Peneliti mengatakan 77 persen siswa tidak bahagia melakukan PJJ. Penyebabnya dominan guru yang membosankan. Nah, tema sore ini tentu menarik bagi para guru di Indonesia. Beruntung saya menjadi salah satu guru yang ikut dalam webinar Rahasia Mengajar Menyenangkan Era PJJ yang diisi oleh Munif Chatib, M.Pd. Beliau adalah direktur Model School of Human.

 

Acara ini diadakan oleh AISEi, sebuah Perkumpulan Pendidik Sekolah Internasional Indonesia. AISEI memiliki misi yaitu memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia mulai dari akar permasalahannya, memperkenalkan sistem pendidikan asing, meningkatkan profesionalisme serta mengembangkan kompetensi pendidik.

Logo AISEI

Pak Munif mengatakan bahwa secara fisik otak ada 3 yaitu otak reptile (suasana), limbic (emosi), dan neocortex (berpikir). Dan ketiganya harus dipenuhi agar mampu sampai pada neocortex-otak untuk berpikir.

 Otak reptil yang mengatakan bahwa seseorang memutuskan tetap berada di suasana pembelajaran atau pergi dari sana.

Kalau otak reptile dipuaskan, maka ilmu yang diberikan guru akan ditangkap dengan baik pula oleh limbic dan neocortex pula.

Pokoknya anak nggak boleh stress. Nah, berikut ini yang bisa dilakukan guru untuk memuaskan otak reptile.

Rahasia memuaskan otak reptile adalah anak dibuat menyenangkan, bisa tertawa, dan lainnya. Hal ini bisa dilakukan dengan 4 cara yaitu:

  1. Joyfull Learning dengan menggunakan warna, gambar, atau ice breaking. Kalau guru mengajar menggunakan powerpoint maka banyakin warna, gambar, dan ice breaking.
  2. Apersepsi ini adalah memberikan pengalaman atau pengantar sebelum belajar

Scene setting : memberikan pengalaman atau pengantar sebelum belajar yang berhubungan dengan materi

Motivasi : pengantar sebelum belajar yang tidak berhubungan dengan materi

 

  1. Student center learning

Dengan melakukan engagement, do it, dan feedback.

Kalau guru memberikan materi lalu siswa melakukan do it, maka hasilnya direkam, publikasi, dan apresiasi. Hal ini sangat mudah dilakukan oleh siswa karena mereka mayoritas sangat menguasai teknologi. Publikasi bisa dilakukan di medsos siswa atau sekolah. Guru juga jangan pelit mengapresiasi. Guru juga bisa meminta siswa saling mengapresiasi. Bahkan orang tua juga bisa mengapresiasi.

Percayalah bahwa anak butuh pengakuan. Dia akan sangat senang kalau dia apresiasi.

Menggunakan Alpha Zone

Ini rahasia untuk membuka pembelajaran agar bisa menyenangkan. Bisa dilakukan di awal atau tengah-tengah materi. Asal siswa tertawa, itu sudah alpha zone. (Lalu Pak Munif memberikan contoh beberapa alpha zone berupa tebak-tebakan).

Mengajarkan kejujuran bukanlah dengan mengajarkan bahwa kejujuran adalah… bentuk-bentuk kejujuran adalah… nggak seperti itu.

Video motivasi juga bisa untuk apersepsi. Di internet banyak sekali. Kalau guru kreatif, bisa menemukan banyak apersepsi untuk pembelajaran.

Apersepsi atau ice breaking untuk memuaskan otak reptile, pintu pertama pemahaman ilmu. Kalau guru kreatif, bisa jadi bagian inilah yang sangat ditunggu oleh siswa. Bisa juga untuk Ice breaking ini dibagi-bagi siswa. Siswa membuat ice breaking yang kemudian ditampilkan saat pembelajaran.

Jangan ragu untuk mencoba ice breaking. Lakukan saja dulu. Selain itu, Ice breaking ngak selalu, nggak itu-itu. Agar siswa tidak bosan.

Student Center Learning

Nah, rahasia ini dilakukan oleh siswa. Ya, agar siswa juga aktif, maka siswa harus dilibatkan. Bahkan apapun strateginya, sebaiknya siswa dilibatkan. Baik itu melakukan atau membuat sesuatu atau makes something.

Nah, kalau siswa dilibatkan biasanya pembelajaran sangat menyenangkan.

Contohnya bisa dilakukan dengan parodi. Jadi materi pembelajaran diringkas oleh siswa dengan lagu tertentu. Di sini Pak Munif juga memberikan contoh.

 

Mind Map

Siswa membuat mind map dari materi pembelajar. Hasil mind map didokumentasikan, publikasikan, dan diapresiasi. Mulai dari sekarang, ayo coba membuat mind map dari pembelajaran. 

Lakukan Refleksi, Itu Pasti

Refleksi penting dilakukan untuk menyimpulkan pembelajaran yang dilakukan. Tidak global, tapi bagian terbanyak. Guru bertanya ke siswa bagian mana yang sudah dipahami, dan bagian mana yang belum dipahami.

Bagian terbanyak yang belum dipahami bisa dijadikan warmer untuk pembelajaran selanjutnya.

Nah, demikian resume acara yang saya buat. Tentu saja jauh dari sempurna. Webinar yang lengkap dapat Anda simak di akun Youtube AISEI.

 

Dokumentasi webinar Munif Chatib

Dokumentasi webinar bersama Munif Chatib

#AISEI #InspirAction #RahasiaMengajarMenyenangkan #MunifChatib