Jika saja fisika tidak ada

“Alangkah indahnya sekolah kalau tidak ada fisika. Aku maunya di kelas IPA. Tapi jangan ada fisika. Apa bisa?”

Menurutmu, fisika itu pelajaran sulit nggak sih? Fisika itu asyik nggak? Apakah fisika menakutkan? Nggaklah ya! Kan nggak ada hantunya. Jadi nggak menakutkan ya. Hehe…

Emang sih beberapa orang yang mengaku kesulitan mempelajari fisika. Satu alasannya yang paling banyak dikatakan adalah karena FISIKA itu BANYAK RUMUSNYA. Alias terlalu BANYAK RUMUS yang DIHAFAL. Benar atau betul?

Kalau ditulis lengkap, alasan banyak siswa adalah:

Fisika sulit karena:

Tidak mengerti apa yang diajarkan.

  • Terlalu banyak rumus yang dihapal (ribet)
  • Bingung rumus yang mau dipakai
  • Waktu belajarnya kurang
  • Guru yang mengajarkannya tidak asik bahkan killer.

Pernah nggak pas pelajaran fisika berharap gurunya nggak masuk kelas. Kalau bisa mah gurunya ada rapat, kegiatan di luar atau bahkan sakit. Eh jangan ya.. hehe.. kasihan gurunya.

Pas gurunya aman-aman saja, masuk kelas, saat itulah terasa waktu berjalan lambat. Seketika mengantuk dan menguap. Padahal tadinya sehat segar bugar. Mendadak 5L (letih lesu lunglai lemah loyo).

Maunya masuk IPA tapi nggak ada fisika. Bisakah? Nggak bisa guys. Kurikulum kita mewajibkan begitu. Memasukkan fisika di kelompok MIPA. Maka, mau nggak mau, suka nggak suka ya belajar fisika.

 

Lantas, bagaimana supaya kita bisa paham dengan fisika? Kalau bisa sih menguasai fisik begitu. Kalau tidak ya seenggaknya ada beberapa materi fisika yng bisa diingat dan dikuasai.

Caranya gimana?

1. Kuatkan Dasarnya.

Satu mata pelajaran tidak lepas dari pelajaran lainnya. Selalu ada keterkaitan. Nah, fisika ini dasarnya adalah matematika.

Untuk paham fisika, harus kuat dasar matematikaya. Sebab, banyak materi matematika digunakan dalam fisika. Seperti pangkat, akar, trigonometri, bilangan pangkat positif atau negatif, dan operasi aljabar (kalibataku).

Kalau nggak selesai dasarnya, maka sulit pula paham untuk menyelesaikan soal-soal fisika.

So, banyak pahami materi matematika ya guys.

  1. Kaitkan dengan Kenyataan.

Ya, satu kesulitan memahami materi fisika adalah karena dia abstrak atau tidak nyata. Benar atau salah? Sebetulnya tidak seluruhnya benar.

Justru fisika itu merupakan pelajaran eksak atau nyata atau ada. Bukan imajinasi. Namun,kadang dirasa abstrak atau tidak nyata karena kita tidak mengalami atau memakai atau menerapkan hukum fisika, jadinya kurang terbayang di otak kita.

Padahal, sebagai ilmu alam, fisika sangat sering dipakai dalam alat-alat teknologi, lho.

Jadi kalau bisa, saat belajar materi apa gitu, bayangkanlah alat atau peristiwanya. Misal materi kalor bayangkan alat-alat listrik yang juga menghasilkan panas, materi hukum Pascal pada mesin steam mobil, hukum Archimedes di kapal laut. Bayangkan, lho. Benar-benar bayangkan.

Pengalaman saya, cara ini menjadikan kita seakan sedang menggunakan alat itu, atau sedang mengalami fenomena itu.

 

 

  1. Banyak Latihan.

Apapun itu, jika semakin sering dilatih, maka akan semakin hebat pula.

Seperti basket misalnya, seseorang akan mahir basket jika rajin latihan. Begitu juga dengan futsal, orang akan semakin pintar kalau semakin banyak latihan.

 Maka, untuk menaklukkan Fisika, tidak ada jalan lain kecuali banyak latihan. Sering baca materinya, sering latihan soalnya, dan sering mencoba soal yang lebih tinggi tingkat kesulitannya.

 Semakin banyak latihan soal, akan semakin menambah cara atau strategi penyelesaian soal.

 “Sewaktu SMA, saya punya buku besar khusus untuk latihan soal fisika dari beberapa buku. Bukan hanya buku paket wajib yang dikasih dari sekolah saja, tapi saya punya buku dari beberapa penerbit. Jadi, saya punya lebih dari satu buku.”

 Apalagi zaman now, internet banyak menyediakan latihan soal, termasuk pembahasannya. Jadi kita tidak repot beli buku. Tapi saran saya jangan lupa mengecek pembahasannya. Kadang ada aja yang keliru dari pembahasannya.