajar anaknya.

Orang tua harus mengambil raport, tapi dibatasi oleh imbauan PSBB. Dua kondisi ini diselesaikan dengan aplikasi mobile pembelajaran. Aplikasi mobile menjadi solusi atas kebutuhan yang sesuai dengan kondisi. Hal serupa juga sangat mungkin terjadi pada bidang-bidang lainnya. Tertarik dengan membuat aplikasi mobile? Segera kursus di DUMET School ya…